Bacaterus / Tanaman Hias / 10 Tanaman Hias dalam Rumah yang Dapat Menyerap Racun

10 Tanaman Hias dalam Rumah yang Dapat Menyerap Racun

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Oktober 2019

Tanaman hias tak hanya mempercantik interior maupun eksterior rumah. Tetapi beberapa tanaman hias  juga punya manfaat yang baik bagi manusia. Yaitu dapat membantu membersihkan udara di dalam rumah, sehingga sehat dan segar untuk Anda hirup kembali. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah media tanam, peletakan, perawatan, pencahayaan, dan lainnya.

Rumah yang bersih, sejuk, segar dan nyaman akan mempengaruhi mood Anda sebagai pemilik rumah bahkan tamu yang berkunjung ke kediaman Anda.

Tidak hanya dipengaruhi oleh tata ruangan yang menarik tapi juga di dukung dengan dekorasi tanaman yang tidak hanya berguna sebagai hiasan tapi juga sebagai penghasil oksigen yang dapat menambah kesegaran ruangan di dalam maupun di pekarangan rumah Anda. Berikut ini 10 jenis tanaman hias penyerap racun dan penghasil oksigen terbanyak:

Tanaman Hias Penyerap Racun Dalam Rumah

1. Sanseviera

Sanseviera

Tanaman hias ini cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun yang keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya dikenal sebagai tanaman hias, tapi juga bermanfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di dalam ruangan.

2. Suplir

Suplir

Suplir adalah tumbuhan paku populer untuk penghias ruang atau taman. Suplir memiliki bentuk daun cenderung membulat. Pemeliharaan suplir sebagai tanaman hias harus memperhatikan penyiraman. Kekeringan yang dialami suplir tidak bisa diperbaiki hanya dengan penyiraman, yaitu dengan membuang seluruh ental yang kering hingga dekat rizoma dan memberi sedikit media tumbuh tambahan.

Suplir menyukai tanah yang gembur, kaya bahan organik (humus). Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium. Tanaman ini harus dikeluarkan 3 hari sekali untuk mendapat sinar matahari.

3. Bunga Aster Gerbera

Bunga Aster Gerbera

Bunga ini cocok untuk Anda yang insomnia atau bagi yang punya gangguan pernafasan jika tidur, karena kemampuannya menghasilkan oksigen sangat banyak dan dipercaya bisa membuat tidur lebih nyenyak.

Lakukan penyiraman secara teratur. Jika cuaca terlalu panas, anda harus menyiram garbera dua kali dalam sehari untuk menjaga kelembaban tanah. Namun di musim hujan anda cukup sekali saja dalam satu hari dalam melakukan penyiraman.

Selain sebagai bunga potong yg dapat tahan sampai 3 minggu, Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi, sabun dan kosmetik. Kemampuannya dapat menghasilkan oksigen dan juga dapat membantu Anda yang memiliki masalah pernapasan. Selain itu ruangan pun akan nampak segar dan indah.

4. Palem Kuning

Palem Kuning

Palem kuning memiliki ciri daun menyirip dengan warna hijau kekuningan, jumlah anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar pelepah warna kuning terang. Warna terlihat mencolok dan cantik terlebih jika terkena cahaya matahari. Berkembang biak dengan biji dan tingginya bisa sampai 4 meter apabila ditanam di luar pot.

Penyiraman tanaman dilakukan secara rutin, namun jangan sampai kelebihan air karena akan mengakibatkan akar tanaman membusuk. Lakukan pemupukan secara berkala dengan menggunakan pupuk organik maupun anorganik.

Setelah itu pastikan tanaman palem kuning bebas hama dan penyakit. Palem kuning memiliki fungsi sebagai pembersih udara alami yang dapat menghilangkan formaldehida, benzena, serta karbondioksida.

5. Anthurium Bunga

Anthurium Bunga

Anthurium bunga memiliki bentuk daun yang indah, unik, dan bervariasi. Pada umumnya memiliki daun berwarna hijau tua dengan urat dan tulang daun besar dan menonjol. Anda hanya memerlukan penyiraman dan pemupukan secara rutin. Proses penyemprotan atau pemberian airnya dilakukan sebanyak 2-3 hari sekali dengan melihat kondisi media. Media dijaga agar tidak terlalu lembab dan tidak terlalu kering.

Anthurium bunga ini mampu hidup pada kelembapan yang sedang dan intensitas cahaya matahari yang sedang. Sementara suhu yang dibutuhkan oleh tanaman hias yang satu ini adalah 15-26 derajat Celcius. Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan menggunakan media hidrogel.

Daunnya yang gelap berfungsi menyedot zat amonia, formaldehida, toluena dan xilena, sehingga  sangat baik bila kita tempatkan di area perkantoran terutama di sekitar mesin fotokopi atau printer.

6. Bunga Peace Lily

Bunga Peace Lily

Tanaman peace lily tidak butuh sinar matahari yang banyak alias teduh saja. Daunnya tipis dan bergelombang, tumbuh berkelompok, cocok sebagai tanaman meja, tahan hingga 14 hari dalam ruangan tanpa cahaya matahari. Jika ingin terus ditempatkan dalam ruangan maka hendaknya dijemur beberapa jam tiap 2-4 hari sekali.

Tanaman yang terkenal mampu menghilangkan racun benzena dan formaldehida ini perlu cahaya dan kelembaban tinggi untuk tumbuh subur. Daunnya perlu sering disemprot dengan air hangat sebanyak dua kali sehari.

7. Pakis Boston

Pakis Boston

Pakis Boston punya ciri yang spesifik, sehingga Anda mudah mengenalinya. Tiap helai daunnya memiliki beberapa helaian lagi yang tampak seperti jumbai-jumbai. Tanaman yang masih satu keluarga dengan pohon suplir ini bisa ditempatkan di lantai atau pot gantung.

Pakis Boston menggunakan stomata sebagai penyedot racun formaldehid dan xylene, mengubahnya jadi zat bermanfaat. Penyiramannya hanya dilakukan sehari sekali. Tanaman pakis menyukai udara lembap dan juga tanah yang basah. Pastikan tanaman pakis dalam pot selalu basah tapi tidak terendam.

8. Sirih Belanda

Sirih Belanda

Tanaman Sirih Belanda yang mempunyai nama latin Scindapsus aureus. Tanaman dengan ciri khas daun berbentuk hati dan tumbuh merambat. Tanaman Sirih Belanda termasuk jenis tanaman yang kuat di segala kondisi cuaca. Tanaman ini efektif menyerap formaldehida dan benzena.

Karena tanaman ini cukup cepat dalam menyerap asap rokok dan asap-asap polutan lainnya maka jika terlalu banyak menyerap maka daunnya akan cepat jenuh dan menua. Daun yang sudah berwarna jenuh dan menua segera anda pangkas agar tanaman sirih belanda cepat menumbuhkan daun yang berwarna hijau segar kembali.

9. English Ivy

English Ivy

Tanaman ini terlihat sangat cantik apalagi ditanam sebagai tanaman gantung. Media tanam menggunakan tanah biasa atau tanah humus. English Ivy memiliki kebutuhan air sedang, jadi siramlah sekali dalam sehari.

Kebutuhan penyinaran matahari dibawah naungan, bisa juga dibawah sinar matahari pagi. Sangat baik untuk menghilangkan formaldehid dari udara yang ditemukan pada beberapa produk pembersih rumah tangga.

10. Palem Bambu

Palem Bambu

Pohon palem bambu sering digunakan untuk hiasan indoor sebab mampu menangkal dinginnya udara yg di timbulkan oleh air conditioner dan mampu menyerap rancun udara yang berkeliaran didalam ruangan dan juga debu. Tanaman ini memerlukan cahaya terang untuk tumbuh subur.

Pohon ini tumbuh subur di area lembab, tapi jaga agar tidak terlalu banyak disirami air. Meskipun berfungsi menyedot polutan, palem bambu mungkin mengundang laba-laba atau serangga. Untuk mengantisipasinya, semprotkan cairan pestisida. Siramlah setiap hari sekali.

Tanaman Hias Penyerap Racun Lainnya

Selain 10 tanaman di atas, masih ada 5 tanaman lainnya yang juga bisa menjadi penghias sekaligus penyerap racun di dalam rumah. Berbagai tanaman ini sangat cocok bagi Anda yang kurang suka dengan 10 tanaman di atas. Berikut daftarnya:

11. Lady Palm

Lady Palm

Lady palm dapat membersihkan udara dari bahan kimia termasuk amoniak. Tanaman ini juga tahan terhadap serangga hingga gampang dirawat. Tapi Anda mesti melakukan pemotongan pada ujung daun yang menjadi coklat disebabkan penumpukan garam serta mineral.

12. Schefflera (Walisongo)

Walisongo atau Schefflera

Tanaman walisongo ini memiliki ciri-ciri tanamannnya memiliki tampilan fisik daun yang berbentuk seperti jari tangan yang terdapat pada batang utamanya. Permukaan daunnya tebal dan mengkilap berwarna hijau, tetapi ada sebagian daunnya bisa berwarna kuning. Bentuk daunnya pun bermacam-macam, ada yang bergelombang, runcing, ramping, lonjong atau juga menyerupai daun ubi kayu.

Daun dan kulit batang tanaman walisongo ini mengandung saponin dan polifenol. Selain sebagai penetralir asap rokok, batang tanaman walisongo berkhasiat sebagai obat rematik, susah tidur, detoksifikasi darah, sakit tenggorokan, meredakan demam, gatal, eksim, borok kaki, luka bakar, nyeri tulang, pembengkakan, patah tulang, dan luka berdarah.

13. Massangeana Cane (Andong)

Andong atau Massangeana Cane

Daunnya berwarna merah atau hijau kemerahan cukup cantik untuk dijadikan tanaman hias. Kelebihan dari tanaman Andong adalah relatif tahan terhadap kekeringan dan meskipun tidak dirawat mampu bertahan hidup dengan baik.

Tidak hanya untuk dekorasi sebagai tanaman indoor dan juga menetralisir zat formaldehida dari udara tapi juga bermanfaat sebagai penyejuk darah, menghentikan pendarahan dan menghancurkan darah beku pada saat terjadi memar, obat diare atau disentri, wasir, mengobati luka akibat sengatan binatang berbisa, dan mengobati radang gusi.

14. Phalaenopsis Amabilis (Anggrek Bulan)

Phalaenopsis Amabilis atau Anggrek Bulan

Anggrek bulan menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih.

Anggrek bulan cukup disiram air dengan menggunakan spray pada bagian daunnya. Tanaman ini hanya memerlukan 20% hingga 30% sinar matahari.

Anggrek dapat berfungsi membersihkan udara dari xilena, polutan yang ditemukan di banyak lem dan cat sehingga tanaman ini sangat baik ditempatkan pada rumah atau ruang baru direnovasi. Anggrek juga bernafas dan mengeluarkan oksigen di malam hari.

15. Karet Hias

Karet Hias

Di antara jenis tanaman hias di atas yang sangat ampuh untuk menangani formalin serta mentoleril temperatur lebih dingin serta sinar rendah yaitu jenis tanaman hias karet hias. Perawatannya cukup dengan menyiramnya saja.

Karet Hias, atau Ficus Robusta (nama latin) adalah salah satu tanaman yang kegunaannya menyerap formaldehid dan menghasilkan oksigen. Daunnya berwarna hijau muda, dan saat dipegang teksturnya kenyal. Karet Hias sebaiknya tidak ditaruh di tempat terlalu terang, terutama di bawah sinar matahari. Tempatkan di dalam ruangan dengan sedikit pancaran sinar.

Jenis tanaman hias di atas layak berada dirumah anda mengingat banyaknya zat kimia yang banyak beredar di sekitar kita. Tanam dan rawatlah dengan baik sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari tanaman-tanaman tersebut. Selamat mencoba!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Satu pemikiran pada “10 Tanaman Hias dalam Rumah yang Dapat Menyerap Racun”

  1. Setelah mengetahui manfaat dan kegunaan tanaman hias tersebut, jadi ingin deh memiliki tanaman hias tersebut. Makasih atas infonya sangat bermanfaat….

Tinggalkan komentar