Bacaterus / Serba Serbi / Tanaman / 10 Tanaman Merambat yang Berbuah dan Cara Menanamnya

10 Tanaman Merambat yang Berbuah dan Cara Menanamnya

Tanaman rambat biasanya banyak digunakan untuk menghiasi kanopi atau pagar rumah. Hal ini dilakukan tentunya untuk membuat rumah kita semakin asri dan menambah kesan sejuk karena  dihiasi hijaunya tanaman rambat. Biasanya jenis tanaman rambat yang digunakan ialah tanaman rambat yang berbunga atau memiliki jalur rambat yang unik sehingga memperindah nuansa rumah.

Jika biasanya kita melihat tanaman hanya memiliki daun serta bunga, ternyata tanaman rambat juga dapat berbuah. Nah, tahukah kalian apa saja tanamanan tersebut? Berikut ini akan dibahas 10 tanaman rambat yang berbuah serta bagaimana cara menanamnya. Stay tune di Bacaterus, ya!

10 Tanaman Merambat yang Berbuah

1. Timun

* sumber: kabartani.com

Tanaman merambat yang berbuah dan sering kita temukan adalah timun. Tanaman yang memiliki nama latin Curcumis sativus L ini merupakan buah yang sangat mudah dijumpai serta memiliki banyak manfaat.

Timun, sering sekali digunakan sebagai lalapan makanan atau hiasan pada makanan. Selain dikonsumsi, timun dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit wajah. Hal ini tentunya dapat dilihat dari banyaknya jenis produk kecantikan yang menggunakan timun sebagai bahan dasar produk kecantikan.

Untuk penanaman, timun dapat ditanam baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun, ada hal yang harus kamu perhatikan ketika menanam timun, yakni kondisi cuaca pada lahan. Mengapa? Sebab, timun akan lebih mudah tumbuh pada jenis tanah bersuhu hangat.

Selain suhu tanah yang hangat, timun merupakan tanaman yang membutuh paparan sinar matahari yang cukup. Siinar matahari ini bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi timun serta mengatur suhu tanah agar tidak terlalu lembab. Untuk hasil panen, timun hanya memerlukan waktu selama 35 hari untuk berbuah.

2. Timun Suri

Timun Suri

* sumber: mitalom.com

Timun suri masih termasuk dalam keluarga timun yang memiliki nama latin  Cucumis sativus. Timun suri juga termasuk ke dalam buah yang memiliki pohon merambat. Jenis timun ini biasanya banyak dicari saat memasuki bulan suci Ramadhan.

Timun suri memiliki rasa serta tekstur yang unik, sehingga buah ini menjadi buah yang populer saat bulan Ramadhan. Biasanya, timun suri banyak digunakan sebagai campuran minuman, seperti es campur atau sop buah.

Timun suri dapat tumbuh dengan baik pada iklim kering. Jika kamu ingin menanam timun suri di rumah maka kamu dapat menanamnya pada tanah. Lalu, tutuplah timun suri dengan plastik agar tidak terkena rumput liar.

Kamu juga bisa merambatkan daun timun suri di tanah. Hal ini berguna agar timun suri dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, pastikan tanaman tersebut terkena sinar matahari yang cukup sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Untuk hasil  panen, timun suri membutuhkann waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan timun biasa. Tanaman ini membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk dapat dipanen.

3. Blewah

Blewah atau buah yang memiliki nama latin Cucumis melo L ini adalah buah yang banyak dicari saat bulan Ramadhan. Buah ini punya rasa yang manis yang unik. Bahkan, buah ini juga memiliki cita rasa yang khas jika dicampurkan ke dalam minuman atau dengan buah lain.

Buah blewah memiliki kandungan gizi berupa mineral, kalium, dan provitamin A. Tak hanya itu saja, blewah juga punya serat makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, serta menurunkan tekanan darah.

Bentuk blewah terlihat seperti labu kuning, namun ukurannya kecil serta rasa yang dimiliki blewah jelas berbeda dengan labu. Buah blewah memiliki bentuk yang lebih lonjong daripada labu. Buah blewah dapat ditanam dalam media apa saja tanpa perlu perhatian tertentu. Proses pemanenan blewah dapat dilakukan setelah 50 hari.

4. Labu Kuning

Jika di luar negeri buah labu kuning identik dengan Hallowen maka di Indonesia buah labu identik dengan bulan Ramadhan. Sama halnya dengan timun suri dan blewah, buah labu kuning menjadi primadona yang cukup sering dicari saat Ramadhan. Alasanya adalah, buah ini diolah menjadi kolak yang sering disantap sebagai makanan pembuka ketika Ramadhan.

Seperti kita ketahui bahwa ukuran buah ini sangatlah besar. Tapi, tahukah kamu bahwa ternyata pohon buah labu kuning ini tergolong kecil? Ya, pohon buah ini memiliki batang yang tidak terlalu besar, karena buah ini merupakan hasil dari tanaman rambat.

Tanaman ini biasanya ditanam pada dataran dengan ketinggian hingga 1500 mdpl dan suhu udara berkisar antara 18-27 derajat selcius. Tanaman ini membutuhkan lahan yang luas untuk berkembang dengan baik. Buah labu kuning biasanya sudah dapat dipanen ketika umur 50-60 hari.

5. Anggur

Anggur adalah salah satu buah yang dihasilkan dari jenis pohon rambat. Buah ini memiliki harga jual yang cukup tinggi walaupun begitu banyak juga orang yang meminati buah ini. Buah anggur tidak hanya dapat dimakan secara langsung namun juga dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan, mulai dari minuman wine, kismis, minyak biji anggur, serta jelly.

Jenis tanaman rambat yang satu ini dapat ditanam pada daerah yang kering atau memiliki curah hujan yang sangat sedikit, dengan suhu udara sekitar 31 derajat celcius pada siang hari dan 23 celcius pada malam hari.

Ketika menanam tanaman ini kamu harus sangat memperhatikan keadaan sekitarnya, karena tanaman ini membutuhkan perhatian yang lebih. Pasalnya, jika kamu menanamnya dengan cara yang salah, maka anggur tidak akan berbuah dengan sempurna. Atau justru tidak akan berbuah sama sekali.

6. Markisa

* sumber: portalsatu.com

Tanaman merambat lainnya yang memiliki buah adalah pohon markisa. Buah markisa sudah sangat jarang ditemui saat ini. Buah markisa sendiri terkenal dengan bentuk buah yang bulat dan memiliki tekstur buah yang unik. Bahkan buah ini juga memiliki cita rasa asam manis yang segar.

Jika kamu ingin menanam jenis buah ini di halaman rumah, maka ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Pertama adalah lingkungan, jika daerah lingkungan rumah berada pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 800 -2500 mdpl maka kemungkinan besar markisa dapat ditanam di daerah tersebut.

Selain itu, cuaca sekitar tempat menanam juga perlu diperhatikan. Cuacanya harus memiliki kelembaban daerah yang cukup tinggi dengan kisaran suhu 20-30 derajat Celsius. Hal penting yang harus kamu perhatikan adalah, markisa tidak dapat tumbuh dengan baik di daerah yang berangin terlalu kencang.

7. Melon

Melon

* sumber: tipspetani.com

Buah melon menjadi salah satu buah yang dihasilkan dari tanaman merambat. Buah melon memiliki ukuran buah yang cukup besar. Juga, memiliki aroma serta rasa manis yang khas. Ada berbagai macam jenis buah melon, misalnya ada melon warna hijau dan melon dengan buah berwarna kuning. Walaupun berbeda warna, keduanya sama-sama memiliki rasa yang manis sehingga banyak orang yang menyukai buah ini.

Nah, jika kamu ingin menanam melon maka perhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama, hindari daerah yang memiliki angin kencang karena daerah dengan angin kencang dapat mengakibatkan kerusakan pada batang dari tangkai buah yang baru saja tumbuh.

Lalu, terpapar oleh sinar matahari menjadi hal yang wajib agar tanaman melon dapat berkembang dengan baik. Dataran rendah dengan ketinggian 350 – 950 mdpl dengan suhu daerah tanam kisaran antara 24-30 derajat celcius adalah tempat yang baik untuk menanam buah ini. Oh iya, buah ini dapat dipanen setelah 120 hari penanaman.

8. Semangka

Siapa yang tidak mengenal buah yang memiliki ukran besar satu ini? Buah ini menjadi primadona saat memasuki musim panas. Kandungan air yang ada pada buah ini membuatnya sangat nikmat  untuk disantap ketika panas matahari menyengat.

Namun, tahukah kalian jika buah semangka memiliki pohon yang merambat? Sama halnya dengan labu kuning, walaupun memiliki ukuran buah yang besar serta berat buah yang bisa mencapai 5 kg pohon buah semangka ini merupakan jenis tanaman merambat.

Dengan ukuran buah yang besar, biasanya semangka tidak dirambatkan pada tiang atau sesuatu yang tinggi karena hal tersebut akan membuat tanaman tidak kuat menahan beban buah yang berat. Sehingga hal tersebut akan membuat patah batangnya sebelum waktu panen.

Penanaman buah semangka dilakukan di tanah dengan cara dibiarkan merambat pada media tanah. Dengan media tanaman seperti ini maka kita harus lebih sering memperhatikan proses perkembangan tanaman. Karena, jika adanya tanaman liar yang mengganggu proses perkembangan buah semangka maka buah semangka tidak dapat berkembang dengan baik.

9. Buah Kundur

Buah kundur, adakah yang pernah mendengar buah ini? Buah ini mungkin sudah sangat jarang ditemukan, ya? Buah kundur atau beligo, adalah buah yang masuk dalam jenis labu. Penampakan bentuk buah ini terlihat seperti timun suri namun memiliki warna hijau. Untuk pengolahanya, buah ini biasanya digunakan sebagai bahan sayuran atau minuman.

Buah kundur biasanya ditanam pada dataran tinggi sekitar 1000 mdpl. Tanaman ini membutuhkan banyak air untuk perkembanganya, namun jangan sampai dibiarkan air menggenang di sekitar tanaman buah kundur. Sebab, hal tersebut justru akan merusak tanaman.

Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari buah ini, yaitu dapat mendinginkan tubuh. Pasalnya, buah ini memiliki kandungan air yang cukup banyak. Bahkan, buah ini dipercaya dapat membantu untuk mengatasi gejala radang tenggorokan, demam, serta panas dalam.

Selain dapat mendinginkan tubuh, masih banyak lagi manfaat dari buah ini, seperti menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah, membantu diet, serta mencegah terkena penyakit kanker.

10. Buah Naga

* sumber: manfaat.me

Tanaman rambat yang satu ini sedikit berbeda dengan tanaman rambat lainnya. Jika tanaman rambat biasanya memiliki batang kecil serta daun yang lebat, maka tanaman merambat ini justru kebalikanya. Tanaman ini merupakan tanaman jenis kaktus. Seperti pada umumnya kaktus memiliki batang yang tebal serta tidak memiliki daun.

Selain bentuk batangnya yang unik, bentuk buah naga juga sangatklah unik. Memiliki bentuk bulat yang memiliki kulit berlapis terlihat seperti sisik hewan mitologi naga, maka dari itu buah ini dinamakan buah naga. Buah naga yang sering kita temukan ada dua jenis, yaitu buah naga merah dan buah naga putih.

Jika kamu ingin menanam pohon unik ini maka pastikan buah ini ditanam pada dataran di ketinggian sekitar 0-300 mdpl dengan suhu udara sekitar 26-36 derajat selcius, ya. Oh iya, untuk kamu yang ingin menyantap buah naga tapi tidak tahu cara memotongnya, coba cek artikel Cara Mengupas Buah Naga ini.

Nah, itulah tanaman-tanaman rambat yang berbuah. Kamu tertarik untuk menanam salah satunya? Selain tidak memiliki waktu tumbuh yang lama, tanaman rambat juga tidak perlu lahan yang terlalu luas, kok. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan dari menanam tanaman rambat, di antaranya mempercantik taman milik mu serta buah yang dapat kamu konsumsi tanpa harus membelinya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

About the Author:

Tiara Arista Fitriani
someone who doesn’t know herself

Leave A Comment