Bacaterus / Aquascape / 10 Jenis Tanaman Aquascape Low Light untuk Hiasan Akuarium

10 Jenis Tanaman Aquascape Low Light untuk Hiasan Akuarium

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ketika memutuskan untuk membuat akuarium atau aquascape, bukan hanya ikan saja yang harus kamu pikirkan. Namun penghuni lainnya pun harus kamu perhatikan, seperti, tumbuhan juga batu yang akan dipakai untuk menghias akuarium. Banyak tumbuhan yang bisa digunakan untuk menghias akuarium dan seperti diketahui tumbuhan akan memerlukan cahaya untuk berfotosintesis.

Meskipun demikian ada beberapa tumbuhan yang bisa tumbuh di tempat dengan cahaya yang minim. Jenis tumbuhan ini perawatannya tidak sulit dibandingkan yang membutuhkan pencahayaan yang tinggi. Jika kamu tertarik untuk menghias akuariummu dengan tanaman low light, berikut ini beberapa jenis tanaman yang bisa kamu pilih.

1. Bucephalandra

Bucephalandra

* sumber: www.aquaforum.ua

Tanaman asli indonesia yang biasa dikenal Buce ini tumbuh di pedalaman hutan. Bucephalandra ini sangat familiar di Kalimantan dan memiliki habitat di daerah sungai-sungai kalimantan. Tanaman ini selain indah juga termasuk low light. Buce juga adalah jenis tanaman aquascape untuk pemula.

Bucephalandra adalah salah satu tanaman air yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Menurut beberapa informasi, para aquascaper di Amerika saja harus mengeluarkan uang sebesar USD 7 untuk satu rumpun kecil buce.

Tanaman ini memiliki banyak jenis dan tiap jenis mempunyai bentuk dan warna sendiri. Bucephalandra bisa kamu tempatkan di hardscape ataupun substrate juga di tempat yang terkena cahaya secara langsung  maupun yang tidak kena cahaya langsung.

Buce awalnya hanya bisa didapat di alam Borneo saja. Namun karena permintaan pasar tinggi akan tanaman ini sehingga pelaku usaha membudidayakannya buce di luar habitat aslinya. Buce kini dibudidayakan dilakukan di Cirebon, Bogor, Madiun juga termasuk di daerah Kalimantan sendiri.

2. Java Moss

Java Moss

* sumber: www.hobinatang.com

Java moss merupakan lumut yang sangat umum. Tanaman ini tumbuh secara alami pada bebatuan juga pohon di daerah yang beriklim tropis. Tumbuhan tak mempunyai akar sehingga lumut ini bisa mengapung di air agar mendapatkan nutrisi yang diperlukannya.

Kamu akan mendapati tumbuhan ini menempel pada substrat atau dekorasi akuarium atau. Java moss memiliki ciri khusus yaitu daun yang berukuran kecil dan berbentuk oval. Daun ini bisa digunakan untuk menyamarkan peralatan akuarium yang terlihat tidak menarik, contohnya filter.

Karena java moss mudah menempel di permukaan berpori maka tanaman ini cocok untuk dekorasi. Pertumbuhan java moss lambat tapi menarik perhatian karena tumbuhan ini memiliki kemampuan untuk menyaring nutrisi yang dibutuhkannya melalui daunnya langsung dari air.

Java moss memiliki ukuran yang bermacam-macam dan bisa dicetak jadi berbagai bentuk. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai karpet. Penting untuk diketahui jika memilih tanaman ini, yaitu java moss akan terlihat jelek kalau perawatannya tidak baik.

Lumut ini memerlukan tingkat pencahayaan yang rendah, tapi untuk mendorong pertumbuhannya bisa diberikan lebih banyak cahaya. Jangan juga terlalu banyak cahaya karena akan membuat pertumbuhannya berlebih.

3. Anubias Nana

Anubias Nana

* sumber: cibaligo.com

Jenis tanaman anubias merupakan tanaman yang paling murah serta dapat tumbuh dengan mudah. Tanaman ini banyak dijadikan tanaman hias untuk akuarium. Tanaman ini bisa dijumpai di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Anubias nana merupakan salah satu tanaman paling terkenal di kalangan penghobi. Tanaman ini kuat serta mudah dirawat. Anubias nana aslinya berasal dari Kamerun, Nigeria bagian timur, serta Bioko, Afrika Barat. Sekarang tanaman ini tersebar juga secara luas di Asia, Amerika Serikat dan Eropa.

Di Indonesia, anubias nana banyak ditemukan tumbuh di alam liar, seperti di parit, waduk, kolam, sungai, area hutan juga rawa-rawa. Karena mudah beradaptasi, anubias nana menjadi favorit di kalangan banyak penggemar.

Panjang anubias nana bisa hingga 20 cm dan daunnya berwarna hijau gelap yang indah, dan memiliki rimpang bercabang yang tebal dan pendek. Tumbuhan ini cocok sekali untuk menghiasi aquascape dengan pencahayaan low light.

4. Rotala Rotundifolia

Rotala Rotundifolia

Tanaman akuatik lain yang cocok untuk pencahayaan low light adalah rotala rotundfolia. Tanaman ini dikelan memiliki warna merah muda juga bentuk daun yang bundar dan sempit. Daunnya akan mengalir ke bawah dalam pola pertumbuhan yang lebat jika dibiarkan tumbuh ke permukaan air.

Untuk bisa mendapatkan warna yang optimal dan tumbuh sangat cepat, rotala rotundfolia membutuhkan pencahayaan yang tepat. Namun tanaman ini juga harus sering dipotong untuk menghindari pertumbuhan yang berlebih.

Umumnya rotala lebarnya tidak akan lebih 15 cm. Namun tanaman ini akan tumbuh terus secara vertikal juga memanjat sisi akuarium. Rotala rotundifolia bisa berkembang di pencahayaan yang rendah tapi agar warna rona merah mudanya  terlihat, perlu pencahayaan yang lebih terang.

5. Lilaeopsis

Lilaeopsis

Lilaeopsis jika dilihat sekilas mempunyai bentuk yang mirip dengan rumput biasa yang biasa kita lihat di lingkungan sekitar.  Akan tetapi lilaeopsis bisa tumbuh hingga 5 cm dan berkembang dengan cepat di lantai akuarium.

Tanaman Lilaeopsis bisa tumbuh bersama dengan tanaman aquascape lain, tetapi tanaman ini harus dipangkas secara rutin.  Seperti yang disebutkan sebelumnya, karena lilaeopsis berkembang dengan cepat maka jika tak dipangkas akan menyerang juga tanaman aquascape lain.

Baca juga: 15 Jenis Tanaman yang Bagus untuk Menghias Aquascape

6. Ceratophyllum Demersum

Ceratophyllum Demersum

Ceratophyllum Demersum penampilannya sekilas terlihat seperti ekor binatang. Tanaman yang  tumbuh di seluruh dunia ini tidak memiliki akar layaknya tumbuhan aquascape yang lainnya. Perawatan Ceratophyllum Demersum sangat mudah.

Ini dikarenakan Ceratophyllum Demersum bisa hidup di berbagai kondisi air jika mendapatkan kondisi pencahayaan yang cukup. Bentuk Ceratophyllum Demersum cukup unik sehingga saat ditempatkan di akuarium akan membuat akuarium terlihat menjadi semakin indah.

7. Dwarf Hair Grass

Dwarf Hair Grass

Tanaman ini adalah tanaman karpet yang memiliki banyak penggemar karena mempunyai bentuk yang unik serta indah, terutama saat tanaman ini tumbuh dengan lebat. Penampakannya akan terlihat mirip dengan lapangan sepakbola.

Walaupun Dwarf Hair Grass perlu pencahayaan yang medium sampai high agar tumbuh seperti karpet, tapi ada cara untuk tetap bisa menikmati tumbuhan ini dengan pencahayaan yang low light. Adapun caranya yakni dengan menggunakan bibit/biji hairgrass.

Jadi tanamlah biji hairgrass dan kemudian rawat hingga tumbuh dalam kondisi tank yang tidak berair atau lembab. Setelah hairgrass tumbuh lebat, barulah isi tank dengan air.

8. Java Fern

Java Fern

* sumber: aquascapebatang.blogspot.com

Tanaman serbaguna ini adalah tanaman yang cocok dan lebih menyukai akuarium yang memiliki cahaya rendah. Pada awalnya Java fern tumbuh dengan lambat, tapi secara bertahap tumbuhan ini akan mulai menyebar di akuarium sampai akhirnya mencapai tinggi sekitar 30-35 cm dengan lebar sekitar 15 cm.

Java fern memiliki daun dengan pandang dan ketebalan berbeda tiap varietasnya. Namun umumnya bentuknya panjang dan tipis. Jika dikaitkan ke bagian bawah akuarium atau mengapung dalam akuarium sampai akhirnya menemukan benda untuk mengaitkan akar, java fern bisa tumbuh subur.

Tanaman ini merupakan tanaman yang bagus dan tidak memerlukan pencahayaan yang khusus. Namun java fern tak boleh diberikan cahaya yang terlalu intens.

9. Anubias Barteri

Anubias Barteri

* sumber: aquascapebatang.blogspot.com

Tanaman yang relatif kecil dengan tinggi sekitar 15 cm serta lebar 12 cm ini mempunyai daun yang berbentuk panah besar atau hati. Daun anubias barteri berwarna hijau cerah dengan tepian yang bergelombang.

Tanaman ini tumbuh lambat dan mempunyai daun-daun yang keras dan kuat dan rasanya pahit untuk invertebrata pemakan tumbuhan dan kebanyakan ikan. Menempatkan anubias barteri dalam akuarium bersama dengan ikan dan invertebrata pemakan alga membantu menjaga tanaman tetap cantik.

10. Marimo Ball

Marimo Ball

Marimo ball umumnya disangka lumut. Namun sebenarnya tanaman ini adalah bola ganggang yang secara alami tumbuh membentuk bola. Tanaman ini tumbuh di tempat dengan pencahayaan yang rendah. Pertumbuhannya sangat lambat, tapi mudah sekali untuk dirawat dan umurnya panjang.

Karena memiliki penampilan yang unik, marimo ball menjadi tumbuhan favorit dan umumnya digunakan sebagai dekorasi. Tumbuhan ini jika hidup di akuarium dengan cahaya rendah tanpa filtrasi atau powerhead yang kuat akan memipih seiring waktu.

Jika kamu seorang pemula dan memiliki akuarium dengan pencahayaan yang rendah, memilih kombinasi tanaman yang paling baik adalah langkah yang penting. Meskipun tumbuhan di atas bisa hidup di cahaya rendah dan dapat hidup dengan mudah tapi kamu harus tetap merawat akuarium dengan benar. Mengganti air tiap minggu atau dua minggu merupakan hal yang harus dilakukan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *