bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Wonder Woman, Gal Gadot Beraksi Sebagai Hero

Diana, putri Amazon dari Themyscira, turun ke medan Perang Dunia I di garis depan hanya untuk satu tujuan, membunuh Ares. Tergabung dalam misi intelijen Inggris, Diana mengerahkan semua kekuatannya untuk menghentikan perang yang keganasannya begitu melukai nuraninya.

Mereka harus menghentikan serangan pasukan Jerman yang akan melepaskan bom gas beracun. Wonder Woman adalah film superhero karya Patty Jenkins yang dirilis oleh Warner Bros Pictures pada 2 Juni 2017.

Kembali menghadirkan Gal Gadot sebagai Wonder Woman setelah berhasil mencuri perhatian di film Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), film ini memutar kembali waktu saat pertama kali superhero wanita ini beraksi.

Menjadi film keempat DC Extended Universe, film ini berhasil tampil dengan kualitas terbaik di segala lini dan menuai banyak pujian. Sebagus apa film yang berhasil menjadi box-office dengan penghasilan sebesar $412 juta ini? Langsung disimak saja review berikut untuk mengetahuinya.

Baca Juga: 10 Film Animasi DC Universe Terbaik Hingga Saat Ini

Sinopsis

sinopsis wonder woman_

Diana, putri dari Queen Hippolyta, selalu mencuri waktu untuk bisa melihat latihan keterampilan perang bangsanya sedari kecil. Sempat tidak diizinkan oleh ibunya, Diana kemudian diperbolehkan untuk dilatih langsung oleh General Antiope. Antipe adalah ksatria Amazon paling handal. Dia juga adalah bibinya Diana.

Sebelum tidur, Hippolyta menceritakan sejarah bangsanya yang merupakan ciptaan Zeus dengan tugas melindungi umat manusia. Ares, sang dewa perang, melakukan pemberontakan dan membunuh semua dewa, kecuali Zeus yang mengerahkan kekuatan terakhirnya untuk menghentikan langkah Ares.

Dalam keadaan sekarat, Zeus menitipkan “god-killer” kepada bangsa Amazon. Beberapa tahun kemudian, Diana sudah tumbuh menjadi wanita muda yang tangkas dalam bertarung.

Suatu hari, dia melihat sebuah pesawat menembus tameng pelindung wilayahnya. Diana langsung berinisiatif menyelamatkan pilotnya yang nyaris tewas tenggelam. Belum sempat bertanya-tanya, pasukan bersenjata masuk pula menembus tameng dan melakukan serangan.

Banyak korban berjatuhan dari pihak Amazon, termasuk Antiope yang tewas karena melindungi Diana dari tembakan senapan musuh.

Diinterogasi dalam ikatan tali laso Hestia, Steve Trevor mengabarkan semua yang dia tahu tentang perang dan posisinya dalam perang tersebut. Mendengar itu semua, Diana memutuskan untuk turut berperang bersama Steve.

Dia mempersenjatai diri dengan tali laso, tameng dan pedang “god-killer”. Kepergiannya dilepas dengan pilu oleh ibunya.

Sampai di London, Steve dan Diana langsung menemui jenderal untuk melaporkan situasi terkini dan temuan buku formula milik Dr. Maru, ilmuwan jahat rekan Jenderal Jerman Erich Ludendorff.

Laporan Steve tidak diacuhkan karena pasukan sekutu sedang mengusahakan gencatan senjata. Bahaya bom gas beracun tidak dipedulikan lagi.

Hal ini membuat Diana geram karena dia dan Steve paham dengan rencana keji Jenderal Ludendorff. Apalagi hanya Diana yang bisa menerjemahkan buku formula yang ditulis dalam bahasa Sumeria itu.

Steve kemudian mengumpulkan rekan-rekannya untuk melaksanakan misi berbahaya. Agen intelijen Maroko Sameer, penembak jitu Skotlandia Charlie dan penyelundup Indian Chief Napi setuju untuk bergabung.

Mereka didukung oleh dana dari Sir Patrick Morgan, anggota dewan perang tertinggi sekutu, secara rahasia.

Sampai di garis depan pertempuran di Belgia, Diana yang terluka nuraninya melihat korban keganasan perang, langsung turun ke No Man’s Land dan berhasil mematahkan lini pertahanan pasukan Jerman.

Diana dan rekan-rekannya, diikuti oleh pasukan sekutu, terus maju dan berhasil membebaskan sebuah desa yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Jerman.

Penduduk desa berterima kasih dan menggelar pesta dimana Diana dan Steve saling jatuh cinta. Keesokan harinya, berdasarkan informasi dari pusat, Jenderal Ludendorff mengadakan pesta di pusat komando Jerman dan mereka langsung menuju kesana.


Steve menyamar sebagai kolonel Jerman dengan maksud menemukan keberadaan bom gas beracun. Diana juga berhasil masuk ke pesta dengan niat membunuh Jenderal Ludendorff yang dianggapnya adalah Ares, sang dewa perang.

Saat Diana hendak membunuhnya, Steve datang menghentikan aksinya. Tiba-tiba, terdengar ledakan bom di desa yang baru saja mereka bebaskan kemarin.

Hati Diana pilu dan menyalahkan Steve yang menghalangi rencananya. Diana langsung melakukan pengejaran ke markas militer Jerman yang diikuti oleh rekan-rekannya.

Diana langsung berhadapan dengan Jenderal Ludendorff yang menggunakan gas ciptaan Dr. Maru sehingga memiliki kekuatan super. Sementara itu, Steve berusaha menghentikan pesawat yang membawa bom gas beracun.

Diana berhasil membunuh Jenderal Ludendorff. Tapi ternyata perang tidak berhenti. Diana kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.

Benarkah Diana telah membunuh Ares? Atau, Jenderal Ludendorff bukan Ares? Berhasilkah Steve menghentikan laju pesawat penuh bom yang mengarah ke London tersebut? Tuntaskan keseruan film ini dengan menontonnya hingga selesai, ya!

Pengalaman Pertama untuk Segalanya

Pengalaman Pertama untuk Segalanya_

Film Wonder Woman memang bukanlah penampilan pertama bagi superhero wanita ini di DC Extended Universe. Dia telah menebar pesonanya ketika hadir di waktu yang tepat untuk membantu Batman dan Superman bertarung melawan Doomsday di film Batman v Superman: Dawn of Justice (2016).

Film ini menggelar origin story Wonder Woman dari awal sebelum kejadian di film tersebut. Kesan pengalaman pertama sangat kental di film berdurasi 2 jam 21 menit ini.

Diana yang sejak kecil hingga dewasa hidup di pulau terasing yang dilindungi oleh tameng milik Zeus hanya dikelilingi oleh para wanita. Kehadiran Steve yang masuk ke wilayah Themyscira adalah pengalaman pertama bagi Diana bertemu seorang pria.

Memiliki niat menghentikan ulah Ares dalam perang, membawanya menuju London. Di sana, Diana pertama kali bertemu dengan manusia lain di luar golongannya.

Diana begitu marah ketika pertama kali dalam hidupnya melihat seorang jenderal yang tidak ikut berperang dan lebih memilih mengorbankan pasukannya.

Gal Gadot berhasil menampilkan ekspresi penasaran dan kekaguman setiap kali dia menemukan hal-hal baru yang belum pernah Diana temui dalam hidupnya. Dia juga sukses menampilkan kejujuran dan keluguan sosok Diana yang baik hati.

Ingat ketika Diana mencicipi es krim di stasiun? Ketika dia merasakan betapa lezatnya makanan itu, dia tidak ragu untuk berkata hal yang baik kepada penjualnya.

Dalam beberapa adegan di London ini, banyak hal lucu yang ditampilkan tapi tidak terjatuh ke dalam kekonyolan. Ini membuktikan betapa bagusnya selera humor Allan Heinberg sebagai penulis naskah.

Saat memasuki medan perang, Diana melihat korban keganasan peperangan yang membuatnya sedih. Kesan kasih sayang yang besar ditunjukkan dengan baik oleh Gal Gadot.

Ketika terjun ke medan perang, dia langsung menampilkan kemampuan tempurnya yang membuat lawannya terpukul mundur. Sangat terasa tumpukan kekesalan yang sudah sampai pada titik didihnya di wajah Gal Gadot.

Dan, ketika bom gas beracun ditembakkan ke desa yang baru saja dibebaskannya, dia sangat sedih karena tidak bisa menyelamatkan para penduduknya.

Intinya, semua yang dipaparkan di film ini adalah pengalaman pertama bagi Diana yang kemudian membentuknya menjadi sosok superhero dengan perasaan kasih sayang yang besar.

Bukan hanya karena dia seorang wanita, tapi didikan dari bangsanya dan pengalaman yang dia temui menempanya menjadi sosok yang seperti itu.

Alur Cerita Ringan untuk Tema yang Berat

Alur Cerita Ringan untuk Tema yang Berat_

Sebenarnya, tema yang diusung di film ini cukup berat, yaitu perang dengan dampak buruknya bagi umat manusia. Kita tahu bersama, bahwa perang tidak memiliki dampak positif dan hanya menampilkan nafsu serta keserakahan manusia akan kekuasaan.

Dalam sejarah umat manusia, yang terkena dampak buruk peperangan adalah manusia itu sendiri. Betapa banyak korban telah berjatuhan dalam catatan merah sejarah panjang umat manusia. Hal ini baru disadari oleh Diana ketika terjun ke medan perang.

Hatinya begitu pilu dan batinnya terasa tercabik melihat para korban perang dari tentara dan warga sipil yang kehilangan apa yang mereka miliki. Hal ini pula membuatnya termotivasi untuk segera menghentikan langkah Ares lebih jauh.

Tema perang dengan intrik politik dan moralitas terpampang nyata di jalan cerita film yang dilarang tayang di kawasan Arab ini.

Ada jenderal yang tidak turun bertempur, ada juga jenderal yang gila perang. Di antara mereka, ada politisi yang ternyata adalah penjelmaan Ares. Dialah dalang dari semua skema perang dalam cerita ini.

Tapi kita dijamin tidak akan merasa kesulitan untuk memahamnya. Semua karena keahlian Patty Jenkins dalam menyajikan alur cerita dengan ritme dan tempo yang tepat.

Diselingi dengan humor dan romantisme dengan porsi yang cukup, membuat kita semakin betah menyimaknya. Dijamin kita tidak akan merasa lelah setelah mengetahui durasi film ini lebih dari 2 jam.

Sinematografi film ini tampil sangat apik. Atmosfer kedamaian dan keindahan Themyscira sangat terasa, meski sebagian besar dibalut oleh CGI. Perubahan perasaan Diana dalam perjuangannya turut mengubah atmosfer film dengan dukungan efek visual yang proporsional.

Dalam satu adegan, saat Hippolyta bercerita tentang sejarah bangsa Amazon, kisah itu digambarkan dengan animasi yang tampak seperti lukisan klasik yang bergerak perlahan. Sungguh unik dan membuat pesan dari kisah itu berhasil tersampaikan dengan baik.

Performa Akting Terbaik Gal Gadot dan Chris Pine

Performa Akting Terbaik Gal Gadot dan Chris Pine_

Apakah menurut kalian Gal Gadot adalah aktris yang pantas memerankan Wonder Woman? Saat kabar terpilihnya dia sebagai Wonder Woman untuk berperan di film Batman v Superman: Dawn of Justice, banyak yang meragukannya dan hanya sedikit yang yakin akan kepantasannya.

Banyak yang menilai bahwa secara fisik Gal Gadot tidak sesuai dengan gambaran Wonder Woman dalam komik, juga pemeran Wonder Woman sebelumnya, yaitu Lynda Carter.

Selama ini, Catherine Zeta-Jones adalah aktris yang dianggap paling tepat untuk memerankan sosok putri dari Amazon tersebut. Tapi proyek Wonder Woman untuknya tidak pernah terealisasi.

Ketika Wonder Woman hadir untuk pertama kali turun bertempur di sisi Batman dan Superman, pesona dan kharisma Gal Gadot begitu bersinar dan berhasil membius kita saat menyaksikannya.

Sejak itu, tidak ada lagi yang meragukan kepantasannya memerankan sosok putri dari Zeus ini. Dan, di film ini, kharismanya lebih terpancar karena dia adalah poros utama jalan ceritanya.

Pesona Gal Gadot diimbangi dengan akting memukau dari Chris Pine. Karakter Steve yang selalu berada dalam kebingungan dalam mengungkapkan apa yang dia tahu kepada Diana, dibawakan dengan sangat baik oleh Pine.

Lihat saja betapa kikuknya dia saat menjelaskan konsep pernikahan kepada Diana di atas perahu. Juga saat menjelaskan arti perang dan politik yang belum pernah Diana temui.

Tapi ketika mengungkapkan cinta, tidak ada keraguan baginya untuk menyampaikannya sesaat sebelum lepas landas dengan pesawat penuh bom. Chemistry mereka sangat padu dan berhasil mengaduk-aduk perasaan kita.

Sesaat kita tersenyum karena keluguan Diana, saat lain kita dibuat kesal ketika terjadi kesalahpahaman, dan diakhiri dengan perasaan sedih karena kehilangan sosok yang dicintai.

Wonder Woman menjadi sebuah film superhero yang lengkap. Hadir tidak sekelam film-film superhero DC lainnya, tidak membuat film ini memiliki nuansa yang beda.

Adegan action-nya sangat seru, mampu membuat kita bertepuk tangan setiap kali Diana berhasil melumpuhkan lawannya. Kombinasi visualisasi yang cepat dan slow-motion meninggalkan kesan yang berarti bagi kita.

Twist dalam ceritanya juga cukup mengejutkan, meski nyaris terbaca oleh kita. Banyak yang menganggap bahwa film ini masih menjadi film terbaik dari DC Extended Universe, dan hal ini sangat tepat.

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk melewatkan film ini, terutama bagi kalian fans sejati superhero DC Comics. Selamat menyaksikan!

Wonder Woman
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram