Bacaterus / Kelabang / 7 Tempat Kelabang Bersarang yang Perlu Kamu Perhatikan

7 Tempat Kelabang Bersarang yang Perlu Kamu Perhatikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Februari 2019

Kelabang atau lipan, yang berkaki banyak, mungkin cukup menakutkan bagi sebagian orang. Hewan kecil ini menggigit dan berbisa (dalam beberapa kasus bisa sangat berbahaya). Kelabang dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan yang hangat dan lembab. Selain tinggal di dalam habitat yang lebih besar, seperti hutan atau gurun pasir, mereka juga bisa muncul di habitat-habitat yang lebih kecil di lingkungan rumah.

Ukuran kelabang ini berbeda-beda tergantung jenisnya. Kelabang yang hidup di alam liar atau di penangkaran bisa memiliki ukuran tubuh yang besar dan panjang. Namun, kelabang-kelabang yang biasa ditemukan di lingkungan rumah masih tergolong bertubuh kecil. Jika ingin mengetahui kelabang terbesar di dunia, kamu bisa membaca artikel ini: 5 Jenis Kelabang Terbesar di Dunia yang Terlihat Menakutkan.

Lalu di mana saja kelabang ini tinggal dan bersarang? Berikut ini adalah tempat-tempat yang sering ditinggali oleh kelabang yang dihimpun dari berbagai sumber.

7 Tempat Kelabang Bersarang (Habitat Mikro Kelabang)

1. Gua

Gua Alami

* sumber: pixabay.com

Mungkin di sini ada para petualang alam yang pernah masuk ke dalam gua. Gua merupakan tempat berongga yang terbentuk secara alami. Biasanya, gua terletak di kaki gunung dan panjangnya bisa bermeter-meter masuk ke dalam perut bumi. Keadaan di dalam gua umumnya gelap dan lembab karena sinar matahari tidak tembus ke sana.

Gua juga bisa menjadi tempat bersarang banyak makhluk seperti kelabang. Mereka biasa terlihat merayap-rayap di dinding gua. Karena termasuk hewan nokturnal, keadaan di dalam gua yang gelap tentunya sangat mendukung binatang tersebut untuk bersarang di sana. Selain, itu mereka bisa dengan mudah menemukan mangsa-mangsanya di dalam gua.

2. Celah-Celah Bebatuan

Celah Batu

* sumber: www.flickr.com

Celah-celah bebatuan yang lembab juga dapat menjadi tempat bersarang bagi para kelabang. Kamu juga bisa saja menemukan kelabang-kelabang kecil di balik bebatuan yang ada di halaman rumah. Biasanya, tempat-tempat tersebut tidak terpapar sinar matahari secara langsung sehingga disukai oleh kelabang-kelabang untuk tinggal dan bersarang.

3. Di Bawah Tumpukan Daun-Daun Mati

Tumpukan Daun

* sumber: pixabay.com

Daun-daun pepohonan yang berguguran dan menciptakan sebuah tumpukan bisa dijadikan tempat bersarang oleh kelabang. Suhu di bawah tumpukan dedaunan mati tersebut biasanya hangat dan lembab dan menjadi tempat yang cocok bagi kelabang untuk bersarang. Jika tempat tersebut terlalu basah karena air hujan atau terlalu kering, kelabang mungkin akan meninggalkannya untuk mencari tempat yang baru.

4. Di Bawah Kayu

Gelondongan Kayu

* sumber: www.flickr.com

Pohon yang tumbang di dalam hutan atau gelondongan kayu yang kita tumpuk di halaman rumah juga dapat dijadikan tempat berlindung oleh kelabang. Jika batang pohon atau kayu tersebut berlubang, di dalamnya kemungkinan ada kelabang yang hidup.

5. Di Dalam Tanah

Kelabang di dalam tanah

* sumber: www.flickr.com

Kelabang-kelabang juga dapat ditemukan tinggal dan bersarang di dalam tanah. Biasanya, kondisi tanah tersebut tidak terlalu basah dan juga tidak terlalu kering. Mereka mungkin memiliki kemampuan untuk menggali dan membuat lubang-lubang di dalam tanah untuk dijadikan tempat berlindung saat di siang hari. Yang pernah membantu orang tua bertani di kebun pasti pernah menemukan kelabang saat menggali tanah.

6. Di Bawah Tumpukan Sampah

Tumpukan Sampah

* sumber: www.pexels.com

Mungkin kamu jarang menemukan kelabang di bawah tumpukan sampah dapur (karena biasanya terlalu basah), namun barang-barang bekas rumah tangga yang dibiarkan menumpuk lama di halaman rumah bisa dijadikan tempat bersarang oleh kelabang. Tumpukan sampah itu dapat menciptakan banyak celah dan ruangan yang lembab yang disukai oleh kelabang. Hewan-hewan lain, seperti tikus, juga bisa saja tinggal di dalam sana.

7. Di Dalam Rumah

Ruangan Rumah yang Ditinggalkan

* sumber: pixabay.com

Kelabang bisa ditemukan di dalam rumah? Tentu bisa saja. Mereka mungkin saja tinggal di bagian-bagian rumah yang tidak terjangkau atau jarang dibersihkan. Atau mereka hanya masuk ke dalam rumah untuk berlindung karena tempat bersarang mereka terlalu basah atau terlalu kering. Biasanya kelabang-kelabang yang ditemukan di dalam rumah berukuran kecil-kecil.

Apa yang Membuat Kelabang Masuk ke dalam Rumah?

Kecoa Mangsa Kelabang

* sumber: pixabay.com

Selain untuk berlindung karena tempat tinggal mereka terlalu basah atau terlalu kering, kelabang masuk ke dalam rumah juga bisa disebabkan oleh banyaknya sumber makanan mereka di dalam rumah. Mereka dapat memakan hewan-hewan yang sering berkeliaran dan bersarang di dalam rumah, seperti kecoak dan laba-laba.

Rumah juga bisa menjadi tempat yang hangat dan aman bagi para kelabang betina untuk bereproduksi. Hal ini dapat terjadi saat musim dingin atau musim hujan (kalau di lingkungan kita) yang menyebabkan habitat mikro mereka di luar rumah kebanjiran dan dingin. Saat musim panas yang sangat kering juga kelabang sering mencari perlindungan di dalam rumah.

Apakah Kelabang Berbahaya?

Bahaya Gigitan Kelabang

Kelabang merupakan salah satu hewan yang memiliki venom atau racun. Mereka biasa menggunakan hal itu untuk membunuh mangsa dan tidak terlalu berbahaya bagi hewan bertubuh besar dan manusia. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya jauhi binatang ini.

Kelabang-kelabang yang masuk ke dalam rumah (house centipede) biasanya bertubuh kecil dan tidak menggigit manusia. Bagi sebagian pemilik rumah, kelabang-kelabang yang masuk ke dalam rumah mereka bisa berguna untuk membasmi binatang-binatang lainnya (seperti kecoak dan laba-laba).

Namun, jika kamu merasa keadaan rumahmu bersih-bersih saja, maka sebaiknya segera buang saja kelabang tersebut jauh-jauh keluar rumah. Atau lebih baik langsung usir mereka jika tiba-tiba mereka muncul di dalam rumah. Perkara hewan lain yang mengganggu rumah bisa kamu selesaikan sendiri (tidak menggunakan jasa kelabang untuk memangsanya).

Kelabang atau lipan bisa masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang, jendela dan pintu yang tidak tertutup rapat, retakan pada dinding rumah yang tembus ke dalam, saluran air, atau bahkan melalui atap rumah yang terjangkau dahan-dahan pepohonan.

Bagaimana Mencegah Kelabang Masuk ke dalam Rumah?

Lubang di dinding

* sumber: pixabay.com

Agar rumahmu tidak dijadikan tempat bersarang oleh para kelabang, maka kamu harus membuat setiap ruangan di rumahmu bersih dan kering (tidak lembab). Perhatikan juga jika ada bagian rumah yang bolong yang bisa menjadi jalan bagi kelabang untuk masuk ke dalam rumah.

Perhatikan juga lingkungan di sekitar rumah. Tempat-tempat yang telah disebutkan di atas bisa kamu coba bersihkan dan dirapihkan. Selain untuk menghindari kelabang bersarang, binatang-binatang lain yang kemungkinan akan menyerang rumahmu seperti tikus juga tidak akan bersarang di sana. Intinya, lingkungan yang bersih tidak akan disukai oleh binatang-binatang kecil penggangu rumahmu.

Itulah tempat atau lokasi di mana kelabang sering ditemukan tinggal dan bersarang. Walaupun mereka tidak begitu menganggu, sebaiknya kamu hidari interaksi langsung dengan kelabang. Kamu tidak perlu mengusir mereka dari lingkunganmu dengan cara-cara yang berbahaya, namun cukup dengan membuat rumah dan lingkungan bersih, mereka pasti akan mencari tempat lain untuk tinggal dan bersarang.

Selain mengusir kelabang, lingkungan yang bersih juga akan berdampak baik bagi kehidupan orang di sekitarnya. Mereka bisa terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh binatang-binatang lain seperti tikus dan nyamuk.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar