Bacaterus / Cumi / Tips Membersihkan Cumi Supaya Siap Masak & Tidak Alot

Tips Membersihkan Cumi Supaya Siap Masak & Tidak Alot

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ketika membeli cumi-cumi di pasar tradisional atau tukang sayur keliling, biasanya masih dalam kondisi utuh, lengkap dengan kotorannya. Namun, jika Anda pergi ke supermarket besar, biasanya ada cumi potong yang sudah dibersihkan. Dan, tentu saja harganya lebih tinggi dibandingkan ketika Anda membeli cumi utuh.

Jika Anda ingin pilihan yang lebih ekonomis dan ingin mencoba membersihkan cumi-cumi sendiri, beli cumi utuh saja. Membersihkan cumi sesungguhnya tidak sulit. Pilih cumi yang masih segar, atau kalau Anda beli yang frozen juga tak apa-apa. Jika cuminya beku, thawing (tunggu mencair) dulu di kulkas bawah, baru bisa Anda bersihkan dan langsung masak.

Apakah Anda tahu langkah membersihkan cumi dengan cara yang benar? Inilah cara membersihkan cumi dalam 10 langkah sederhana versi Bacaterus! Tenang saja, ini sama sekali tidak sulit. Sekali mencobanya, Anda tidak akan pernah melupakan caranya lagi. Yuk, kita mulai!

1. Simpan di Tempat Datar

* sumber: www.junedarville.com

Pertama-tama, cuci dulu semua cumi-cumi di bawah air mengalir agar cuminya tidak terlalu slimey. Lalu, tempatkan cumi di atas talenan bersih atau alas datar lainnya. Rentangkan tubuh cumi lalu rapikan tentacle-nya.

2. Cabut Kepala

*

Langkah selanjutnya adalah mencabut kepala cumi. Ini sangat mudah dilakukan, bahkan Anda tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mengerjakannya. Caranya, pegang atau tahan tubuh cumi dengan telapak tangan, lalu pegang kepala cumi tepat di atas mata mereka menggunakan tangan Anda yang lain.

Tarik kepala cumi (dengan gerakan memutar sedikit) secara lembut sampai terlepas dari badannya. Di ujung kepala akan terlihat benda panjang, putih dan berlendir, itu adalah kotoran cumi. Bagian badan cumi dan tentacle-nya bisa dimakan, tapi kotoran yang berlendir tadi harus dibuang.

3. Buang Kantung Tinta

* sumber: www.thespruceeats.com

Namanya juga cumi-cumi, pasti punya kantung tinta. Anda bisa mengumpulkan tintanya untuk dibuat masakan lain, seperti spaghetti tinta cumi, saus hitam tinta cumi, nasi goreng hitam, balakutak dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan tinta cumi.

Kantung tinta cumi-cumi terletak di jeroan yang menempel pada kepala. Supaya tak berantakan, ambil kantung tinta cumi secara hati-hati. Anda bisa memotongnya menggunakan kuku atau pun pisau, lalu taruh di mangkuk kecil. Nanti kalau sudah terkumpul semua, sayat sedikit kantung tintanya lalu keluarkan isinya ke tempat lain.

Hati-hati ketika memanen tinta cumi, karena mereka bisa muncrat dan mengotori banyak hal. Jadi, kenakanlah sarung tangan agar tinta tidak meresap ke sela-sela kuku jari Anda (mereka menciptakan aroma tak sedap pada kuku!), gunakan celemek untuk menyelamatkan pakaian Anda, dan jangan memanen mereka di atas talenan kayu atau bahan meresap lainnya.

4. Potong Tentacle

* sumber: www.junedarville.com

Memanen tinta bisa dilakukan nanti, yang penting kantungnya sudah Anda amankan terlebih dahulu. Tentakel cumi bisa dimakan, tapi kepalanya sebaiknya tidak usah karena kedua mata cumi yang hampir memenuhi besar kepala mereka tidak enak dan keras. Jadi, potonglah kepala cumi tepat di bawah mata mereka, simpan tentakelnya untuk dimasak.

5. Buang Mata dan Mulut

* sumber: www.thespruceeats.com

Anda bisa juga hanya membuang mata cumi, tapi mereka muncrat ke mana-mana dan terlihat mengerikan jika Anda jijik-an. So, kalau Anda tak mau repot membersihkan mata cumi, potong saja kepala mereka, ya. Sedangkan untuk tentakelnya, di sana terdapat beak alias mulut cumi.

Mereka keras karena ada giginya, jadi bagian ini wajib Anda buang. Kalau Anda suka memancing, bagian mata dan kepala cumi bisa dipakai untuk umpan, jadi bisa disimpan untuk alasan tersebut. Jika Anda berencana memakan tentakel cumi-cumi, Anda harus melepaskan paruhnya.

Paruh cumi adalah sepotong tulang rawan yang terletak di dasar tentakel di mana mereka terhubung ke kepala cumi-cumi. Mereka sangat keras, sehingga tidak bisa dimakan. Setelah tentakel dipotong dari kepala, buka kaki-kaki tentakel dan Anda akan melihat mulut cumi. Tinggal ambil mulutnya menggunakan jari tangan Anda, karena mereka memang tidak menempel dengan kuat.

6. Buang Tulang Rawan

* sumber: www.thespruceeats.com

Walaupun cephalopoda adalah invertebrata, jadi mereka tidak memiliki tulang punggung. Namun, ada yang berbeda dengan cumi-cumi. Mereka memiliki cangkang internal yang disebut pena dan juga tulang punggung. Bagian tabung/tubuh/ekor ekor cumi mengandung sepotong tulang rawan yang tipis dan bening. Tulang rawan ini dikenal sebagai sotong atau cuttlebone.

Tulang rawan hampir terlihat dan berbentuk seperti pecahan kaca atau plastik keras yang sangat tipis. Walaupun begitu, dia tidak dapat dimakan sehingga harus dibuang. Pegang kartilago dengan jari-jari Anda dan tarik dari tabung badan cumi.

Seharusnya tulang rawan ini cukup mudah ditarik, untuk ukuran cumi-cumi kecil. Kalau cumi-cumi Anda raksasa mungkin tulang rawannya juga lebih keras dan lebih menempel pada daging cumi.

7. Buang Kotoran

* sumber: www.junedarville.com

Walaupun sebagian besar sudah tertarik bersama kepala, kadang masih ada kotoran di dalam tubuh cumi. Jika ada sesuatu yang berlendir dan berwarna putih di dalam tubuh cumi, itulah kotoran. Anda bisa menyekupnya menggunakan jari atau pencet cumi-cumi dari luar untuk menghilangkan kotorannya.

8. Buang Kulit Membran

* sumber: www.junedarville.com

Meskipun kulit cumi-cumi yang gelap dan berbintik ini dapat dimakan, sebagian besar koki di restoran memilih untuk membuangnya untuk presentasi yang lebih cantik. Jika Anda tertarik melakukannya, silakan saja. Kulit cumi sangat mudah terpisah dari dagingnya.

Anda dapat membiarkan kulit tipis pada cumi-cumi juga, kok, kalau tidak mau ekstra repot. Terlepas dari efek visual, toh tidak ada perbedaan rasa.

9. Selesai!

* sumber: www.junedarville.com

Setelah kulit cumi tertarik semua, cuci semua bagian cumi dengan seksama. Tiriskan sebelum cuminya dipakai memasak. Daging cumi di bawahnya harus berwarna keputihan sampai kuning terang, jika selain warna itu, berarti cuminya tidak fresh. 

10. Potong Sesuai Selera

* sumber: www.thespruceeats.com

Tubuh cumi yang sudah dibersihkan dapat diisi dengan telur atau tahu, atau kreasikan sesuka Anda. Anda juga bisa memotongnya dengan potongan cincin untuk dibuat jadi calamary. Anda bisa juga menyayat-nyayat permukaan daging cumi supaya ketika ditumis atau direbus jadi mengerut kotak-kotak.

Tidak sulit, kan, memotong dan membersihkan cumi-cumi sendiri? Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dengan peralatan khusus, cukup siapkan pisau dan air bersih saja, kok. Jadi, apakah Anda mau mulai bersihkan cumi-cumi sendiri? Atau punya tips lainnya soal memotong dan membersihkan cumi-cumi? Yuk, langsung tulis pengalamannya di kolom komentar!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *