Rumor Bullying Drama The Glory (2022), Apakah Kisahnya Nyata?

Ditulis oleh Desi Puji Lestari

Popularitas drama Song Hye Kyo terbaru yang ditulis Kim Eun Sook, The Glory (2022), meroket di antara drama Korea lainnya. Isu mengenai bullying tampaknya masih ampuh menjadi magnet berkekuatan besar untuk memikat para penonton drama Korea.

Setelah heboh dengan Weak Hero Class 1 (2022), giliran The Glory (2022) yang mendapat perhatian. Kesuksesan The Glory (2022) diiringi dengan kehebohan yang menyebutkan bahwa adegan kekerasan atau bullying di dalam ceritanya, terinspirasi berdasarkan kisah nyata.

Tindak kekerasan yang dialami Moon Dong Eun disebut-sebut pernah terjadi pada kehidupan nyata milik seseorang di Korea Selatan sana.

Rumor Bullying Drama The Glory (2022)

Kesadisan adegan kekerasan dalam drama ini memang menyakitkan sampai-sampai rasanya sulit membayangkan jika siksaan seperti itu dialami sungguhan oleh seseorang. Rumor bullying The Glory (2022) pun dengan cepat menyebar dan dipercayai banyak penontonnya, tetapi bagaimana dengan keasliannya? 

Benarkah Kim Eun Sook menulis drama ini berdasarkan kisah perundungan yang pernah benar-benar terjadi? Sebelum mengetahui jawabannya, terdapat setidaknya dua versi cerita bullying yang disebut-sebut atau diduga menjadi kisah di balik kekejaman yang diterima Moon Dong Eun.

Ingin tahu kisah nyata yang dimaksud? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini!

1. Kisah Mr. Park Tahun 2020

Rumor Bullying Drama The Glory_Kisah Mr. Park Tahun 2020_

Penyiksaan yang dilakukan Park Yeon Jin dan kawan-kawan terhadap Moon Dong Eun sangat kejam. Hampir semua bagian tubuh Dong Eun penuh luka bakar akibat iron hair yang ditempelkan oleh Yeon Jin dan kawan-kawan.

Melihat kekerasan yang diterima Dong Eun, terbayang sakit dan perihnya sampai-sampai kamu mungkin penasaran, benarkah ada orang setega itu menyiksa orang lain? 

Dilansir dari situs koreaboo, penyiksaan serupa seperti yang diterima Moon Dong Eun pernah terjadi di Korea Selatan tahun 2020 lalu. Menurut laporan dari SBS perundungan keji tersebut terjadi pada seorang pemuda bernama Mr. Park tahun 2020 lalu. Pemuda berusia 22 tahun itu disiksa dengan cara dibakar. 

Para pelaku mengklaim tindakan keji tersebut sebagai lelucon yang sengaja dilakukan untuk merayakan hari ulang tahun Mr. Park.

Semua bermula ketika Mr. Park menerima telepon dari kenalan-kenalannya untuk merayakan ulang tahun bersama mereka. Dia kemudian diseret secara paksa ke area tanah kosong lalu diikat di kursi. 

Wajah Mr. Park ditutupi kain lalu para pelaku menyiramkan bensin ke seluruh tubuhnya. Mereka lantas mulai menyalakan kembang api di kedua lutut Mr. Park hingga kembang api meledak dan tubuh pemuda malang itu pun terbakar.

Akibat penyiksaan itu, Mr. Park menderita luka bakar tingkat tiga hingga 40% di tubuhnya. Pihak keluarga harus menanggung biaya perawatan sampai lebih dari 100 juta KRW. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan uang ganti rugi dari pelaku yang ditujukan untuk penyelesaian masalah.

Peristiwa tragis yang menimpa Mr. Park meninggalkan luka fisik dan mental. Pemuda tersebut bahkan masih mengingat kejadian itu dengan jelas.

Mr. Park yang saat itu merasakan panas dan kesakitan terjatuh dan berguling. Alih-alih menolong, para pelaku terus memerintah Mr. Park untuk terus berguling.

Mr. Park mengaku putus asa dan merasa hampir meninggal saat itu. Ketika dia meminta pelaku menelpon 119 guna meminta pertolongan, mereka juga tidak menggubrisnya.

2. Kisah “J” Tahun 2006

Rumor Bullying Drama The Glory_Kisah “J” Tahun 2006_

Setelah kisah Mr. Park yang pedih dan menyakitkan, rumor lain mengenai kejadian nyata yang diduga ada di balik drama The Glory (2022) menimpa seorang siswa berinisial “J”.  Kisah ini merebak di antara netizen Korea di sebuah forum online karena memiliki kemiripan dengan adegan penyiksaan di The Glory. 

Penyiksaan keji seperti yang dialami Moon Dong Eun itu menurut berbagai sumber terjadi tahun 2006 lalu.

Disebutkan bahwa “J” adalah salah satu murid di sekolah menengah khusus putri di Cheongju, Korea Selatan. Dia mengalami tindak kekerasan dan intimidasi selama bersekolah dari sekelompok teman sekelasnya yang dipimpin oleh seseorang berinisial “K”. 

Suatu hari, “J” terlambat datang saat “K” memanggilnya. Hal itu membuat “K” marah dan secara brutal membakar lengan “J” menggunakan iron hair. Pelaku juga mencakar dada “J” menggunakan jepit rambut.

Gak hanya itu, “K” dan kelompoknya juga mengambil uang milik “J” sebagai hukuman. Menurut beberapa sumber, “K” akhirnya ditangkap atas tindakan penyiksaan dan intimidasi. 

3. Kim Eun Sook Terinspirasi dari Pertanyaan Putrinya

Kim Eun Sook Terinspirasi dari Pertanyaan Putrinya__

Dua rumor terkait cerita nyata di balik penyiksaan di drama The Glory (2022) di atas, kebenarannya masih belum dikonfirmasi oleh penulis. Kim Eun Sook malah punya cerita lain di balik proses penulisan drama ini. Semua berawal dari pertanyaan yang diajukan putrinya yang duduk di kelas 11. 

Putrinya membahas kekerasan yang terjadi di sekolah dengan Eun Sook. Esoknya dia bertanya: manakah yang membuat sang ibu lebih sakit? Dia yang memukul orang lain sampai mati atau dia yang dipukul oleh orang lain sampai mati?

Pertanyaan itu seketika memberi Kim Eun Sook banyak ide, sehingga langsung menyalakan laptopnya untuk mulai menulis.

Setelah itu, Eun Sook juga mulai membaca banyak unggahan cerita dari para korban bullying dankekerasan di sekolah. Dari cerita-cerita yang dia baca, Eun Sook menyadari bahwa para korban menginginkan permintaan maaf yang tulus, bukan sekadar kompensasi. 

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram