Bacaterus / 10 Tips Mengatur Keuangan Bisnis UMKM yang Mudah Dilakukan

10 Tips Mengatur Keuangan Bisnis UMKM yang Mudah Dilakukan

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menunjang pertumbuhan ekonomi negara, pemerintah pun memberi dukungan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM.

Semakin hari bisnis UMKM ini semakin banyak jumlahnya. Karena seiring meningkatnya daya beli masyarakat, orang-orang yang berjiwa usaha berlomba-lomba untuk mencari peruntungan melalui bisnis UMKM. Tanpa dukungan modal yang besar, seseorang dapat mendirikan bisnis UMKM-nya secara mandiri.

Melalui berbagai promosi online yang bisa dilakukan secara gratis, setiap bisnis UMKM yang baru muncul mendapatkan kesempatan yang besar untuk lebih dikenal masyarakat. Beberapa di antaranya ada yang langsung booming, sementara yang lainnya memerlukan promosi yang lebih giat lagi untuk mendapatkan konsumen.

UMKM yang sudah maju dan berkembang tidak serta merta aman dari kegagalan finansial. Jika pemilik usaha tidak memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik, maka bukan tidak mungkin bisnis UMKM yang susah payah dibangun mudah jatuh bangkrut ketika masa-masa sulit datang.

Nah, untuk menghindari hal mengerikan tersebut, pemilik bisnis UMKM mau tidak mau harus menguasai manajemen keuangan dengan baik. Jika ada waktu dan uang mereka bisa belajar kepada ahlinya langsung. Jika belum ada kesempatan, beberapa tips mengatur keuangan bisnis UMKM di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Atur Pembukuan dengan Baik

Pembukuan

* sumber: www.wallpaperflare.com

Waktu SMA Anda mungkin pernah belajar akuntansi. Nah, Anda dapat menerapkan dasar-dasar pelajaran tersebut pada bisnis UMKM Anda. Salah satunya adalah dengan mengatur pembukuan dengan baik yang sangat penting untuk dilakukan.

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mampu membukukan setiap pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk menunjang bisnis Anda. Jika tidak, maka hal itu bisa sangat krusial bagi bisnis Anda.

Jika pembukuan tidak diatur dengan baik, maka sulit bagi Anda untuk mengetahui perkembangan bisnis (untung atau rugi). Selain itu, Anda juga mungkin akan kesulitan dalam meminimalisir risiko kehilangan aset, produk/barang maupun uang.

Seandainya Anda belum (maaf) mampu mengatur pembukuan dengan baik, Anda dapat mempekerjakan seorang penata buku atau akuntan atau menggunakan bantuan perangkat lunak akuntansi yang tersedia untuk bisnis UMKM.

2. Selalu Pantau Biaya yang Dikeluarkan

Pantau Biaya

* sumber: upload.wikimedia.org

Jangan malas untuk memantau setiap biaya yang dikeluarkan untuk menunjang operasional bisnis Anda, sekecil apapun itu. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui dengan pasti ke mana uang itu pergi. Dengan mengetahui detail pengeluaran dengan baik, Anda dapat meminimalisir potensi kerugian bisnis Anda.

3. Buat Proyeksi Keuangan

Proyeksi Keuangan

* sumber: www.pikist.com

Anda harus memiliki proyeksi keuangan atau rencana keuangan/anggaran yang jelas agar Anda dapat menyusun rencana bisnis kedepan dengan baik. Rencana bisnis utama yang Anda buat selanjutnya akan membantu Anda dalam mengantisipasi dan mengatasi kemungkinan hambatan di masa depan.

4. Pisahkan Akun Bank Pribadi dan Bisnis

Akun Bank

* sumber: www.picpedia.org

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku bisnis UMKM pemula adalah mencampur uang bisnis dan keuangan pribadi. Jika hal ini dilakukan, maka potensi kerugian yang tidak dapat dijelaskan akan muncul serta nantinya akan memusingkan ketika berhadapan dengan perpajakan.

Jadi, sebelum siap meluncurkan bisnis UMKM Anda, pastikan Anda memiliki dua akun bank yang berbeda, satu untuk pribadi dan satu untuk bisnis. Memisahkan uang bisnis Anda akan membuat pengukuran profitabilitas lebih mudah dan membantu Anda melacak pengeluaran dengan benar.

5. Pantau Setiap Pinjaman Pribadi atas Bisnis Anda

Pinjaman Pribadi

* sumber: pxhere.com

Jangan hanya karena Anda pemilik bisnis, Anda melupakan setiap uang yang Anda pinjam dari akun bisnis Anda. Anda harus tetap memantau dan menyimpan catatan yang akurat semua pinjaman pribadi atas bisnis Anda.

Hal ini perlu dilakukan agar ketika bisnis Anda mulai menghasilkan uang, Anda dapat dengan mudah membayar kembali setiap uang yang Anda ambil (bukan gaji, dividen atau pengeluaran yang sah) dari akun perusahaan Anda terlebih dahulu sebelum membayar pajak atas laba yang tersisa.

6. Gaji Diri Anda Terlebih Dahulu

Gaji

* sumber: www.needpix.com

Menggaji diri sendiri? Kan semua keuntungan milik sendiri? Bukan begitu maksudnya. Ketika bisnis Anda membuat untung, Anda sebaiknya tidak melahap semua keuntungan tersebut. Ada baiknya Anda mulai dengan ‘menggaji’ diri sendiri, misalnya mulai dengan 10% dari total keuntungan, sedangkan sisanya Anda simpan.

Metode ini adalah cara yang baik untuk menyisihkan uang secara konsisten dan untuk menguji profitabilitas bisnis Anda. Selain itu, hal ini juga bisa membantu Anda menyediakan jaring pengaman untuk pengeluaran tak terduga di masa yang akan datang.

7. Tetap Berhemat

Hemat

* sumber: www.needpix.com

Meskipun Anda menggaji diri sendiri, Anda harus tetap berhemat sehemat mungkin. Jangan karena Anda memiliki bisnis yang menguntungkan, Anda bersikap seolah-olah bisnis Anda akan untung selamanya.

Sebisa mungkin Anda menetapkan gaji serendah yang dapat Anda terima tanpa melupakan tunjangan wajib kepada pemerintah (semisal BPJS Kesehatan dan lain-lain). Setiap sikap hemat yang Anda lakukan akan memberi Anda lebih banyak fleksibilitas di bulan-bulan sulit di masa mendatang.

8. Hemat Biaya Perjalanan

Hemat Perjalanan Bisnis

* sumber: www.pxfuel.com

Seorang pebisnis biasanya memiliki mobilitas yang tinggi. Namun, tak jarang di antara mereka yang ‘berfoya-foya’ saat melakukan perjalanan bisnis. Nah, untuk meminimalisir biaya besar yang tidak perlu dengan sedikit pengembalian, Anda sebaiknya merencanakan perjalanan bisnis Anda seolah-olah Anda sendiri yang membayarnya. Intinya Anda tidak perlu bermewah-mewah untuk sekadar tidur di malam hari dan cara untuk pergi dari tempat rapat ke tempat pertemuan.

9. Pertimbangkan Untuk Menyewa daripada Membeli

Menyewa

* sumber: www.wallpaperflare.com

Menyewa peralatan alih-alih membeli yang baru dapat membantu Anda terhindar dari biaya perawatan. Menyewa juga dapat mencegah Anda membayar lebih pada peralatan yang hanya diperlukan untuk jangka waktu tertentu.

Hal yang sama juga berlaku pada ruang yang Anda butuhkan untuk operasional bisnis. Dengan demikian, Anda dapat melakukan ekspansi atau relokasi tempat usaha Anda dengan mudah jika sewaktu-waktu diperlukan.

10. Hati-hati Saat Melakukan Ekspansi

Ekspansi Bisnis

* sumber: www.flickr.com

Ketika Anda melihat perkembangan dalam bisnis, Anda mungkin berpikir untuk melakukan ekspansi. Namun, Anda harus memastikan hal tersebut dilakukan dengan mantap dan bijak. Menggunakan uang dalam jumlah besar untuk ekspansi yang terlalu cepat dan terlalu drastis bisa menjadi bencana bagi bisnis Anda.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa diaplikasikan oleh para pelaku bisnis UMKM. Jika Anda ingin mendapat berbagai informasi menarik terkait bisnis, peluang bisnis, investasi, hingga kisah sukses pebisnis, Anda dapat menemukannya di situs Folder Bisnis yang merupakan media blog yang fokus mengulas arah dunia bisnis terbaru, bisnis online, UMKM, pemasaran online, investasi dan finansial freedom.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *