Bacaterus / Review Film Korea / Sinopsis & Review Drakor 49 Days, Mencari Air Mata Tulus

Sinopsis & Review Drakor 49 Days, Mencari Air Mata Tulus

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang pernah menonton drakor “49 Days”? Ini drama lama, rilis tahun 2011. Jadi, mungkin kamu sudah pernah nonton. Judul lain untuk drama ini adalah “Pure Love”. Lalu, apa hubungannya 49 hari dengan cinta yang tulus? Nanti akan dibahas Bacaterus selengkapnya di bawah.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Romance, Fantasy, Body swap, Melodrama
  • Produksi: HB Entertainment, SBS
  • Sutradara: Jo Young Kwang
  • Pemeran: Lee Yo Won, Nam Gyu Ri, Jung Il Woo, Jo Hyun Jae, Bae Soo Bin, Seo Ji Hye
  • Jumlah episode: 20

Shin Ji Hyun (diperankan oleh Nam Gyu Ri) adalah seorang anak konglomerat. Ia cantik, selalu berpikiran positif, dan ceria. Ia tidak pernah merasa kekurangan satu pun. Apalagi sebentar lagi ia akan menikah dengan tunangannya, Kang Min Ho (dimainkan oleh Bae Soo Bin). Sempurna sekali hidupnya, bukan?

Tetapi, tiba-tiba saja Ji Hyun menjadi ‘hantu’, karena ia mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya koma. Ia bertemu dengan Song Yi Soo (diperankan oleh Jung Il Woo), sang scheduler atau gream reaper yang seharusnya menuntun ia ke alam baka.

Ji Hyun mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup dengan syarat, ia harus menemukan tiga orang (di luar keluarganya) yang menitikkan air mata yang tulus untuknya.

Dalam menjalankan misinya, Ji Hyun bisa meminjam tubuh manusia yang masih hidup. Ia menggunakan tubuh Song Yi Kyung (diperankan oleh Lee Yo Won). Yi Kyung sangat berbanding terbalik dengan Ji Hyun. Ia pemurung, miskin, tidak punya teman dan keluarga. Ia tinggal di kos-kosan kumuh dan bekerja sebagai penjaga mini market.

Lalu, kenapa harus Yi Kyung? Ketika Ji Hyun mungkin bisa memilih tubuh orang lain yang lebih ‘kurang depresi’? Ternyata, Yi Kyung ada hubungannya dengan kecelakaan Ji Hyun, secara kurang lebih. Jadi, Yi Kyung memang mengalami depresi kronis setelah kematian kekasihnya. Bayangkan saja, mereka berdua adalah anak yatim piatu dan saling menemukan kenyamanan di satu sama lain.

Tapi, tiba-tiba sang pria meninggal dunia, sekarang Yi Kyung tidak punya siapa-siapa lagi. Karenanya, ia melakukan percobaan bunuh diri (yang ada kaitannya dengan kecelakaan mobil Ji Hyun).

Makanya di antara mereka tercipta ikatan, walaupun sebenarnya ada alasan lain yang lebih besar kenapa mereka terikat. Nah, batas waktu yang dimiliki Ji Hyun: 49 hari. Berhasilkan ia menemukan tiga orang selain ayah dan ibunya yang tulus menyayanginya?

Pembuktian Kualitas Akting Para Pemain

Saya ingin banget muji aktingnya Lee Yo Won, Jung Il Woo, dan Bae Soo Bin (ini adalah peran jahat pertamanya). Terutama Lee Yo Won. Di sini ia mendapatkan peran sebagai gadis yang dingin dan lifeless.

Tapi, saat ‘dirasuki’ oleh Ji Hyun, ia berubah total, seakan-akan ia memang Ji Hyun yang ceria dan tidak punya beban hidup. Saat dipinjam tubuhnya oleh Ji Hyun, Yi Kyung sama sekali tidak sadar. Ia hanya bingung dengan time skip dan tubuhnya merasa sangat kelelahan.

Saya rasa sangat sulit untuk bisa switch karakter dengan cepat, apalagi yang sangat bertolak belakang seperti Yi Kyung dan Ji Hyun, tapi Lee Yo Won bisa memainkannya dengan ciamik. Memang, aktris papan atas beda.

Akan tetapi, akting Nam Gyu Ri mendapatkan sedikit kritikan karena sebenarnya ia itu idol, bukan aktris, jadi aktingnya belum maksimal ceunah. Tapi, kalau menurut saya Gyu Ri cukup berhasil membawakan peran Ji Hyun yang ceria.

Drama yang Mengajarkan Tentang Kehidupan

Cerita drama ini tidak sesimpel itu. Drama ini sejak awal saya tonton benar-benar ngena banget dan buat saya berpikir. Karena, faktanya menurut peneliti bernama Rose-Lynn Fisher, jika dilihat secara mikroskopis bentuk air mata itu berbeda-beda.

Seperti air mata karena sedih, senang, terharu, pedih akibat memotong bawang bombay, itu semua memiliki struktur yang berbeda. Mungkin itulah yang diangkat oleh drama ini, karena air mata sungguhan itu berbeda dengan air mata bohongan.

Terus, saya pikir drama ini memiliki banyak pesan positif. Seperti hubungan antar manusia, hubungan keluarga, jangan menyerah tentang kehidupan, sedangkan tentang percintaannya sendiri tidak terlalu banyak disebut.

Teman yang terlihat baik bisa saja menusuk dari belakang, orang jahat memiliki alasan kenapa mereka bisa berbuat seperti itu. Terlepas dari genre fantasinya, drama ini tetap memberikan nilai-nilai kewajaran sehingga tetap realistis.

Tidak Semua Orang yang Menangis Untukmu itu Tulus

Jika kamu diminta menyebutkan orang-orang yang tulus mencintaimu tanpa syarat, kira-kira siapa yang bakal kamu ingat? Ibu, ayah, kakak, adik, nenek, kakek, sahabat. Mungkin mereka yang akan terbayang dibenakmu. Apalagi Ji Hyun yang anak orang terpandang, kaya raya, cantik, supel, ceria, punya banyak teman, punya orang tua yang sayang banget sama dirinya, terus punya tunangan yang romantis juga.

Seharusnya, mudah bukan, menemukan tiga air mata tulus? Ji Hyun bahkan percaya diri bisa mendapatkan enam orang yang menangis tulus untuknya. Tapi, ternyata, tidak semudah itu.

Teman yang selama ini menemaninya ternyata hanya dekat karena hartanya dan membicarakannya di belakang, sahabat dekatnya ternyata berselingkuh dengan tunangannya, pria yang akan menikahinya itu ternyata punya tujuan menjatuhkan perusahaan ayahnya. Kacau sekali, bukan?

Itulah mengapa drama ini sangat menempel di benak saya. Drama ini membuat saya merenungkan hubungan saya dengan orang-orang, sikap saya terhadap mereka, dan juga sikap mereka terhadap saya. Belum tentu orang yang selama ini dekat, baik.

Dan, belum tentu orang yang jauh, bahkan orang yang pernah kita injak-injak, itu buruk. Yang penting adalah selalu memberikan ketulusan, urusan kamu mendapatkannya balik atau tidak, biarlah jadi masalah mereka.

Menurut saya, drama “49 Days” secara keseluruhan sangat luar biasa dan masih bisa dinikmati mau kapanpun kamu menontonnya. Karena, temanya akan selalu relevan buat kehidupan siapa saja.

Drama ini akan selamanya menjadi cerita yang mengingatkan saya untuk menghargai kehidupan yang saya miliki selama ini. Juga untuk terus menjalani hidup, di mana saya tidak akan dipenuhi penyesalan ketika ‘momen itu’ tiba.

Overall, drama ini sangat unforgettable, indah, menginspirasi, dan menghangatkan hati. Tontonlah supaya tidak penasaran, apakah Ji Hyun mendapatkan tiga air mata tulusnya atau tidak (dan supaya kamu mendapatkan pencerahan dalam hidup, hihi).

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *