Bacaterus / Tempat Unik / 10 Tambang Emas Terbesar di Dunia dengan Hasil Jutaan Ons

10 Tambang Emas Terbesar di Dunia dengan Hasil Jutaan Ons

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pencarian emas sama sudah ada dari zaman dahulu. Banyak kerajaan di zaman dulu yang mencurahkan sebagian besar sumber daya yang mereka miliki untuk mencari emas. Sekarang pun masih sama, tidak ada yang berubah sedikit pun. Perusahaan pertambangan tetap rela menghabiskan miliaran untuk mencari logam mulia ini yang bersembunyi jauh di dalam kerak bumi.

Artikel ini akan membahas tentang investasi terbesar yang pernah dilakukan manusia dalam penambangan emas. Di dunia ini terdapat banyak perusahaan penambangan. Tentu kita sudah mengenal pertambangan Garsberg yang ada dimiliki oleh Freeport. Namun, selain itu masih banyak lagi tambang emas lainnya yang sangat besar. Mau tahu apa saja? Yuk simak ulasannya di sini.

1. South Deep

South Deep

* sumber: www.miningreview.com

Berdasarkan cadangan, tambang South Deep merupakan tambang emas terbesar di dunia. South Deep berada 45 km barat daya di daerah Witwatersrand Basin, Afrika Selatan. Pertambangan ini juga merupakan tambang terdalam ketujuh di dunia, yaitu mencapai 2.998 m di bawah permukaan.

Pada Desember 2018 South Deep mengelola cadangan mineral yang mencapai 32,8Moz. Sampai tahun 2000 South Deep dikenal dengan sebutan Western Areas Gold Mine. Operasi penambangan di lokasi dimulai pada tahun 1961.

Pada tahun 2006 yang menjadi pemilik dan operator tambang emas Deep South adalah Goldfields. Pengoperasian tambang emas ini dilakukan melalui dua sistem poros, dikenal sebagai kompleks South Shaft dan Twin Shaft complex. South Deep menghasilkan sekitar 157.100 oz emas pada 2018.

2. Grasberg

Grasberg

* sumber: www.mining.com

Terletak di Indonesia, Distrik penambangan Grasberg dan merupakan tambang emas terbesar serta tambang tembaga terbesar kedua di dunia. Freeport-McMoRas merupakan pemilik mayorit aset yang juga beroperasi di Amerika Utara dan Selatan.

Grasberg meliputi tambang terbuka Grasberg, tambang bawah tanah DMLZ, tambang bawah tanah DOZ, dan tambang bawah tanah Big Gossan. Mendekati akhir Juli, Freeport memberikan pengumuman bahwa selama paruh pertama 2019, hasil aset Grasberg berupa 316.000 ons emas serta 270 juta pon tembaga.

3. Olimpiada

Olimpiada

* sumber: www.ft.com

Olimpiada berada di wilayah penambangan emas paling produktif di Rusia dan tambang ini diperkirakan mengandung 47,5 juta ons emas. Pada tahun 1970 deposit emas di Olimpiada pertama kali ditemukan, dan 26 tahun kemudian penambangan terbuka dimulai.

Terletak di wilayah Krasnoyarsk di Siberia Timur, Rusia, tambang emas Olimpiada dimiliki dan dioperasikan oleh Polyus Gold. Pada 2016, Polyus, produsen emas terbesar di Rusia menghasilkan lebih dari 943.000 ons emas, naik sekitar 18% dari tahun sebelumnya.

Bijih yang diekstraksi dari operasi kemudian diproses di tiga pabrik dengan kapasitas gabungan 13 juta ton per tahun. Klaim dari Polyus Gold menyebutkan bahwa tambang emas Olimpiada diperkirakan mengandung cadangan terbukti sekitar 28 juta ons.

4. Lihir

Lihir

Tambang emas Lihir terletak 900km timur laut dari Port Moresby di Provinsi New Guinea Papua Nugini. Tambang ini lahir di Irlandia dan telah beroperasi sejak 1997. Perusahaan Australia Newcrest memiliki dan mengoperasikan 100% tambang ini.

Agustus 2010 perusahaan ini mengakuisisi operasi Lihir sebagai hasil merger dengan mantan pemilik Lihir Gold pada. Berada di dalam kawah gunung berapi yang telah mati, Lihir diperkirakan mengandung 64,1 juta ons emas dan pada tahun 1997 dimulai produksi emas di tambang terbuka yang luas ini

Pada tahun fiskal 2016, Lihir menghasilkan lebih dari 900.000 ons emas sehingga membuatnya menjadi tambang emas terbesar keenam di dunia. Sejak produksi dimulai 20 tahun lalu, total output tambang ini mengandung lebih dari 10 juta ons.

5. Norte Abierto

Norte Abierto

* sumber: www.mining-journal.com

Terletak di Wilayah Atacama, Chili, tambang emas Norte Abierto, belum memulai produksi,. Norte Abierto adalah perusahaan patungan 50:50 antara Barrick Gold dengan Newmont Goldcorp, yang mengembangkan tambang sebagai proyek lubang terbuka.

Tambang itu diperkirakan mengandung 23.2Moz cadangan emas. Ini sudah dibuktikan dan diukur pada pada Desember 2018. Dua deposit bernama Cerro Casale dan Caspiche yang berlokasi pada jarak 12 km dari satu sama lain.

6. Trend Carlin

Trend Carlin

* sumber: apnews.com

Dioperasikan oleh Newmont di Nevada, Amerika Serikat, tambang emas Carlin Tren telah menggabungkan cadangan emas terbukti dan tereka sebesar 12,46Moz. Jumlah itu meliputi cadangan lubang terbuka dan bawah tanah masing-masing sebesar 5,6Moz dan 4,87Moz.

Pada tahun 1965, Newmont memulai penambangan terbuka di Carlin, sementara itu pada tahun 1994 penambangan bawah tanah dimulai. Tambang-tambang tambang terbuka termasuk lubang Carlin, Emigrant, Gold Quarry, dan Silverstar.

Operasi ini juga meliputi empat tambang bawah tanah yaitu Deep Post, Carlin East, Leeville, dan Chukar. Di 2018 hasil kompleks tambang Carlin sekitar 927.000 oz emas. Sementara di tahun 2017 hasil tambang sekitar 972.000 oz emas.

7. Boddington

Boddington

* sumber: www.orobel.biz

Dioperasikan oleh Newmont, tambang emas Boddington terletak di dekat Boddington, daerah Australia Barat. Tambang ini pertama kali memulai operasi secara terbuka pada tahun 1987. Saat itu Boddington mengekstraksi bijih oksida dangkal sampai kedalaman 70 meter di bawah permukaan.

Tambang ini mulai kembali produksi komersialnya pada 2009. Usia tambang Boddington diharapkan bisa terus berjalan hingga 20 tahun. Tambang emas tersebut mengandung cadangan emas sekitar 12,35Moz termasuk 1,3Moz emas yang terkandung dalam persediaan per bulan Desember 2018.

Tambang Emas Boddington menghasilkan 709.000 oz emas pada tahun 2018. Pada tahun 2015, jumlah investasi Newmont untuk ekspansi signifikan dari lubang selatan tambang sekitar $ 500 juta. Investasi tersebut diperkirakan akan bisa memperpanjang umur tambang sampai tahun 2025.

8. Mponeng

Mponeng

* sumber: www.mining.com

Jaraknya dari Johannesburg sekitar 65 km dari, Mponeng berada di daerah pertambangan berat Witwatersrand. Diproyeksikan pertambangan tersebut mengandung deposit emas sekitar 39,6 juta ons. Perusahaan pemilik tambang besar ini dimiliki oleh AngloGold Ashanti.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang utama Afrika Selatan. Pada 1981 dimulai konstruksi di sana, dan poros utamanya selesai pada 1986. Dengan kedalaman 2,5 mil, Mponeng juga adalah tambang terdalam di dunia yang output-nya di tahun 2016 sebesar 253.000 ons emas.

9. Pueblo Viejo

Pueblo Viejo Mine

* sumber: www.mining-technology.com

 

Pueblo Viejo terletak di Provinsi Sánchez Ramírez, 100 km dari ibukota Republik Dominika di Santo Domingo. Pertambangan ini mengandung kira-kira 40,1 juta ons deposit emas. Pemilik tambang ini adalah Barrick Gold Corporation (60%) dan Goldcorp Inc. (40%).

Pada tahun 2012, Pueblo Viejo mulai berproduksi dengan tambang mencapai produksi penuh pada 2014. Pueblo Viejo menghasilkan output emas sangat mengesankan. Pada 2016 pertambangan ini menghasilkan produksi emas sekitar 953.000 ons hingga jadi  produsen emas terbesar kedua di dunia.

10. Cortez

Cortez

* sumber: www.orangesmile.com

Tambang emas Cortez, yang terletak 100 km barat daya Elko, di daerah Lander County, Nevada, Amerika Serikat. Barrick Gold adalah perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan tambang emas ini. Tambang ini mengandung sekitar 8,7Moz dari emas yang terkandung.

Jumlah tersebut termasuk 1,13Moz dari cadangan terbukti serta 7,59Moz dari cadangan yang mungkin. Pada tahun 1969 Cortez memulai produksinya. Cortez menggunakan metode penambangan terbuka serta tambang bawah tanah.

Ekstraksi emas dari deposit lubang terbuka Cortez, Pipa, dan Pipa Selatan dilakukan melalui metode lubang terbuka konvensional. Pada tahun 2018, Barrick Gold menghasilkan 1,7 Moz emas dari tambang Cortez.

Bumi ini memang kaya akan beragam barang tambang, salah satunya emas. Emas sudah jadi buruan banyak oranng sejak dulu hingga kini. Banyak perusahaan tambang yang berusaha untuk menggali dan mengeruk isi bumi tersebut. Menurutmu apakah efek negatif penambangan ini bagi lingkungan dan alam sekitarnya?

Mari kunjungi artikel orang terkaya di Indonesia ini untuk menambah informasi dan wawasanmu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *