Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 5 Fakta Dinoponera, Semut Terbesar di Dunia yang Mengerikan

5 Fakta Dinoponera, Semut Terbesar di Dunia yang Mengerikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 4 September 2018

Selama ini semut dianggap sebagai binatang yang lemah dan dapat dibasmi dengan mudah. Anda dapat mematikan semut hanya dengan sekali injak saja. Meskipun terkadang mengganggu kehidupan kita sehari-hari, semut bukanlah hewan yang perlu ditakuti karena semut tidak mengancam nyawa.

Namun, apakah pandangan Anda kepada semut masih sama jika Anda melihat Dinoponera, salah satu spesies semut terbesar di dunia? Semut ini bisa memiliki ukuran 3-4 cm, yang artinya panjang Dinoponera hampir sama dengan kecoak. Kalau Anda adalah tipe orang yang takut terhadap kecoak, apakah Anda punya nyali untuk menghadapi semut raksasa ini?

Meskipun spesies Dinoponera tidak ditemukan di Indonesia, tapi Bacaterus akan membahas fakta seputar semut terbesar di dunia ini. Setidaknya fakta-fakta ini akan membantu Anda untuk berhati-hati dengan semut ini kala Anda berpergian ke habitatnya di Amerika Selatan, seperti negara Brasil, Bolivia, Argentina, dan Paraguay.

5 Fakta Dinoponera, Semut Terbesar di Dunia

1. Bentuk Fisik Semut Terbesar di Dunia

Semut Terbesar di Dunia

Jika Anda berjumpa dengan semut-semut yang biasa berkeliaran di rumah, Anda pasti tidak akan mengamati bentuk tubuhnya terlalu spesifik. Pasalnya, ukuran mereka yang kecil membuat tubuhnya tidak terlihat jelas jika melihat tanpa bantuan mikroskop.

Ketika Anda bertemu dengan dinoponera yang merupakan semut paling besar di dunia, Anda tidak lagi memerlukan mikroskop. Dengan mata telanjang pun kita bisa melihat bentuk tubuh semut terbesar ini dengan sangat jelas.

Bentuk fisik dinoponera terlihat sangat mengerikan. Terdapat bulu-bulu pada tubuh semut ini yang mengingatkan kita pada tarantula. Apalagi ukuran semut ini terbilang tidak lazim, yakni sepanjang 3-4 cm. Bukan hanya ukuran tubuhnya saja, semut ini juga memiliki capit yang tajam seperti taring. Capit ini digunakan dinoponera untuk mengoyak tubuh mangsanya.

Tak hanya memiliki penampilan yang seram, karakteristik tubuh semut ini juga cukup aneh. Bila kita membelah tubuh dinoponera menjadi dua bagian, maka semut ini tidak langsung mati seperti semut-semut lain pada umumnya. Kedua bagian tubuh ini saling “berkelahi” satu sama lain sampai semut ini benar-benar mati. Lama hidup dinoponera setelah tubuhnya dipotong menjadi dua adalah sekitar satu jam.

2. Mampu Memangsa Hewan yang Ukurannya Lebih Besar

Dinoponera

Selama ini kita tahu bahwa semut memang dapat memangsa makanan yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya. Akan tetapi, mangsa tersebut pasti dimakan secara beramai-ramai dengan koloninya. Berbeda dengan dinoponera yang memiliki sifat penyendiri dan tidak terlalu suka membagi makanan dengan kawanannya yang lain.

Semut yang terbesar di dunia ini mampu memangsa hewan yang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dari tubuhnya, seperti tikus atau katak. Tentu saja fakta ini membuat dinoponera semakin terlihat seram.

Apakah dinoponera dapat menggigit manusia? Tentu saja, dengan ukuran tubuhnya yang sebesar kecoak dan capitnya yang sangat tajam, semut ini dapat menggigit manusia yang berada di dekatnya, meskipun Anda tidak akan mati jika hanya digigit sebentar saja.

3. Hanya Mampu Bertahan di Wilayah Beriklim Hangat

semut dinoponera

Salah satu alasan mengapa dinoponera tidak hidup di Indonesia adalah mereka hanya mampu bertahan hidup di wilayah dengan iklim yang hangat. Itulah sebabnya populasi terbesar dari semut ini hanya berada di Amerika Selatan, seperti Peru, Ekuador, Kolombia, Brasil, Guyana, Bolivia, Paraguay, dan Argentina.

Sementara salah satu spesies semut terbesar lainnya, yakni semut peluru, lebih memilih untuk tinggal di hutan hujan yang berada di Nikaragua, Honduras, Brasil, dan Paraguay. Sedangkan salah satu spesies semut yang juga masuk kategori terbesar di dunia, semut tentara, memiliki habitat di Afrika dan Asia.

4. Tidak Mengikuti Sistem Kasta Ratu

Dinoponera 2

Sebagian besar spesies semut yang tersebar di dunia menganut sistem kasta ratu yang khas, di mana semut ratu yang ukurannya lebih besar dianggap sebagai pemimpin sekaligus pabrik untuk berkembang biak. Namun, sistem seperti ini tidak berlaku bagi semut dinoponera.

Di dalam sarang semut dinoponera terdapat beberapa semut jantan yang justru bertugas untuk menyuburkan telur-telur semut. Semut-semut jantan ini berjuang untuk mendominasi koloni-koloni mereka dan membentuk kelompok individu yang terdiri dari satu sampai lima ekor semut yang memiliki hierarki sendiri.

5. Tidak Lebih Besar dari Titanomyrma

Titanomyrma

Saat ini dinoponera tercatat sebagai semut terbesar di dunia. Namun, ternyata jenis semut ini tidak lebih besar dari leluhurnya, Titanomyrma. Fosil dari semut terbesar ini pernah ditemukan di Wyoming.

Ukuran Titanomyrma lebih dari 2 inci atau lebih dari 5 cm. Bahkan, ukuran semut tersebut diklaim sama dengan ukuran burung kolibri modern. Semut ini hidup pada jutaan tahun yang lalu dan saat ini kedudukannya sebagai semut paling besar di dunia tersingkir oleh keberadaan semut dinoponera.

Jenis Semut Terbesar Lainnya

Dinoponera masih memegang gelar sebagai semut paling besar di dunia. Akan tetapi, ternyata ada beberapa spesies semut yang juga masuk dalam kategori terbesar di dunia. Nah, untuk mengatasi rasa penasaran Anda terhadap sejumlah spesies semut terbesar yang ada di dunia, simak ulasan lengkapnya berikut ini:

  • Semut Siafu

Semut Siafu

Dari sekian banyak semut terbesar di dunia, semut siafu juga harus masuk ke dalam kategori terbesar. Ratu semut siafu dapat terus bertumbuh hingga mencapai panjang 5 cm. Sedangkan untuk pejantannya ukuran tubuhnya hanya sepanjang 3 cm. Sekali bertelur, semut ratu dari jenis siafu ini dapat menghasilkan 1-2 juta telur setiap bulannya.

  • Semut Banteng

Semut Banteng

Sama seperti semut siafu, semut banteng juga memiliki ukuran yang cukup besar dibanding jenis-jenis semut pada umumnya. Semut banteng dikenal karena sifatnya yang agresif dan termasuk kanibal. Artinya, semut ini dapat memangsa semut sejenis tanpa ragu-ragu.

Jenis semut banteng ini sangat familiar di Australia. Jika Anda sedang berada di taman, hutan, atau tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi sarang semut banteng sebaiknya Anda tetap hati-hati dan waspada karena gigitan semut banteng dapat membahayakan Anda.

  • Semut Peluru

Semut Peluru

Semut peluru memang serupa tapi tak sama dengan dinoponera. Apalagi ukuran semut ini sangat besar. Dinamakan semut peluru karena sengatan semut ini hampir sama seperti peluru yang menembus kulit Anda. Selain terkenal karena gigitannya, penampilan semut peluru ini juga menyeramkan ditambah dengan adanya bulu-bulu di kaki dan semut peluru yang menimbulkan kesan gahar dan bikin ngeri.

Fakta mengenai semut terbesar di dunia ini telah dibahas satu persatu. Jadi, jika saat ini Anda berpikir bahwa semut rangrang lah yang terbesar, Anda salah. Dinoponera adalah semut terbesar di muka bumi yang gigitannya dapat membahayakan Anda.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment