Sinopsis & Review Serial Anime Violet Evergarden (2018)

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Violet Evergarden
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Serial anime Violet Evergarden awalnya adalah sebuah novel seri yang ditulis oleh oleh Kana Akatsuki dan diilustrasikan oleh Akiko Takase. Seri novel tersebut kemudian meraih penghargaan utama di ajang Kyoto Animation Award yang kelima di tahun 2014 lalu. Studio animasi Kyoto Animation lalu memproduksi Violet Evergarden ke dalam serial anime dan ditayangkan sejak bulan Januari hingga April 2018.

Cerita anime ini berpusat pada seorang karakter perempuan remaja bernama Violet Evergarden. Setelah tidak lagi menjadi prajurit militer, ia mencoba untuk beradaptasi dengan kehidupan masyarakat, sekaligus berusaha mencari jati diri dan tujuan hidupnya sendiri. Violet kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai Boneka Kenangan Otomatis (Auto Memory Doll) alias menjadi seorang penulis surat untuk orang lain.

Sinopsis

anime-violet-evergarden-1_

Violet merupakan seorang remaja perempuan, dan juga prajurit Tentara Leidenschaftlich. Ia bertugas di bawah komando Mayor Gilbert Bougainvillea, sosok pria yang sangat ia hormati. Saat menjalankan misi berbahaya bersama dengan Gilbert, Violet terluka parah, dan kedua lengannya pun terputus, sedangkan Gilbert keberadaannya tidak diketahui, dan dinyatakan sudah tewas.

Setelah kejadian itu, Violet tidak sadarkan diri dan dirawat di sebuah fasilitas kesehatan. Kedua tangan Violet pun sekarang telah diganti dengan lengan mekanik. Seorang teman lama Mayor Gilbert, Kolonel Claudia Hodgins, lalu menjenguk Violet dan menjelaskan padanya bahwa peperangan telah berakhir. Namun ia tidak memberi tahu Violet tentang apa yang sesungguhnya terjadi kepada Gilbert.

Kolonel Hodgins lalu membawa Violet ke Kota Leiden untuk diadopsi oleh keluarga Evergarden. Akan tetapi, Violet tidak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial dan juga keluarga tersebut karena doktrin militer yang sudah kental tertanam pada dirinya.

Hodgins lalu memutuskan membawa Violet untuk bekerja di tempat usahanya, yakni perusahan pos CH yang bergerak di bidang jasa penulisan surat pribadi, dan pengiriman surat. Violet selanjutnya melihat para perempuan yang dinamai sebagai Boneka Kenangan Otomatis, sedang menulis surat untuk seorang pria yang ingin mengatakan cintanya kepada perempuan yang ia sukai.

Saat melihat mereka, Violet kemudian mulai mengingat bahwa kalimat “Aku mencintaimu” adalah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Mayor Gilbert kepadanya ketika melaksanakan misi berbahaya, yang menyebabkan kedua tangannya putus. Violet lalu memutuskan menjadi seorang Boneka Kenangan Otomatis untuk memahami kata-kata tersebut dengan menulis surat untuk orang lain.

Violet lalu bergabung dengan bagian penulis surat dan bertemu anggota senior, Cattleya, serta dua orang perempuan lainnya bernama Erica, dan Iris. Di bawah arahan Cattleya, Violet secara cepat bisa menggunakan mesin ketik. Namun ia masih tidak bisa untuk memahami emosi orang-orang yang meminta jasanya sebagai penulis surat.

Alhasil, Violet tidak bisa menulis surat romantis, yang akhirnya malah membuat sang klien dan penerimanya salah paham. Iris lalu meminta kepada Hodgins untuk memecatnya, namun Erica membelanya karena sudah mengetahui titik permasalahannya. Hodgins tetap mempertahankannya. Ia kemudian memberikan seragam baru dan sebuah bros yang dulunya diberikan Mayor Gilbert kepada Violet.

Dengan bros tersebut, Violet menjadi lebih semangat dan setuju untuk menghadiri pelatihan sebagai Boneka Kenangan Otomatis. Tetapi di tempat lain, Hodgins mengatakan dengan putus asa kepada Cattleya tentang persahabatannya dengan Gilbert, serta meyakini jika ia sudah tidak ada di dunia ini lagi, dan mungkin tidak akan pernah ditemukan.

Kisah Pilu Mantan Prajurit Pembunuh

anime-violet-evergarden-2_

Episode pembuka dari serial anime Violet Evergarden membawa kita langsung pada situasi pelik layaknya menonton film-film bertemakan perang seperti 1917 (2019) ataupun Dunkirk (2017). Hal itu tidaklah terlalu berlebihan mengingat anime ini menghadirkan visual yang sangat kental dengan nuansa Eropa klasik, terutama gambaran saat Perang Dunia berkecamuk di benua biru tersebut.

Walaupun premis utamanya bukanlah mengenai peperangan yang penuh dengan kesan heroik, Violet Evergarden memiliki konsep cerita yang terbilang cukup unik. Anime ini berfokus pada sosok Violet, seorang “prajurit pembunuh”, yang dimasa mudanya hanya mengenal realitas perang, dan pembunuhan. Ia pun tidak mempunyai kehidupan sosial yang baik seperti seorang gadis remaja pada umumnya.

Setelah perang usai, dan masa-masa kedamaian sudah tiba, Violet langsung kehilangan tujuan hidupnya, sekaligus juga jati dirinya. Karena ia diperlakukan seperti sebuah “senjata”, Violet tidak memiliki perasaan emosional terhadap orang-orang disekitarnya, termasuk kata cinta yang diucapkan oleh Mayor Gilbert kepadanya.

Untuk memahami perasaan cinta, Violet mengambil langkah dengan menjadi seorang Auto Memory Doll di perusahaan pos, dan pelayanan surat milik Kolonel Hodgins. Selepas dari situ, kita pun serasa diajak untuk menyelami sikap dingin, dan kaku, yang dimiliki olehnya. Kita juga perlahan-lahan dapat memahami situasi getir yang harus dihadapi oleh Violet untuk menemukan makna cinta sesungguhnya yang ia cari.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram