bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Words Bubble Up Like Soda Pop (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 30 Agustus 2021

Smile adalah seorang gadis yang ceria. Dia vlogger yang banyak menginspirasi alias influencer terkenal. Namun, di balik sikapnya yang terlihat selalu positif, Smile punya masalah kepercayaan diri. Dia minder dengan bentuk giginya hingga selalu memakai masker. Suatu hari secara tak sengaja dia bersinggungan dengan pemuda pemalu bernama Cherry.

Cherry bekerja di sebuah day service yang bantu menjaga para orang tua. Dia kesulitan berkomunikasi dengan orang baru dan lebih suka menyendiri dengan Haiku-nya.

Keduanya terlibat dalam satu ‘misi, menemukan sebuah piringan hitam penuh kenangan. Berhasilkah Smile dan Cherry dalam misi tersebut? Words Bubble Up Like Soda Pop (2020) akan menjawabnya untukmu tapi sebelum itu mari simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

Words Bubble Up Like Soda Pop (2020)_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Anime, Comedy, Drama
  • Produksi: Signal. MD, Sublimation
  • Sutradara: Kyouhei Ishiguro
  • Pengisi Suara: Somegorou Ichikawa, Hana Sugisaki, Megumi Han, Natsuki Hanae

Anime ini dibuka dengan memperlihatkan seorang pemuda bernama Cherry tampak mem-posting Haiku ke media sosialnya sambil bersiap-siap berangkat kerja. Haiku tersebut berbunyi,“Far across the sky above the green rice paddies is the dwindling sun.”

Di tempat lain seorang gadis berkawat gigi bernama Smile, terlihat tidak percaya diri dengan bentuk giginya. Dia menyiasati itu dengan menutupinya menggunakan masker.

Cerita berlanjut ketika Cherry menemukan Mr. Fujiyama yang pergi dari day service. Cherry lalu mengajaknya pulang. Hari itu Sabtu 20 Juli di Nouvelle Mall Smile memeriksakan giginya ke Tama Dental Clinic yang ada di sana. Selesai pemeriksaan, Smile kembali memakai maskernya dan mulai membuat vlog.

Smile punya banyak pengikut di media sosial. Dia tergabung dalam OrangeSunShine. Saat dirinya melakukan live, ada banyak orang bergabung dan menyaksikan. Smile begitu ceria serta bersemangat meminta orang untuk tersenyum. Dia pribadi yang ceria dan seperti tak peduli pada keramaian sekitar saat membuat vlog.

Ketika itu mall sedang ramai pengunjung sebab liburan musim panas telah tiba, tapi Smile terus merekam dan bicara pada kamera sambil memperlihatkan barang-barang lucu yang ditemukan. Dari ruang kontrol, petugas keamanan dan manager mall memeriksa cctv di setiap lantai. Keduanya histeris ketika mendapati Beaver lagi-lagi membuat kekacauan.

Kehadirannya sudah ditunggu oleh pihak keamanan mall tapi dia berhasil kabur dengan lincah. Saat pihak keamanan masih terus mengejar Beaver, Cherry asyik menonton para bayi berlomba merangkak. Pemuda itu terlihat terobsesi dengan Haiku sehingga setiap menemukan satu kata atau frasa yang menarik, dia langsung menguliknya.

Perlombaan merangkak tersebut ternyata juga menarik perhatian Smile. Gadis itu lalu menghampiri keramaian yang sedang berlangsung sambil terus on camera. Dia berdiri tepat di samping Cherry. Saat keduanya asyik dengan kesibukan masing-masing, Beaver lari ke arah mereka dengan cepat hingga Cherry dan Smile ambruk.

Saat berhadap-hadapan dengan Cherry, mendadak masker Smile copot. Giginya yang berkawat pun terlihat dan menarik perhatian Cherry. Sadar akan hal tersebut Smile buru-buru berdiri dan kabur sambil menutupi gigi.

Dia malu dan salah tingkah sampai keliru mengambil ponsel milik Cherry. Sementara itu Cherry tanpa sadar memasukkan ponsel milik Smile sembari terus-menerus mengulang kata braces.

Cherry yang bekerja di day service di mall tersebut akhirnya kembali ke pekerjaannya setelah beberapa lama pergi untuk mencari dan menjemput Tuan Fujiyama yang pergi. Day service tempatnya bekerja merupakan sarana penitipan para orang tua. Tak lama, cucu Tuan Fujiyama yang dipanggil Toughboy datang menjemput.

Toughboy sendiri sedang mencari Beaver karena remaja tersebut sudah mencoret-coret mobilnya. Pukul lima sore pun tiba dan saatnya Cherry pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Di tempat lain Smile berjalan dengan lesu. Dia tak bisa melupakan kejadian tadi, apalagi Cherry juga terdengar menyebut braces.

Di saat bersamaan Smile baru sadar ponselnya tertukar dengan ponsel dan kamus Haiku milik Cherry; pemuda yang belum dia ketahui namanya. Di mall, Cherry tidak langsung pulang. Dia pergi ke atas bangunan dan menemukan Beaver di sana. Smile akhirnya sampai ke rumah. Gadis bernama asli Yuki itu menarik perhatian sang ayah karena berlari di dalam rumah.

Terang saja karena dia tak sabar menemui Marie untuk minta tolong menemukan ponselnya. Smile tampaknya gugup sampai-sampai tak terpikir untuk menelepon saja sampai Julie memberinya ide tersebut. Mereka bertiga, Smile, Marie dan Julie menelepon ponsel Smile tapi Cherry tak ingin mengangkat sebab gugup.

Beaver yang berani berinisiatif menjawabnya. Kegugupan Cherry bertambah ketika temannya menekan tombol video call. Drama ponsel tertukar ini akhirnya berakhir. Kini, masing-masing sudah mendapatkan ponselnya kembali. Empat hari kemudian day service tempat Cherry bekerja bersama Ms. Miyuki mengadakan acara untuk mencari inspirasi membuat puisi.

Keduanya membawa para orang tua menemukan inspirasi dengan berkeliling mall. Sementara itu, sang atasan tampak kebingungan karena mereka membutuhkan tenaga paruh waktu tambahan. Di tempat lain, selepas makan di sebuah cafe, Marie bingung mengapa Smile menutupi giginya, padahal gigi yang dia miliki adalah ciri khas terbaiknya.

Sejak Smile kecil banyak orang menyukai itu. Sebenarnya, Smile juga tidak terlalu membenci giginya tapi dia lebih nyaman dan percaya diri jika pakai masker. Saat ketiganya sedang berbincang, Cherry beserta rombongan dari day service melintas di depan mereka. Cherry mendadak berhenti tapi tetap fokus pada gadget di tangannya.

Ketiga gadis itu heboh melihat Cherry bersama seorang wanita yang terlihat lebih dewasa. Smile sendiri tak menyangka pemuda yang tampaknya sulit bersosialisasi itu ternyata sudah punya kekasih. Julie mengira bahwa mereka kakak-beradik tapi Marie tak melihat kemiripan di antara keduanya. Smile lalu beranjak dari tempatnya dan diam-diam mengikuti Cherry. Lantas, mengapa Smile melakukan itu? Apa yang ingin dia ketahui tentang Cherry?

Cinta Remaja Antara si Pemalu dan Ceria

Cinta Remaja Antara si Pemalu dan Ceria_

Dirilis pertama kali pada 25 Juli 2020 di acara Shanghai International Film Festival, Words Bubble Up Like Soda Pop (2020) baru bisa dinikmati di bioskop-bioskop di Jepang pada 22 Juli 2021. Pada tanggal yang sama pula anime ini bisa disaksikan di Netflix.

Mengusung genre romantic comedy, ia suguhkan cerita cinta remaja yang manis dan penuh kejutan seperti soda pop. Kamu yang suka anime dengan cerita semacam ini, kemungkinan besar akan betah menontonnya.

Smile dan Cherry menjadi dekat dengan segala kekurangan dan perbedaan kepribadian yang mereka miliki. Smile merupakan seorang gadis yang ceria. Dia terkenal sebagai influencer yang kerap membagikan hal-hal menyenangkan. Namun, siapa sangka di balik sikapnya yang ceria, Smile punya rasa minder yang cukup besar hingga tak mau lepas dari maskernya.

Di sisi lain Cherry adalah seorang pemuda pendiam yang tidak suka bersuara terlalu keras. Dia Haiku enthusiast yang lembut, malu untuk berkomunikasi dengan orang baru dan sayang kedua orang tua.  Penciptaan karakter pada Words Bubble Like Soda Pop (2020) secara keseluruhan harus diakui tidak terlalu baru.

Walau begitu penambahan detail pada dua karakter tersebut cukup segar. Di mana lagi kamu bisa bertemu dengan seorang gadis yang enggan lepas dari masker karena malu dengan keadaan giginya? Di mana juga kamu bisa menyaksikan dia berteman lalu saling jatuh cinta dengan pemuda pemalu pecinta Haiku?

Upaya Menemukan Piringan Hitam Penuh Kenangan

Upaya Menemukan Piringan Hitam Penuh Kenangan_

Masuk dalam nominasi pada penghargaan Mainichi Film Award for Best Animation Film, Words Bubble Up Like Soda Pop (2020) berjalan dengan alur yang terasa lambat. Pengembangan konflik antara dua tokoh utamanya cenderung tanpa kejutan yang berarti, terutama memasuki pertengahan film. Akhir ceritanya pun relatif bisa ditebak.

Beruntung anime ini disertai dengan sub-konflik yang membuat jalan ceritanya terasa jadi lebih emosional. Plot yang mulai membosankan seperti disegarkan oleh konflik Kakek Fujiyama yang mencari piringan hitam penuh kenangan milik mendiang istrinya. Di sini karakter Smile dan Cherry juga dikembangkan dengan apik.

Anime dengan Banyak Haiku

Anime dengan Banyak Haiku_

Selama sekitar 1 jam 30 menit Words Bubble Up Like Soda Pop (2020) juga akan memanjakanmu dengan grafisnya yang tak kalah detail. Warna-warna yang dipilih sangat cerah.

Kamu akan sering melihat warna-warna seperti merah, kuning, biru, hijau, merah muda, atau putih. Dari segi sinematografi, ia pun sama cantiknya. Terutama terdapat beberapa Haiku yang turut ditampilkan sebagai hiasan-hiasan jalan.

Keberadaan Haiku pada anime ini jadi daya tarik yang tak dimiliki anime lain, apalagi jika kamu adalah penyuka karya-karya tulis yang indah, singkat dan berima.

Beberapa Haiku yang ada di sini terdengar manis, dua di antaranya yaitu Haiku yang sempat diucapkan Cherry pada Smile, “Lights in the summer night make a false start in the evening sunset,” atau “Farewell is something that’s not said like the dance of cherry blossoms.”

Secara keseluruhan Words Bubble Up Like Soda Pop (2020) merupakan anime yang menyegarkan mata karena pemilihan warna-warna yang cerah. Saking cerahnya kadang ia terasa berlebihan sampai menyilaukan.

Dari segi cerita, kamu mungkin akan bosan di pertengahan tapi menjelang akhir ia mulai terasa seru lagi walau bagian ending-nya cukup bisa ditebak. Penasaran? Anime ini sudah bisa disaksikan di Netflix sekarang juga!

Words Bubble Up Like Soda Pop
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram