Bacaterus / Review Film Indonesia / Review & Sinopsis Wedding Agreement, Drama Pernikahan

Review & Sinopsis Wedding Agreement, Drama Pernikahan

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pernikahan merupakan momen yang indah dan membahagiakan terutama bagi kedua pasangan yang pada akhirnya bersanding di pelaminan. Pernikahan menjadi gerbang kehidupan baru dan menjadi awal kebahagiaan untuk menjalani hari-hari kedepan bersama pasangan yang kita cintai. Namun bukan kisah indah seperti itu yang bisa kamu tonton dalam film Wedding Agreement.

Bagi kamu yang akan menikah atau mungkin baru saja menikah dan membutuhkan rekomendasi tontonan untuk semakin mendekatkan kamu dan pasanganmu, film Wedding Agreement ini bisa menjadi film yang kalian tonton untuk semakin mempererat chemistry antara kamu dan pasangan.

Sinopsis

Wedding Agreement

  • Rilis: 2019
  • Genre: Drama / romance
  • Produksi: Starvision Plus
  • Sutradara: Archie Hekageri
  • Pemeran: Indah Permatasari, Refal Hady

Film Wedding Agreement merupakan sebuah film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Mia Chuz. Cerita Wedding Agreement ini juga sebelumnya telah populer pada situs Wattpad. Film ini bercerita mengenai kehidupan pernikahan yang dijalani oleh Btari Hapsari atau Tari yang diperankan oleh Indah Permatasari dengan Byantara Wicaksana atau Bian yang diperankan oleh Refal Hady.

Film dibuka dengan adegan pernikahan Tari dan Bian.Namun dalam pernikahan itu, Bian tampak terpaksa dan tidak bahagia. Scene kemudian berlanjut ketika Tari dan Bian sudah menjadi suami istri. Di rumah mereka, Bian menyodorkan sebuah surat kontrak pada Tari. Surat tersebut merupakan kontrak pernikahan mereka yang mengatur lama waktu pernikahan serta aturan-aturan dalam rumah tangga.

Rupanya Bian terpaksa menikahi Tari karena ia dijodohkan oleh orang tuanya. Ibunda Bian mengalami sakit keras dan cara Bian untuk membahagiakan ibunya adalah dengan menikahi Tari, gadis yang dipilihkan oleh orang tuanya. Padahal Bian sebenarnya sudah bertunangan dengan Sarah, teman masa kuliahnya yang tidak terlalu disukai oleh orang tua Bian.

Dalam surat kontrak tersebut disebutkan bahwa Bian dan Tari hanya akan menjalani masa pernikahan selama satu tahun saja. Selain itu, dituliskan juga berbagai aturan agar Tari dan Bian mengurus hidup mereka masing-masing. Intinya, Bian hanya menganggap Tari sebagai perempuan yang tinggal satu atap dengannya, namun ia enggan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai suami.

Bian juga tidak menuntut Tari untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang istri. Tari yang kaget dengan hal tersebut mencoba bertahan dengan perlakuan dan sikap Bian yang sama sekali tidak menganggapnya sebagai seorang istri. Tari tetap berusaha menjadi istri yang baik meskipun suaminya sama sekali tidak menganggapnya, bahkan Bian masih berhubungan dengan Sarah.

Meskipun begitu, ada masanya Bian dan Tari tampak romantis dalam acara-acara tertentu. Hal tersebut lama-kelamaan membuat Bian luluh dan jatuh cinta pada Tari. Ia kemudian berniat untuk meninggalkan Sarah dan menerima Tari sebagai istrinya. Namun suatu hari Tari salah paham akan kedatangan Sarah. Tari kemudian benar-benar ingin menggugat cerai Bian di pengadilan agama.

Kisah mereka kemudian berakhir saat Bian menyusul Tari di kereta yang akan membawanya menuju Pengadilan Agama. Bian akhirnya menyatakan bahwa kini ia mencintai Tari, wanita yang telah membuatnya berubah menjadi lebih baik.

Tempo yang Cepat & Konflik Langsung Disajikan di Awal Cerita

Tempo yang Cepat & Konflik Langsung Disajikan di Awal Cerita

Jika biasanya ketika menonton film kita akan disajikan dengan tahapan eksposisi atau pengenalan tokoh terlebih dahulu, maka lain halnya dengan film Wedding Agreement. Di awal scene, penonton langsung disajikan kisah mengenai pernikahan Tari dan Bian dimana Bian tampak tidak bahagia pada momen tersebut. Dari adegan ini, kita bisa langsung tahu mengenai konflik dalam film ini.

Setelah adegan pernikahan, film juga langsung berlanjut dengan adegan saat Bian menyodorkan kontrak pernikahan pada Tari. Maka, kita bisa melihat konflik dalam film ini hanya dari beberapa menit di awal film saja. Ini membuat film Wedding Agreement terasa memiliki tempo cepat yang tidak membuat orang bosan menonton film dengan cerita yang berputar-putar.

Nilai-Nilai Religius yang Diselipkan dengan Ringan

Nilai-Nilai Religius yang Diselipkan dengan Ringan

* sumber: www.sinemareview.com

Meskipun film ini merupakan film bergenre drama atau romance, namun kamu juga bisa melihat adanya unsur-unsur religi yang terselip dalam film ini. NIlai-nilai religi ini diselipkan dalam film dan dikemas dengan nuansa yang ringan sehingga tidak terasa menggurui penonton.

Misalnya saja ketika Tari mengalami banyak masalah dalam perjalanannya ke luar kota ketika tidak mendapatkan izin dari Bian. Di pinggir jalan, Tari menggerutu bahwa ia tidak akan lagi bepergian tanpa seizin suami. Atau adegan ketika Bian dipaksa Tari untuk shalat subuh berjamaah di masjid jika tidak ingin dipakaikan mukena karena shalat di rumah.

Adegan-adegan seperti ini membuat film Wedding Agreement banyak disisipi pesan moral yang berkaitan dengan agama, terutama mengenai hal-hal dalam berumah tangga. Maka, film ini cocok sekali untuk ditonton bagi para pasangan yang baru saja menikah, karena selain bisa menjadi hiburan, film ini juga bisa menjadi sarana untuk kalian mempelajari ilmu-ilmu berumah tangga.

Baca juga: 10 Film Terbaik Tentang Pernikahan yang Sangat Romantis

Chemistry Indah Permatasari dan Refal Hady

Chemistry Indah Permatasari dan Refal Hady

Banyak penonton film ini yang mengaku suka dengan chemistry yang ditampilkan oleh Indah Permatasari dan Refal Hady. Mereka berdua terlihat sangat cocok memerankan tokoh Tari dan Bian yang menjadi suami istri. Banyak penonton yang mengaku baper saat melihat kisah love-hate relationship dari Indah Permatasari dan Refal Hady di film ini.

Dalam film ini, Indah dan Refal juga cukup menguasai peran mereka sebagai orang dewasa yang telah menikah. Padahal dalam film-film sebelumnya, Refal dan Indah lebih sering memerankan tokoh-tokoh muda atau remaja. Dalam film ini, Indah bahkan memerankan tokoh Tari yang dikisahkan sebagai muslimah yang selalu mengenakan hijabnya, bahkan didepan suaminya.

Ria Ricis yang Mencairkan Suasana

Ria Ricis yang Mencairkan Suasana

Selain tokoh Tari dan Bian, ada tokoh pendukung lain yang cukup mencuri perhatian dalam film Wedding Agreement ini. Ia adalah YouTuber Ria Ricis yang berperan sebagai Amy, sahabat Tari yang selalu menjadi tempat curhat ketika Tari mengalami masalah dengan Bian. Dalam film ini, Amy diceritakan sebagai tokoh yang jenaka.

Di berbagai adegan, tokoh Amy yang diperankan oleh Ria Ricis selalu berhasil mengundang gelak tawa dengan tingkah-tingkah dan dialog konyolnya. Peranan Amy ini seolah menjadi pencair suasana dalam film yang banyak menceritakan kisah-kisah sedih dalam pernikahan Bian dan Tari.

Karakter Ria Ricis yang unik memang tampak cocok dengan sosok tokoh Amy. Ini membuat Ria Ricis tampaknya tidak terlalu kesulitan untuk menyatu dengan karakter Amy yang sedikit banyak tampak mirip dengan karakter aslinya sehari-hari.

Pada akhirnya, film Wedding Agreement adalah film yang layak untuk kamu tonton. Dari film ini, kamu bisa banyak belajar bahwa kehidupan pernikahan tidaklah selalu indah. Ada banyak konflik-konflik yang harus kamu hadapi bersama pasangan untuk bisa selalu bersama .  Jadi, siapa disini yang sudah pernah menonton film ini? Bagikan tanggapanmu mengenai film Wedding Agreement ini di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *