Bacaterus / Tikus / 10 Jenis Tikus Terbesar di Dunia, Ada yang Sudah Punah, Lho!

10 Jenis Tikus Terbesar di Dunia, Ada yang Sudah Punah, Lho!

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 April 2020

Saat kita melihat tikus maka secara spontan kita akan berteriak. Tetapi apa yang akan kamu lakukan jika kamu bertemu dengan tikus yang ukurannya hampir sama dengan ukuran kucing atau anjing? Berikut ini adalah ulasan mengenai beberapa tikus yang memiliki ukuran yang besar. Sebagian dari tikus ini telah punah menjadi fosil dan ada yang masih hidup hingga kini.

1. Tikus Nutria

Tikus Nutria

* sumber: californiaagtoday.com

Nutria merupakan hewan pengerat yang berasal dari Amerika Selatan, hewan ini juga dikenal dengan nama Coypu, atau di banyak negara sering disebut dengan tikus berang-berang. Penampilannya memang terlihat seperti berang-berang dan juga tikus yang sangat besar.

Ukuran dari tikus berang-berang ini bisa mencapai 4-9 kg untuk tikus dewasa dan panjangnya 40-60 cm. Tubuhnya memiliki bulu berwarna cokelat gelap dan pada bagian mulutnya terdapat bulu berwarna abu-abu. Nutria memiliki kaki belakang yang berselaput dan gigi seri berwarna oranye.

Nutria sempat dipelihara untuk diambil bulunya di mulai di Argentina, dan di abad 20 dan peternakan ini menyebar menyebar ke Amerika Serikat dan Eurasia. Tetapi saat ada binatang yang lepas dari peternakan dan jumlahnya berlipat ganda, akhirnya nutria menjadi hama.

2. Tikus Viking Swedia

Tikus Viking Swedia

* sumber: nationalpost.com

Awal tikus ini ditemukan adalah pada tahun 2014 di sebuah dapur keluarga Bengtsson-Korsas di Solna Swedia. Tikus yang berhasil ditangkap karena mati lemas setelah tertangkap dengan jebakan yang besar, dan ukurannya mencapai 40 cm belum termasuk ekornya.

Menurut para ahli tikus ini telah bermutasi dengan melihat ukurannya yang dua kali lipat ukuran tikus biasa, bahkan ukurannya dapat  menyamai dengan kucing peliharaanmu. Tikus Viking Swedia dengan ukuran  60,96 cm pun pun pernah ditemukan di Dublin Irlandia.

Selain ukurannya yang menjadi besar, para ahli juga mengatakan bahwa tikus ini juga telah menjadi imun terhadap racun tikus. Oleh karena itu, timbul pertanyaaan apakah perlu dikembangkan racun tikus untuk tikus yang kini telah bermutasi.

3. Tikus Rumah Pulau Gough

Tikus Rumah Pulau Gough

* sumber: Tikus%20Rumah%20Pulau%20Gough

Pulau Gough adalah pulau yang terletak di Atlantik Selatan, sebuah pulau yang cocok bagi kawanan burung untuk membesarkan anaknya. Tetapi tikus-tikus telah menginvasi pulau ini dengan ukuran tubuh mereka yang 50 persen lebih besar dari pada tikus-tikus di tempat lain.

Keberadaan mereka menjadi ancaman bagi keberadaan 22 spesies burung disana. Para tikus itu sering memakan bayi-bayi burung, yang menyebabkan mereka tumbuh menjadi sangat besar. Ada sekitar 1,2 juta ekor bayi burung petrel yang dimakan oleh tikus setiap tahunnya.

Keberadaan tikus ini dapat mengakibatkan kepunahan pada beberapa jeni burung yang langka. Pada saat ini cara yang mungkin dicoba adalah dengan mencoba menjatuhkan ribuan ton racun tikus, dan berharap tikus itu akan memakannya dan akhirnya mati di sarangnya.

4. Tikus Bosavi Wooly

Tikus Bosavi Wooly

Tikus Bosavi Wooly adalah tikus yang mendiami sebuah kawah gunung berapi yang sudah punah di Papua Nugini. Pada tahun  2009 keberadaan tikus ini diberitahukan kepada para peneliti  oleh anggota suku Kasua yang tinggal di luar daerah kawah gunung ini.

Ukuran dari tikus Bosavi ini sekitar 1,5 kg dan panjangnya dari hidung sampai dengan ekornya sekitar 81 cm. Fakta yang mengejutkan adalah tikus-tikus ini sangat jinak, menandakan bahwa tikus ini tidak pernah bersentuhan dengan manusia sebelumnya.

Tikus ini memiliki bulu yang tebal berwarna abu keperakan, mereka merupakan jenis tikus yang datang dari genus Mallomy. Mereka merupakan hewan herbivora, makanan mereka adalah dedaunan dan akar-akaran. Kemungkinan mereka membuat sarangnya di bawah akar atau bebatuan.

5. Tikus Besar Gambia Berkantung – Cricetomys gambianus

Tikus Besar Gambia Berkantung

* sumber: Tikus%20Besar%20Gambia%20Berkantung

Tikus besar ini  merupakan hewan asli yang berasal dari daerah Sub-Sahara Afrika. Jika biasanya tikus dianggap menjadi hewan hama, lain halnya dengan tikus Gambia ini, mereka adalah tikus pahlawan. Mereka dapat dilatih untuk mendeteksi ranjau dan juga penyakit seperti tuberkolosis.

Semua berawal dari seorang pemuda bernama Bart Weetjen asal Belgia yang pada awalnya melatih tikusnya sendiri untuk menemukan benda-benda yang disembunyikannya. Ini adalah awal berdirinya organisasi Nirlaba bernama APOPO yang memanfaatkan penciuman tikus untuk kebaikan manusia.

Tikus ini memiliki berat badan sekitar 1 – 2,8 kg untuk jantan, sedangkan betina 0,96 – 1,39 kg. Panjangnya badannya sekitar 24 cm – 45 cm. Makanan yang mereka sukai setelah latihan adalah pisang dan kacang.

6. Tikus Giant Cloud dari Northern Luzon – Phloeomys pallidus

Tikus Giant Cloud dari Northern Luzon

* sumber: alchetron.com

Tikus yang berasal dari daerah Luzon di Filipina, tikus besar ini memiliki berat badan sekitar 1,9 – 2,6 kg, dan panjang tubuhnya sekitar 75 – 77 cm termasuk ekornya. Mereka memiliki bulu yang tebal yang menutupi juga ekornya, biasanya berwarna putih dengan aksen hitam atau coklat keabuan.

Tikus jenis ini biasanya terdapat di semak belukar dan hutan, karena tempat ini adalah tempat yang mereka sukai. Tetapi terkadang mereka juga memilih perkebunan sebagai habitatnya. Mereka mahluk nokturnal yang senang memakan dedaunan, buah dan juga biji-bijian.

Giant Cloud ini biasa mendiami hutan pinus dan hutan oak. Mereka biasa membuat sarang di atas pohon. Selain bersarang di pohon pinus mereka juga terbiasa memakan buah pinus dan juga kulit pinus.

7. Tikus Capybara – Hydrochoerus hydrochaeris

Tikus Capybara

* sumber: www.sarem.org.ar

Tikus ini merupakan hewan mamalia yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan dan merupakan hewan semiakuatik. Capybara dari dari Amerika Selatan berukuran jauh lebih besar sekitar 1,25 meter dan berat badannya sekitar 66 kg.

Capybara adalah hewan yang sangat pemalu dan mereka selalu berkelompok, mereka biasanya berada di sungai dan tepian danau.  Mereka biasanya menghabiskan waktunya dengan beristirahat di sepanjang tepian sungai. Mereka hewan herbivora, memakan melon, labu, dan biji-bijian.

Hewan ini memiliki moncong yang tumpul dan kaki yang pendek, serta bulunya pendek  berwarna  kecokelatan. Jaguar dan Anaconda adalah hewan predator yang memangsa capybara, untuk menghindari mereka capybara akan memasuki air dengan berenang atau menyelam.

8. Tikus Josephoartigasia

Tikus Josephoartigasia

Tikus ini telah punah, fosil dari tikus ini ditemukan pada tahun 1981. Tikus ini ditemukan Montevideo Uruguay selama perjalanan untuk penggalian fosil. Fosil yang ditemukan adalah tengkorak yang melebihi ukuran sapi modern yaitu sekitar 53 cm.

Dari fosil yang ditemukan diperkirakan berat dari tikus ini sekitar sekitar 1 ton, dilihat dari delapan kerangkan kaki yang panjang. Gigi yang ditemukan adalah gigi seri  yang menunjukan kalau tikus ini adalah jenis tikus herbivora dan hewan aquatik.

9. Tikus Besar Hutia

Tikus Besar Hutia

Hutia adalah jenis tikus yang telah punah,yang ditemukan di Isle of Anguilla di Karibia,  mereka hidup 100,000 tahun yang lalu. Ukurannya sekitar 1000 kali lebih besar dari pada tikus hari ini. Tikus ini tidak memiliki predator selama mereka hidup di Anguilla.

Ukuran dari hewan pengerat ini adalah sekitar 50 – 200 kg, dua kali lebih besar dari pada capybara. Penyebab dari kepunahan tikus besar hutia adalah ketidakmampuan beradaptasi di saat permukaan air laut naik.

10. Tikus dari Timur Indonesia

Tikus dari Timur Indonesia

Para peneliti menemukan fosil dari daerah timur di Indonesia pada tahun 2015, dengan perkiraan ukuran tikus tersebut sebesar anjing.   Dari hasil  hasil penanggalan karbon tikus tersebut diperkirakan hidup sekitar 1000 atau 2000 tahun yang lalu.

Dari penemuan tersebut diperkirakan berat tikus tersebut saat masih hidup sekitar 6 kg, hampir seukuran dengan anjing dachshund mini. Penyebab dari kepunahan tikus ini diperkirakan adalah berkurangnya habitat mereka dikarenakan pembukaan lahan.

Semoga kamu tidak bertemu dengan tikus-tikus besar itu. Tikus banyak sekali membawa penyakit, dan juga merusak perabotan rumah, oleh karena itu kita harus menjaga rumah kita dari para hewan pengerat ini. Sebagian besar dari mereka memang sangat mengganggu hidup kita, walaupun begitu  ada sebagian lagi yang dapat kamu manfaatkan. Kunjungi juga artikel cara mengusir tikus dari rumah ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *