Bacaterus / Film Terbaik / 10 Film Terukses di Ajang Sundance Film Festival

10 Film Terukses di Ajang Sundance Film Festival

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sundance Film Festival adalah festival film tahunan yang diselenggarakan oleh  Sundance Institute di Utah. Film-film peserta festival ini adalah film-film independent produksi Amerika Serikat ataupun dari negara lain, dalam bentuk film feature dan dokumenter dengan durasi panjang atau pendek.

Awalnya festival ini bernama Utah/US Film Festival pada tahun 1978 silam, lalu sejak 1991 berubah menjadi Sundance Film Festival berdasarkan karakter yang diperankan oleh Robert Redford di film Butch Cassidy and the Sundance Kid.

Banyak film peserta festival ini yang kemudian didistribusikan oleh perusahaan film Hollywood dan meraih sukses komersial, tetapi tetap dengan tampilan dan semangat indie. Juga banyak sutradara terkenal yang memulai karirnya dari festival ini dan akhirnya meraih kesuksesan di perfilman Hollywood.

Robert Rodriguez memulai karakter Desperado-nya lewat film El Mariachi yang juga diperankan olehnya. Kemudian ada Steven Soderbergh yang saat ini menjadi sutradara papan atas, memulai karirnya dengan film debutnya, Sex, Lies, and Videotape.

Bahkan franchise Saw karya James Wan juga menjadi sukses karena festival ini, dan karir James Wan yang merupakan keturunan Malaysia ini semakin melambung dengan proyek-proyek besar Hollywood seperti Insidious, The Conjuring dan Furious 7.

Dari sekian banyak film peserta Sundance Film Festival yang kemudian menjadi sukses secara komersil, kami pilihkan sepuluh film diantaranya yang memiliki kekuatan cerita dan tampilan akting memukau dari para aktor-aktrisnya.

10 Film Tersukses Di Sundance Film Festival

1. Reservoir Dogs [1992]

Film kriminal yang melambungkan nama sutradara Quentin Tarantino di perfilman Hollywood ini diidentikkan dengan kebangkitan film independent dan sudah masuk ke dalam status film klasik saat ini. Alur cerita yang menyimpan banyak tanda tanya dan kemudian dijawab sedikit demi sedikit sepanjang film adalah nilai lebih film yang memiliki karakter-karakter unik dengan nama-nama yang berdasarkan warna.

Bagi yang belum sempat menonton, kami tidak akan membocorkan ending dari film ini yang seru dan banyak mengandung pujian dari para kritikus film. Penasaran? Tonton dulu filmnya.

2. Clerks [1994]

Clerks [1994]

Film debut karya sutradara Kevin Smith ini memang memiliki keunikan tersendiri. Dibuat dengan bujet yang minimal, hanya sekitar US$27,000, dan lokasi syuting yang digunakan adalah toko video tempat Kevin Smith bekerja saat itu.

Dia pun ikut serta berakting sebagai Silent Bob yang nantinya akan selalu ada di setiap film besutannya yang termasuk ke dalam View Askewniverse yaitu dunia ciptaan Kevin Smith dengan cerita-cerita beserta karakter-karakternya.

Film ini juga memiliki soundtrack yang keren di zamannya, mengumpulkan band-band alternative rock seperti Soul Asylum dan Alice in Chains yang pada saat itu sedang berada di puncak karirnya.

3. In the Bedroom [2001]

In the Bedroom [2001]

Film drama keluarga berujung ketegangan dan kriminalitas ini adalah karya sutradara Todd Field yang dibintangi oleh Nick Stahl, Marisa Tomei dan Sissy Spacek. Meski film ini tidak begitu populer di saat peredarannya di bioskop-bioskop Amerika Serikat waktu itu, tetapi film ini adalah salah satu film favorit Roger Ebert, kritikus film yang paling sadis dalam mengulas dan menilai film.

Dengan begitu, status film ini terangkat karena memang akting para pemerannya sangat baik terutama Sissy Spacek, Tom Wilkinson dan Marisa Tomei yang semuanya berhasil masuk nominasi di Academy Awards, termasuk untuk kategori Best Picture juga.

4. Garden State [2004]

Garden State [2004]

Garden State adalah film romantic comedy yang ditulis, disutradarai dan diperankan oleh Zach Braff yang mengantarkan karirnya menuju perfilman Hollywood. Dibintangi juga oleh si cantik Natalie Portman dan Peter Sarsgaard, film ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang tidak merasakan kampung halamannya seperti rumahnya sendiri.

Kumpulan lagu yang dijadikan soundtrack film ini dipilih sendiri oleh Zach Braff, karena memang cerita ini berdasarkan pengalaman pribadinya. Soundtrack ini akhirnya meraih penghargaan di Grammy Awards.

5. Thank You for Smoking [2005]

Sundance Film Festival thank you for smoking

Jangan salah dulu dalam menanggapi film ini yang sedikit berbau kampanye akan rokok. Di dalamnya, tidak ada satupun adegan orang merokok. Film ini bercerita tentang seorang juru bicara perusahaan rokok yang harus bisa mengalahkan argumen-argumen anti rokok.

Pada saat yang bersamaan dia pun harus menjadi contoh dan panutan bagi anaknya. Sebuah dilema yang pantas kita cari tahu jawabannya dengan menonton film ini terlebih dahulu. Komedi satir ini disutradarai oleh Jason Reitman dan diperan-utamai oleh Aaron Eckhart.

6. Saw [2004]

Saw [2004]

Debut penyutradaraan James Wan yang nantinya akan melahirkan beberapa sequel dalam franchise horror ini, awalnya ditolak beberapa perusahaan film di Australia, negara kelahiran James Wan dan penulis naskah Leigh Whannell.

Akhirnya setelah mereka hijrah ke Amerika Serikat dan membuat film pendek yang mengambil salah satu adegan dari naskahnya, seorang produser film yang baru mendirikan perusahaan sendiri bersedia memproduksi film ini.

Dengan kesuksesan saat pemutaran di Sundance Film Festival, perusahaan film Lionsgate membeli hak distribusinya dan membuat perusahaan tersebut meraup keuntungan berlipat-lipat. Maka tidak heran jika kemudian dibuatkan enam film sekuel hingga ditutup dengan Saw 3D di tahun 2010 yang mengakhiri petualangan Jigsaw dan penerusnya dalam menghukum orang-orang yang dianggap bersalah.

7. Little Miss Sunshine [2006]

little miss sunshine

Film komedi yang merupakan debut penyutradaraan Jonathan Dayton dan Valerie Faris yang juga debut penulisan naskah bagi Michael Arndt ini adalah film independent dengan kontrak termahal yang distribusi filmnya dipegang oleh Fox Searchlight Pictures.

Deretan aktor-aktris seperti Greg Kinnear, Toni Collette, Steve Carrell, Paul Dano dan Alan Arkin tampil prima membawakan karakter masing-masing yang sangat unik. Yang paling mencuri perhatian adalah si kecil Abigail Breslin yang tampil lucu dan menggemaskan.

Sinergi mereka berhasil menghasilkan banyak adegan yang sangat memorable bagi penonton. Alan Arkin meraih Best Supporting Actor dari Academy Awards dan Michael Arndt meraih Best Screenplay dari film berlatar musim panas ini.

8. (500) Days of Summer [2009]

Ini adalah film favorit bagi pria manapun yang pernah patah hati. Ceritanya sederhana tetapi ditampilkan dengan cerita yang non-linear. Untuk memahaminya, kita harus melihat angka-angka yang terdapat di setiap awal adegan.

Chemistry Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel di film komedi romantis ini sangat baik dan believable. Pengarahan Marc Webb sebagai sutradara sangat apik dan detil, sehingga semua aspek-aspek di film ini terkesan natural. Soundtrack yang mengiringi film ini pun sangat mengena, terutama lagu “Sweet Disposition” dari The Temper Trap yang vokalisnya adalah orang Indonesia.

Seperti film Little Miss Sunshine dimana Abigail Breslin berhasil mencuri perhatian, “wonderkid” lainnya yaitu Chloe Grace Moretz sangat baik memerankan karakternya di film ini sebagai anak kecil yang berpikiran dan bersikap dewasa dalam memahami permasalahan kakaknya.

9. Moon [2009]

Moon [2009]

Debut penyutradaraan Duncan Jones yang memasang Sam Rockwell sebagai pemeran utama ini adalah sebuah film science-fiction dengan bumbu mistery dan psychology. Ceritanya sendiri berkaitan erat dengan psikologis Sam Bell yang selama tiga tahun hidup di Bulan untuk melakukan riset demi mendapatkan sumber daya alam untuk kemaslahatan umat manusia di Bumi.

Di rentang waktu yang lama itu, dia hanya ditemani oleh sebuah robot yang bernama GERTY. Konflik mulai timbul ketika ada astronot lain yang mengalami kecelakaan saat landing di Bulan. Moon berhasil meraih 24 kemenangan dari beberapa penghargaan film dunia, terutama dari BAFTA Film Award.

10. Whiplash [2014]

whiplash

Bagi para musisi atau penikmat musik, film ini wajib dimasukkan ke dalam daftar film yang harus ditonton. Kenapa? Karena film ini menampilkan semangat seorang drummer untuk menjadi yang terbaik dan dididik sangat keras oleh instrukturnya yang tidak segan-segan membentak dan membuat murid-muridnya terintimidasi.

Penampilan Miles Teller sebagai murid dari instruktur garang yang dimainkan oleh J.K. Simmons mampu mengaduk perasaan kita. Film yang disutradarai oleh Damien Chazelle dan berdasarkan pengalaman pribadinya ini, membawa pulang piala Oscar untuk J.K. Simmons sebagai Best Supporting Actor dan dinominasikan di Best Picture.

Sekedar info saja, Whiplash berhasil masuk di 96 nominasi dari beberapa penghargaan film dunia dan berhasil meraih 86 kemenangan. Sangat spektakuler bukan?

Itulah beberapa film yang pernah tampil di ajang Sundance Film Festival dan kemudian didistribusikan peredarannya oleh perusahaan film besar yang pada akhirnya meraih pendapatan komersil yang banyak dan apresiasi dari para penonton umum.

Di setiap tahunnya, festival ini selalu menelurkan film-film independent yang bagus dan potensial sukses. Anehnya, yang sukses kemudian adalah bukan film-film yang menjadi juara di berbagai kategorinya, tetapi film-film yang mendapatkan applause terbanyak dari penonton. Biar begitu, semangat indie yang didengungkan tetap terjaga meski sudah sukses secara komersil.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *