Bacaterus / Lebaran / 10 Tips Mengelola dan Menabung Uang THR Agar Tidak Cepat Habis

10 Tips Mengelola dan Menabung Uang THR Agar Tidak Cepat Habis

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Tidak terasa, kita sudah memasuki bulan puasa lagi. Dan, tidak akan terasa pula, tahu-tahu Hari Raya Idul Fitri sudah tiba. Semua orang pasti sudah merencanakan mau apa saat lebaran nanti. Ada yang mau kumpul-kumpul dengan keluarga, ada yang mau jalan-jalan di kota karena saat hari H suka kosong, dan agenda-agenda lainnya yang tentunya bakal menyenangkan.

Ada lagi yang membuat hari raya semakin meriah, yaitu THR alias Tunjangan Hari Raya. Di Indonesia sudah umum para pekerja mendapatkan uang bonus sebelum hari raya. Karena merupakan “uang mendadak”, banyak orang yang tidak bisa mengontrolnya secara bijaksana. Wajar memang, karena kebanyakan orang sudah memiliki wishlist belanjaan yang akan dituntaskan saat mendapatkan THR. Jadi, sudah umum banyak orang yang “kalap” dan akhirnya uang pun habis tak bersisa.

Akan tetapi, kita harus membuang gaya hidup yang tidak sehat seperti ini. Anda sebaiknya memiliki pemikiran yang lebih arif sehingga uang THR tidak habis secara cuma-cuma. Ingin tahu bagaimana cara mengelola uang THR supaya tidak cepat habis? Kamini akan membahasnya sekarang juga.

1. Membuat Rencana Keuangan

Membuat Rencana Keuangan

Langkah paling awal yang perlu Anda lakukan adalah membuat rencana keuangan. Mungkin agak sulit, apalagi jika Anda tidak terbiasa membuat rencana keuangan dengan gaji bulanan Anda, tapi patut untuk dicoba. Caranya adalah dengan menuliskan rincian pemasukan Anda (uang THR saja, ya).

Lalu, tuliskan barang-barang yang ingin Anda beli atau tempat yang ingin Anda datangi jika Anda berencana traveling dengan uang THR. Tuliskan secara rinci apa saja yang Anda butuhkan dan inginkan, kemudian susun berdasarkan prioritas. Di samping nama barang-barang tersebut, tuliskan juga biaya yang diperlukan untuk mendapatkannya.

Dengan begini, Anda bisa menghitung biaya pengeluaran untuk semua yang Anda inginkan. Jadi, Anda bisa menghindari dari “tekor” karena terlalu banyak mengeluarkan biaya daripada pemasukan.

2. Alokasi Uang THR

Alokasi Uang THR

Setelah mendapatkan THR, jangan langsung dipakai untuk bayar belanjaan yang ada di kantung belanja aplikasi belanja online Anda. Pokoknya simpan dulu uang THR supaya tidak kecoceng. Pisahkah juga uang THR dengan gaji bulanan Anda.

Gunakan gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda per bulannya (cicilan kendaraan, cicilan hunian, belanja bulanan, makan, dll). Uang sisanya Anda anggap masih bersih, bisa Anda tabung. Lalu, THR fokuskan untuk berbagi bersama yang lebih membutuhkan dan sanak-saudara Anda.

3. Prioritaskan untuk Hari Raya

Prioritaskan Untuk Hari Raya

Namanya juga Tunjangan Hari Raya, berarti uang ini memang seharusnya buat dipakai saat hari raya, dong? Pasti bos Anda ikut sedih kalau Anda tidak menggunakan THR dari mereka secara bijaksana, kan? Prioritaskan THR untuk keperluan Anda di hari raya, seperti tiket atau sewa kendaraan untuk mudik, beli baju lebaran, bayar zakat, dan nyecep buat keponakan-keponakan.

Tapi, bukan berarti Anda terus memikirkan orang lain dan lupa pada diri sendiri juga. Jadi, sebaiknya jangan semua THR Anda dihabiskan buat dibagi-bagi, tapi simpan juga untuk ditabung.

4. Siapkan Dana Darurat

Siapkan Dana Darurat

Seperti yang Kamini katakan di atas, tabung lah sebagian uang THR Anda. Mau semuanya juga tidak apa-apa kalau Anda ada dana lain untuk hari raya nanti. Kadang orang tidak bisa menabung karena uangnya sudah habis dipakai bayar cicilan dan keperluan sehari-hari. Nah, dengan adanya “uang kaget” ini Anda bisa membuat isi tabungan Anda jadi bertambah.

5. Pakai untuk Bayar Hutang

Pakai untuk Bayar Hutang

Jika Anda punya hutang, sebaiknya sisihkan sejumlah uang THR Anda untuk melunasi hutang Anda. Berhutang, apalagi dibiarkan hingga lama, tidak dianjurkan dalam Islam.

Selain itu, berhutang juga tidak bagus untuk keadaan dompet dan jiwa Anda. Pasti deep down Anda kepikiran dan merasa bersalah karena belum bayar hutang, apalagi kalau hutangnya ke teman, saudara, atau pun orang tua. Makanya, mumpung Anda sedang punya uang lebih, sisihkan untuk melunasi hutang Anda.

6. Jangan Lupa Zakat Fitrah, Infaq, dan Sedekah

Jangan Lupa Zakat Fitrah, Infaq, dan Sedekah

Sudah tahu bedanya zakat fitrah, infaq, dan sedekah? Zakat fitrah adalah “zakat diri” yang hukumnya wajib untuk semua laki-laki dan perempuan muslim yang mampu dan sesuai dengan syarat yang ditetapkan. Maksud dari zakat fitrah adalah dengan mengeluarkan zakat, maka manusia dapat kembali fitrah (keadaan yang suci). Infaq dan sedekah bisa dilakukan kapan saja, sedangkan zakat fitrah hanya bisa dibayarkan saat-saat sebelum bulan Ramadhan selesai.

Sedangkan infaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta/pendapatan untuk satu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Infaq berarti mengeluarkan harta yang mencakup zakat (wajib) dan non-zakat (sunnah). Infak sunah sangat mudah dilakukan, seperti  berbagi pada yang membutuhkan, turut membantu ketika terjadi bencana alam, dan masih banyak lagi.

Terakhir, sedekah, merupakan pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas. Sedekat tidak dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah juga lebih luas dari zakat maupun infaq, karena sedekah tidak hanya berarti menyumbangkan harta. Menyebarkan kebaikan dengan tersenyum pada orang lain pun sudah termasuk sedekah, loh!

Nah, ketika Anda sudah menerima uang THR, jangan lupa menyisihkan sebagian untuk zakat, infaq, dan sedekah. Mungkin Anda berpikir kalau berbagi amplop dengan keponakan sudah cukup, tapi di luar itu semua, di dalam rezeki Anda ada hak orang lain (fakir miskin dan yatim piatu) juga. Apalagi zakat fitrah yang hukumnya wajib, jangan sampai terlewat.

7. Belanja Pakaian dan Perlengkapan Ibadah Seperlunya

Belanja Pakaian dan Perlengkapan Ibadah Seperlunya

Lebaran identik dengan baju baru, mukena baru, sarung baru, sepatu baru, pokoknya semua baru. Entahlah tradisi ini dimulai dari siapa dan di mana, padahal kebiasaan ini sangat tidak ada hubungannya dengan esensi Idul Fitri. Memang tidak apa=apa, itu hak Anda menggunakan uang THR untuk memanjakan diri, tapi hati-hati jangan sampai berlebihan dan memiliki niat menyombongkan barang belian Anda nantinya.

Untuk itu, Anda perlu menanamkan rem supaya tidak membelanjakan uang THR secara berlebihan. Biasanya yang paling sering dibeli padahal tidak terlalu diperlukan adalah baju. Anda pasti punya baju lebih dari satu, bukan? Kadang Anda belanja juga di hari-hari biasa yang bukan mendekati lebaran.

Sebenarnya baju yang dipakai saat lebaran tidak perlu baru, Anda bisa daur ulang dari baju lama Anda. Berlaku pula untuk kerudung, sepatu, hingga keperluan ibadah seperti mukena dan sarung. Toh, tidak akan ada yang peduli juga kalau baju Anda baru atau pun lama, kecuali baju Anda memang benar-benar sudah tak layak pakai. Ingatlah kebiasan baik “satu masuk, satu keluar” yang berarti ketika Anda membeli sesuatu yang baru (seperti baju) harus ada yang disedekahkan juga oleh Anda.

8. Cari Diskon

Cari Diskon

Memasuki bulan ramadhan, terutama mendekati lebaran, pasti di mana-mana mengadakan diskon. E-commerce berbondong-bondong menawarkan produk dengan sale besar hingga free ongkir. Lalu toko perbelanjaan di mall juga tak kalah dalam urusan menawarkan sale. Mau tidak mau Anda pasti kalap melihat barang yang harganya miring di mana-mana.

Memang, mencari diskon cukup menggiurkan karena potongan harga yang lumayan. Tapi, insyaAllah, jika Anda sudah menyusun rencana keuangan dan berniat membayar zakat (plus bersedekah) kalap saat diskon tidak akan terjadi. Tidak hanya untuk pakaian, ini berlaku juga ketika Anda belanja bahan makanan, camilan, minuman, dan kue kering untuk disuguhkan ke tamu atau untuk dibawa ke kampung halaman.

9. Belanja Online

Belanja Online

Belanja online sepertinya sudah sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Kelebihan belanja online adalah Anda tidak perlu capek-capek keluar rumah, mengeluarkan bensin atau ongkos kendaraan, uang parkir yang bisa jadi “lumayan” jika Anda berjam-jam di tempat tersebut (apalagi kalau Anda berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya), berdesakan (dan berebutan!) ketika ada diskon, mengantri ketika membayar, menjinjing belanjaan pulang ke rumah, dan masih banyak lagi benefit-nya.

Kita semua tahu, menjelang lebaran, pusat perbelanjaan pasti penuh sesak. Anda bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan berbelanja online. Cuma, ya, Anda harus sabar menunggu barang tiba. Kalau bisa belanjanya 2 minggu sebelum lebaran karena menjelang hari raya ekspedisi jasa pengiriman barang pasti overload, belum lagi kalau ada yang memutuskan untuk libur beberapa hari sebelum Idul Fitri. Nanti belanjaan Anda bisa sampainya malah setelah lebaran, lagi.

10. Sisihkan untuk Investasi

Sisihkan untuk Investasi

Jika Anda tidak punya beban seperti hutang, atau sanak saudara yang perlu dibiayai, Anda bisa menyisihkan THR untuk disimpan, ditabung, digunakan sebagai dana darurat, atau investasi. Walaupun merupakan uang kaget, bukan berarti THR tidak bisa dimanfaatkan untuk pemakaian jangka panjang. Anda bisa melakukannya dengan cara apapun yang Anda suka. Yang sering dilakukan ibu-ibu paling simpel biasanya, yaitu dengan membeli emas.

Mengatur pemakaian uang THR mudah, kok. Anda hanya perlu menjadi lebih bijaksana agar uang THR tidak habis secara sia-sia. Jangan biarkan uang THR habis untuk memuaskan keinginan Anda semata, tapi sebaiknya bisa dipakai untuk berbagi bersama orang lain juga. Semoga berhasil dan selamat lebaran!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar