Bacaterus / 5 Tips Menjadi Food Blogger Handal dan Profesional

5 Tips Menjadi Food Blogger Handal dan Profesional

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
food blogger

* sumber: www.pexels.com

Menjadi food blogger memang tidak ada matinya! Apalagi saat pandemi seperti sekarang ini. Banyak orang lebih memilih beraktivitas dari rumah dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menjelajah internet.

Semenjak pandemi, sebanyak 49% responden menjadi lebih sering memasak di rumah. Tidak heran jika konten-konten bertema kuliner makin aktif berseliweran di jagad dunia maya. Mulai dari sekelas chef, hingga yang hanya “doyan” makan pun aktif menjadi food blogger. Bagi kamu yang tertarik menjadi food blogger, 5 hal berikut adalah hal yang perlu dilakukan.

1. Tentukan Karakter

Dunia kuliner itu sangat luas. Kalau ingin menjadi food blogger, ada baiknya kamu awali dengan mengangkat konten yang spesifik. Misalnya, review makanan, berbagi dan mencoba resep baru, wisata kuliner, dan atau yang lainnya. Kamu dapat memulai dari hal yang paling kamu sukai.

Hal ini bertujuan agar para audiens tahu spesialisasi dari konten kamu. Konten yang spesifik sangat disarankan bagi food blogger pemula. Karena sangat penting untuk mengambil hati audiens dengan sasaran yang kecil terlebih dahulu. Jika blog kamu sudah makin berkembang, barulah ekspansi ke tema konten kuliner yang lain.

2. Bangun Blog Profesional

blog food 2

* sumber: wordpress.org

Namanya food blogger, belum lengkap kalau belum punya blog sendiri. Blog dapat menjadi medium utama untuk segala konten kuliner kamu. Selain itu, kamu punya kebebasan untuk menunjukkan ciri khas food blogging kamu.

Cara pembuatan blog pun sangat mudah, kamu bisa membuat blog yang apik tanpa coding! Berikut tahapan yang perlu kamu lakukan untuk membuat food blog:

  • Pilih layanan hosting – Hosting adalah tempat dimana semua file blog kamu akan disimpan. Pastikan kamu memilih layanan hosting terpercaya, ya.
  • Tentukan nama domain – Nama yang akan diketik di mesin pencari untuk datang ke blog kamu adalah nama domain, misalnya blogkulinerkamu.com. Nama domain harus dibuat sesingkat mungkin dan mencerminkan isi blog. Kamu bisa cek nama domain yang kamu inginkan, untuk mengetahui domain masih tersedia atau sudah dipakai orang lain.
  • Saatnya membuat blog – Jika hosting dan domain sudah tersedia, kamu bisa membuat blog dengan mudah! Kamu hanya perlu menginstal WordPress, memilih tema yang kamu mau, membuat konten dan mengoptimasinya.

3. Buat Konten yang Konsisten

Sudah membuat blog, sayang dong kalau sepi…

Menjadi food blogger berarti harus aktif membuat konten kuliner. Semakin sering membuat konten, audiens pun akan semakin percaya pada blog kamu. Untuk mengawalinya, kamu bisa membuat jadwal kalender konten, buatlah konten minimal satu kali dalam seminggu.

Sebelum membuat konten, lakukan riset keyword terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan kamu untuk menentukan konten apa yang harus dibuat. Sehingga, kamu bisa meningkatkan pengunjung blog.

4. Maksimalkan Food Photography

Food photography

* sumber: www.pexels.com

Tidak bisa dipungkiri, hal yang pertama kali yang dilihat audiens adalah foto makanan yang kamu sajikan. Semakin menarik, semakin ramai konten kamu. Nah, ada beberapa cara untuk memaksimalkan foto kulineran kamu agar lebih membuat audiens “lapar mata”.

  • Gunakan kamera yang mendukung – Salah satu barang yang wajib dimiliki oleh food blogger. Kualitas kamera DSLR memang tiada tandingannya untuk menangkap gambar kuliner kamu, tapi kalau tidak ada pun bisa menggunakan kamera ponsel kamu kok.
  • Pencahayaan yang sesuai – Poin ini sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas gambar kamu. Sebisa mungkin gunakan alat lighting jika tidak bisa mendapat cahaya alami matahari. Selain itu, bantuan reflektor juga akan memaksimalkan hasil foto, karena dapat mendistribusikan cahaya yang lebih merata.
  • Bantu dengan aplikasi edit foto – Cara ini bertujuan agar membuat audiens lebih “ngiler” dengan foto kuliner kamu. Banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan aplikasi edit foto. Misalnya menajamkan atau menyeimbangkan proporsi warna gambar, mengatur kontras, dan lain sebagainya. Perlu diingat, edit foto kuliner kamu seperlunya.
  • Cari sudut foto yang pas – Di bagian ini kamu butuh sedikit upaya lebih. Sebagai food blogger kamu harus bisa mencari angle atau sisi yang pas untuk menangkap gambar. Jangan lupa foto kuliner kamu dari segala sisi dan pilih yang terbaik untuk thumbnail.
  • Gunakan properti tambahan – Hal ini dilakukan supaya foto kuliner kamu lebih memukau. Kamu dapat menggunakan properti secukupnya dan jangan terlalu berlebihan, karena yang akan foto kamu akan berfokus pada makanan, bukan hiasan-hiasan di sekeliling makanan. Kamu juga bisa menggunakan properti untuk atur keseimbangan warna, misalnya menggunakan meja kayu atau serbet berwarna gelap jika makanan atau piringmu berwarna terang, dan lain sebagainya.

Selain menjadi daya tarik utama, foto yang kamu ambil dengan susah payah itu bisa dimaksimalkan dengan image SEO. Hal ini harus dilakukan agar upaya food blogging kamu sejalan dengan performa yang diinginkan.

5. Perluas Relasi

Tahapan terakhir adalah cara agar food blog kamu makin dikenal oleh masyarakat luas. Kamu bisa mulai dengan menjalin hubungan yang baik dengan sesama food blogger, misalnya berkunjung ke food blog lain dan meninggalkan jejak kamu disana. Selain itu, kamu juga bisa bergabung ke forum atau komunitas food blogger.

Sebisa mungkin ajak food blogger lainnya untuk kolaborasi, misalnya membuat konten bersama, membuat challenge, atau mengikuti event. Semakin nama blog kamu dikenal, akan semakin banyak relasi yang berdatangan. Jangan lewatkan kesempatan jika ada endorsement yang datang, undangan soft launching restoran, atau sekadar review makanan. Tapi ingat, tetap jujur dalam membuat konten ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *