bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Warm Bodies, Kisah Manusia dan Zombie

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 10 September 2021

Warm Bodies adalah sebuah film komedi romantis horor yang cukup unik karena kisah asmaranya terjadi diantara seorang perempuan dengan zombie laki-laki. Film ini sendiri sebenarnya merupakan hasil adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Isaac Marion di tahun 2010 silam.

Film Warm Bodies dibintangi oleh Teresa Palmer sebagai Julie Grigio, dan Nicholas Hoult yang berperan menjadi zombie bernama R. Film ini menerima respon yang cukup baik dengan meraih pendapatan box office sebanyak 117 juta dollar di seluruh dunia.

Warm Bodies juga berhasil masuk 4 nominasi di ajang Teen Choice Awards untuk kategori Choice Movie: Comedy, dan Choice Movie: Romance. Selain itu, Hoult pun ikut dinominasikan dalam kategori Choice Movie Actor: Comedy, Choice Movie Actor: Romance, dan ia pun berhasil memenangkan Choice Movie Breakout.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2013
  • Genre: Comedy, Romantic, Horror
  • Rumah produksi: Make Movies dan Mandeville Films
  • Sutradara: Jonathan Levine
  • Pemeran Utama: Nicholas Hoult, Teresa Palmer, Rob Corddry, Dave Franco, Lio Tipton

Kiamat zombie membuat kondisi di seluruh wilayah Amerika Serikat menjadi berbahaya karena sebagian penduduknya telah berubah menjadi mayat hidup pemakan manusia. Sementara itu, seorang zombie bernama R bersama dengan sahabatnya, M, dan yang lainnya selalu menghabiskan waktu di sebuah bandara sebagai markas besar mereka.

Layaknya seperti zombie, R tidak mempunyai detak jantung, dan ia selalu membutuhkan daging manusia, terutama bagian otaknya. R kerap memakan otak manusia karena dengan itu ia serasa “hidup” lewat memori mereka yang tersimpan di dalam otak.

Saat R dan kawanannya sedang berburu makanan, mereka bertemu dengan sekelompok manusia hidup, yang terdiri dari Julie, Perry beserta teman-temannya.

Julie, dan yang lainnya ternyata sedang mencari kebutuhan medis untuk persediaan kelompoknya yang tinggal di sebuah wilayah berdinding. Ketika R melihat Julie, disaat itu juga jantungnya mulai berdetak untuk pertama kalinya. Perry lalu menembaki tubuh R dengan senjatanya, tetapi serangan itu tidak mempan kepadanya.

R kemudian membunuh Perry tanpa sepengetahuan dari Julie. Ia memakan otaknya, dan saat mengetahui isi memori Perry, R malah semakin tertarik terhadap Julie. R selanjutnya menyelamatkan Julie dengan membaluri wajahnya dengan darah zombie supaya aroma tubuh manusia tidak tercium oleh kawanannya.

Setelah lepas dari kawanannya, R membawa Julie ke tempat tinggalnya di sebuah pesawat terbang agar dia tetap aman. Awalnya Julie merasa takut kepada R, namun ia mulai mempercayainya setelah R menyelamatkan nyawanya. R mengatakan kepada Julie bahwa kondisi masih belum aman untuknya, maka ia menyarankan agar Julie tinggal dengannya selama beberapa hari.

Lambat laun keduanya saling dekat, dan melakukan segala macam aktivitas mulai dari mendengarkan musik, mengobrol, dan bermain game. Selama menghabiskan waktu dengannya, R mulai merasa hidup kembali, jantungnya terasa berdetak lagi, dan ia pun mulai bisa berkomunikasi walaupun masih terbata-bata.

Singkat cerita, R mengantarkan Julie untuk kembali ke kelompoknya. Di Perjalanan, R akhirnya mengaku bahwa ia membunuh Perry, yang adalah kekasih dari Julie. Karena hal itu, Julie pergi meninggalkan R, yang kembali pulang dengan perasaan patah hati.

Sekembalinya ke kawanannya, R melihat jika M, dan zombie lainnya mulai terasa “hidup” seperti dirinya. Namun di saat itu juga, sekelompok zombie yang lebih kejam bernama Boneys, mulai bermunculan untuk memangsa R beserta kawan-kawannya.

Zombie Unik Pemangsa Otak Manusia

Zombie Unik Pemangsa Otak Manusia

Penggambaran zombie dalam Warm Bodies kurang lebih seperti yang terlihat pada film zombie-zombie klasik. Mereka tidak terlalu gesit dalam pergerakan, meski tetap mematikan, dan mengancam. Zombie di dunia film ini menjadi lebih spesial karena mereka sedikit mampu berkomunikasi dengan kata-kata yang terbatas.

Mereka lebih tertarik untuk memakan otak manusia agar bisa lebih “hidup” lagi dengan merasakan pengalaman memori dari para mangsanya. Hal tersebut agak terlihat nyeleneh pada awalnya, namun akan terasa masuk akal jika kita menonton film ini hingga selesai.

Di sini, para zombie tidak hanya asal memburu saja, namun mereka mengincar salah satu organ penting manusia untuk membuat mereka setidaknya bisa merasakan kembali hidup sebagai manusia.

Lewat penggambaran yang unik seperti itu, tentunya alur ceritanya pun malah semakin menarik untuk diikuti. Kita serasa diajak untuk menikmati setiap menit demi menit hanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan para zombie, dan mengapa R bisa tiba-tiba menyukai Julie, yang adalah seorang manusia.

Semua pertanyaan-pertanyaan itu selanjutnya lumayan dijelaskan secara proposional selama 90 menit film ini berjalan. Walaupun masih ada hal-hal yang janggal, dan kurang mendalam, toh film ini juga hanya sebuah komedi romantis belaka, yang kebetulan mempunyai tema kisah cinta unik antara manusia dan zombie.

Warm Bodies bisa dibilang juga menjadi salah satu film bertemakan zombie yang terlihat segar lewat premis cerita yang ditawarkannya.

Pemainnya Tampil Solid dan Sajian Soundtrack yang Manis

Pemainnya Tampil Solid dan Sajian Soundtrack yang Manis

Sebagai salah satu karakter utamanya, Zombie R rasanya tidak memiliki latar belakang cerita masa lalu saat dirinya masih menjadi manusia. Film ini justru mempunyai sudut pandang lain dengan secara khusus mengisahkan memori Perry, yang otaknya telah dimakan oleh R. Oleh karena itu, kita bakal melihat perjalanan hidup Perry dari kecil, dan hubungan asmaranya dengan Julie.

Memori dari Perry yang dirasakan oleh R kemudian menjadi salah satu pemicu dirinya tertarik kepada Julie hingga benar-benar menyukainya. Zombie bernama R tersebut diperankan oleh aktor Nicholas Hoult, dan sepanjang film ini ia memerankan karakternya itu dengan terampil, baik sebagai zombie maupun saat dirinya berubah menjadi manusia kembali.

R ternyata memiliki teman baik zombie bernama M, yang diperankan oleh aktor Rob Corddry. Ia tampil cukup apik menjadi kawan sejati bagi R, dan ia bisa terlihat sangat sangar ketika bertemu manusia untuk memakan daging-daging mereka.

Sementara itu, Teresa Palmer, yang berperan menjadi Julie, tampil begitu meyakinkan sebagai sosok perempuan tangguh, namun berhati lembut ketika jatuh cinta dengan R.

Terlepas dari ketiganya, pemain-pemain pendukung lainnya seperti Dave Franco (Perry), John Malkovich sebagai ayahnya Julie bernama Kolonel Grigio, serta Lio Tipton yang menjadi sahabat baiknya Julie, Nora, bermain sangat solid, dan membuat keseluruhan jalan cerita jadi lebih seru lagi.

Selain itu juga, salah satu yang paling menarik di film ini adalah latar belakang musik atau soundtrack yang dihadirkan sangat enak untuk didengar. Lagu Hungry Heart dari Bruce Springsteen, Missing You dari John Waite hingga Patience milik Guns n’ Roses bakal menemani kita selama menonton film Warm Bodies ini.

Film Zombie yang Lebih “Manusiawi”

Film Zombie yang Lebih “Manusiawi”

Shaun of the Dead (2004), dan Zombieland (2009) bisa dibilang menjadi salah satu film bertemakan zombie yang cukup nyeleneh, dan ugal-ugalan juga. Kedua film itu pada masanya menjadi film yang cukup sukses, dan membuat terobosan segar terhadap gaya penceritaan serta penggambaran mayat hidup sebagai makhluk menyeramkan pemakan manusia.

Keberhasilan dalam menarik perhatian penonton dari kedua film tersebut rasanya terjadi juga dengan film Warm Bodies. Film ini memiliki citarasa yang unik, baik dari segi premis cerita komedi romantis horornya, maupun penggambaran para zombienya.

Ceritanya juga terasa lebih menggigit karena adanya sekelompok zombie yang lebih kejam bernama Boneys, yang kemudian menjadi ancaman sesungguhnya.

Film ini juga sebenarnya menawarkan visual sinematografi yang dibilang biasa saja. Visualnya tidak terlalu buruk, namun dirasa cukup untuk menunjang segala aspek pemandangan “kiamat zombie” di Bumi. Kesederhanaan itu pada akhirnya ditunjang lewat premis ceritanya yang unik, dan terasa segar untuk dinikmati.

Warm Bodies rasanya menjadi film zombie yang lebih “manusiawi” dari film-film serupa yang pernah ada. Film ini secara nyeleneh membuat simpulan jika zombie R bisa berubah menjadi manusia kembali lewat perasaan cinta yang ia rasakan terhadap Julie.

Sungguh premis cerita yang tidak masuk diakal, namun entah kenapa alur ceritanya membuat kita untuk memberi perhatian lebih agar terus menonton film ini sampai tamat.

Warm Bodies
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram