Sinopsis dan Review Film A Little Thing Called Love (2010)

Ditulis oleh Syuri
A Little Thing Called Love
3.5
/5

Kisah cinta semasa SMA memang selalu menarik untuk diceritakan. Dalam usia tersebut, kita sudah mulai beranjak dewasa tapi masih nanggung, jadi masih ada sifat kekanak-kanakannya juga.

Mungkin karena itulah cerita cinta SMA lebih sering terkenang, karena kita bisa melakukan hal-hal menyenangkan, maupun hal-hal bodoh, tanpa memikirkan hari esok. Seperti Nam dan Shone pada film yang akan Bacaterus bahas kali ini.

A Little Thing Called Love, First Love, atau lebih dikenal sebagai Crazy Little Thing Called Love, adalah film dengan genre romantic comedy Thailand yang melegenda. Sudah lebih dari satu dasawarsa rilis, film ini masih ditonton banyak orang. Film ini menjadi salah satu film terbaik Mario Maurer dan Pimchanok Luevisadpaibul, sekaligus film romantis yang wajib ditonton semua orang.

Sinopsis

Sinopsis dan Review Film A Little Thing Called Love (2010) 1
  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Romance, Comedy
  • Produksi: Sahamongkol Film International Co. Ltd., Workpoint Entertainment
  • Sutradara: Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn, Wasin Pokpong
  • Pemeran: Mario Maurer, Pimchanok Luevisadpaibul, Sudarat Budtporm, Peerawat Herapath, Pijitra Siriwerapan, Acharanat Ariyaritwikol

Film ini menceritakan tentang cinta remaja saat SMA yang dialami Khun Nam (diperankan oleh Pimchanok Luevisadpaibul). Ia adalah gadis kuper, kurang menarik, dan tidak terlalu pintar juga.

Karena sekolahnya menggunakan sistem lanjutan—dari SMP lanjut ke SMA yang masih dalam satu yayasan—ia masih bisa bertemu dengan crush-nya semasa SMP, Khun Shone yang diperankan oleh Mario Maurer. Pada waktu itu, Nam masih kelas M.1 (sama dengan 1 SMP) dan Shone kelas M.4 (sama dengan 1 SMA).

Berkat dorongan sahabat-sahabatnya yaitu Cheer, Gei, dan Nim, Nam yang tadinya hanya berani menjadi secret admirer mulai berani menunjukkan dirinya agar 'terlihat' oleh sang mas crush. For your information, Shone itu beken banget.

Cowok terganteng di sekolah, lah, yang bahkan sampai junior di SMP saja tahu sama dia. Walaupun begitu, Shone tidak menjadi angkuh, justru dia sangat baik hati dan perhatian pada yang lemah.

Pernah suatu ketika, Nam dan sahabat-sahabatnya mau beli minum, tapi diganggu oleh dua orang senior mereka yang merupakan pemain basket sampai minuman mereka jatuh. Shone yang melihat kejadian itu membelikan kembali empat minuman untuk Nam dan teman-temannya.

Karena kesal dan malu, dua orang pemain basket tadi memukul Shone pada sore harinya. Hal ini terdengar oleh Nam cs. Nam pun berlari ke tempat perkelahian tapi ternyata semuanya sudah bubar. Di sana, Nam menemukan kancing seragam yang lepas.

Mengira itu milik SHone, Nam mengambil dan menjaga kancing baju itu dan sering mengajaknya bicara (ketika sedang membicarakan tentang Shone). Hal ini membuat rasa suka Nam semakin besar, dia pun mantap ingin PDKT dengan Shone.

Trio kwek-kwek teman Nam menyarankan dia mengikuti buku 'bagaimana cara mendekati senior di sekolah'. Nam merasa buku itu sangat aneh dan memilih untuk belajar saja, karena dia dijanjikan boleh menyusul ayahnya ke Amerika jika mendapatkan peringkat pertama di sekolah. Akan tetapi, diam-diam Nam mengikuti tips dari buku tersebut, loh.

Cerita yang Simpel, Tapi Ngena

Sinopsis dan Review Film A Little Thing Called Love (2010) 3

Film dengan genre komedi romantis merupakan 'santapan' semua orang. Walaupun kamu pecinta film-film 'sadis', kamu akan selalu membutuhkan penyegaran dari film ringan seperti Crazy Little Thing Called Love ini. Film ini memiliki jalan cerita sederhana, cinta pertama, masa SMA, sudah tertebak sebenarnya ceritanya bakal seperti apa.

Tapi, justru itulah yang ditunggu. Momen-momen gemesin saat kedua tokohnya sama-sama oblivious, dan kita sebagai penonton tahu sebenarnya mereka berdua saling menyukai, kan gemes. Rasanya ingin masuk ke film terus teriak, "Woy, kalian saling suka, confess aja kenapa, sih?!".

Buat yang kurang suka film romansa picisan pasti merasa film ini terlalu bertele-tele, durasinya terlalu lama dengan happy ending yang nggak sampai dua menit (sedangkan 'penderitaan'nya 116 menit). Padahal ceritanya sederhana banget dan problem-nya nggak berat.

Nggak Cuma Cinta, Tapi Tentang Persahabatan Juga

Sinopsis dan Review Film A Little Thing Called Love (2010) 5

Persahabatan Nam dengan ketiga kawannya cukup menyita perhatian juga selain kisah cinta sang tokoh utama. Seperti biasa, si cupu berteman dengan yang cupu juga, si beken berteman dengan yang beken juga. Jadi, teman-teman Nam ya sama kuper dan tidak terkenalnya dengan dia.

Ketiga sahabat tersebut bernama Nim, Gie, dan Cheer. Karena melihat Nam yang benar-benar suka sama kak Shone, ketiga sahabat ini mendukung Nam untuk merubah penampilan agar jadi lebih menarik.

Seperti di Indonesia, standar kecantikan Thailand adalah yang memiliki kulit putih. Sedangkan diceritakan kulit Nam sawo matang dan kucel karena tidak terawat pada saat itu. Mereka membaca di buku kiat-kiat mendekati gebetan, cara memutihkan badan adalah dengan menggunakan kunyit.

Mereka pun melumuri tubuh Nam hingga berubah jadi kuning (dari wajah sampai kaki). Namun, efek kunyit tersebut tidak langsung hilang. Jadinya, Nam mash kuning dalam beberapa hari. Dan, lucunya, dia tidak sengaja papasan dengan Shone lalu ditanya oleh Shone "Apakah kamu sakit?".

Singkat cerita, Nam sudah jadi cantik saja, ya. Saat terpilih menjadi mayoret drum band sekolahnya, Nam pun digebet Top, teman Shone yang populer juga. Top pun 'nembak' Nam dan mereka jadian karena Shone tidak bergeming saat Nam tanya/kode.

Sayangnya, setelah menjadi lebih cantik dan populer, dan karena berpacaran dengan Top, Nam berubah (tanpa dia sadari sebenarnya). Nam jadi lebih sering main dengan gengnya Top, karena kalau ada Top berarti ada Shone juga. Agak ngeselin juga ya Nam ini. Saat duduk di kantin pun Nam duduk dengan Top and the genk.

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram