Bacaterus / Cerpen / Mau Bikin Cerpen? Ketahui Dulu Aneka Sudut Pandang Cerpen!

Mau Bikin Cerpen? Ketahui Dulu Aneka Sudut Pandang Cerpen!

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kita sering dibuat takjub dengan cerita-cerita pendek yang dibuat oleh para penulis hebat. Bahkan seringkali kita bertanya-tanya, kenapa orang bisa menulis sebagus itu? Banyak orang bilang kalau jam terbanglah yang menentukan kualitas tulisan seseorang. Semakin sering menulis, akan semakin bagus pula tulisannya.

Kita juga pasti sering mendengar kalau ingin berkembang, maka kita harus memperbanyak praktik. Namun, apa itu cukup? Belum. Praktik memang penting, tapi teori juga nggak kalah penting. Memahami teori seputar penulisan cerpen sangat membantu untuk meningkatkan kualitas cerpen yang kita buat. Dengan kata lain, teori dan praktik harus seimbang.

Apa saja sih hal-hal teoritis yang perlu dipahami ketika menulis cepen? Kalau kamu terlalu bingung harus mulai belajar dari mana, kamu bisa memulainya dengan mempelajari teori paling dasar. Teori paling dasar dalam menulis cerpen di antaranya, unsur instrinsik cerpen, unsur ekstrinsik cerpen, dan sudut pandang cerpen.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang sudut pandang cerpen. Apa itu sudut pandang cerpen? Untuk yang belum tahu, sudut pandang adalah sumber dari bergeraknya sebuah cerita. Setiap cerita pasti punya sudut pandang yang dipilih oleh penulis ceritanya, baik itu novel, novela, atau cerpen.

Ketika kita menulis cerita, tentunya kita punya pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca cerita itu. Nah, dari arah manakah cerita itu disampaikan? Itulah yang dimaksud dengan sudut pandang. Ada beberapa sudut pandang yang bisa kita pilih dalam bercerita. Mau bikin cerpen? Ketahui dulu aneka sudut pandang cerpen!

Sudut Pandang Orang Pertama

Sudut Pandang Orang Pertama

Ketika penulis memilih untuk menyampaikan cerita menggunakan sudut pandang orang pertama. Di dalam cerita itu penulis berperan sebagai karakter yang ada di dalam cerita. Ciri utama cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama adalah penggunaan kata ganti ‘aku’, ‘saya’, atau bahkan ‘gue’.

Dengan sudut pandang orang pertama, penulis sendirilah yang menghidupkan salah satu karakter di dalam cerita itu. Membaca cerpen yang menggunakan sudut pandang orang pertama, seperti mendengarkan seorang sahabat yang bercerita tentang pengalaman hidupnya. Setiap sudut pandang punya kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dari bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama adalah. Pembaca bisa memahami bagian dalam karakter yang bercerita. Karakter itu akan menjadi pusat cerita. Semua hal yang berkaitan dengan karakter ‘aku’ bisa diceritakan dan digali sedalam mungkin. Termasuk suara hati, hingga ingatan dapat diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama.

Kekurangannya, cerita akan terbatas pada karakter itu saja. Untuk karakter lain yang ada dalam cerita, penulis nggak bisa menceritakan terlalu dalam. Sama seperti ketika kita melihat orang lain. Kita nggak bisa menceritakan orang itu sebaik ketika kita menceritakan diri sendiri. Sudut pandang orang pertama sangat cocok kalau kamu punya karakter yang kuat.

Selain karakter yang kuat, sudut pandang orang pertama juga cocok kalau cerpen yang kamu tulis nggak melibatkan banyak karakter. Cerita-cerita yang menonjolkan bagian dalam diri manusia juga akan cocok kalau diceritakan menggunakan sudut pandang orang pertama. Misalnya, cerpen mengangkat sisi psikologis karakternya.

Sudut Pandang Orang Ketiga

Sudut Pandang Orang Ketiga

Sudut pandang orang ketiga juga dikenal dengan istilah sudut pandang yang serba tahu. Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga penulis adalah penguasa yang mengetahui segalanya. Kalau sudut pandang orang pertama seperti kamu bercerita tentang dirimu sendiri, sudut pandang orang ketiga itu seperti kamu menceritakan orang dekatmu.

Cerpen yang menggunakan sudut pandang orang ketiga menempatkan penulis pada posisi yang netral. Dia mengenal semua karakter yang terlibat secara lengkap. Mulai dari watak, pikiran, perasaan, dan hal-hal yang terjadi pada karakter itu. Ciri khas dari cerpen yang menggunakan sudut pandang orang ketiga adalah penggunaan kata ganti ‘dia’.

Kelebihan dari sudut pandang orang ketiga terletak dari jangkauannya yang lebih luas. Penulis benar-benar memiliki kuasa penuh memainkan karakter-karakter yang dia ciptakan. Penulis juga bebas menentukan seberapa besar keterlibatan satu karakter di dalam cerita yang ditulisnya. Terdengar asyik, kan? Lalu, apakah ada kekurangannya? Tentu saja.

Kekurangan dari sudut pandang orang ketiga adalah proses yang lebih sulit dan lebih panjang. Kalau sudut pandang orang pertama penulis cuma perlu menggali satu karakter secara mendalam. Sudut pandang orang ketiga mengharuskan penulis untuk menggali semua karakter yang terlibat. Tingkat kedalamannya disesuaikan dengan keterlibatan karakter itu.

Kalau kamu menulis cerita dengan jumlah karakter yang cukup banyak, sudut pandang orang ketiga lebih cocok digunakan. Selain itu, cerita yang cocok menggunakan sudut pandang orang ketiga adalah cerita yang berfokus pada peristiwa, tempat, atau isu tertentu. Namun, semuanya kembali kepada kamu sebagai penulis.

Baca juga: Kamu Suka Menulis? Kenali Unsur Ekstrinsik Cerpen Ini, Yuk!

Sudut Pandang Campuran

Terakhir, sudut pandang campuran. Kalau kamu masih ragu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga, kamu bisa mencoba menggunakan sudut pandangan campuran. Sebagian cerita menggunakan sudut pandang orang pertama, sebagian lain menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Kelebihannya, kamu lebih bebas dalam bercerita. Di bagian tertentu kamu bisa menggunakan sudut pandang orang pertama, sementara di bagian lain kamu bisa menggunakan sudut pandang orang ketiga. Namun tetap saja, sudut pandang campuran pun ada kekurangannya. Perpindahan sudut pandang yang kurang baik akan membingungkan pembaca.

Ini berarti kamu harus berusaha lebih keras dalam menentukan bagian mana yang menggunakan sudut pandang orang pertama, dan bagian mana yang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Menentukan bagian-bagian itu bukan sesuatu yang mudah. Jangan sampai pembaca malah jadi kurang nyaman karena perpindahan sudut pandang yang kurang rapi.

Proses yang dilalui jadi lebih panjang, tapi akan sepadan kalau kamu sudah menemukan pola yang tepat. Pernah mencoba sudut pandang campuran? Kamu bisa berbagi pengalaman di kolom komentar kalau mau. Sudut pandang campuran bisa dibilang yang paling jarang dipilih. Kebanyakan cerpen hanya menggunakan satu sudut pandang saja, entah pertama atau ketiga.

Sudut Pandang Campuran 2

Nggak ada aturan mutlak yang menentukan sudut pandang dalam cerpen. Semuanya kembali pada kenyamanan penulis. Sedikit saran, sering-seringlah mencoba. Luangkan waktu untuk bereksperimen. Hanya dengan mencoba kita bisa tahu pasti cerpen yang akan ditulis lebih bagus menggunakan sudut pandang apa.

Setelah mengetahui sudut pandang cerpen, mudah-mudahan cerpen-cerpen yang dihasilkan akan semakin bagus, ya. Kalau sudah tahu teorinya, kamu bisa mulai mengaplikasikannya dengan sering-sering berlatih. Usahakan sesekali memilih sudut pandang yang lain dari biasanya. Siapa tahu dengan mencoba hal baru, kamu menemukan kenyamanan baru dalam menulis.

Setiap penulis punya pertimbangan sendiri dalam menentukan sudut pandang cerpen. Kamu sendiri suka yang mana nih? Tulis di kolom komentar yuk! Di sana, kamu bisa membagikan alasan kamu memilih sudut pandang itu. Kamu juga bisa membagikan tips dalam memilih sudut pandang yang mungkin belum diketahui pembaca lain. Jangan sungkan, teman-teman!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *