bacaterus web banner retina

6 Singa Terbesar di Dunia dengan Berat yang Fantastis

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 24 Maret 2021

Singa, Si Raja Hutan. Itu lah yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar binatang ini disebut. Raja Hutan ini adalah mahluk yang paling ditakuti oleh binatang dan manusia. Ia punya gigi dan cengkeraman yang kuat. Berpapasan dengan mahluk kuat ini sama saja dengan bertemu malaikat maut. Sebab hewan buas ini bisa saja menerkammu ketika ia lapar dan merasa terancam.

Kebuasan singa sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Binatang mamalia ini ditakuti sekaligus disegani oleh setiap mahluk hidup, termasuk manusia. beberapa Di dunia ini tercatat ada beberapa jenis singa terbesar di dunia. Ini dia beberapa jenis singa terbesar di dunia yang unik dan mengagumkan. Keunikan mereka menjadi hal yang menarik banyak peneliti untuk melakukan penelitian.

1. Singa Amerika

Singa AmerikaSumber: ekor9.com

Singa terbesar yang pertama disebut Singa Amerika, jenis Panthera Leo Atrox. Pantera Atrox. Singa terbesar ini mendiami wilayah utara dan selatan Amerika.

Singa Amerika termasuk ke dalam kelas mamalia dan menjadi bagian dari familie Felidae. Hewan berukuran raksasa ini adalah pemakan daging alias karnivora dari genus panthera.

Singa Amerika atau yang dikenal dengan nama Latin Panthera Atrox ini mempunyai panjang yang mencapai 3,5 meter. Tingginya hingga ke bahu adalah 1,2 meter, dan taringnya yang tajam bisa sampai 10 cm, serta bobotnya 360 kg.

Selain disebut sebagai singa Amerika, spesies Panthera Leo ini memiliki beberapa sebutan lain, misalnya Singa Amerika Utara, Jaguar Raksasa Naegele dan Singa Gua Amerika.

Keberadaan singa terbesar di dunia tersebut diketahui melalui penemuan fosil yang ditemukan oleh para arkeolog. Dari fosil tersebut diketahui bawah kucing besar dan bertaring ini sudah punah pada masa Pleistosen kira-kira 1,8 juta sampai 11.000 tahun yan lalu.

Hewan ini punah berbarengan dengan mamalia terbesar, Mammoth yang berasal dari masa Pleistosen yang sama. Dari hasil pengamatan genetik menunjukan bahwa kedua hewan ini adalah saudara singa Eropa. Singa Amerika diyakini merupakan salah satu spesies endemik Amerika Utara dan di Selatan.

Mereka bisa sampai di ujung selatan Amerika melalui jalan darat yang menyambungkan dua benua Amerika itu. Yang menarik adalah struktur fosil singa amerika yang ditemukan di Peru lebih mirip dengan fosil jaguar daripada singa modern.

Struktur tulang kaki hewan ini begitu kuat dan panjang, lebih panjang dibandingkan dengan singa afrika. Jadi, melihat data tersebut bisa disimpulkan bahwa hewan ini adalah spesies singa terbesar sepanjang sejarah di bumi. Namun, jika melihat ukuran nyata, bisa saja hewan ini termasuk jenis jaguar atau harimau.

Kesimpulan yang belum sepenuhnya diyakini ini didasari oleh adanya kemiripan fosil bagian rahang bawah singa Amerika yang lebih mirip jaguar ketimbang singa. Di samping itu pula, hewan ini habitatnya di Amerika, sama seperti jaguar dan tidak hidup di Afrika dan Asia, tempat singa modern tinggal.

Dari keseluruhan fosil menunjukan bahwa tengkorak singa Amerika memiliki kemiripan dengan tengkorak singa modern. Dan, perbandingan genetik keduanya juga menunjukan bahwa singa Amerika lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan singa.

Singa Amerika hidup berdampingan dengan smilodon, sejenis harimau bertaring tajam. Kedua hewan ini mempunyai pola makan berburu yang berbeda dari harimau prasejarah. Singa Amerika lebih cerdas dibandingkan dengan smilodon.

Pada masa itu hewan predator lain di Amerika yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari singa Amerika adalah beruang muka pendek (Arctodus simus).

Karena ukuran singa Amerika yang besar, hewan ini diperkirakan sanggup memangsa hewan bertubuh besar seperti mammoth muda, bison, tapir, unta dari jenis Camelophs hesternus dan binatang herbivora lainnya.

2. Liger di Kebun Binatang Irlandia

Liger di Kebun Binatang IrlandiaSumber: ligerworld.com

Singa terbesar kedua yang pernah tercatat pernah hidup di dunia beratnya mencapai kurang lebih 375 kg, ukuran yang sangat besar bagi singa. Singa raksasa ini ditemukan di Dublin, Irlandia pada pada tahun 1959 dan diyakini mempunyai panjang 10 kaki dan tampak sangat besar.

Akan tetapi, ukuran tak normal dari singa ini mungkin saja bertambah. Sumber dari internet menjelaskan bahwa ia menderita penyakit yang menyebabkan ia terus mengalami penambahan berat. Terlepas dari dugaan tersebut, belum ada data valid mengenai singa besar yang mendiami kebun binatang Dublin ini.

Pada tahun 2009 satu kanal Youtube menyiarkan sebuah video mengenai seekor singa yang beratnya mencapai 400 kg. Sekilas dia terlihat seperti singa hibrida atau Ligers (lion x tiger). Pemiliknya mengklaim bahwa singa yang mereka miliki bobotnya mendekati 450 kg.

Singa raksasa ini tidak punya rambut tebal di sekitar leher seperti kebanyakan singa lainnya. Menurut pembawa berita di acara tersebut, kedua singa ini telah dikebiri sejak lahir. Jadi pengebirian diduga menjadi penyebab utama singa ini tumbuh sangat besar.

Jika kita menerima validasi data dari video ini kedua singa tersebut akan menyandang predikat sebagai singa terbesar yang pernah tercatat di dunia.

3. Singa Afrika

Singa AfrikaSumber: theconversation.com

Sebelumnya, tahun 1936 di Afrika ditemukan singa dengan bobot yang besar pula. Singa jantan ini mendiami wilayah Transval Afrika Selatan. Singa seberat 313 kg ini disebut-sebut sebagai singa paling besar yang berada di alam liar.

Singa tersebut adalah singa yang dapat memangsa manusia, karena beratnya yang sangat besar. Dikarenakan ukurannya yang sangat besar, singa afrika dikhawatirkan dapat memangsa penduduk lokal. Oleh sebab itu tidak ada pilihan lain kecuali membunuh singa ini.

Seorang pemburu singa terkenal, Lenox Anderson membunuh singa ini pada tahun 1936. Kejadian tersebut terjadi beberapa waktu yang lalu dan hal tersebut dicatat sebagai kejadian menarik di abad ke-20. Apalagi, di zaman modern ini tidak ada singa terbesar di alam liar yang beratnya mendekati 313 kg.

Baca juga: Mirip, Ini Dia 7 Perbedaan Anjing Laut dan Singa Laut

4. Mufasa, Singa Jantan Dari Amerika

Mufasa, Singa Jantan Dari AmerikaSumber: kstp.com

Seekor singa jantan dengan berat super besar ditemukan pula di penangkaran hewan di Monatana Amerika Serikat. Singa raksasa tersebut pernah diulas di dalam ABC News. Sayangnya, singa ini tidak pernah diekspos di dunia luas. Namun, tetap bisa dipastikan bila ia merupakan singa besar ini adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Media pun mengakui bahwa singa Mufasa merupakan salah satu yang terbesar di masa ini. Faktanya tidak ada badan pemerintah di dunia yang mengukur singa terbesar setiap tahun di seluruh dunia.

Tahun 2006 dan 2013 lalu, singa Hercules mendapat predikat sebagai singa terbesar di dunia berdasarkan Guiness Record of The World. Namun, pengukuran ini tidak spesifik untuk ukuran singa, melainkan bersifat umum.

Akan tetapi, di alam liar, berat badan melebihi 200 kg tidak diharapkan dialami oleh singa. Ada satu pepatah yang menyatakan bahwa di alam liar tersebut hanya yang kuat yang dapat bertahan hidup. Oleh karena itu berat yang tidak normal dapat menghambat keberlangsungan hidup singa.

Singa yang beratnya lebih dari 200 kg akan menjadi lambat dan kurang tangkas dalam berburu. Dengan begitu ia tidak akan mampu bertahan hidup. Singa di Afrika bertahan hidup dengan membentuk kawanan yang terdiri dari tiga singa jantan dengan rasa bangga dibandingkan hidup seorang diri.

Secara alamiah, ukuran besar dan bobot yang berat tidak diharapkan dimiliki oleh singa. Seorang singa jantan yang sendirian mungkin perlu memiliki ukuran yang besar untuk mempertahankan wilayah kekuasannya dari singa yang menjadi musuhnya.

Ukuran normal singa dewasa adalah berkisar 222 kg-240 kg. ini adalah berat ideal bagi singa untuk hidup dan bertahan hidup di kawasan Afrika. Sementara ukuran panjang normal singa berkisar 8-9 kaki dengan panjang leher 36 inci.

Bagi singa, ukuran-ukuran tersebut adalah ukuran terbaik untuk menjadi predator utama di Afrika yang mampu mendominasi binatang lain. Ingat, jika singa terlalu besar dan berat bisa terbukti kontraproduktif bagi hewan buas ini mengingat kondisi sabana Afrika yang luas membentang.

5. Hercules, Singa Hibrida di Carolina Selatan

Hercules, Singa Hibrida di Carolina SelatanSumber: huffpost.com

Kucing terbesar lainnya yang pernah tercatat rekor dunia adalah seekor singa jantan dewasa yang diberi nama Hercules. Ia adalah jenis singa hibrida (singa x harimau) atau yang disebut liger. Saat ini ia ditempatkan di Myrtle Beach Safari, sebuah konservasi satwa liar di Carolina Selatan, Amerika Serikat.

Singa hibrida Hercules memiliki panjang 3,33 meter, dan tinggi 1,25 meter dan berat 418 kg. singa Hercules setiap hari mengkonsumsi 13,6 kg daging sehari, setara dengan balita berusia 2 tahun dan meminum beberapa liter air.

Singa Hercules mempunyai saudara yang sedikit lebih tinggi tapi ia lebih ringan. Namanya Sinbad. Ia punya empat keponakan yang masing-masing lahir tahun 2014, Yeti, Odin, Sampson dan Apollo. Keempat singa ini adalah liger terbesar pertama yang lahir dan Yeti adalah singa yang paling besar.

6. Singa Barbary

Singa BarbarySumber: downtoearth.org.in

Dalam catatan pemburuan abad ke-19, singa Barbary diklaim merupakan singa terbesar dengan berat 270 kg-300 kg. Sayangnya, data yang ada masih belum bisa dijadikan data yang valid, sebab fakta di lapangan menunjukan bahwa singa Barbary di penangkaran jauh lebih kecil ukurannya tapi kondisinya tidak baik.

Diduga karena perawatannya yang tidak baik, singa Barbary tidak mencapai ukuran dan berat maksimal layaknya singa Barbary sehat.

Catatan sejarah menyatakan bahwa singa Barbary terakhir dibunuh oleh pemburu Perancis yang berburu di Maroko tahun 1922.

Barbary, atau Atlas atau singa besar dulu berkeliaran di gurun dan gunung-gunung di Afrika Utara, yaitu di sepanjang Maroko sampai ke Mesir, jauh ke daerah Sahara. Barbary, si singa terbesar di dunia dulu dikagumi karena ukuran dan warna rambut tengkuknya yang gelap.

Hewan buas yang menjadi lawan gladiator Roma ini dipamerkan di kebun binatang dan taman Eropa. Bahkan singa Barbary hidup di menara London. Tapi eksploitasi singa Babary sangat menakutkan.

Perburuan oleh orang-orang Roma dengan permainan gladiator mereka telah menghancurkan spesies ini. Orang Arab ikut-ikutan membuat jumlah hewan ini semakin menyusut, dan orang Eropa yang datang pada abad ke 19 memburu binatang ini.

Mereka membunuh binatang ini dan membuat populasinya punah dengan cepat. Sekitar tahun 1901 dan 1910 singa ini sudah tak terlihat lagi. Menjelang tahun 1920 para peneliti Barat berasumsi bahwa singa Barbary telah punah.

Itulah informasi mengenai singa terbesar di dunia. Sebagian memang telah punah dan tinggal catatan sejarahnya saja yang tersisa. Namun, dari catatan tersebut kita mengetahui bahwa ada mahluk mengerikan sekaligus mengagumkan yang pernah hidup beberapa ratus tahun ke belakang. Luar biasa bukan?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram