Bacaterus / Kesehatan / Dari 9 Tipe Vegetarian Ini, Kamu Masuk ke Tipe yang Mana?

Dari 9 Tipe Vegetarian Ini, Kamu Masuk ke Tipe yang Mana?

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 Desember 2018

Apakah benar seorang vegetarian hanya makan sayuran saja? Tahukah kamu, ternyata  orang yang mengikuti cara diet vegetarian boleh memakan apa saja yang mereka inginkan. Yang membedakan vegetarian dan non vegetarian adalah orang vegetarian memilih untuk tidak mengonsumsi makanan tertentu.

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang vegetarian, ada baiknya kamu mengenal dahulu tipe-tipe vegetarian sehingga kamu bisa memilih yang cocok untukmu. Yuk, simak 9 tipe vegetarian berikut.

9 Tipe Vegetarian

1. Vegan

* sumber: heatherchristo.com

Istilah “vegan” lahir dari sekelompok kecil grup vegetarian yang memisahkan diri dari Leicester Vegetarian Society dan membentuk Vegan Society pada tahun 1944. Istilah Vegan dipilih dengan cara menggabungkan huruf pertama dan terkahir dari kata vegetarian.

Sekarang ini istilah vegan didefinisikan sebagai cara hidup yang berusaha untuk mengindari semua bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan, baik itu untuk makanan, pakaian, atau tujuan lainnya.

Orang-orang vegan memilih untuk tidak mengonsumsi produk apapun yang berasal dari hewan. Jadi, orang-organg vegan tidak memakan ikan, daging, telur, susu, bahkan madu. Alasan itu menjadi penyebab mereka memandang penting untuk mendirikan komunitas baru yang benar-benar merepresentasikan pandangan mereka. Alasan orang Vegan untuk memilih gaya diet seperti ini, di antaranya:

  • Untuk Alasan Etis: Menurut mereka semua mahluk hidup memiliki hak hidup dan kebebasan.
  • Untuk kesehatan: Karena adanya pengaruh potensial terhadap kesehatan. Contohnya, pola makan nabati dipercaya dapat mengurasi risiko penyakit kanker, jantung, kematian dini, dan diabetes tipe 2.
  • Untuk Lingkungan: Peternakan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Contohnya, peternakan hewan menyumbang pada jumlah emisi nitrous oxide hingga 65% dari total jumlah emisi, yang terdiri dari 35-40% emisi metana global dan 9% emisi karbon dioksida global.

2. Vegetarian Lakto

* sumber: www.thespruceeats.com

Vegetarian lakto adalah vegetarian yang tidak mengonsumsi telur, daging merah & putih, ikan, unggas, tetapi mereka mengonsumsi produk susu. Jadi, diet vegetarian lakto mengonsumsi semua makanan nabati, termasuk sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian, juga produk susu, seperti susu, susu kambing, mentega, keju, keju kambing, serta produk-produk lain yang disebutkan.

Jadi boleh dikatakan bahwa vegetarian lakto adalah diet vegan plus produk susu. Jika dibandingkan dengan vegetarian lakto-ovo, vegetarian lakto lebih berat karena vegetarian lakto-ovo mengonsumsi telur dan produk susu.

3. Vegetaria Ovo

* sumber: www.procaffenation.com

Istilah “vegetarian-ovo” tidak terlalu familiar di telinga masyarakat. Kata “ovo” sendiri berasal dari bahasa Latin untuk telur. Sangat sedikit orang yang melakukan diet ini. Vegetarian Ovo tidak mengonsumsi daging, baik merah ataupun putih, unggas, ikan atau produk susu, tetapi mereka mengonsumsi produk telur. Selain itu, mereka tidak mengonsumsi produk dengan protein susu atau laktosa.

Menurut orang yang melakukan diet vegetarian ovo, alasan mereka memilih diet ini karena mereka ingin menjadi vegetarian, tetapi juga karena pada dasarnya mereka tidak toleran terhadap laktosa dan tidak bisa mengonsumsi susu, baik mereka vegetarian atau tidak.

Oleh karena itu, umumnya orang memilih diet vegetarian ovo karena alasan kesehatan. Alasan lainnya yang mendasari orang mengikuti diet vegetarian ovo adalah alasan lingkungan. Hal ini berbeda dengan vegetarian lakto. Seringnya orang memilih vegetarian lakto karena alasan agama atau budaya.

4. Lacto-Ovo Vegetarian

Lacto-Ovo Vegetarian

* sumber: reachmd.com

Kata lakto berarti susu dan ovo berarti telur, artinya vegetarian lakto ovo tidak mengonsumsi daging merah & putih, unggas, ataupun ikan. Namun, vegetarian lacto-ovo memang mengonsumsi produk susu, seperti susu dan keju, dan produk telur. Hal ini berbeda dari vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani. Vegetarian lakto ovo adalah jenis vegetarian yang paling umum.

Pola diet berbasis vegetarian dan daging memberikan cukup nutrisi bagi tubuh. Namun, diet berbasis vegetarian dan daging memiliki perbedaan yang penting. Pertama, berdasarkan beratnya, makanan berbasis daging menyediakan lebih banyak kalori dan lemak jenuh dibandingkan dengan makanan berbasis nabati.

Oleh karena itu, umumnya pemakan daging rata-rata memiliki tubuh yang lebih gemuk rata-rata dibandingkan vegetarian. Meskipun demikian, hanya makanan nabati yang memberikan nutrisi tambahan, seperti isoflavon dan polifenol dalam jumlah yang besar walaupun pola diet berbasis daging dan vegetarian dapat memberikan tingkat vitamin dan mineral dasar yang cukup.

5. Vegan Mentah

* sumber: www.vitacost.com

Orang yang mengikuti vegan mentah hanya mengonsumsi makanan nabati mentah yang tidak dimasak di atas 46 derajat celcius. Cara menyiapkan makanan yang populer di kalangan vegan mentah, yaitu dengan merendam kacang dan biji-bijian, dan menumbuhkan biji-bijian, kacang-kacangan dan beras.

Istilah untuk orang yang mengikuti diet vegan mentah adalah “foodist mentah.” Tren diet makan mentah didasarkan pada keyakinan bahwa makanan yang dimasak di atas suhu 46 derajat celcius akan menyebabkan makanan kehilangan sebagian besar nilai gizi makanan dan bisa membahayakan bagi tubuh.

6. Pollotarian

* sumber: www.livestrong.com

Pollotarian alias pollovegetarian atau pollo-vegetarian adalah diet “semi vegetarian”. Seorang pollotarian tidak mengonsumsi daging merah, tetapi mengonsumsi daging putih, seperti ayam, ayam kalkun, dan unggas lainnya. Pengikut pollotarian bisa jadi memasukan atau tidak masukan ikan, makanan laut atau produk seperti susu dan telur dalam diet mereka. Berbagai alasan, seperti preferensi rasa hingga masalah etika, mendasari kaum pollotarian untuk tidak mengonsumsi jenis makanan tadi.

7. Pescatarian

Pescatarian

* sumber: www.livestrong.com

Kata pescatarian berasal dari kombinasi bahasa Italia untuk ikan “pesce” dan vegetarian. Pescetarian atau pescatarian, istilah ini ditemukan pada awal 1990-an. Meskipun secara teknis pescatarian tidak termasuk dalam tipe vegetarian, pengikut pescatarian hanya mengonsumsi ikan dan tidak makan daging merah ataupun putih dan unggas. Oleh karena itu, diet ini dianggap “semi-vegetarian.”

Jadi, definisi pescatarian adalah seseorang yang memilih untuk mengonsumsi makanan vegan, tetapi juga mengonsumsi ikan dan makanan laut lainnya. Alasan memasukan ikan dan makanan laut dalam menu makan mereka karena mereka bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari makanan berbasis nabati dan juga kesehatan jantung dari mengonsumsi ikan.

Sebagian besar menu diet berbasis nabati, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan menghasilkan lemak sehat dan ikan berperan sebagai sumber utama protein. Banyak juga pescatarius yang mengonsumsi telur dan susu.

8. Flexitarian

* sumber: www.bbcgoodfood.com

Flexitarian adalah tipe vegetarian yang mengonsumsi makanan berbasis nabati tapi juga mengonsumsi produk hewani. Nama diet ini adalah kombinasi dari kata-kata yang fleksibel dan vegetarian. Flexitarian lebih fleksibel daripada diet vegetarian atau vegan.

Diet flexitarian adalah pilihan populer untuk orang yang ingin makan sehat karena sifatnya yang fleksibel dan fokus pada apa yang harus dimasukkan daripada membatasi. Dawn Jackson Blatner, pencipta Diet Flexitarian, dalam bukunya merinci bagaimana mulai makan flexitarian dengan memasukkan sejumlah daging per minggu.

Diet flexitarian diciptakan untuk membantu orang mengambil manfaat dari makan vegetarian sambil tetap menikmati produk hewani dalam jumlah yang tidak berlebihan.

9. Macrobiotik Vegan

* sumber: www.bbcgoodfood.com

Pola diet makrobiotik banyak menuai pujian dari beberapa orang karena sifatnya yang menyehatkan dan menyembuhkan. Makanan yang termasuk dalam diet ini adalah makanan vegan yang tidak diolah, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan sesekali mengkonsumsi ikan. Diet ini juga menghindari konsumsi minyak olahan dan gula.

Yang paling unik dari pola diet ini adalah penekanan pada konsumsi sayuran dari Asia, seperti sayuran laut, di antaranya wakame dan rumput laut lainnya, lobak, makanan yang dipermentasi, seperti miso dan natto Jepang, juga asinan dan permentasi asinan kubis. Hal ini karena mikrobiotik berakar dari makanan tradisional Jepang yang menjadi populer di dunia barat pada akhir abad 20.

Diet makrobiotik lebih menekankan konsumsi produk hewani yang lebih sedikit, tetapi diet ini juga memperbolehkan konsumsi ikan. Jadi, jika dilihat secara teknis, diet ini bukan termasuk vegan atau vegetarian. Mikrobiotik tepatnya adalah diet pescatarian.

Jelas sudah ternyata vegetarian yang dipahami oleh sebagian masyarakat umum adalah salah satu tipe dari vegetarian, yaitu vegan. Setelah mengetahui jenis-jenis vegetarian, apakah kamu tertarik untuk mengikuti salah satu tipe vegetarian di atas? Tipe vegetarian mana yang akan kamu pilih? Fakta menariknya lagi, menjadi vegetarian punya banyak manfaat baik untuk tubuh manusia, baca selengkapnya di artikel 10 Manfaat Vegetarian ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Sansan adalah panggilan yang tersemat pada sesosok perempuan pecinta traveling. Saat gejolak jiwa traveling mereda, dia senang mengabadikan buah pikirannya ke dalam tulisan. Selain traveling, dia juga senang sekali memotret walaupun bukan tukan potret profesional. Foto-foto hasil jepretannya banyak dipampang di instagram. Jika galau melanda, makan dan nonton “drakor” adalah pilihan favoritnya.

Leave A Comment