bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Solo: A Star Wars Story (2018)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 19 September 2021

Han Solo merupakan salah satu karakter ikonik dalam franchise Star Wars, dan ia diperankan oleh aktor senior bernama Harrison Ford. Karakter ini muncul pertama kali di Star Wars: Episode IV - A New Hope pada tahun 1977 silam. Sementara itu, Solo: A Star Wars Story sendiri merupakan sebuah film yang menjelajahi petualangan awalnya bersama dengan sahabat karibnya, Chewbacca, di Galaksi.

Film ini juga terjadi 10 tahun sebelum peristiwa yang ada di episode 4 Star Wars tersebut. Dalam film ini, karakter Han Solo muda diperankan oleh Alden Ehrenreich. Lalu, sosok Chewbacca dan Lando Calrissian dibintangi oleh Joonas Suotamo, dan Donald Glover.

Selain itu, Solo: A Star Wars Story juga menjadi film spin-off kedua dari franchise Star Wars setelah film Rogue One di tahun 2016 yang lalu. Yuk, simak review dan sinopsis film Solo: A Star Wars Story berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Space Western
  • Rumah produksi: Lucasfilm Ltd.
  • Sutradara: Ron Howard
  • Pemeran utama: Alden Ehrenreich, Woody Harrelson, Emilia Clarke, Donald Glover

Di sebuah planet bernama Corellia, Han dan Qi'ra sedang melarikan diri dari kejaran sekelompok geng lokal. Keduanya lalu menyuap perwira Kekaisaran dengan bahan bakar kapal luar angkasa curian, yang dikenal sebagai coaxium. Namun, Qi’ra tidak berhasil selamat, dan ditangkap oleh mereka.

Sementara itu, Han yang berhasil lolos bersumpah akan kembali lagi untuk menyelamatkannya. Han lalu bergabung dengan Angkatan Laut Kekaisaran sebagai kadet pilot, dan ia pun selanjutnya memiliki nama keluarga Solo. Tiga tahun kemudian, Han diusir dari Imperial Flight Academy karena membangkang, dan ia ditugaskan sebagai pasukan infanteri di Mimban.

Di sana, Han bertemu dengan sekelompok penjahat, yang menyamar menjadi tentara Kekaisaran, dipimpin oleh Tobias Beckett. Ia mencoba meyakinkan Beckett agar bisa bergabung dengan kelompoknya. Beckett lalu menangkap Han, dan melemparkannya sebagai umpan ke tahanan yang didiami oleh ras Wookiee bernama Chewbacca.

Tanpa diduga, Han mampu memahami bahasa Chewbacca, dan ia pun membujuknya untuk bekerja sama agar bisa melarikan diri. Beckett yang melihat potensi kegunaan mereka, lalu menyelamatkan serta memasukan keduanya ke dalam kelompoknya. Ia lalu membawa Han, dan Chewbacca untuk mencuri kiriman coaxium di Vandor-1. 

Rencana tersebut gagal ketika Cloud Riders, sekelompok perampok yang dipimpin oleh Enfys Nest, tiba untuk membajak kiriman. Kejadian itu menyebabkan kematian istri Beckett, Val, dan beberapa anggotanya yang lain. Beckett kemudian menjalankan misi lainnya dengan berusaha mencuri kiriman untuk Dryden Vos, bos kriminal tingkat tinggi di sindikat Crimson Dawn.

Han dan Chewbacca tetap membantunya untuk melunasi hutangnya sehingga Vos tidak akan membunuh mereka. Saat berada di kapal milik Vos, Han ternyata menemukan Qi'ra, yang kini telah bergabung dengan Crimson Dawn sebagai seorang letnan.

Mereka selanjutnya akan mencuri coaxium di sebuah tambang yang ada di Planet Kessel. Atas permintaan Vos, Qi’ra membawa mereka ke Lando Calrissian, seorang penyelundup dan pilot, yang mempunyai pesawat Millennium Falcon. Dari situ, perjalanan kriminal Han Solo, Chewbacca, bersama dengan yang lainnya di Galaksi akan menemui tantangan yang tidak mudah untuk dilawan.

Spin-off Star Wars yang Cukup Menyenangkan

Spin-off Star Wars yang Cukup Menyenangkan

Bagi para penggemar Han Solo, film ini terlihat cukup menarik karena akhirnya kita akan melihat karakter tersebut mempunyai kedalaman backstory yang diceritakan lewat filmnya sendiri. Di sini, Han tampil dengan bebas tanpa ada bayang-bayang dari keluarga Skywalker, maupun Ordo Jedi.

Selain itu, film Solo: A Star Wars Story menjadi ajang nostalgia juga karena menampilkan sosok Lando Calrissian, dengan usia yang jauh lebih muda tentunya. Karena film ini berfokus pada kisah perjalanan masa lalu Han, maka sepanjang ceritanya pun kita diajak untuk mengikuti petualangannya di dunia kriminal seantero Galaksi.

Lalu, kita juga bisa melihat asal muasal persahabatannya bersama Chewbacca, persaingannya dengan Lando, hingga kisah asmaranya dengan Qi’ra, teman masa kecilnya Han. Petualangan yang dilakukan oleh Han dalam film ini pada akhirnya membawanya menjadi salah satu pahlawan terhebat di Galaksi.

Ia bersama dengan Chewbacca bergabung bersama pasukan pemberontak untuk melawan kekejaman dari Kekaisaran, yang dipimpin oleh Darth Vader. Film ini adalah jembatan yang bagus sebagai pelengkap wawasan dalam memaknai semua alur cerita yang ada di dunia Star Wars.

Lemah Secara Plot, Tapi Cukup Solid dalam Karakterisasi

Lemah Secara Plot, Tapi Cukup Solid dalam Karakterisasi

Meski terasa sangat menyenangkan, Solo: A Star Wars Story rasanya memiliki kelemahan dalam cerita yang disajikan. Film ini terlalu ambisius, dan lumayan intens pada bagian awal. Hal itu membuat adrenalin kita yang menontonnya semakin riuh, dan bersemangat untuk mengikut babak selanjutnya.

Namun, saat kita memasuki ke dalam bagian utamanya, fase tersebut malah menjadi kurang greget, dan cenderung membosankan. Terlalu banyak drama yang ditampilkan, dan ujung-ujungnya bisa ditebak dengan mudah. Bagian tersebut membuat keseruan petualangan Han Solo sedikit mereda, dan intensitas yang sudah dibangun perlahan memudar.

Tapi di sisi lainnya juga, alur film ini terbilang sederhana, serta ringan untuk dinikmati, lalu masih terarah untuk menuju kisah Han dan Chewbacca, yang selanjutnya muncul di Star Wars: Episode IV - A New Hope (1977). Terlepas dari hal itu, alur cerita film Solo: A Star Wars Story cukup dibantu dengan akting solid dari para pemerannya.

Alden Ehrenreich sebagai Han Solo muda lumayan dibebani dengan sosok Harrison Ford, yang sangat kharismatik menjadi Han di franchise Star Wars. Meski begitu, Ehrenreich nyatanya tidak canggung menjadi Han, dan ia mampu membuktikan dirinya layak berperan sebagai karakter ikonik tersebut.

Tanpa harus menirukan Ford, yang sudah melekat dengan sosok Han Solo, Ehrenreich terbilang baik dalam mengeksplorasi karakter Han lewat caranya sendiri. Di film ini, Han tetaplah menjadi sosok yang kita kenal selama ini di dunia Star Wars, namun dengan pendekatan yang berbeda, lebih segar, dan tetap heroik.

Selain dirinya, ada juga aktris cantik Emilia Clarke sebagai Qi’ra, yang terlihat cukup misterius, dan memukau. Pesonanya memang tidak bisa dibantah, dan ia tak hanya menjadi pemanis film saja, namun membuat backstory dari Han Solo lebih berarti.

Woody Harrelson, yang menjadi bos kriminal Tobias Beckett, sekaligus mentor dari Han, membuat karakternya itu menjanjikan sebagai kriminal penuh tipu daya. Jangan lupakan juga ada Donald Glover yang apik dalam memerankan saingan dari Han, yakni Lando Calrissian.

Lalu, Joonas Suotamo sebagai Chewbacca, hingga aktor Paul Bettany, yang terlihat cukup keren berperan sebagai villain bernama Dryden Vos, gembong kriminal yang berseteru dengan Tobias Beckett.

Salah Satu Franchise Star Wars yang Tidak Boleh Terlewatkan

Salah Satu Franchise Star Wars yang Tidak Boleh Terlewatkan

Bradford Young adalah orang yang bertanggung jawab untuk urusan sinematografi dalam film ini. Bersama dengan sang sutradara, Ron Howard, ia mampu menghasilkan visual indah ruang angkasa, yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Keduanya juga menjadikan film Solo: A Star Wars Story terlihat sebagai tontonan yang cukup memanjakan mata, hingga cukup baik dalam menyajikan aksi-aksi yang bisa memacu adrenalin.

Walaupun film ini menerima berbagai kritikan yang kurang memuaskan, toh apa yang mereka perlihatkan, termasuk dengan jajaran pemainnya, tetap membuat film Han Solo ini menghibur hingga akhir. Memang, ada beberapa hal yang lemah dari sisi plotnya, tapi setidaknya hal tersebut tidak secara banyak mengurangi keseruan seluruh jalan ceritanya.

Selama kurang lebih dua jam, film ini sejujurnya masih memberikan atmosfer klasik semesta Star Wars yang begitu berkesan. Lewat film ini juga, kita secara tidak langsung diajak untuk menonton kembali film-film Star Wars terdahulu, khususnya trilogi awal, agar bisa masuk ke dalam petualangan utuh Han Solo dan Chewbacca. Singkat kata, Solo: A Star Wars Story adalah film spin-off dari franchise Star Wars yang tidak boleh terlewatkan.

Solo: A Star Wars Story (2018)
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram