Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film The Prodigy, Bukan Kesurupan Biasa

Review & Sinopsis Film The Prodigy, Bukan Kesurupan Biasa

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dikaruniai seorang anak merupakan sebuah anugerah bagi orang tua. Kehadiran anggota keluarga yang baru tersebut bisa menjadi pelengkap kehidupan pernikahan. Dengan kasih sayang yang tulus, sang anak akan dibesarkan oleh orang tuanya agar kelak bisa menjadi orang yang berguna dan menjadi kebanggaan.

The Prodigy

Apa jadinya kalau sang anak tiba-tiba menunjukkan banyak gejala yang mengerikan? Berubahnya karakter meninggalkan pertanyaaan, apa yang sebenarnya terjadi pada dia? Itulah yang terjadi pada Miles Blume yang perlahan-lahan sosoknya seperti nggak dikenali oleh orang tuanya. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak review dan sinopsis film the Prodigy berikut ini yuk!

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Horror
  • Produksi: Orion Pictures
  • Sutradara: Nicholas McCarthy
  • Pemain: Taylor Schilling, Jackson Robert Scott, Colm Feore

Pada malam hari tanggal 22 Agustus 2010, John Blume dan istrinya, Sarah, sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka di Pennsylvania. Anak mereka lahir lebih awal dari perkiraan, lalu diberi nama Miles Blume. Di sudut kota lain Ohio, seorang pembunuh berantai bernama Edward Scarka akhirnya meregang nyawa setelah ditembak oleh polisi.

Miles tumbuh dengan warna mata yang berbeda antara mata kanan dan kirinya, kelainan itu disebut dengan heterochromia. Di usianya yang masih bayi, dia bisa mengucapkan kata mama jauh lebih cepat dibandingkan dengan bayi lain pada umumnya. Dokter yang memeriksanya bahkan menyebut sang anak genius karena kemampuannya itu.

Miles bukanlah anak yang menyukai interaksi dengan orang lain, dia lebih memilih untuk banyak menghabiskan waktu seorang diri. Di usianya yang ke delapan, Sarah dan John sedang pergi berdua sehingga meninggalkan Miles dan pengasuhnya, Zoe di rumah. Miles mengerjai Zoe sampai mengalami luka yang serius tapi dia mengaku nggak mengingat apa-apa mengenai kejadian tersebut.

Miles juga mulai berulah di sekolah. Dia menyerang temannya dengan kunci inggris karena temannya itu nggak menuruti permintaannya. Pihak sekolah langsung memanggil orang tua Miles dan mencoba mencari penyebab tindakan agresif sang anak yang kemungkinan berasal dari kedua orang tuanya. Sarah menyalahkan sang suami yang dulunya sering diperlakukan kasar oleh ayahnya.

Suatu malam, Sarah melihat Miles sedang tidur tapi nggak menggunakan selimut. Naluri keibuannya muncul, dia pun masuk ke kamar Miles untuk menyelimutinya. Dia pun masuk dan menyelimuti sang anak. Ketika keluar, Miles bangun dan marah-marah dengan menggunakan bahasa yang nggak dimengerti.

Keanehan Miles ketika tidur direkam oleh Sarah. Dia pun membawa Miles ke psikiater, Elaine Strasser, untuk dicek keadaannya. Merasa aneh dengan omelan sang anak ketika sedang tidur, dia menyerahkan rekaman Miles ketika sedang berbicara dalam bahasa asing. Elaine menyerahkan rekaman itu pada rekannya yang ahli mengenai reinkarnasi bernama Arthur.

Arthur meneliti rekaman Miles yang berbicara dalam bahasa asing. Ternyata yang digunakan adalah bahasa Hungaria dan berisi makian kasar. Dia menjelaskan pada Sarah bahwa ada roh halus yang ingin mengambil alih tubuh Miles. Roh itu kemudian bereinkarnasi dan di dalam jiwa Mile. Ada dua sosok yang bertarung yaitu jiwa Miles sendiri dan roh.

Miles dibawa untuk bertemu dengan Arthur yang melakukan hipnotis dan mencari tahu apa yang diinginkan oleh roh halus di jiwa Miles. Ternyata Miles memiliki kemiripan dengan Edward Scarka. Misinya berada di jiwa Miles adalah untuk membunuh Margaret yang belum berhasil dia hilangkan nyawanya.

Sarah berniat menghilangkan kutukan itu dari anaknya, bahkan kalau harus melakukan hal keji. Apakah dia berhasil dan Miles akan sembuh menjadi anak yang normal? Film horor ini terasa berbeda dengan film sejenisnya. Bukan cuma soal kengerian, tapi juga soal kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Mengerikan Walau Dibuat dengan Budget Rendah

Mengerikan Walau Dibuat dengan Budget Rendah

The Prodigy dibuat oleh Nicholas McCarthy yang mempunyai reputasi membuat film horror yang bagus seperti The Pact. Produsernya, Tripp Vinson, dikenal karena pernah memproduseri salah satu film horor paling menyeramkan yaitu The Exorcism of Emily Rose. Nggak mengherankan kalau kombinasi dua orang itu bisa menciptakan The Prodigy yang bisa membuat bulu kuduk kita berdiri.

Biaya yang digunakan untuk membuat The Prodigy hanya enam juta Dollar Amerika. Jumlah yang termasuk sedikit itu nggak membuat sang sutradara kehabisan akal untuk meneror kita dengan berbagai tindakan menyeramkan yang dilakukan Miles. McCarthy seperti sedang menunjukkan kehebatannya untuk membuat film dengan budget rendah tapi berkualitas.

Penampilan Apik Taylor Shilling dan Jackson Robert Scott

Penampilan Apik Taylor Shilling dan Jackson Robert Scott

Jackson Robert Scott memerankan karakter Miles Blume. Dia terlihat nggak begitu kesulitan memerankan sosok anak yang aneh. Dia bisa tampil apik ketika bersikap dingin atau sadis. Jackson melakukan syuting film The Prodigy di tengah-tengah kesibukannya menyelesaikan dua film IT. Sepertinya dia mulai mempunyai spesialisasi di film-film horor, ya?

Penampilan apik yang lain dilakukan oleh Taylor Shilling yang berperan sebagai Sarah Blume. Dia menunjukkan sisi seorang ibu yang begitu sayang pada anaknya, rapuh karena kesulitan yang dihadapinya, dan rela melakukan apa saja demi menyembuhkan sang anak. Taylor berhasil memerankan Sarah lengkap dengan perubahan kondisi psikisnya.

Sebuah Adegan Terpaksa Diubah

Sebuah Adegan Terpaksa Diubah

Di film The Prodigy, kita bukan hanya dibuat ngeri melihat perilaku Scarka dan Miles tapi juga adegan-adegan yang cukup sadis. Nggak tanggung-tanggung, sang sutradara ingin sosok roh jahat itu benar-benar berasal dari sosok yang keji dan bisa mempengaruhi Miles untuk melakukan hal yang jahat. Kita bukan cuma merasa takut, tapi juga ngilu dibuatnya.

Pada bulan Oktober 2018, screening test untuk film The Prodigy dilakukan. Ada sebuah adegan yang membuat para penontonnya berteriak ketakutan sampai-sampai dialog di adegan itu nggak terdengar. Merasa akan mempengaruhi pemahaman penonton pada film, adegan itu kemudian diubah agar filmnya “lebih aman” untuk dilihat.

Formula Lama dengan Kemasan Baru

Formula Lama dengan Kemasan Baru

Keberadaan roh halus yang dibuat mengganggu jiwa seseorang bukanlah formula baru yang digunakan untuk sebuah film. Sebut saja The Exorcism of Emily Rose, The Exorcist dan The Omen yang dianggap sebagai beberapa film horor paling mengerikan sepanjang masa, menggunakan formula yang sama.

Hampir semua film horor yang disebutkan tadi sama-sama mengambil sudut pandang dari keluarga yang menderita karena roh halus. The Prodigy menggunakan formula lama itu dengan kemasan baru. Kemasan itu merupakan jumpscare yang minim, film ini lebih fokus pada cerita tentang reinkarnasi yang mengubah sosok seorang anak kecil biasa menjadi seperti anak setan.

The Prodigy menjadi salah satu film yang nggak boleh dilewatkan bagi penggemar film horror. Beberapa orang menganggapnya sebagai salah satu film horror terbaik di tahun 2019. Kalau takut nonton sendirian, ditonton rame-rame juga bisa kok! Jangan lupa untuk membagikan pengalamanmu setelah nonton di kolom komentar ya, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *