Ditulis oleh - Diperbaharui 23 Oktober 2018

Kekayaan hayati Indonesia sudah tak diragukan lagi. Tanahnya yang subur membuat beragam macam tumbuhan bisa ditemukan di sini, mulai dari jenis obat-obatan hingga yang beracun. Semuanya tersebar di berbagai pulau, dari Sabang sampai Merauke.

Kamu pasti sudah tahu itu semua, kan? Dari sekian banyaknya tumbuhan tersebut, ada beberapa yang endemik atau khas Indonesia. Bacaterus memilih 10 tumbuhan asli Indonesia yang harus kamu tahu.

10 Tanaman Asli Khas Indonesia

1. Anggrek Hitam

Ada dua jenis anggrek khas nan cantik di Indonesia, yakni Anggrek Hitam Kalimantan dan Anggrek Hitam Papua. Meski keduanya punya nama yang sama, namun keduanya cukup memberikan perbedaan yang mencolok, seperti penjelasan di bawah ini:

  • Anggrek Hitam Kalimantan

Anggrek hitam

Anggrek hitam Indonesia sudah dikenal dunia akan keindahan dan keunikannya. Pernah menonton film Anaconda: The hunt for the blood orchid? Ya, film keluaran tahun 2004 itu berkisah tentang pencarian anggrek hitam di Kalimantan, yang hanya bisa ditemukan di Kalimantan Timur. Selain di pulau terbesar itu, anggrek hitam juga bisa ditemukan di Papua.

  • Anggrek Hitam Papua
Anggrek hitam Papua

* sumber: lampung.tribunnews.com

Meski sama-sama jenis hitam, tapi keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Anggrek hitam Kalimantan helai bunganya berwarna hijau, dan bunganya hitam pekat. Sedangkan anggrek hitam Papua ada putik bunga berwarna cerah, terkadang merah, ungu, dan putih. Perpaduan warna inilah yang membuat bunga ini sangat khas.

Anggrek hitam Papua juga tidak bisa ditemukan di tempat lain dan sulit dibudidayakan di tempat lain. Alhasil, jumlahnya semakin berkurang dan harus mendapat perhatian penuh agar tetap tumbuh. Ingin tahu tanaman khas Papua yang langka? Kunjungi artikel 9 tumbuhan langka di Papua ini.

2. Rafflesia Arnoladi atau Padma Raksasa

Rafflesia Arnoldi

* sumber: www.harvardmagazine.com

Siapa yang tak tahu tumbuhan yang satu ini? Meski belum pernah melihatnya secara langsung, kamu pasti telah mendengarnya sejak duduk di bangku sekolah dasar, kan? Rafflesia Arnoldi atau Padma Raksasa ini merupakan bunga endemik Pulau Sumatera, terutama bagian selatan.

Bunga ini merupakan jenis tumbuhan parasit yang tidak memiliki akar, daun, dan tangkai. Hidupnya hanya menghisap nutrisi dari tumbuhan lain yang menjadi inangnya. Sesuai namanya, bunga Padma Raksasa saat mekar bisa berdiameter satu meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Dengan ukuran tersebut, Padma Raksasa dinobatkan menjadi bunga terbesar di dunia.

Selain ukuran dan bentuknya yang unik serta khas, Padma Raksasa mengeluarkan bau busuk ketika mekar. Aromanya bisa tercium dari jarak yang cukup jauh. Makanya, seringkali bunga ini disebut sebagai bunga bangkai.

3. Bunga Bangkai

Bunga Bangkai

* sumber: www.atlasobscura.com

Jenis yang satu ini berbeda dengan yang sebelumnya. Memang masih banyak yang menganggap Rafflesia Arnoldi adalah bunga bangkai. Hal itu dikarenakan keduanya mengeluarkan bau busuk pengundang serangga. Hanya saja, dari bentuk dan sifat biologisnya sangatlah jauh berbeda.

Jenis tumbuhan ini memiliki tonggol (spadix) atau bagian yang menjulang tinggi. Bagian pelindung yang mekarnya disebut braktea. Dalam Rafflesia Arnoldi, jelas tonggol itu tidak ada. Perlu diketahui juga, bunga bangkai memiliki umbi, batang, dan akar sendiri, sehingga tumbuhan ini mencari makanan sendiri. Sekarang, kamu sudah bisa membedakan keduanya kan?

4. Kayu Hitam Sulawesi (Diospyros celebica)

Kayu Hitam Sulawesi

* sumber: 0hachi.blogspot.com

Jika ditanya masalah mahal, kayu hitam endemik Sulawesi bakal jadi juaranya. Kayu dari suku eboni-ebonian ini berkualitas sangat baik. Warnanya cokelat gelap kehitaman, tapi ada juga yang hitam belang-belang kemerahan. Tumbuhan ini biasanya digunakan mebel, ukir-ukiran, patung, alat musik, kotak perhiasan, dan lainnya.

Dalam perdagangan luar negeri, kayu ini dikenal dengan nama Macassar ebony, black ebony, atau Coromandel ebony. Di daerah Indonesia lainnya juga ada sebutan seperti toetandu, sora, kayu lotong, dan kayu maitong.

5. Mangga Kasturi (Mangifera casturi)

* sumber: www.tokopedia.com

Jenis tumbuhan ini berbuah mirip seperti mangga tetapi ukurannya kecil, berbentuk bulat sampai lonjong dengan ukuran panjang kurang lebih 5 sampai 6 sentimeter. Pernah mendengar namanya? Orang Kalimantan sendiri biasa menyebutnya dengan nama kasturi, cuban, atau asepm pelipisan.

Pohon mangga kasturi memiliki keunikan, yaitu mampu bertahan sampai berpuluh-puluh tahun dan tumbuh di pekarangan rumah serta hutan. Pohon dan buahnya ditetapkan sebagai endemik dari Kalimantan Selatan. Sayangnya, saat ini pohonnya tidak sebanyak dulu karena kerusakan hutan yang semakin meluas.

6. Palem Jawa (Ceratolobus glaucescens)

* sumber: www.palmpedia.net

Jika dilihat bentuknya, tumbuhan ini adalah rotan endemik Jawa Barat. Meski demikian, kamu tidak perlu bingung karena rotan memang termasuk anggota famili Arecaceae atau palem-paleman. Meski demikian, jenis ini jarang digunakan untuk bahan baku kerajinan dan industri rotan.

Palem jawa sendiri termasuk tumbuhan langka di Indonesia dan dilindungi pemerintah. Habitat aslinya tersebar di daerah hutan basah tropis, seperti di Cagar Alam Sukawayana dan Pelabuhan Ratu, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

7. Pala

* sumber: advicefromtheherblady.com

Tumbuhan ini menjadi salah satu rebutan orang Eropa zaman penjajahan dahulu. Harganya jauh lebih mahal ketimbang emas. Pohonnya tumbuh subur di Indonesia. Buahnya juga sangat berkhasiat. Makanya, orang-orang dari Arab, Spanyol, Portugis, dan Belanda rela menyeberangi lautan demi pala.

Jika selama ini pala dikenal sebagai penambah rasa pada makanan dan obat-obatan, ternyata setiap bagian tumbuhan yang tersebar di daratan Maluku tersebut bisa dimanfaatkan. Kulit dan daging pala mengandung minyak Atsiri dan zat Samak.

Bunganya mengandung zat pati. Sedangkan bijinya mengandung Saponin, Miristin, Enzim Lipase, Pektin, Lemonela, dan asam oleanolat yang dibutuhkan tubuh manusia. Kandungan-kandungan tersebut bisa mengobati susah tidur, masuk angin, rematik, melancarkan pencernaan, meningkatkan selera makan, dan lainnya.

8. Edelweiss Jawa (Javanese edelweiss)

* sumber: upload.wikimedia.org

Kamu yang pernah mendaki gunung Papandayan, Gunung Gede, Pangrango, dan Rinjani pasti sudah melihat tumbuhan ini. Edelweiss tumbuh di dataran tinggi dan tanah vulkanik. Hidupnya bisa bertahan di tanah tandus. Bahkan, bunga inilah yang abadi meski tidak mendapat asupan air.

Ukuran pohonnya bisa sebesar kaki manusia, meskipun tingginya tidak lebih dari 1 meter. Sayangnya, kini tumbuhan ini dinyatakan langka dan sangat dilindungi. Hal tersebut dikarenakan sejumlah pendaki yang memetiknya untuk dibawa turun gunung sebagai kenang-kenangan.

Di tempat satu-satunya perlindungan terakhir tumbuhan ini, di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, sudah sangatlah sedikit. Bahkan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Edelweiss Jawa sudah dinyatakan punah.

9. Melati Putih

* sumber: www.gardenersworld.com

Tumbuhan ini dijadikan sebagai bunga nasional, yang disebut puspa bangsa. Memang, bukan hanya Indonesia saja yang menjadikannya bunga penting secara nasional. Di Filipina juga, melati putih ditetapkan sebagai bunga nasional.

Hanya saja, historisnya jauh lebih lama di Indonesia. Bunga melati putih telah dikenal sebagai bunga suci dalam tradisi sejumlah wilayah di Indonesia. Biasanya, makna mawar ini adalah kesucian, keindahan, keagungan, dan kerendahan hati. Meski terlihat kecil, tapi wanginya begitu semerbak.

10. Sirih

* sumber: kliksehat.co

Sirih merupakan tumbuhan khas provinsi Riau. Kemudian, tanaman ini menyebar ke berbagai daerah karena khasiatnya yang sangat berguna bagi tubuh. Tumbuhan ini hidup merambat pada batang pohon lainnya. Buahnya biasa dikunyah dengan gambir, pinang, tembakau, dan kapur, oleh sejumlah masyarakat di berbagai wilayah. Hal itu dikarenakan khasiatnya yang mampu memperkuat gigi.

Selain itu, daunnya juga punya khasiat yang tak kalah hebat. Daunnya dapat menghasilkan minyak atsiri yang dapat mematikan kuman, antioksidasi, antijamur, menghilangkan bakteri, dan lainnya.

Kesepuluh tumbuhan di atas merupakan khas Indonesia. Sekarang kamu sudah tahu, kan? Kamu harus bangga memilikinya karena setiap tumbuhan memiliki manfaat yang luar biasa untuk alam dan manusia. Maka dari itu, tetap jaga tumbuhan tersebut agar bisa dinikmati anak cucu kita nanti.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .