Bacaterus / Edukasi / Tips dan Trik Menghadapi Kompetisi Debat dengan Baik

Tips dan Trik Menghadapi Kompetisi Debat dengan Baik

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kompetisi memang cukup sering diidentikkan dengan kata “mendebarkan” terlebih jika kita adalah salah satu pesertanya. Rasa bangga mungkin akan kita rasakan, apalagi ketika kita adalah wakil pilihan sekolah atau universitas.

Namun, tetap saja, dengan begitu kita pun ikut memikul tanggung jawab yang besar untuk membawa nama baik sekolah kita. Tentunya, hal itu tidak semudah dibayangkan, bukan? Satu dari sekian jenis kompetisi yang biasa diadakan adalah kompetisi debat, yang mengedepankan performa dan argumen kuat dari masing-masing pesertanya.

Nah, di sini, Bacaterus akan berbagi tips dan trik untuk Kalian agar dapat menunjukkan kemampuan maksimal dan sukses dalam kompetisi debat. Selain itu, kita juga akan sama-sama mengulas tentang trik menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang harus kita lalui. Baca terus, ya!

Sebelum Kompetisi Berlangsung

1. Baca Tema dan Topik Terkini

 

membaca tema dan topik terkini

* sumber: www.geraikaca.org

 

Biasanya, penyelenggara kompetisi akan mengambil tema dan topik dari kejadian terkini. Hal ini bisa kita manfaatkan, yaitu dengan mulai mencari banyak informasi terkait peristiwa-peristiwa terbaru yang terjadi di sekitar kita.

Namun, jangan hanya fokus mencari berita lokal, ya. Cari juga informasi internasional, sehingga cakupan pengetahuan kita akan lebih luas. Memang tidak jarang penyelenggara menentukan topik dan tema dari peristiwa yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya, tapi peristiwa internasional pun ikut disorot guna menguji pengetahuan dan pandangan kita terhadap fenomena tersebut.

Nah, informasi ini tentu bisa kita dapat dimana saja. Bisa melalui artikel, koran, internet, atau bahkan jurnal akademis.

2. Berdiskusi dengan Teman

 

berdiskusi dengan teman

* sumber: influens.com

Setelah mencari tahu dan mencerna informasi terkini, kita bisa menjadikannya sebagai bahan diskusi dalam lingkar pertemanan kita. Dalam kompetisi debat, memang yang disoroti adalah adu argumen.

Namun, sebelum pergi berkompetisi, ada baiknya kita juga mendiskusikan topik-topik tersebut untuk mengetahui pandangan orang lain. Kasarnya, kita melakukan ‘survey’ terlebih dahulu untuk menambah sudut pandang yang bisa kita pertimbangkan,

Dalam kompetisi debat, kita tentu akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pandangan sejalan dengan kita dan dengan orang-orang yang menentangnya. Nah, diskusi ini bisa kita jadikan sebagai ancang-ancang dan semacam ‘contekan’ supaya nanti kita tidak terlalu kaget dan kelabakan ketika mendapatkan pandangan orang lain yang berbeda dengan kita.

3. Berlatih dengan Membuat Catatan

membuat catatan

* sumber: writepaperfor.me

Ketika berdiskusi, ingat untuk merekam pendapat-pendapat dan argumen teman-teman kita. Cara yang paling mudah untuk merekamnya agar tidak kelupaan adalah dengan menuliskannya ke dalam buku catatan. Setelah selesai menuliskan semuanya, kita bisa menggunakannya sebagai bahan untuk berlatih sendiri.

Yang perlu diingat dalam debat adalah bahwa kita akan dikelompokkan ke dalam kubu pro dan kubu kontra. Dalam kompetisi, kita tidak diberi tahu akan ditempatkan di mana. Biasanya, penyelenggara akan menggilir masing-masing pesertanya sehingga kita tidak melulu berdebat dalam sudut pandang pro ataupun kontra.

Untuk mengatasinya, kita bisa tuliskan satu per satu topik yang sudah kita diskusikan sebelumnya. Setelah itu, tuliskan argumen pro dan kontra untuk masing-masing topik, dibagi ke dalam dua kolom terpisah agar lebih mudah membedakannya.

Trik ini dapat membantu kita untuk siap-siap menanggapi argumen-argumen yang nanti akan kita hadapi. Ingat untuk membawa catatan yang sudah kita siapkan saat kompetisi nanti.

4. Persiapkan Diri

Meskipun sudah melakukan banyak persiapan eksternal, kita tidak bisa benar-benar siap jika kita sendiri pun masih takut, gugup, atau tidak percaya diri. Maka dari itu, di malam sebelumkompetisi, ada baiknya kita menenangkan diri dengan membaca, menonton, atau membicarakan hal-hal yang bukan tentang kompetisi.

Ini dapat membantu kita untuk lebih rileks dan tidak terus-terusan memikirkan kompetisi, yang hanya akan membuat kita semakin kepikiran.

Kunci dari kompetisi adalah untuk memperluas wawasan, menambah rasa kepercayaan diri, serta mendapatkan teman-teman baru yang sempat bersinggungan dengan kita dalam kompetisi itu sendiri. Jadi, tidak usah membebani diri sendiri dengan keinginan untuk menjadi pemenang. Yang terpenting adalah bahwa kita telah mengerahkan usaha semaksimal mungkin.

Ketika Kompetisi Berlangsung

1. Baca dan Siapkan Catatan

Sebelumnya kita memang sudah membaca dan bahkan menuliskan topik-topik yang memungkinkan untuk dijadikan bahan debat. Namun, tidak ada salahnya juga, kan, jika kita membaca sambil menunggu? Hihi.

Informasi juga berkembang setiap saat, jadi selain membaca ulang catatan kita sebelumnya, kita juga bisa menambah pengetahuan dengan membaca informasi lainnya. Ingat juga untuk membaca ulang topik dan tema yang sudah kita kumpulkan sebelumnya. Ini dilakukan agar kita tidak lupa, dan lebih siap untuk menghadapi kompetisi.

Siapkan catatan untuk kita pakai saat kompetisi berlangsung. Catatan sangat penting untuk kita bawa, karena di dalamnya bisa kita tuliskan poin-poin argumen kita sendiri.

2. Perhatikan Argumen Kawan dan Lawan

perhatikan argumen

* sumber: www.debatingeurope.eu

Fokus adalah salah satu kunci dalam kompetisi debat. Jika kita dibagi dalam satu tim (pro ataupun kontra), argumen kita harus saling melengkapi. Hindari argumen yang mengontraskan tim kita, meskipun argumen tersebut sudah diutarakan teman satu tim kita sebelumnya.

Jika kita mengangkatnya lagi, benar-benar memperjelas kontra dalam satu tim, kita akan mendapat poin minus karena dinilai tidak kompak dan argumen kelompok kita akan dinilai kurang kuat.

Angkat dan tegaskan argumen yang dibahas oleh rekan satu tim kita. Penekanan argumen dapat membawa nilai plus jika argumen kelompok kita terus dibahas dan diperdebatkan baik oleh rekan satu tim maupun oleh tim lawan. Sebab, para adjudicator atau juri juga akan menilai sirkulasi debat dari argumen kelompok yang mampu terbawa dalam perdebatan.

Argumen lawan juga sangat penting untuk kita perhatikan. Dengarkan dengan saksama dan catat argumen-argumen yang menurut kita dapat dibantah. Pertanyakan setiap argumen, bandingkan dengan argumen kita sendiri, atau bantah dengan bukti-bukti kontras yang memang valid.

Dalam kompetisi debat berformat internasional atau parlementer Inggris, kita diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan atau pertanyaan ketika pembicara tengah berargumen, dikenal juga dengan istilah POI (Point of Information).

Kita bisa mengajukan POI untuk menyuarakan informasi, sanggahan, atau mempertanyakan argumen pembicara. Namun, pembicara juga berhak untuk menerima atau menolak POI kita. Meski demikian, tidak ada salahnya jika kita mempersiapkan argumen sendiri untuk diajukan sebagai POI. Pengajuan POI dapat menjadi salah satu trik untuk menggoyahkan lawan.

Selain dapat mengalihkan perhatian lawan dari topik yang sedang dibicarakannya, POI juga dapat memengaruhi pembicara hingga menyangsikan argumennya sendiri. Maka dari itu, kita harus berpegang teguh terhadap argumen kita agar tidak mudah dibelokkan.

3. Pertahankan Argumen

Sebagai pembicara, kita harus tetap fokus kepada argumen yang tengah kita usung ke dalam topik perdebatan. Argumen yang kuat menjadi salah satu poin tambahan. Paparkan argumen kita sejelas-jelasnya, tegaskan terus-menerus.

Lawan tentu akan menyanggah argumen kita jika ada kesempatan, tetapi jangan biarkan sanggahan lawan menggoyahkan kita. Pertama-tama, kita terima sanggahan atau pernyataan dari tim lawan, jelaskan mengapa argumen lawan dapat dipertimbangkan.

Namun, setelah itu, kembalikan lagi pembicaraan ke argumen kita. Jika lawan memberikan argumen yang mengecoh kita untuk membelokkan topik pembicaraan, bahas sekilas saja argumennya, kemudian tegaskan lagi argumen kita sebelumnya.

Setelah Kompetisi Berlangsung

1. Ingat Inti Kompetisi Itu Sendiri

 

ingat inti kompetisi

* sumber: www.careeraddict.com

Perlu kita ingat bahwa kompetisi debat diadakan bukan untuk membenturkan sesama peserta. Tidak jarang beberapa peserta menilai peserta lain jadi kurang baik lantaran adanya perbedaan pendapat ketika tengah berkompetisi.

Kompetisi debat diadakan untuk mengasah daya pikir kritis kita. Selain itu, kompetisi debat bertujuan untuk membuat kita agar lebih meluaskan pikiran dan rasa toleransi, bahwa di lingkungan kita tinggal banyak orang yang memiliki pendapat berbeda dari kita, dan bahwa kita tetap harus menghargainya.

2. Jadikan Pengalaman Berkompetisi Sebagai Pelajaran

Apa pun hasil dari kompetisinya, entah kita menang ataupun kalah, kita tetap harus ingat bahwa kompetisi tersebut hanyalah sekelumit dari banyaknya hal-hal lain yang masih ada di luar sana. Jadikan pengalaman kita sebagai pelajaran untuk kehidupan kita kedepannya.

Nah, itulah beberapa tips dan trik menghadapi kompetisi debat dengan tenang. Bagaimana, kalian sudah mencobanya? Jika kalian memiliki tips dan trik lainnya, silahkan tuliskan di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

4 Responses

  1. Saya benar2 salut dgn mbak, yg sudah detail dlm memaparkan tips and tricknya. Sehingga pembaca menjadi jauh lebih paham krn penjelasan2 di setiap poin benar2 membantu pembaca dan meluruskan pemahaman pembaca. Semoga semakin banyak website2 yg mengedukasi dan lengkap sprti ini di Indo. Semangat teros!!

  2. Saya benar2 salut dgn mbak, yg sudah detail dlm memaparkan tips and tricknya. Sehingga pembaca menjadi jauh lebih paham krn penjelasan2 di setiap poin benar2 membantu pembaca dan meluruskan pemahaman pembaca. Semoga semakin banyak website2 yg mengedukasi dan lengkap sprti ini di Indo. Semangat teros!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *