Bacaterus / Tanaman / 8 Pohon yang Dapat Melindungi dan Menjaga Sumber Air

8 Pohon yang Dapat Melindungi dan Menjaga Sumber Air

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kekeringan kerap melanda beberapa daerah di Indonesia di saat  musim kemarau tiba. Penanaman pohon yang dapat mengingat air menjadi satu cara agar sumber mata air tetap ada di saat musim kemarau. Berikut ini adalah ulasan pohon-pohon yang dapat dijadikan sebagai pelindung dari sumber mata air yang dibutuhkan oleh manusia.

1. Beringin – Ficus benyaamia L

Beringin

* sumber: www.thespruce.com

Pohon beringin dapat tumbuh hingga 30 meter, dan memiliki daun yang mengkilap. Pohon ini yang dapat tumbuh dengan sangat lebar, sehingga biasanya ditanam sebagai pohon peneduh di perkotaan. Selain itu penelitian menyatakan bahwa pohon beringin berguna untuk menghilangkan racun di udara.

Selain memiliki manfaat di atas, pohon beringin juga sangat berguna sebagai tanaman yang dapat menahan air. Dikatakan bahwa pohon beringin merupakan pohon pelindung mata air. Beringin merupakan tanaman yang dapat menyimpan air dengan baik dan mengendalikan penguapan.

Di masa lalu  pohon beringin banyak ditanam oleh masyarakat di dekat mata air. Kepercayaan masyarakat dahulu bahwa beringin dapat menjaga ketersediaan cadangan air. Akar dari pohon beringin dapat mencengkeram tanah sehingga dapat mencegah dari bahaya erosi dan longsor.

2. Gayam – Inocarpus fagiferus

Gayam

* sumber: seputargk.id

Gayam nerupakan pohon yang memiliki tinggi hingga 20 meter. Tumbuhan ini biasa digunakan sebagai pohon peneduh di pekarangan rumah ataupun di daerah pekuburan. Pohon ini memiliki daun yang lebat dan bunga yang harum. Nama gayam sendiri menyimbolkan rasa tenang dan tenteram.

Selain dapat digunakan sebagai peneduh pohon gaya juga termasuk ke dalam pohon yang dapat digunakan sebagai pohon penahan air. Air mudah ditemukan di sekitar pohon gayam, hal itu dikarenakan pohon ini dapat mendekatkan air ke permukaan, dan juga menyimpan cadangan air.

Saat ini pohon gayam sulit untuk ditemukan, hal itu dikarenakan penampilannya yang sering diasosiasikan sebagai pohon angker. Selain itu juga ada anggapan pohon ini sebagai rumah bagi mahluk halus. Selain itu, pohon ini juga dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.

3. Aren – Arenga Pinnata

Aren

* sumber: materikimia.com

Saat kamu mendengar kata aren maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah gula dan juga kolang-kaling. Pohon aren merupakan pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai 20 meter. Tanaman aren merupakan tanaman yang dapat menjadi menyimpan cadangan air yang diperlukan manusia.

Pohon aren merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 500- 800 mdpl. Pohon aren memiliki akar serabut  yang kokoh sehingga dapat menahan erosi tanah. Selain itu, karena bentuk akarnya itu membuat pohon aren memiliki kemampuan untuk mengikat air.

Tumbuhan aren menjadi satu tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang, sekalipun keberadaannya belum terancam punah. Tumbuhan aren memiliki fungsi yang banyak bagi kehidupan manusia, satu di antaranya adalah fungsinya sebagai pohon yang dapat menjadi sumber air.

4. Trembesi – Samanea saman

Trembesi

* sumber: akucintamakan.blogspot.com

Trembesi merupakan satu jenis pohon yang dapat tumbuh besar dengan ketinggian hingga 20 meter lebih. Ki Hujan adalah julukan yang diberikan pada pohon trembesi. Hal itu dikarenakan pohon ini sering meneteskan air  dari cabang-cabang pohonnya seperti air hujan.

Pohon trembesi mudah dikenali dari ukurannya yang besar dan tinggi, selain itu usianya dapat mencapai puluhan tahun. Bagian atas pohon dapat tumbuh melebar dan rindang.  Semakin tua pohonnya akan berwarna coklat, dengan batangnya yang bercabang-cabang  dengan daun majemuk.

Pohon trembesi yang mampu meneteskan air itu dikarenakan kemampuan akar trembesi untuk menyerap air dengan maksimal. Selain itu umur trembesi yang panjang membuatnya dapat mendukung tersedianya cadangan air di saat mengalami kekeringan.

Baca juga: Jenis Tanaman yang Hidup di Air Beserta Ciri-Cirinya

5. Kepuh – Sterculia foetida L.

Kepuh

* sumber: www.fokuslintas.com

Pohon Kepuh telah dikenal memiliki banyak manfaat dari mulai kulitnya hingga bijinya.  Pohon kepuh masih berkerabat jauh dengan pohon randu. Pohonnya  dapat tumbuh hingga mencapai 3 meter. Bentuk daunya majemuk dengan bentuknya yang lonjong dan meruncing di di bagian ujungnya.

Pohon kepuh di masyarakat lebih dikenal karena sifat mistisnya, sering dianggap sebagai rumah bagi genderuwo. Tetapi sesungguhnya pohon kepuh memiliki manfaat untuk dijadikan sebagai bahan bakar alami atau biofuel. Saat ini banyak peneliti yang menelitinya sebagai bahan bakar alternatif

Tetapi selain manfaat itu, pohon kepuh juga memiliki manfaat sebagai penahan air. Bagian atasnya , atau mahkotanya dan akarnya yang berukuran cukup besar dapat berfungsi mengatur siklus hidrologi. Hal itu dapat terjadi karena kemampuannya menahan air tanah dalam kapasitas yang  terbilang besar.

6. Bambu – Bambuseae

Bambu

* sumber: niindo.com

Bambu merupakan tanaman yang memiliki keunggulan dalam hal menjaga ekosistem air. Akar yang dimiliki oleh pohon bambu yang rapat dan menyebar ke segala penjuru arah, membuat tanahnya menjadi stabil dan tahan erosi. Selain itu air menjadi lebih mudah diserap  masuk ke dalam tanah.

Beberapa negara seperti Tiongkok dan India telah berhasil menggunakan bambu sebagai tanaman konservasi air dan tanah. Penelitian yang dilakukan di Tiongkok menyatakan bahwa bambu dapat menyimpan air hingga 240 %, jika dibandingkan dengan tanaman pinus.

Sayangnya di saat ini beberapa varietas jenis bambu yang ada di Indonesia juga terancam punah. Kurangnya budidaya bambu menjadi satu masalah yang menyebabkan bambu menjadi tanaman langka. Bambu akan tetap bertahan adalah dengan cara menjadikannya sebagai tanaman konservasi.

7. Benda/Bendo – Artocarpus elasticus

Bendo

* sumber: techieoldfox.wordpress.com

Kamu mungkin tidak mengenal dengan pohon benda atau bendo, pohon yang masih berkerabat dengan pohon nangka, cempedak, dan juga sukun. Pohon Benda merupakan pohon yang banyak tumbuh di dataran rendah. Pohon benda memiliki tinggi yang dapat mencapai 65 meter.

Pohon benda merupakan jenis tanaman yang banyak kamu temui di sekitaran mata air yang berada di dataran rendah. Akar yang dimiliki pohon bendo dapat mencengkeram tanah dengan baik, sehingga  tanah akan menjadi lebih stabil dan dapat menahan erosi terutama di daerah lereng.

Tipe akar yang dimiliki oleh pohon bendo ini membuatnya mampu menyerap air dari  lapisan tanah yang paling dalam. Karakteristik dari pohon bendo membuatnya menjadi tanaman yang baik untuk dijadikan tanaman konservasi air. Keberadaan pohon benda ini menjadi sangat penting di alam.

8. Randu – Ceiba pentandra

Randu

* sumber: commons.wikimedia.org

Pohon ini di Indonesia lebih dikenal dengan nama pohon kapuk randu. Pohon ini sendiri merupakan tanaman yang berasal dari daratan Amerika Selatan, Amerika tengah, dan Karibia. Pohon randu merupakan tanaman yang memiliki batang yang besar dan dapat tumbuh hingga 30 meter.

Tanaman kapuk merupakan tanaman yang dapat mencegah erosi terutama di daerah lereng-releng gunung.  Pohon randu juga merupakan tanaman yang dapat menyimpan cadangan air, sehingga tanaman ini digunakan sebagai tanaman konservasi dan rehabilitasi.

Pohon-pohon yang sering kamu lihat di sekeliling tanpa disadari ternyata memiliki peranan penting untuk kelangsungan hidup manusia. Pohon-pohon yang menyimpan cadangan air yang menjadi pelindung di saat kemarau panjang melanda. Pohon-pohon itu membantu agar bumi tetap hidup dengan mengikat air dengan akarnya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *