bacaterus web banner retina

Tips Ajarkan Anak Supaya Bisa Berpuasa dengan Lancar

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 April 2021

Dalam ajaran agama Islam, anak-anak yang belum menginjak usia baligh tidak dibebani dengan kewajiban menjalankan puasa. Tidak ada juga aturan yang menyebutkan dengan pasti pada umur berapa anak wajib berpuasa. Hanya, sebagai orangtua, melatih anak berpuasa sedini mungkin akan lebih baik dan banyak manfaatnya.

Membiasakan anak berpuasa sejak usianya masih belia adalah salah satu upaya mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam pada anak. Anak juga menjadi tahu terhadap kewajiban-kewajiban seorang muslim yang harus dilakukan. Pemahaman yang sudah tertanam sejak kecil tersebut menjadi pondasi yang baik, sehingga kebaikan-kebaikan yang lain tidak sulit untuk ditanamkan di kemudian hari.

Namun, melatih anak untuk mulai puasa tentu saja tidak mudah. Anak yang terbiasa jajan dan makan apa pun yang dia sukai, akan merasa tidak nyaman jika harus menahannya. Sebagai orang tua Anda harus menyiapkan sabar yang berlipat-lipat dan siasat!

Tidak usah khawatir karena ada cara dan tips yang bisa dipakai untuk mulai mengajarkan puasa pada anak sejak dini. Apa saja tips ajarkan anak berpuasa yang bisa Anda praktekkan? Berikut adalah tipsnya!

1. Kenalkan Anak pada Suasana Ramadhan

Kenalkan Anak pada Suasana RamadhanSumber: blog.hautehijab.com

Tips ajarkan anak berpuasa yang pertama bisa dimulai dengan mengenalkan anak pada suasana Ramadhan. Suasana Ramadhan memang terasa berbeda dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Perkenalkan kekhasannya pada mereka, dengan begitu anak akan kenal terlebih dahulu lalu terbiasa dengan aktivitas berpuasa. Teknisnya bangunkan anak untuk ikut makan sahur, ajak anak menyiapkan menu berbuka dan ajak dia pergi tarawih

Saat mengenalkan suasana Ramadhan pada anak, Anda harus bisa mengemasnya dengan menyenangkan, misalnya menyajikan makanan-makanan enak yang dia sukai saat sahur dan berbuka atau menceritakan kisah-kisah teladan sahabat rasul. Dengan begitu anak akan merasa tertarik dan antusias lalu mencoba ikut berpuasa seperti anggota keluarga yang lain.

2. Beri Penjelasan Mengenai Puasa

Beri Penjelasan Mengenai Puasa

Anak-anak memiliki kemampuan mengingat dan menangkap hal baru seperti spons. Mereka menyerap informasi apa pun yang disampaikan, didengar, dilihat dan dicontohkan. Oleh karena itu, dalam rangka membiasakan puasa pada anak, Anda bisa menjelaskan segala macam yang diketahui mengenai puasa. 

Ketika melihat Anda berpuasa, anak kecil pasti bertanya mengapa puasa itu tidak boleh makan, mengapa harus makan dini hari, mengapa hanya boleh makan kalau sudah Maghrib dan sebagainya. Gunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan tentang puasa padanya secara pelan-pelan. Pakai kalimat dan logika yang sederhana agar anak lebih mudah menangkap esensinya.

Jangan langsung menyuguhinya dengan hadis-hadis atau ayat, karena fokus anak bisa teralihkan. Beri pemahaman yang sederhana terlebih dulu hingga anak mengerti dasar-dasar dalam berpuasa. Setelah itu Anda boleh menjelaskan puasa dalam cakupan yang lebih dalam dan teoretis menggunakan hadis dan ayat terkait. Akan lebih seru jika Anda menjelaskannya sembari melakukan hal yang dia suka, seperti menggambar atau mewarnai.

3. Beri Contoh yang Baik

Beri Contoh yang BaikSumber: post-gazette.com

Anak semacam mesin fotocopy yang meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Mereka akan dengan cepat memeragakan atau melakukan apa pun yang orang dewasa lakukan. Daripada menggunakan hal ini untuk mencontohkan hal-hal tidak baik, lebih bijaksana jika Anda mencontohkan hal-hal baik, salah satunya berpuasa.

Mengajak anak berpuasa bisa dimulai dari mencontohkannya. Sampaikan bahwa hari itu Anda berpuasa, tunjukkan bahwa hari itu Anda tidak makan atau minum sedikit pun, perlihatkan sisi tenang dan sabar Anda karena orang berpuasa harus menahan nafsunya termasuk emosi.

Jika pada bulan-bulan biasa Anda mudah sekali ngomel, pada bulan Ramadhan kebiasaan itu sebaiknya dikurangi, lebih baik jika dihilangkan. Jangan lupa juga untuk mencontohkan bahwa berpuasa bukan berarti tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Tetap temani dia bermain, tetap ajak dia melakukan apa pun yang disukainya.

Dengan melihat perubahan pada diri Anda dan sang anak merasa nyaman, niscaya lambat-laun dia akan menirunya. Anak tidak lagi merasa bahwa puasa adalah sesuatu yang berat karena kedua orangtua atau kakak-kakaknya bisa melakukan itu. Tips ajarkan anak berpuasa dengan cara memberi contoh adalah salah satu yang paling baik.   

4. Mulai Latih Anak Puasa Setengah Hari

Mulai Latih Anak Puasa Setengah HariSumber: thespruce.com

Ketika Anda sudah mengenalkan anak pada suasana bulan Ramadhan, memberinya penjelasan mengenai puasa dan mencontohkannya, kini saatnya Anda mulai latih dan ajak anak untuk berpuasa. Puasa yang dilakukan tidak perlu satu hari penuh, cukup sampai tengah hari saja.

Pertama buat kesepakatan dengan anak mengenai ini. Apabila anak mengeluh dan merasa sudah berat di awal, katakan dia boleh berbuka pada tengah hari nanti. Lakukan hal tersebut selama kurang lebih 10 hari di awal puasa. Jangan lupa beri pujian jika anak bisa melakukannya.

Setelah berpuasa setengah hari berhasil, mulai latih anak untuk berpuasa hingga waktu Ashar tiba. Bujuk dan katakan bahwa dia bisa dan pasti kuat menahan lapar dan haus selama beberapa jam lagi. Lakukan hal ini di 10 hari berikutnya. Pada 10 hari terakhir, mulai latih anak berpuasa hingga satu hari penuh. 

Guna mencegah dari jenuh dan lelah atau keinginannya untuk makan dan minum, Anda bisa mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya mempersiapkan menu berbuka. Masak menu yang disukainya dan berikan itu sebagai hadiah. Bila anak berhasil menahan sampai waktu berbuka tiba, jangan lupa berikan pujian di depan anggota keluarga yang lain dan minta mereka untuk mengapresiasinya. Dengan begitu anak menjadi lebih termotivasi saat menjalankan puasa.

5. Suguhkan Makanan Kesukaannya untuk Berbuka

Suguhkan Makanan Kesukaannya untuk BerbukaSumber: fridaymagazine.ae

Setiap anak pasti menyukai hadiah. Mereka biasanya akan lebih cepat melakukan hal-hal yang diminta atau diperintahkan apabila ada imbalan. Sebenarnya pola semacam ini juga tidak baik jika diteruskan, tapi sesekali tak apa. Terutama jika diniatkan sebagai hadiah karena anak berhasil menjalankan puasa; sesuatu yang baik untuknya.

Hadiah yang bisa Anda siapkan bisa berubah makanan kesukaannya. Suguhkan makanan tersebut saat berbuka dan khusus hanya untuk dirinya. Misalkan anak suka dengan pizza, buatkan satu loyang kecil untuknya, begitupun dengan jenis makanan yang lain. Ketika anak ingin berbuka di tengah hari, iming-imingi dengan makanan tersebut dan berikan syarat. Syaratnya makanan itu baru boleh dimakan hanya pada saat berbuka.

 6. Lakukan Kegiatan Menyenangkan Saat Menunggu Berbuka

Lakukan Kegiatan Menyenangkan Saat Menunggu Berbuka

Saat anak sudah terbiasa berpuasa, tugas Anda selanjutnya sebagai orangtua adalah menjaga anak tetap konsisten. Maka dari itu, tips ajarkan anak berpuasa selanjutnya adalah menciptakan suasana yang menyenangkan, terutama saat menunggu waktu berbuka. Tujuannya agar anak tetap berada pada semangat dan fokusnya, hingga dia konsisten menjalankan puasa.

Pilihan kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan, antara lain jalan-jalan keliling tempat tinggal saat sore tiba, temani dia membaca buku-buku islami, ajak buah hati Anda nonton film-film anak yang mengajarkan kebaikan hingga membuat cemilan atau minuman untuk buka puasa. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menjaga konsentrasinya dalam berpuasa tetap penuh.

7. Ceritakan Mengenai Serunya Berlebaran

Ceritakan Mengenai Serunya BerlebaranSumber: theborneopost.com

Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk “merayu” anak berpuasa adalah ceritakan padanya mengenai keseruan berlebaran terutama jika mereka berhasil menunaikan puasa selama satu bulan penuh. Ceritakan mengenai keseruan berkumpul dengan sanak saudara, makan makanan enak sesukanya, mendapat baju baru dan hadiah.

Dengan membayangkan keseruan saat lebaran tiba, mereka akan tertarik untuk berpuasa dan merasa segan untuk meninggalkannya. Niatkan “menghadiahkan” lebaran yang seru sebagai upaya mengajarkan anak berpuasa. Ambil dulu hatinya lalu Anda bisa masuk ke sana dan mengajarkan hal-hal baik.  

8. Jangan Memaksa dan Terlalu Keras

Jangan Memaksa dan Terlalu KerasSumber: zaahara.com

Setelah semua upaya di atas sudah dilakukan dan anak tetap kesulitan, tips ajarkan anak berpuasa yang terakhir adalah ikuti dulu saja keinginannya dan jangan memaksa. Setiap anak punya kemampuan menahan yang berbeda-beda, termasuk menahan lapar dan haus. Kegagalan saat belajar bukan sesuatu yang besar. Bila anak gagal belajar berpuasa hari ini, masih ada esok hari.

Jangan juga terlalu keras karena anak akan merasa tertekan dan tidak nyaman. Jaga agar mereka tidak membenci puasa karena melakukannya atas dasar terpaksa. Dalam hal ini, kerjasama dengan pasangan adalah salah satu kunci keberhasilan selain sabar. Anda bisa bersama-sama memikirkan metode belajar berpuasa yang tepat diterapkan pada anak di rumah.  

Tips ajarkan anak berpuasa yang sudah disebutkan di atas bisa jadi tidak selalu berhasil untuk semua anak. Pada dasarnya mereka punya kemampuan dan kesanggupan yang berbeda-beda, sehingga tiap metode yang digunakan juga akan memiliki dampak berbeda. Bagaimanapun, Anda harus tetap konsisten mengajarkan berpuasa pada anak-anak karena puasa punya banyak manfaat untuk mereka. 

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram