Bacaterus / FYI / Inilah 4 Tingkatan Status Gunung Berapi yang Harus Diketahui

Inilah 4 Tingkatan Status Gunung Berapi yang Harus Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 Agustus 2019

Setelah sebelumnya membahas mengenai cara menghadapi gunung meletus, Bacaterus akan mengajak kamu untuk menggali lebih dalam lagi tentang gunung berapi. Ya, karena kita tinggal di Indonesia, di mana negara kita ini dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang masih aktif, tentu kita harus tahu banyak informasi mengenai gunung berapi itu sendiri.

Kali ini, Bacaterus akan mengulas tentang tingkatan status gunung berapi yang harus kamu ketahui. Ingin tahu apa sajakah itu? Mari simak langsung saja pembahasan berikut ini!

Jenis-Jenis Gunung Berapi

Misteri Gunung Sindoro

* sumber: www.triptrus.com

Ternyata, gunung berapi memiliki beberapa jenis yang berbeda-beda. Nah, sebelum kita masuk ke pembahasan inti tentang tingkatan status gunung berapi, yuk, simak dulu pembahasan Bacaterus mengenai jenis-jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya!

1. Stratovolcano

Salah satu dari jenis-jenis gunung yang ada di bumi kita adalah stratovolcano. Gunung jenis ini memliki bentuk dengan puncak yang mengerucut seperti ujung bagian bawah dari cone pada ice cream.

Gunung yang juga disebut dengan composite volcano ini umumnya memiliki tinggi hingga 8000 kaki, atau sekitar 2400 meter. Dilansir dari budisma, gunung bertipe stratovolcano terbentuk dari lapisan-lapisan magma hasil erupsi berkekuatan lemah yang membeku di sekitar lubang kepundan.

Nah, di Indonesia sendiri ada banyak sekali gunung stratovolcano. Di antaranya adalah Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kerinci, hingga Gunung Tambora yang letusannya di tahun 1815 lalu pernah menggemparkan dunia.

2. Cinder Cone

Selanjutnya, ada gunung berapi cinder cone. Gunung berapi ini terbentuk dari material piroklastik letusan yang tertumpuk di lereng gunung. Lubang kepundan dari gunung cinder cone umumnya bukan berbentuk kerucut, melainkan seperti kubah.

Gunung dengan jenis cinder cone biasanya memiliki tinggi tidak lebih dari 500 meter di atas permukaan tanah. Salah satu gunung dengan bentuk cinder cone yang ada di dunia adalah Gunung Cerro Negro yang ada di Nikaragua.

3. Shield (Perisai)

Jenis gunung berapi lainnya adalah perisai atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama shield. Gunung berapi dengan bentuk ini berukuran sangat besar dan tingginya bisa mencapai 30.000 kaki.

Gunung berapi tipe perisai biasanya meletus tanpa mengeluarkan material piroklastika seperti abu vulkanik atau pun gas dan hanya memuntahkan lava. Gunung berapi jenis ini bisa kamu temukan di Kepulauan Hawaii, yakni Mauna Kea dan Mauna Loa.

4. Lava Dome

Dilansir dari insanpelajar, lava dome adalah jenis gunung berapi yang terbentuk dari lava kental yang cepat membeku saat bersentuhan dengan udara. Berbeda dengan gunung jenis strato, lava dome memiliki bentuk yang cembung dan lerengnya terjal juga curam. Salah satu gunung kubah lava atau lava dome yang ada di dunia adalah gunung Nea Kameni yang ada di Yunani.

5. Kaldera

Kaldera adalah jenis gunung berapi yang terbentuk akibat runtuhnya sebuah gunung berapi akibat erupsi. Salah satu contoh kaldera yang ada di Indonesia adalah Gunung Anak Krakatau yang terbentuk akibat erupsi dahsyat Gunung Krakatau di tahun 1883 silam.

6. Maar

Gunung berapi Maar terbentuk akibat letusan besar. Salah satu cirinya adalah, gunung ini punya kawah di puncak. Gunung jenis ini bisa langsung mati setelah mengalami letusan eksplosif dengan kekuatan besar, lho. Satu dari sekian banyak gunung api tipe maar juga ada di Tanah Air. Ya, namanya Gunung Lamongan yang terletak di Jawa Timur.

Tingkatan Status Gunung Berapi

gunung selamet

* sumber: phinemo.com

Nah, sekarang kita menuju ke pembahasan utama mengenai tingkatan status gunung berapi. Simak pembahasan dari Bacaterus berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya.

1. Normal

Tingkatan status gunung berapi yang pertama adalah normal. Gunung berapi dalam kondisi normal bila tak ada aktivitas tekanan magma. Aktivitas gunung tidak mengalami perubahan secara seismik maupun visual dan tak ada kejadian vulkanik.

Bisa dibilang, gunung sedang dalam kondisi aman bila masih berstatus normal. Tetapi pengamatan dan penyelidikan harus tetap dilakukan agar aktivitas gunung berapi tetap terpantau dengan baik.

2. Waspada

Jika aktivitas suatu gunung berapi mulai mengalami peningkatan dari level dasar dan sudah terlihat adanya perubahan pada gunung berapi, baik secara visual maupun seismik. Saat sebuah gunung berapi berada di tingkatan status waspada, pihak terkait biasanya melakukan penilaian bahaya dan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi tersebut.

3. Siaga

Gunung berapi yang sudah berada di tingkatan status siaga biasanya menunjukkan aktivitas seismik yang intensif serta bisa berujung dengan meletusnya gunung tersebut. Gunung biasanya akan meletus dalam waktu dua minggu, terlebih bila aktivitasnya meningkat secara terus menerus.

4. Awas

Nah, kalau gunung berapi sedang dalam status awas, artinya gunung tersebut berada dalam kondisi kritis dan bisa meletus kapan saja atau bahkan sedang mengalami letusan yang umumnya dimulai dengan muntahan abu vulkanik serta asap yang membumbung tinggi. Ketika sudah dalam kondisi ini, gunung bisa meletus bahkan hanya dalam waktu satu hari saja.

Jika sebuah gunung berapi sudah dalam status awas, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung tersebut harus segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan wilayah yang kemungkinan akan terdampak bencana harus dikosongkan.

Tipe Letusan Gunung Berapi

material letusan cara menghadapi gunung meletus

* sumber: wartakota.tribunnews.com

Setelah mengulas tentang tingkatan status dari sebuah gunung berapi, Bacaterus akan membahas mengenai tipe letusannya. Ingin tahu, apa sajakah itu? Yuk, simak langsung saja pembahasan berikut ini!

1. Plinian

Letusan tipe ini tergolong letusan yang besar dan eksplosif. Letusan plinian dapat memuntahkan material piroklastik berupa abu dan gas dengan tinggi lebih dari 40 kilometer dan kecepatan yang mencapai ratusan meter per detik.

Beberapa gunung yang memiliki letusan plinian yang bisa memusnahkan seluruh puncak dari sebuah gunung berapi di antaranya adalah Gunung Krakatau yang terakhir meletus di tahun 1883 dan letusannya ‘melahirkan’ Gunung Anak Krakatau, lalu ada Gunung Tambora dan Gunung Vesuvius yang meletus di tahun 79 SM dan memusnahkan kota Pompeii.

Kemudian, ada Gunung St. Helens yang mengalami erupsi di tahun 1980, menyebabkan puluhan orang menjadi korban tewas, termasuk beberapa fotografer dan warga sekitar yang tinggal tak jauh dari gunung tersebut.

2. Hawaiian

Letusan tipe Hawaiian adalah erupsi dengan semburan lava pijar yang nampak seperti air mancur dan lava yang berada di celah puncak gunung. Lava yang dimuntahkan oleh gunung dengan tipe letusan ini biasanya dapat terus mengalir sangat jauh karena konsistensinya yang amat cair. Gunung yang memiliki tipe letusan seperti ini adalah Gunung Kilauea di Kepulauan Hawaii.

3. Strombolian

Gunung dengan tipe letusan strombolian umumnya memuntahkan lava pijar yang cair seperti pada gunung dengan letusan Hawaiian. Dilansir dari bbcindonesia, letusan ini biasanya dimiliki gunung berapi yang terletak di tengah sebuah benua atau bahkan di tepi benua tersebut.

Nah, ternyata bukan hanya gunung berapi yang ada di luar negeri saja yang punya karakteristik letusan semacam ini. Gunung berapi yang ada di Tanah Air pun memiliki letusan yang namanya diambil dari erupsi Gunung Stromboli yang ada di Negeri Menara Pisa, Italia. Ya, Gunung Sinabung adalah salah satu gunung berapi dengan tipe letusan ini,

Sampai di sini pembahasan Bacaterus mengenai tingkatan status gunung berapi beserta informasi menarik lainnya seputar macam-macam gunung berapi berdasarkan bentuknya dan tipe-tipe letusan gunung berapi.

Jika kamu memiliki informasi lainnya seputar gunung berapi, silakan sampaikan langsung melalui kolom komentar yang tersedia di  bawah, ya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar