bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Vidkill, Film Pembunuhan Karena Cinta?

Ditulis oleh Gerryaldo
Vidkill
2.7
/5

Indonesia kembali kedatangan film baru yang berjudul Vidkill, persembahan dari rumah produksi Max Pictures. Cerita film ini ditulis oleh Elmiria Tamsyarina dan disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan dibintangi oleh beberapa artis seperti Gesya Shandy, Estelle Linden, Shindy Huang dan si tampan Pradikta Wicaksono.

Film berdurasi 82 menit ini menceritakan tentang kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seseorang misterius di sebuah villa tempat dimana para gadis berkumpul untuk merayakan pesta bridal shower salah satu dari mereka. Pesta yang seharusnya menyenangkan berubah jadi perjuangan hidup dan mati. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sinopsis

Vidkill_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Thriller, Action
  • Produksi: Max Pictures
  • Sutradara: Dyan Sunu Prastowo
  • Pemain: Pradikta Wicaksono, Gesya Shandy, Estelle Linden, Shindy Huang

Theo (Pradikta Wicaksono) merupakan seorang pria lajang yang akan segera menikah dengan gadis impiannya, Stella (Estelle Linden). Mereka sudah berpacaran cukup lama dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Dua sahabat baik Stella yakni, Cheryl (Gesya Shandy) dan Kimi (Shindy Huang) akhirnya membuat pesta bridal shower kecil-kecilan untuk Stella.

Acara itu juga dimanfaatkan mereka bertiga untuk liburan karena sudah lebih dari 2 tahun mereka tidak pergi bersama. Mereka memutuskan untuk menyewa sebuah villa mewah di kawasan Puncak, Bogor. Mereka bertiga super antusias karena tidak sabar menghabiskan waktu bersama selama 3 hari dua malam.

Setelah berpamitan pada Theo, Stella, Cheryl dan Kimi akhirnya berangkat ke Bogor. Sesampainya disana, sang pemilik villa tidak ada di tempat; namun mereka mendapatkan sebuah surat dan kunci villa yang mengatakan bahwa sang pemilik villa mengharapkan ketiganya bisa liburan tanpa ada kendala.

Mereka akhirnya masuk ke villa dan mulai bersenang-senang. Stella yang mendapatkan kamar paling luas segera bersih-bersih, namun ia melihat ada bercak darah di wastafel kamar mandinya. Sempat bingung, Stella lantas mencuci bercak darah itu dan segera kembali pada Cheryl dan Kimi yang menunggunya dibawah.

Malam pun tiba, saat mereka selesai bermain kartu. Cheryl dan Kimi lantas mengajak Stella untuk pergi membeli snack di toko terdekat, namun Stella lebih memilih diam di rumah supaya ia bisa menyiapkan acara bbq supaya saat Cheryl dan Kimi pulang, semuanya sudah siap. Cheryl dan Kimi pun pergi meninggalkan Stella sendiri di villa.

Merasa kesepian, Stella pun mencoba video call calon suaminya, Theo, yang ada di Jakarta. Theo sedang bekerja namun Stella tetap minta dirinya untuk menemaninya sampai Cheryl dan Kimi pulang.

Belum lama mereka berbicara, terdengar suara keras di lantai bawah. Stella pikir itu Cheryl dan Kimi, ia lantas meminta izin untuk meninggalkan ponselnya sebentar untuk melihat kebawah.

Saat Stella pergi, terlihat sosok hitam di kamar Stella. Theo yang melihat hal itu segera berteriak memanggil Stella. Theo panik dan segera memberitahu bahwa ada orang di villa selain mereka bertiga.

Awalnya Theo pikir itu guyon namun ancamannya benar. Stella yang diberitahu soal itu mulai takut dan berusaha mencari siapa yang ada di villa selain dirinya.

Tidak ada satu orang pun di villa, ditambah kunci pintu hilang menjebak Stella di dalam, sedangkan semua jendela di villa merupakan jendela mati. Theo segera meminta Stella kembali ke kamar setelah Stella mengaktifkan semua gadgetnya dalam mode video kamera menyala. Ini membuat Theo bisa melihat ke seluruh ruangan di villa sementara Stella bersembunyi.

Saat Stella masuk kamar, Stella tiba-tiba menjerit dan ia hilang dari layar ponsel. Theo berteriak memanggil Stella kembali namun tidak ada jawaban.

Tak lama, Stella ambruk dan tubuhnya diseret. Theo histeris dan langsung menelepon Cheryl dan Kimi meminta mereka untuk pulang melihat keadaan Stella; sedangkan dirinya menelepon polisi.

Theo masih bisa memantau sekitar karena laptop dan satu ponsel milik Stella video kameranya masih aktif. Terlihat polisi datang ke Villa namun belum sempat menggeledah, para polisi itu pun terbunuh membuat Theo makin ketar-ketir. Pasalnya Cheryl dan Kimi sedang menuju ke villa.

Theo pun kembali langsung menghubungi mereka berdua untuk berjaga-jaga sesampainya mereka disana.

Tak lama kemudian Cheryl dan Kimi sampai di villa. Mereka tidak bisa menemukan keberadaan polisi dan Stella. Namun Theo meminta supaya mereka bisa menemukannya. Akhirnya Cheryl dan Kimi memutuskan untuk masuk ke dalam dan berpencar sembari wasada kalau-kalau pelaku pembunuhan itu datang kembali untuk menyerang mereka.

Kimi terlihat masuk ke sebuah ruangan, disana ada mayat bertumpukan. Saat ia membuka penutup kepala salah satu mayat, ternyata pemilik villa sudah tewas bersama dengan para polisi. Namun jasad Stella tidak ditemukan. Begitu Kimi akan keluar dari ruangan tersebut, Kimi diserang dan ditusuk dari belakang hingga ambruk.

Sedangkan Cheryl tidak kalah apes. Ia berusaha untuk pergi ke kamar Stella namun disana tidak ada siapa-siapa. Begitu akan keluar dari kamar, Cheryl diserang oleh pelaku. Kepalanya dipukul hingga tak sadarkan diri. Theo yang melihat itu langsung pergi menyusul ke Bogor dari Jakarta untuk menyelamatkan Stella dan lainnya.

Begitu Theo sampai di villa, ia menemukan Cheryl yang terikat di kursi. Begitu akan melepaskan Cheryl, Theo diserang dari belakang, begitu jatuh tersungkur, pelaku pembunuhan lantas menembak Theo hingga tewas, Cheryl yang melihat hal itu berteriak ketakutan dan memohon supaya ia tidak disakiti. Namun pelaku tersebut langsung membunuhnya.

3 minggu kemudian, berita mengenai pembunuhan berantai itu tersebar. Ternyata dari kejadian mengerikan itu, ada satu yang selamat yakni Stella. Stella lantas mendapat perhatian dari publik, tanpa publik ketahui bahwa Stella lah pelaku pembunuhan di villa. Ia merencanakan semua karena ia ingin balas dendam terhadap Theo yang ternyata selingkuh dengan Cheryl.

Stella tertawa puas mengetahui bahwa publik dibodohi oleh tingkah lakunya. Naas, Kimi juga ternyata masih hidup dan mereka sebenarnya yang merencanakan hal tersebut.

Kacaunya, Kimi hanya tahu kalau Stella hanya akan mencelakai bukan sampai membunuh. Akhirnya Kimi melaporkan kejadian sebenarnya pada pihak kepolisian dan Stella pun ditangkap.

Cerita yang Biasa

Vidkill_Plot (Copy)

Kalau kalian pernah menonton Unfriended: Dark Web atau Host, kira-kira tema yang diusung seperti itu. Dimana ada sekelompok muda mudi harus berhadapan dengan segala marabahaya lewat video conference.

Serius, tampilan video conference yang disajikan dalam film ini cukup oke meski kualitas gambarnya terlihat terlalu HD tidak seperti video conference kebanyakan.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film Unfriended: Dark Web (2018)

Sedangkan untuk segi cerita, entah kenapa terlalu membosankan. Sepertinya Dyan Sunu belum bisa untuk membuat ceritanya benar-benar bikin kita para penontonnya ikutan bergidik atau stress karena deg-degan takut pelaku memburu para survivor.

Hasilnya setiap karakter baru muncul mati tanpa perlawanan, bahkan Cheryl dan Kimi saja mudah sekali tertangkap. Sorry to say, tapi seperti menonton sinetron jadinya.

Akting Kaku

Vidkill_Acting (Copy)

Dikta sepertinya cocok untuk jadi penyanyi saja ya? Kebayang gak sih, saat dia memerankan tokoh Theo yang notabenenya kalut karena calon istrinya diserang malah teriak teriak tak jelas berulang-ulang berharap si pelaku tidak berbuat apa-apa. Ia bahkan sudah sempat masuk mobil dan diam saja! Dia baru berangkat saat semuanya sudah celaka. 

Karakter Dikta yang kelewat canggung untuk memerankan tokoh dalam film horor seperti ini 11-12 dengan kedua artis pembantu; Gesya Shandy dan Shindy Huang.

Mereka hanya menjerit-menjerit bukannya kabur atau apalah dan kocaknya mereka saling terpagut di kamera masing-masing bukannya lari menghampiri satu sama lain dan kabur. Hanya Estelle saja ya kayaknya yang aktingnya bisa dibilang oke, psikopat dibalik figur gadis lembut.

Hal Ganjil

Vidkill_Odds (Copy)

Ada satu hal ganjil nih yang ter-notice dalam film. Yakni ketika ponsel Stella terus merekam detik-detik semua orang terbunuh, Kimi terlihat bangun dan berusaha menaruh ponsel di dekat ponsel Stella. Namun hal itu tidak terekam di ponsel Stella.

Stella baru tahu ketika Kimi mengirimkan video dengan objek yang sama sebagai barang bukti saat Stella membunuh Cheryl dan Theo. Padahal dalam film, Stella merekam semua tak satupun yang terlewat. Hmm..

Meskipun demikian, bangga banget sih, Indonesia semakin punya banyak sineas yang bisa membuat film oke meski ya mungkin harus berlatih terus menerus supaya bersaing dengan film-film dari negara barat.

Sukses terus buat semua yang terlibat dalam film Vidkill ini. Bacaterus memberi skor 2.7/5 untuk film Vidkill. Bagaimana dengan kalian?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram