bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film The Resistance Banker (2018)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 23 September 2021

The Resistance Banker merupakan film sejarah yang mengisahkan tentang seorang bankir asal Belanda, Walraven van Hall, yang mendanai perlawanan terhadap Jerman di negaranya selama Perang Dunia II. Aktor asal Belanda bernama Barry Atsma dipercaya untuk memerankan sosok tokoh tersebut. Di situs Internet Movie Database (IMDB), film ini mendapatkan rating dengan nilai 6.9/10.

Film ini meraih 11 nominasi di ajang Golden Calf Award, dan diantaranya memenangkan empat penghargaan, termasuk untuk kategori Film Terbaik, serta Aktor Terbaik. The Resistance Banker juga dipilih sebagai film Belanda untuk dimasukan ke dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-91, namun sayangnya film tersebut akhirnya tidak dinominasikan.

 Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Biography, drama, war
  • Rumah produksi: Dutch FilmWorks (DFW) dan NL Film
  • Sutradara: Joram Lürsen
  • Pemeran Utama: Barry Atsma, Jacob Derwig, dan Pierre Bokma

Tak lama setelah Nazi Jerman menginvasi Belanda di tahun 1941, seorang politikus bernama Rost von Tonningen dilantik menjadi Kepala Bank Belanda. Sementara itu, Walraven "Wally" van Hall menemukan temannya, yang merupakan seorang Yahudi, telah melakukan bunuh diri beserta keluarganya karena Nazi telah menduduki Belanda.

Selepas dari rumah temannya itu, seorang anggota perlawanan bernama Van den Berg mengajak Wally untuk segera melakukan aksi pemberontakan. Van den Berg mengeluarkan dana ilegal untuk membayar para pelaut yang terasing agar bekerja pada Pemerintah Belanda. Ia meyakinkan Wally untuk melakukan hal serupa dalam mendanai anggota perlawan di Amsterdam.

Wally kemudian merekrut saudaranya, Gijsbert van Hall, seorang politikus Belanda untuk membantunya menjalankan dana tersebut. Keduanya menjangkau seluruh jaringan yang mereka kenal, dan berhasil mengumpulkan lebih banyak uang tunai denominasi besar, dan denominasi kecil.  Dalam menjalankan aksinya, Wally menggunakan nama samaran Van Tuyll.

Ia juga berhasil meyakinkan semua anggota perlawanan untuk mensistematisasikan keuangan mereka dengan memilihnya sebagai bankir mereka. Sementara itu, von Tonningen melibatkan badan intelijen dari Nazi bernama SD untuk membantunya memburu sosok yang mendanai kelompok perlawanan.

SD akhirnya menangkap salah satu anggota perlawanan, dan ia mengungkapkan nama Van Tuyl sebagai orang yang menjalankan dana tersebut. Beberapa waktu kemudian, seorang kurir dari kelompok perlawanan, Jeanette Veentra, ditangkap dan ditahan oleh pasukan patroli Nazi Jerman.

Pacarnya, Jonas van Berkel, berusaha menyelamatkannya, namun ia juga berhasil disekap oleh mereka. Supaya keduanya bisa bebas, pasukan patrol Nazi Jerman lalu memberikan penawaran kepadanya untuk membantunya dalam menemukan anggota kelompok perlawanan yang lain. Jika dirinya tidak mau melakukannya itu, maka mereka bakal terus mendekam di dalam penjara.

Di sisi lain, Wally kehabisan dana untuk membiayai kelompok perlawanan. Ia lalu berencana mencuri surat obligasi dari Bank Negara Belanda, dan menggantinya dengan salinan palsu untuk menghindari kecurigaan. Sementara itu juga, Van Berkel akhirnya setuju membantu Jerman dalam mengungkap para anggota kelompok perlawanan.

Satu demi satu seluruh anggota perlawanan akhirnya mulai ditemukan, dan mereka kemudian ditembak mati oleh Nazi. Di saat Wally berhasil menjalankan rencananya itu, ketegangan semakin memuncak karena pihak Jerman sudah mengetahui keberadaan kelompok perlawanan. Mereka lalu menangkap Wally, namun Jerman masih belum mengetahui jika ia adalah Van Tuyll.

Film tentang Keberanian Walraven van Hall

Film tentang Keberanian Walraven van Hall

Film The Resistance Banker sejatinya adalah tentang kisah heroik dari seorang pria bernama Walraven van Hall, atau dikenal sebagai “Wally” oleh teman dan keluarganya. Ia terlahir dari keluarga kaya, dan berpengaruh. Wally pernah diberhentikan dari Angkatan Laut Pedagang Belanda karena penglihatannya yang buruk.

Ia kembali ke rumah dan bergabung dengan saudaranya Gijsbert van Hall untuk menjadi bankir. Keduanya sukses menjalankan profesinya masing-masing, dan menjadi terkenal. Wally, dan Gijsbert lalu hidup bahagia dan sejahtera bersama istri serta anak-anak mereka.

Tetapi, dengan pendudukan Jerman di Belanda pada tahun 1940, keduanya menyaksikan sejumlah teman, tetangga, dan kolega mereka digiring ke kamp konsentrasi, baik untuk kerja paksa, atau untuk tujuan yang lebih suram yaitu dieksekusi. Dengan langkah berani, dan didukung oleh Gijsbert, Wally mengumpulkan uang dalam bentuk pinjaman secara ilegal untuk mendanai tindakan perlawanan.

Secara teknis, dia memang melakukan penipuan bank, tapi ia terpaksa melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan negaranya. Momentum perlawanan lalu semakin memuncak, kebutuhan keuangan menjadi lebih banyak, dan kondisi itu membuat Wally menjadi lebih berani. Dia merampok Bank Negara Belanda, memalsukan surat obligasi dan sertifikat lewat bantuan saudaranya Gijsbert.

Wally pada dasarnya hidup di bawah ancaman karena takut ketahuan identitas aslinya. Ia lalu terpaksa menjauh dari keluarganya, sampai suatu hari, Jerman berhasil menangkapnya hingga mengeksekusinya sampai mati.

Sebagai catatan sejarah, cerita The Resistance Banker memang sangat menakjubkan. Film ini mengingatkan kita pada sosok Oskar Schindler dalam film Schindler List tahun 1993 karya Steven Spielberlg. Keduanya mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkan kemanusiaan, khususnya orang-orang Yahudi, dan pengorbanan mereka setidaknya tidak akan pernah dilupakan.

Mempunyai Adegan yang Berkesan

Mempunyai Adegan yang Berkesan

Sebagai sebuah film drama sejarah, The Resistance Banker dibuat lewat cara yang berkesan. Beberapa adegan cukup menghantui ingatan karena bisa jadi terus diingat meski film telah berakhir. Salah satu contohnya, ada adegan dimana Wally naik kereta api dari Kota Zaandam ke Amsterdam, dan dalam perjalanan, kereta yang ditumpanginya berhenti untuk membiarkan kereta lain lewat di jalur sebelahnya.

Wally beserta para penumpang lainnya terlihat terkejut, dan ketakutan ketika mendengar teriakan meminta bantuan dari kereta lainnya, ada suara bayi menangis, ibu menjerit, dan para tahanan berteriak kesakitan. Semuanya diangkut untuk menuju kematian di kamp konsentrasi terdekat di kota tersebut.

 Sebagian besar penumpang memaksakan diri untuk tetap tegar melihatnya, ada yang memalingkan mukanya dari kaca jendela, dan ada juga yang berusaha kuat untuk tetap menyaksikan mereka. Sementara itu, Wally meremas-remas koran di tangannya, nafasnya menjadi berat, dan dia tidak bisa menahan penderitaan orang-orang malang yang akan dieksekusi oleh Nazi Jerman.

Adegan tersebut dirasa cukup berkesan, dan hampir tidak mungkin untuk tetap tidak terpengaruh oleh pemandangan yang begitu mengerikan seperti itu. Tidak ada darah, dan tidak ada kematian sadis yang ditampilkan, hanya takdir yang menakutkan. Semuanya terlihat memilukan, dan membuat kita seolah ikut merasa iba terhadap korban kekejaman Nazi selama Perang Dunia II.

Dibuat dengan Cara yang Berkesan

Dibuat dengan Cara yang Berkesan

Penampilan semua aktor dan aktris di film ini tampil sangat baik serta perlu diapresiasi lebih, termasuk Jacob Derwig (Gijs van Hall), dan Pierre Bokma (Rost van Tonningen). Tapi yang paling penting, Barry Atsma terus berkembang dalam memainkan karakternya sebagai Walraven van Hall, yang gagah berani dan memimpin kelompok perlawanan.

Dalam melakukan perjuangannya, ia menggunakan nama samaran Van Tuyll, yang dia pinjam dari nama keluarga leluhurnya. Namun tragisnya, untuk jangka waktu yang cukup lama, bahkan setelah Perang Dunia II usai, Pemerintah Belanda tidak memberinya kehormatan yang pantas diterimanya.

Pemerintah Belanda beranggapan secara teknis semua kegiatan yang ia lakukan tidak sepenuhnya legal karena melakukan penipuan bank, dan kejahatan lainnya. Tapi akhirnya, Pemerintah Belanda memberikan gelar anumerta Dutch Cross of Resistance kepadanya, dan mendirikan sebuah monument pada tahun 2010 di dekat kantor Bank Sentral Belanda untuk menghormati perbuatannya dalam perlawanan.

Pada akhirnya, The Resistance Banker adalah film menarik yang diteliti dan ditulis dengan baik, hingga dibuat secara berkesan. Film ini setidaknya bisa membuka wawasan sejarah baru terhadap peristiwa Perang Dunia II yang melanda Eropa, khususnya di negara Belanda. The Resistance Banker dapat disaksikan di Netflix, dan menjadi film drama sejarah yang layak untuk ditonton.

The Resistance Banker
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram