Bacaterus / Edukasi / Sering Diabaikan, Inilah Susunan Makalah yang Baik dan Benar

Sering Diabaikan, Inilah Susunan Makalah yang Baik dan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagi kamu para pelajar atau mahasiswa, membuat makalah bukan lagi hal yang asing karena beberapa tugas sering kali mengharuskan kamu membuat laporan berbentuk makalah. Makalah sendiri merupakan karya ilmiah yang ditujukan sebagai laporan pelaksanaan suatu tugas yang ditulis dan disusun sedemikian rupa.

Berdasarkan sifatnya, makalah terbagi menjadi 3 jenis yaitu makalah deduktif, makalah induktif, dan makalah campuran. Makalah harus memuat data-data yang akurat berdasarkan sumber yang terpercaya. Selain itu, makalah juga harus disusun dengan susunan yang sesuai aturan atau kaidah agar para pembaca dapat memahami isi dari makalah dengan baik.

Untuk kamu yang masih bingung bagaimana susunan makalah yang baik dan benar, maka kamu wajib mencermati pemaparan di bawah ini. Karena di bawah ini akan kami paparkan susunan makalah yang baik dan benar. Yuk simak baik-baik, ya!

1. Cover Makalah

Cover Makalah

Cover atau sampul makalah adalah bagian awal dari sebuah makalah. Cover ini memuat judul makalah, logo, identitas penulis, tempat dan tahun terbitnya makalah. Cover makalah menjadi pembuka dari sebuah makalah yang tertera di halaman awal sehingga harus terlihat rapi lagi menarik.

Cover biasanya ditempatkan di tengah (center) agar  terlihat lebih sistematis dan rapi. Semakin cover terlihat baik dan menarik, semakin tinggi juga potensi orang-orang membaca makalah tersebut. Judul makalah juga tertera pada cover, maka dari itu pilihlah judul yang menarik agar orang-orang tertarik untuk membacanya.

2. Abstrak

Abstrak

Setelah cover, maka selanjutnya adalah abstrak. Abstrak ini merupakan sebuah halaman yang memuat rangkuman mengenai isi bahasan, tujuan penulisan, rumusan masalah, serta metode penelitian. Abstrak dapat tersaji menjadi dua versi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang keduanya memiliki masing-masing ketentuan.

Jika ditulis dalam bahasa Indonesia, maka abstrak tak boleh melampaui 250 kata, sedangkan dalam bahasa Inggris, tak boleh melampaui 200 kata. Dalam abstrak juga diperlukan kata kunci sebagai rangkuman dari isi abstrak itu sendiri. Biasanya kata kunci ditempatkan pada posisi paling bawah di lembar abstrak.

3. Kata Pengantar

Kata Pengantar

Kata pengantar diibaratkan sambutan bagi para pembaca sebelum membaca lebih jauh isi dari makalah. Kata pengantar ini mencakup seluruh isi makalah namun sifatnya umum. Hal ini ditujukan agar para pembaca memiliki pandangan secara umum terhadap kegiatan penelitian yang kamu lakukan.

Dalam kata pengantar biasanya penulis membubuhkan beberapa ucapan syukur atas terbentuknya makalah tersebut. Ucapan syukur dapat kamu panjatkan pada Tuhan YME. Selain itu, ucapan terima kasih juga dapat kamu sampaikan pada beberapa pihak yang berperan terhadap pembuatan makalah tersebut.

Tak hanya itu, pada paragraf akhir kata pengantar, kamu dapat membubuhkan harapan bagi para pembaca setelah membaca makalah yang kamu buat. Tak lupa juga untuk menghaturkan ucapan maaf atas kekurangan dari makalah tersebut. Dan yang terakhir, penulis menuliskan nama dan waktu terbit makalah di bagian bawah tanpa tanda tangan.

4. Daftar Isi

Daftar Isi

Daftar isi merupakan bagian yang memuat keterangan halaman dalam makalah. Dalam daftar isi, setiap bab dan sub bab diberikan keterangan halaman di sebelah pojok kanannya. Hal ini berfungsi agar para pembaca dapat dengan mudahnya membuka bagian makalah yang hendak dibaca.

Selain bab dan sub bab, gambar, tabel, hingga grafik yang tertera dalam makalah juga dapat kamu simpan pada daftar isi lengkap dengan keterangan halaman. Hal ini juga berfungsi agar para pembaca bisa dengan mudah menemukan gambar atau tabel yang ingin dipelajari.

5. Bab I

Bab I

* sumber: www.ruangguru.co.id

Masuk pada bab I, sebagai bab pembuka dari keseluruhan bab yang ada. Pada bab I ini disebut juga sebagai bab pendahuluan. Di dalam bab I memuat beberapa sub bab diantaranya adalah latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan. Masing-masing bab memuat informasi tersendiri mengapa makalah tersebut dibuat.

Dalam latar belakang, penulis secara keseluruhan mencantumkan suatu permasalahan yang ada sehingga patut untuk diteliti. Latar belakang juga memuat data-data faktual tentang suatu masalah sehingga harus ditindak lanjuti agar dapat menemukan suatu solusi.

Sub bab berikutnya yaitu rumusan masalah. rumusan masalah memuat beberapa masalah yang kamu temukan dan akan kamu teliti. Rumusan masalah ini merupakan hasil pengerucutan dari latar belakang yang disajikan dalam poin-poin pertanyaan.

Sementara sub bab terakhir dalam bab I yaitu tujuan penulisan. Tujuan penulisan berisi manfaat dari pengkajian atau penelitian rumusan-rumusan masalah yang dibuat. Tujuan penulisan ini juga berisi tentang manfaat yang dapat pembaca rasakan setelah membaca makalah tersebut.

6. Bab II

Bab II

* sumber: bocahkampus.com

Selanjutnya adalah bab II. Bab II atau isi merupakan bab inti dari keseluruhan makalah yang dibuat. Pada bab ini, penulis menjabarkan seluruh data-data yang diperoleh dalam penelitian. Selain itu, penulis juga mengulas selurus permasalahan yang diteliti hingga memperoleh sebuah jawaban akan masalah-masalah tersebut.

Isi dapat penulis paparkan dengan beberapa metode seperti kualitatif, kuantitatif, dan mixed method. Tentu saja isi dipaparkan secara terperinci dan jelas dengan dilengkapi landasan teori dan solusi yang tepat. Isi dapat memuat argumen-argumen yang kuat, kutipan dari sumber yang terpercaya, serta data pada sebuah gambar atau tabel.

Pada bagian ini, seluruh kajian dibahas mulai dari pokok masalah, strategi penyelesaian, dan solusi. Maka dari itu, bab II ini merupakan bab inti yang harus diperhatikan sebaik mungkin karena memuat informasi paling penting dari suatu makalah. Hal ini berfungsi agar isi makalah dapat dicerna oleh para pembaca secara tepat.

7. Bab III

Bab III

Bab yang terakhir yaitu bab III atau penutup. Bab III biasanya memuat dua sub bab yaitu kesimpulan dan saran. Sebagaimana namanya, kesimpulan merupakan simpulan atas penelitian yang dilakukan mulai dari latar belakang, rumusan masalah, metode penelitian, hingga solusi yang diperoleh atas permasalahan yang ada.

Sementara saran merupakan bentuk harapan penulis bagi para pembaca. Dalam saran memuat manfaat yang dapat dipetik dari makalah tersebut yang dilanjutkan dengan harapan penulis bagi pembaca. Harapan tersebut berisi agar para pembaca dapat menerapkan isi makalah secara tepat baik secara praktis maupun teoritis.

8. Daftar Pustaka

Makalah

* sumber: www.maxmanroe.com

Dan yang terakhir yaitu daftar pustaka. Daftar pustaka ini disimpan pada bagian paling akhir dari sebuah makalah. Daftar pustaka memuat daftar referensi makalah tersebut dibuat. Daftar pustaka biasanya diperoleh dari sebuah buku yang berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan.

Daftar pustaka harus disusun secara sistematis berdasarkan alfabetis. Daftar pustaka memuat nama pengarang, judul publikasi, tahun terbit, tempat terbit, dan penerbit. Daftar pustaka yang harus dimuat dalam sebuah makalah sedikitnya adalah 25 referensi dari berbagai sumber yang tentunya terpercaya.

Itulah susunan makalah yang baik dan benar dari awal hingga akhir yang dapat kamu terapkan di setiap tugas makalahmu. Setelah tahu susunan makalah ini, jangan lagi keliru ya, readers! Karena dengan makalah yang tersusun rapi sesuai dengan aturan, pasti akan lebih mudah dipahami oleh para pembaca, juga berpotensi menarik banyak minat baca orang-orang.

Mampir juga di artikel cara membuat makanan yang benar ini, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *