Bacaterus / Edukasi / 7 Tips Membuat Makalah dengan Mudah Tanpa Perlu Stress

7 Tips Membuat Makalah dengan Mudah Tanpa Perlu Stress

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Terkadang tugas membuat makalah merupakan sesuatu yang membuat pelajar stres berat. Apalagi jika kamu bukanlah tipe orang yang suka membaca dan menulis. Rasanya ingin sekali melakukan copas alias copy + paste dari referensi tanpa perlu melakukan parafrase dan menambahkan keterangan. Tapi, hal tersebut sangat dilarang dalam penulisan makalah.

Yang ada, nanti kamu malah kena masalah copyright dan tugas kamu tidak di-acc oleh guru atau dosen. Kamu tidak mau, kan, sudah capek-capek nulis makalah, tapi malah tidak diterima? Jadi, menurut Bacaterus, lebih baik kalau kamu capek sekalian daripada dua kali kerja.

Tidak perlu khawatir, karena sekarang Bacaterus akan membagikan tips membuat makalah dengan zero stress. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi author, jadi bisa saja cocok dengan gaya menulis kamu, tapi bisa juga tidak cocok. Yuk, disimak!

1. Cari Tahu Apa yang Pengajar Kamu Inginkan

Cari Tahu Apa yang Pengajar Kamu Inginkan

* sumber: addfyahandstir.wordpress.com

Tahukah kamu, kalau setiap guru atau dosen punya standar yang berbeda? Walaupun mengacu pada kurikulum atau silabus yang sama, tetap saja, setiap pengajar punya style masing-masing dalam mengajar, memberi tugas, hingga menilai tugas.

Jadi, hal pertama dalam tips membuat makalah adalah dengan memerhatikan pengajar kamu. Bagaimana cara pengajar kamu mengajar, jenis-jenis tugas yang sering diberikannya, dan caranya menilai tugas tersebut. Biasanya pada masa awal pelajaran atau perkuliahan di mulai, setiap guru akan memberi tahu style mereka dalam mengajar.

Misalnya, ada guru yang lebih menyukai makalah yang jelas dan padat. Namun, ada juga yang mementingkan kuantitas dengan menugaskan kamu membuat makalah minimal 1000 kata. Setelah mengetahui keinginan guru kamu, baru deh, kamu siapkan bahan-bahan untuk membuat makalah.

2. Kumpulkan Data

Kumpulkan Data tips membuat makalah

* sumber: blog.socialcops.com

Setelah mengetahui style guru atau dosen kamu seperti apa, sekarang saatnya mengumpulkan bahan yang mau dijadikan makalah. Cara mengumpulkan data ada bermacam-macam. Kamu bisa melakukan observasi langsung ke lapangan, mewawancara narasumber (bisa langsung kepada ahlinya atau warga sekitar), membuat kuisioner, diskusi bersama teman, hingga mencari sumber dari buku atau artikel terpercaya.

3. Jangan Mulai Dengan Introduction

Jangan Mulai Dengan Introduction

Di mana-mana urutan makalah pasti Judul – Abstrak – Metode Penelitian – Pendahuluan – Isi – Kesimpulan. Tapi, kamu jangan mengerjakannya sesuai urutan tersebut, ya. Yang ada, kamu bisa menghabiskan waktu hingga 30 menit untuk “merencanakan” menulis abstrak dan pendahuluan dari makalah yang baru kamu ketahui datanya saja.

Logikanya, sih, cuma satu: bagaimana bisa kamu menulis judul, rangkuman (abstrak), dan pendahuluan dari makalah yang belum jadi? Apa yang bisa dirangkum dan dikenalkan dari makalah kamu? So, langkah ketiga dalam tips membuat makalah adalah dengan memulai dari Isi atau Diskusi. Jika sebelumnya kamu telah mengumpulkan data, pasti membuat Isi akan jadi sangat mudah.

4. Buat Rangkuman

 Buat Rangkuman

* sumber: www.thebalance.com

Conclusion atau Rangkuman merupakan bagian terakhir dari makalah. Tapi, bukan berarti kamu mengerjakannya paling akhir, loh. Setelah menyelesaikan Isi atau Discussion, rasanya pasti sangat mudah untuk menyimpulkan apa saja yang baru kamu tulis.

Bagian Rangkuman sangat penting, karena Rangkuman merupakan “pengingat” untuk pembaca, apa yang baru saja mereka baca dari makalah kamu. Rangkuman juga berfungsi untuk menguatkan argumen kamu dari kolom Isi atau Discussion.

5. Buat Pendahuluan

Buat Pendahuluan

*

Langkah ke-5 dalam tips membuat makalah adalah membuat Pendahuluan atau Introduction. Setelah menyelesaikan bagian Isi dan Rangkuman, kamu pasti bisa membuat Pendahuluan dengan mudah dan cepat. Kenapa? Karena Pendahuluan merupakan “rangkuman” makalah kamu. Tapi, jika kamu diminta untuk menulis Abstrak, maka penulisan Pendahuluan-nya jadi berubah lagi. Untuk memudahkan kamu, berikut adalah penjelasannya:

Abstrak merupakan “rangkuman” dari keseluruhan makalah, mulai dari Judul, Topik, Metode Penelitian, Teori yang Digunakan, Isi, Konklusi, Penutup, hingga Kata Kunci. Sedangkan Pendahuluan merupakan “rangkuman” dari bab Isi makalah kamu saja.

Tapi, jika guru atau dosen kamu tidak menyuruh untuk membuat Abstrak, maka Pendahuluan kamu jadi berbeda, bukan hanya “rangkuman” dari bab Isi saja. Tapi, Pendahuluan kamu harus berisi Judul, Topik, Metode, Teori, dan Kata Kunci. Atau, kamu bisa juga mem-parafrase bagian Konklusi untuk dijadikan Pendahuluan. Tapi, jangan tuliskan hasil akhirnya.

Anggap saja kamu sedang membuat trailer film. Kamu pasti paham apa gunanya trailer, kan? Trailer film berisi garis besar cerita, tapi akhir ceritanya tidak dimunculkan. Hal ini ditujukan untuk membuat orang penasaran ingin mengetahui akhir dari cerita. Nah, itulah paham dari Pendahuluan.

Bagaimana, apakah penjelasan author dapat dipahami? Sebenarnya dengan lima tips di atas, kamu sudah bisa mendapatkan makalah yang bagus. Tapi, kalau kamu ingin membuat makalah yang mendekati sempurna, Bacaterus punya tips lanjutannya di bawah ini:

6. Tips Mengutip

Tips Mengutip

* sumber: viallyhardi.wordpress.com

Tips membuat makalah yang ke-6 adalah tips dalam mengutip. Fungsi mengutip adalah sebagai narasumber, untuk menguatkan argumen kamu, dan untuk membuat makalah kamu nampak “ilmiah” serta lebih panjang. Karena, siapa yang mau menulis makalah hingga 1.000 kata, atau bahkan lebih dari itu? Kutipan bisa ditulis sebagaimana aslinya dengan menambahkan tanda kutip (“…”) lalu jangan lupa untuk menulis sumbernya.

Atau, kamu bisa melakukan parafrase dengan menulis ulang kutipan menggunakan gaya penulisan kamu. Tapi, tetap jangan lupa untuk menuliskan sumbernya. Contoh kutipan yang di parafrase ada pada bagian atas (Bisnis Indonesia, 2 Mei 1999: 40) dan contoh kutipan langsung adalah yang di bawahnya.

Dan, jangan lupa untuk menulis kalimat argumentasi kamu sebelum dan sesudah mengutip. Hal ini sering dilupakan oleh banyak orang, sehingga si kutipan tersebut jadi tidak berarti apa-apa selain untuk menambah kata saja. Lalu, tegaskan kenapa para pembaca makalah kamu harus peduli pada kutipan tersebut, apa pentingnya kutipan tersebut dalam makalah kamu.

Jangan sekali-kali kamu menggunakan sumber data dari artikel di Wikipedia karena artikelnya bisa diedit oleh siapa saja. Blog pribadi juga dilarang, karena keaslian tulisannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika kamu mau mengutip dari artikel di internet, usahakan mencari dari perpustakaan terdaftar, seperti website perpustakaan nasional dan perpustakaan kampus.

Lalu, biasanya website yang “diterima” dalam makalah adalah yang ujungnya .org dan .edu. Selain domain tersebut, misalnya .com, .co.id, kurang bisa diterima. Dan, yang paling penting adalah, jangan lupa untuk melakukan parafrase dari sumber yang kamu kutip (jangan asal copas) dan jangan lupa tuliskan darimana kamu mendapatkan sumber tersebut di kolom Source atau Sumber pada akhir makalah nanti.

7. Baca Ulang

Baca Ulang

* sumber: stellar.ie

Tips membuat makalah yang terakhir adalah membaca ulang tulisan kamu. Setelah kamu selesai menulis makalah, kamu pasti merasa bangga akan diri sendiri dan merasa puas dengan makalah kamu. Tapi, coba baca lagi keesokan harinya ketika kamu sedang mood dan kamunya sudah santai (tidak lagi stres karena makalah tersebut).

Kamu mungkin akan menertawakan diri sendiri karena ada beberapa kalimat yang konyol yang kamu tuliskan pada makalah tersebut. Percaya, deh, pasti ada saja kata yang aneh atau typo yang terselip pada makalah kamu. Makanya, jangan menulis makalah pada H-1, tapi lakukan dari jauh-jauh hari agar kamu masih bisa melakukan proof reading.

Nah, itu dia tujuh tips membuat makalah yang perfect dengan mudah dari Bacaterus. Jika kamu mengikuti ketujuh tips di atas, kamu tidak perlu jadi suka membaca atau menulis, karena kamu sudah paham trik membuatnya. Tips di atas berdasarkan pengalaman author sendiri, jadi mungkin saja cocok dan mungkin tidak cocok dengan kamu. Apakah kamu punya tips dan trik sendiri dalam menulis makalah?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *