bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Violet Evergarden: The Movie (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 25 Oktober 2021

Setelah kehilangan Gilbert, Violet menjalani hari-harinya sebagai salah satu boneka penulis surat di kantor pos yang dipimpin Hodgins. Selama itu pula, Violet tak henti menulis surat untuk Gilbert, walau dia sendiri tak tahu apakah Gilbert masih hidup atau tidak.

Hingga sepucuk surat yang dikirim dari pulau terpencil, memberi pencerahan dan sedikit harapan. Apakah Gilbert yang terluka parah dalam perang ternyata masih hidup? Apakah Violet dapat bertemu dengannya dan membalas pernyataan cinta dari sang mayor? Sinopsis dan Review Violet Evergarden: The Movie (2020) berikut ini akan sedikit membocorkannya untukmu! Simak yuk!

Baca juga: Karakter atau Pemain Violet Evergarden: The Movie (2020)

Sinopsis

Sinopsis

Daisy mengetahui kalau neneknya, Anne Magnolia, menerima surat dari ibunya setelah sang ibu tiada berkat boneka penulis surat. Nenek buyut Daisy memerintahkan boneka tersebut menulis dan mengirim surat setiap tahun pada Anne Magnolia. Dulu banyak orang menggunakan jasa boneka itu.

Setelah pemakaman sang nenek, Daisy masih ingin tinggal lebih lama di rumah neneknya. Dia bersikap ketus dan menyalahkan kematian Anna pada ibunya. Saat sendiri Daisy mulai membuka surat-surat milik sang nenek dari nenek buyutnya. Surat yang diterima sang nenek ditulis oleh boneka penulis surat yang terkenal di masanya.

Dia pernah menuliskan surat untuk seorang putri, menulis lirik lagu opera untuk seorang penyanyi terkenal dan menulis naskah drama untuk seorang penulis naskah terkenal. Boneka tersebut bekerja di sebuah perusahaan pos di Leiden tapi berhenti saat usianya 18 tahun. Sejak itu tak ada kabar apa pun tentangnya. Boneka tersebut diketahui bernama Violet Evergarden.

Di masa lalu Mayor Gilbert atau Gil terlihat membela seorang gadis cilik bermata biru yang disebut-sebut sebagai senjata dan alat peperangan. Gil lalu memberinya nama Violet dengan harapan dia dapat tumbuh secantik namanya.

Violet terlihat menyerahkan himne laut kepada dewi laut tahun ini yaitu Ilma Felice. Himne laut ciptaannya dipuji banyak orang. Tak lama Wali Kota Laiden dan istrinya datang menyapa Violet. Boneka tersebut memperkenalkan diri dan membuat wali kota semakin kagum.

Wali kota mengingatkan Violet mengenai karya-larya indah yang sudah dia tulis. Dia juga sedikit menyinggung masa lalu Violet sebagai prajurit hebat. Mendengar semua pujian itu, Violet merasa tidak pantas menerimanya. Di saat hampir bersamaan Erica menyapa Violet.

Erica adalah asisten penulis dari penulis yang pernah memakai jasa Violet. Erica mengundang Violet dan teman-teman yang sedang bersamanya untuk datang melihat latihan drama yang naskahnya ditulis Erica sendiri. Pada malam hari, menggunakan tangan robotnya Violet kembali bekerja. Dia tampak teringat seorang pria yang mengorbankan nyawa untuknya, yang ternyata mencintainya. Seseorang itu adalah Mayor Gilbert.

Kenangan tentang Gil terus melekat di ingatan Violet; apa pun yang dilakukannya, selalu berakhir pada mengingat Gil dan ucapan terakhirnya sebelum meninggal dunia. Dia menuliskan perasaanya itu dalam sebuah surat dan berharap surat tersebut akan sampai pada Gil suatu hari nanti.

Pembangunan menara radio akan segera selesai. Setelah itu semua orang akan punya telepon dan perusahaan pos juga akan mengalami perubahan. Suatu hari pekerjaan sebagai boneka akan dianggap ketinggalan zaman lalu hilang. Violet terlihat mendatangi sebuah makam sambil membawakan bunga. Rupanya itu adalah makam ibunda Gilbert.

Pulang dari sana Violet menerima telepon dari seorang pelanggan yang memintanya bertemu. Ternyata pelanggan yang dia temui adalah seorang anak laki-laki bernama Yuris. Yuris terlihat sedang sakit dan sensitif ketika dijenguk keluarganya. Yuris sampai meminta Violet bersembunyi saat mereka datang.

Yuris rupanya ingin menulis surat untuk kedua orang tua serta adiknya. Dia ingin surat tersebut dibaca setelah dirinya tiada. Yuris lalu meminta Violet menyimpannya lebih dulu setelah menyelesaikannya. Setelah diperiksa uang yang dimiliki Yuris hanya cukup untuk menulis surat pendek, sementara Yuris ingin suratnya dapat membuat kedua orang tua dan adiknya tenang setelah membacanya.

Namun karena ada harga khusus untuk anak-anak dari perusahaannya, Violet bersedia menulis surat itu. Violet mulai mengeluarkan mesin tiknya. Di tempat berbeda Kapten Dietfried, kakak Mayor Gilbert, menemui Letnan Kolonel Hodgins, atasan Violet, di tempat kerja. Sejurus kemudian Violet tiba. Kedatangan Dietfried rupanya untuk mengembalikan pita rambut gadis itu yang terjatuh di pemakaman tadi.

Selain itu Dietfried mengabarkan kalau keluarganya akan menjual kapal yang di dalamnya terdapat banyak buku dan mainan Gilbert saat kecil. Jadi jika Violet menginginkan itu, dia boleh mengambilnya. Gadis tersebut langsung bersemangat. Hodgins lalu menawarkan diri untuk menemaninya tapi Violet menolak. Hodgins khawatir karena Dietfried orang jahat yang memanfaatkan trauma Violet. Lalu apa yang akan ditemukan Violet di kapal tersebut?

Kisah Cinta Pertama Boneka Penulis Surat

Kisah Cinta Pertama Boneka Penulis Surat

Bermula dari rasa penasaran Daisy yang mengetahui bahwa neneknya menerima surat dari nenek buyut melalui jasa Auto Memory Doll, kisah Violet Evergarden mulai dituturkan. Penggalan masa lalu Violet kala diterima dengan tangan terbuka oleh Gil, jadi bagian pembuka yang romantis pada film ini. Terlebih lagi scene ketika Gil terluka hebat dan mengatakan mencintai gadis tersebut sebelum tidak sadarkan diri.

Kenangan yang dimiliki Violet terhadap Gil, tertuang melalui narasi yang cantik ketika karakter tersebut bermonolog setiap menulis surat untuknya. Pengisi suara untuk karakter Violet, Yui Ishikawa patut diapresiasi karena melalui nada bicaranya yang lembut, emosi Violet semakin tersampaikan.

Selama kira-kira 2 jam 19 menit, kita mengikuti perjalanan Violet menjadi boneka penulis surat sekaligus merasakan cinta pertamanya yang mendalam terhadap Gilbert. Dibungkus dengan alur yang terasa lambat, mengikuti kepribadian Violet yang syahdu dan melankolis, emosi-emosi karakter di film animasi ini turut bisa dirasakan. 

Kekuatan Sepucuk Surat

Kekuatan Sepucuk Surat

Berlatar waktu tak lama setelah masa perang usai, surat menjadi primadona alat komunikasi jarak jauh. Dengan setting semacam ini, film animasi Violet Evergarden: The Movie (2020) dengan mudah mendapatkan hati karena membangkitkan memori tentang indahnya berkirim surat sebelum komunikasi lebih mudah.

Dengan sinematografi yang cantik, detail-detail seperti mesin tik, sebuah amplop dengan perekat yang khas, tulisan tangan, tersaji di beberapa bagian. Narasi pada setiap surat berisi kata hati paling jujur juga jadi satu atraksi menarik yang bisa kamu nikmati saat nonton film ini. Semua terasa indah walau sesederhana ucapan maaf dan terima kasih; seperti surat terakhir dari Violet untuk Gilbert, yang akhirnya berhasil melunakkan hati pria itu.

Selain surat cinta dari Violet untuk Gilbert, animasi ini juga memuat cinta dalam sepucuk surat dari anak kecil bernama Yuris. yang meluahkan isi hatinya terhadap kedua orangtua dan adik, sebelum dia tiada. Melalui kata-kata sederhana yang dipilihnya, surat Yuris tetap punya kekuatan untuk sampai pada orang-orang yang dia sayangi. 

Grafis Mengesankan dari Kyoto Animation

Grafis Mengesankan dari Kyoto Animation

Hal paling memanjakan mata dari Violet Evergarden: The Movie (2020) adalah detail grafisnya. Tidak hanya gambar karakter-karakternya yang rinci, melainkan lanskap atau latar tempat yang ada di sana. Kyoto Animation seperti menugaskan tenaga terbaiknya untuk menciptakan suasana yang tampak nyata pada film animasi karya sutradara Taichi Ishidate ini.

Scene ketika hujan turun atau matahari tenggelam, dengan pilihan warna jingga dan kuning yang pas, terasa sangat indah dan nyata. Detail-detail ketika pakaian tertiup angin atau saat Violet menangis dan berkaca-kaca, membuatmu bisa ikut merasakan emosinya. Belum lagi grafis pada bangunan atau latar tempat lain seperti ladang anggur, laut, keramaian sebuah festival, kantor pos tempat Violet bekerja, rebusan air yang mendidih, semuanya mengesankan.

Violet Evergarden: The Movie (2020) adalah tipe film animasi yang mampu memancing emosi hingga berkesan setelah menontonnya. Dukungan grafis dan warna, alur cerita, skrip sampai scoring atau sound effect semakin memosisikannya sebagai salah satu film animasi yang sayang dilewatkan.

Jika kamu butuh healing atau istirahat dari film-film live-action, Violet Evergarden: The Movie (2020) salah satu rekomendasi terbaik. Sudah gak sabar? Ia bisa disaksikan melalui Netflix!

Violet Evergarden: The Movie
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram