Sinopsis dan Review We Couldn’t Become Adults (2021)

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
We Couldn't Become Adults
3
/5

Diadaptasi dari novel Bokutachi wa Minna Otona ni Narenakatta karya Moegara yang dipublikasikan pada 2016. Di Jepang, film ini di rilis pada 5 November 2021. Sedangkan di luar Jepang, film ini dirilis secara resmi di Netflix pada tanggal yang sama.

Film yang ditulis oleh Ryo Takada dan disutradarai oleh Yoshihiro Mori, dengan pemain utama Moriyama Mirai. Untuk versi filmnya ini ada sedikit perbedaan dari cerita aslinya di novel. Di sini, menceritakan kisah romansa dan melankolis dari tokoh utamanya Sato yang mencari arti hidup.

Sinopsis

Review We Couldn’t Become Adults
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Drama, Romance, Life
  • Produksi: C & I Entertainment, Co., Ltd.
  • Sutradara: Yoshihiro Mori
  • Pengisi Suara: Moriyama Mirai

Sato laki-laki berusia 46 tahun, merasa hidupnya membosankan. Lalu ia mulai menelusuri tempat-tempat yang pernah ia datangi pada masa lalu. Lalu terjadilah flashback tentang Sato dengan segudang kenangannya.

Pada tahun 2015, Sato berkumpul di suatu acara pesta tempat Sato bekerja. Di sana ia bertemu dengan seorang wanita bernama Ayaka Iwai yang sempat melakukan pertunjukan menari di acara pesta tersebut. Sato lalu mengajak Ayaka pergi dari acara tersebut menuju ke sebuah hotel. Kemudian Ayaka mengatakan sesuatu yang tidak terduga, ia berkata kalau ia tidak ingin menjadi seperti sekarang.

Tiba-tiba ia menerima sebuah undangan pertemanan di facebook. Saat dilihat, ternyata orang tersebut adalah Kaori, mantan pacarnya. Pulang ke rumah, Sato mendapati kalau Megumi sedang menunggu dirinya. Megumi mengatakan kalau ia datang untuk mengemas barang-barangnya.

Pada tahun 2011, Sato sibuk dengan pekerjaan setelah terjadi sebuah gempa. Saat itu, Megumi menghubungi dirinya untuk bertemu dengan ibunya. Namun setelah bertemu, Sato tidak bisa berlama-lama karena harus mengerjakan pekerjaan yang urgent.

Tahun 2008, Sekiguchi menemui Takayuki Onda, klien perusahaannya. Namun karena klien tersebut bersikap arogan, Sekiguchi lalu memukuli klien tersebut. Ketika kembali ke perusahaan, ia dimarahi habis-habisan oleh bosnya.

Sementara Sato sedang sibuk memeriksa pekerjaan bawahannya dan menyuruhnya untuk memulai pekerjaan tersebut karena tidak sesuai dengan permintaan klien.

Sato lalu berbincang dengan Sekiguchi, Sekiguchi berkata kalau ia akan berhenti dari pekerjaan karena anaknya akan lahir. Kemudian menyuruh Sato untuk melanjutkan membuat novel, karena hal itu adalah yang membuat Sato senang.

Tahun 2000, Sato, Sekiguchi dan beberapa teman lainnya pergi ke sebuah klub. Di sana ia bertemu dengan bartender bernama Su dan menjadi akrab. Tidak hanya dengan Sato, Su juga akrab dengan teman-temannya Sato, sehingga beberapa kali ia datang juga ke bar kecil milik Nanase.

Karena Su sudah mabuk, Nanase menyuruh Sato untuk mengantarkannya pulang. Ketika di tempat tinggal Su, Sato baru mengetahui pekerjaan Su yang tidak hanya seorang bartender tapi juga merupakan seorang pekerja seks.


Suatu ketika Sato mendapati sebuah berita kalau tempat tinggal Su merupakan tempat tinggal yang diberikan secara gratis oleh pemiliknya tapi dengan syarat wanita yang tinggal di sana harus menjadi pekerja seks.

Tahun 1999 di malam tahun baru, Sato sedang bersama Kaori di tempat mereka biasa bertemu dan merasa dunia hanya milik mereka. Sato pernah mengajak Kaori untuk menikah, namun Kaori menyebutkan kalau hal itu sangat biasa.

Tahun 1989, Kaori mengatakan kalau ia akan pergi ke India dan akan segera mengirimkan postcard secepat mungkin ketika sampai di sana. Sato merasa kalau ia sebenarnya tidak terlalu suka dengan pekerjaan yang ia lakukan selama ini.

Tahun 1997, Sato melihat berita kalau Miyazima meninggal dibunuh oleh Mafia yang melarikan diri. Kemudian Sato pergi bersama Kaori ke suatu tempat dan selama diperjalanan mereka bersenang-senang. Sato mengatakan kalau ia berharap bisa berhenti bekerja dan pergi keluar negeri. Kemudian Kaori mengatakan, dimanapun Sato berada ia pasti bisa menemukan inspirasi.

Meskipun sangat sibuk dengan pekerjaannya, bertemu dengan Kaori adalah hal yang membahagiakan bagi dirinya. Pergi melakukan jalan-jalan bersama, makan bersama dan melakukan berbagai kegiatan lainnya yang menyenangkan bersama adalah saat-saat yang membahagiakan bagi mereka.

Tahun 1996, ketika sedang bekerja untuk mengantarkan pesanan dari klien, Sato mengalami kecelakaan tunggal. Ia dibantu oleh salah seorang anggota Yakuza bernama Miyajima.

Pergi bertemu kembali dengan Kaori, Sato mengatakan kalau ia takut akan terus menerus melakukan pekerjaannya yang sekarang. Kaori memberikan semangat kepada Sato dan menyarankannya untuk mencoba menulis novel. Kaori mengatakan kalau Sato akan baik-baik saja, karena ia menyenangkan.

Tahun 1995, bekerja di sebuah pabrik kue bersama Nanase. Nanase meminta Sato untuk datang ke teater untuk melihat pertunjukannya sekali saja, di sana Nanase berperan menjadi seorang wanita. Kemudian ketika istirahat, Nanase membacakan sebuah tulisan pena di majalah, tulisan dengan nama pena ‘Inu-ara’ membuat Sato tertarik.

Sato mengirimkan sebuah surat kepada penulis pena ‘Inu-kyara’ dan mendapatkan sebuah balasan. Lalu Sato dan Inu-kyara mulai saling mengirimkan surat karena mereka sama-sama menyukai seorang penyanyi bernama Ozawa Kenji. Hingga suatu ketika mereka janji untuk bertemu disuatu tempat dan saling membawa tas bertuliskan ‘wave’ sebagai sebuah tanda pengenalnya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram