bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Unhinged (2020), Dikejar Psikopat Sadis

Hanya gara-gara mengklakson seorang pria di persimpangan jalan, seorang wanita menjadi buruan pria tersebut. Tidak hanya dirinya, bahkan orang-orang di sekitarnya juga menjadi korban kesadisan pria penuh amarah ini. Dia harus memutar otak untuk menghentikan teror ini sebelum satu persatu orang yang terdekatnya menjadi korban selanjutnya.

Unhinged adalah film action thriller karya Derrick Borte yang dirilis oleh Solstice Studios pada 21 Agustus 2020. Unhinged akan selalu diingat sebagai salah satu dari dua film yang dirilis pertama kali secara luas di bioskop Amerika setelah hampir lima bulan terhenti karena pandemi Covid-19.

Mengusung premis menegangkan yang bisa menimpa siapa saja di jalanan, film yang menampilkan Russell Crowe sebagai sosok antagonis ini mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Kenapa bisa begitu? Cari tahu jawabannya dengan menyimak review berikut.

Baca Juga: Daftar Film Thriller Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Unhinged (2020)_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Burek Films, Ingenious, Solstice Studios
  • Sutradara: Derrick Borte
  • Pemeran: Russell Crowe, Caren Pistorius, Gabriel Bateman

Tom Cooper diam di dalam mobilnya. Seolah sedang berpikir, dia kemudian melepaskan cincin kawin dari jarinya dan keluar membawa jerigen bensin menuju sebuah rumah. Dia kemudian merusak pintu dan membunuh orang yang berada di dalamnya. Kemudian dia menyulut api dan pergi menjauh. Rumah itu pun meledak.

Keesokan paginya, berita tentang peristiwa itu muncul di TV dimana Rachel Flynn dan keluarganya sedang menikmati sarapan. Rachel tampak terburu-buru untuk berangkat bekerja sekaligus mengantarkan putranya, Kyle, ke sekolah.

Karena macet dimana-mana yang membuatnya terlambat untuk bekerja, Rachel kemudian dipecat oleh salah satu kliennya. Sedang merasa kesal, Rachel mendapati seorang pengemudi tidak menjalankan mobilnya, padahal lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau.

Rachel membunyikan klakson keras beberapa kali dan mendahuluinya. Tidak disangka, pria yang ternyata adalah Tom itu mendekati Rachel dan bermaksud meminta maaf. Dia juga menagih permintaan maaf dari Rachel, tapi Rachel menjawabnya dengan ketus.

Terpancing emosinya, Tom mengebutkan mobilnya mendahului Rachel dan mendadak mengerem di depan mobilnya yang membuatnya menginjak rem secara mendadak.

Setelah itu, Tom berlalu dan Rachel mengantar Kyle ke sekolahnya. Merasa resah, Rachel menghubungi Andy, teman sekaligus pengacara perceraiannya. Mereka janji bertemu jam 9 di sebuah kantin.

Saat Rachel sedang mengisi bensin, dia terkejut melihat mobil Tom berada di belakang mobilnya. Ditemani oleh salah seorang pengunjung toko, Rachel kembali ke mobil.

Pengunjung toko itu kemudian memberikan nomor plat mobil Tom yang kemudian menabrak pria itu. Masih bisa selamat dari tabrakan mobil Tom, pria malang itu tewas tertabrak mobil lain di jalanan.

Tom kemudian memburu Rachel dan memperlihatkan ponsel Rachel di tangannya. Mereka terpisah. Tom kemudian menghampiri Andy di kantin, mengaku sebagai teman Rachel dan sempat meneleponnya dengan ponsel lipat yang dia tinggalkan di mobil Rachel.

Sesaat Andy menyadari bahwa Tom bukan teman Rachel, Tom langsung membunuh Andy di meja makan yang direkam oleh pengunjung lain. Tom kemudian meminta Rachel memilih satu orang untuk dia bunuh selanjutnya.

Pilihannya adalah Richard sang mantan suami, ibunya yang berada di panti atau Kyle yang ada di sekolah. Rachel memberikan nama klien yang baru saja memecatnya. Rachel kemudian menghubungi polisi untuk mengamankan klien tersebut juga sekolah Kyle.

Tapi ternyata Tom mendatangi rumah Rachel dan membunuh Mary, pacar Fred. Adik Rachel ini kemudian dijadikan sandera oleh Tom dan diminta untuk membuat pernyataan tertulis bagi Rachel.

Fred membacakannya kepada Rachel melalui ponsel di bawah ancaman korek api. Mendadak polisi datang dan menembak Tom yang sebelumnya sudah menyulutkan api di tubuh Fred.

Rachel menjemput Kyle di sekolah dan membawanya pergi. Kyle menemukan tab milik Rachel disimpan di bawah jok mobil yang membuat Tom mudah melacak keberadaan Rachel.

Ketika mereka melacak ponsel Rachel, Tom berada di depan mereka sedang mengendarai mobil baru milik tetangga Rachel. Berusaha meminta bantuan polisi, justru mereka memicu kecelakaan beruntun.

Mereka kemudian memutuskan untuk bertahan dan menjebak Tom di rumah ibunya Rachel. Bisakah mereka lepas dari kejaran Tom? Bagaimana cara Rachel untuk melumpuhkan Tom? Simak terus ketegangan film ini hingga usai untuk mendapatkan jawabannya.

Pengejaran Tanpa Henti

Pengejaran Tanpa Henti_

Unhinged menyuguhkan adegan aksi kebut-kebutan di jalanan yang nyaris tanpa henti. Sebagian besar durasi 1 jam 30 menit film ini dihabiskan di jalanan yang cukup bisa membuat kita cemas saat melihatnya. Apalagi mobil yang dikendarai Rachel sebenarnya bukanlah tandingan mobil milik Tom yang sudah pasti memiliki kecepatan yang lebih baik.

Memang secara logika, mudah saja bagi Tom untuk mengejar Rachel tanpa harus terlihat kesulitan. Dia sudah melakukannya kali pertama, tapi entah kenapa untuk berikutnya dia selalu seolah tidak bisa mendahului Rachel.

Memang agak sedikit tidak masuk akal. Tapi bisa saja karena Rachel melakukan yang sering diistilahkan sebagai “the power of kepepet” yang bisa terjadi pada siapa pun. Mungkin tadinya Rachel belum pernah mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, tapi karena terdesak dan tertekan, dia mampu untuk melakukannya.

Dan sebenarnya, profesi Rachel adalah sopir profesional bagi klien-kliennya. Jadi pantas jika dia handal dalam mengemudikan mobil di jalan raya.

Semua adegan tabrakan mobil di film ini murni berkat kerja keras para stuntman, tidak ada polesan special effect di dalamnya. Oleh karena itu, film dengan sinematografi yang tidak istimewa ini digolongkan sebagai thriller tradisional.

Akting Mengesankan Russell Crowe dan Caren Pistorius

Akting Mengesankan Russell Crowe dan Caren Pistorius_

Jika biasanya kita melihat Russell Crowe sebagai sosok protagonis dalam film-filmnya, maka kali ini dia menjadi sosok antagonis yang sangat intimidatif dan penuh determinasi.

Dengan badan yang gemuk, sebenarnya karakter yang dia bawakan jauh dari penampilan orang yang mengalami gangguan mental. Tapi Russell Crowe mampu menampilkannya dengan baik lewat ekspresi dan intonasi bicaranya.

Sedangkan Caren Pistorius sebagai lawan mainnya, mampu mengimbangi akting gemilang Russell Crowe. Aktris kelahiran Afrika Selatan ini menampilkan berbagai tahap kecemasan dengan baik lewat ekspresi dan gestur tubuhnya.

Kita pun bisa hanyut dalam jalan ceritanya berkat aktingnya yang sangat baik sebagai seorang orang tua tunggal yang sedang berada dalam peliknya problematika kehidupan.

Premis Menarik yang Kurang Tergali

Premis Menarik yang Kurang Tergali_

Yang menjadi titik lemah film yang syutingnya dilakukan di New Orleans ini ialah logika. Meski memiliki premis yang menarik, tapi karena kurangnya latar belakang tokohnya, kita tidak bisa begitu masuk ke dalam sisi psikologisnya.

Bahkan saat kita mengharapkan adanya pembukaan misteri tentang masalah dan kepribadian Tom secara bertahap, tidak juga dipaparkan oleh penulis naskahnya.

Carl Ellsworth sebagai penulis naskah terlalu fokus kepada aksi Tom tanpa mencoba untuk menggali psikologisnya lebih dalam. Bahkan kita akan sedikit kesulitan menemukan korelasi dan alasan Tom membunuh serta membakar rumah di adegan pembuka dengan aksi kejar-kejarannya.

Hanya mendapat sekilas informasi dari berita di TV dan radio, rasanya sungguh tidak cukup. Memang tersirat bahwa Tom menderita depresi karena diceraikan oleh istrinya untuk menikah dengan pria lain. Salah satu alasan yang dia kemukakan ialah karena kurang bagusnya pekerjaan yang dia miliki.

Oleh karena itu dia membenci Rachel yang menuntut cerai suaminya karena alasan yang sama. Tapi semua ini tidak diolah dengan lebih baik, sehingga membuat cerita berjalan terburu-buru tanpa isi yang berarti.

Padahal banyak pesan moral yang sebenarnya disampaikan dalam film ini, tapi semua hanya tersirat, sehingga tidak mudah bagi kita untuk memahaminya.

Satu yang paling utama adalah kita harus sabar dan bijak saat berkendara di jalanan. Karena mungkin saja tindakan yang menurut kita remeh ternyata bisa memancing emosi orang lain yang nantinya berakibat fatal.

Unhinged beruntung memiliki sepasang pemeran utama yang tampil dalam performa yang bagus. Sehingga jalan cerita yang tampak terburu-buru dan naskah yang kurang tergali, bisa termaafkan karenanya.

Di atas segala kekurangan, film ini masih layak untuk ditonton, terutama karena tensi keseruannya yang tinggi. Cocok untuk penikmat film action. Selamat menyaksikan!

Unhinged
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram