Sinopsis & Review Turning Point: 9/11 and The War on Terror

Ditulis oleh Siti Hasanah
Turning Point: 9/11 and The War on Terror
4.3
/5

Pernah mendengar tentang tragedi 9/11 di New York, Amerika Serikat? Jika kalian penasaran dengan tragedi tersebut, ada sebuah film dokumenter yang membahas secara komprehensif kejadian 9/11 yang diberi judul Turning Point: 9/11 and The War on Terror. Serial ini disutradarai oleh Brian Knappenberger dan dibuat dalam lima episode.

Turning Point: 9/11 and The War on Terror menjelaskan bagaimana serangan teroris pada tanggal 11 September 2001 itu terjadi dan kejadian pasca teror.

Para teroris membajak pesawat Amerika serikat, kemudian menabrakkan diri ke gedung WTC (World Trade Center). Peristiwa itu menyebabkan banyak korban berjatuhan, hampir 3.000 orang. Jika ingin tahu, yuk kita bahas sinopsis dan review-nya.

Sinopsis

turning-point-911-1_

Pada awal serial dokumenter The Turning Point: 9/11 and The War on Terror kita akan diperdengarkan sebuah rekaman percakapan seorang pramugari yang melaporkan ada penikaman di pesawat. Kemudian disusul oleh rekaman audio pengawas lalu lintas udara yang akhirnya mengetahui bahwa pesawat telah dibajak.

Dari situ serial ini akan mulai menyajikan kronologi sebelum aksi teroris itu terjadi. Para petugas yang telah mengetahui pembajakan tersebut tidak dapat berbuat apa-apa selain menunggu.

Tiba-tiba saja pada pukul 08.55 AM, sebuah pesawat menabrak salah satu bagian gedung kembar atau WTC dan membuat kerusakan parah dengan kobaran api dan asap yang tebal. Para penonton juga akan menyaksikan beberapa wawancara tentang kesaksian dari orang-orang yang selamat dan mengalami langsung tragedi tersebut.

Kesaksian tersebut datang dari beberapa kalangan seperti dari beberapa staf kepresidenan AS, mantan anggota CIA, Veteran militer AS, Pemadam Kebakaran, Tentara Nasional Afghanistan, Komandan Taliban, hingga warga sipil AS.

Kebanyakan dari saksi yang selamat pada tragedi tersebut belum pernah melakukan wawancara di depan kamera sebelumnya.

Selain itu, ditampilkan juga beberapa cuplikan-cuplikan rekaman video amatir serta foto-foto yang memuat bagaimana kejadian mengerikan itu terjadi. Kejadian yang memberi trauma berat untuk warga Amerika Serikat itu berlangsung selama hampir 4 jam.

Kemudian, kita akan dibawa kembali ke masa lalu dimana Uni Soviet melakukan invasi militer ke Afghanistan. Uni Soviet disebutkan dibantu oleh Amerika Serikat dalam hal persenjataan.

Dari invasi tersebut timbullah kebencian dari orang Afghanistan terhadap pemerintah AS. Rasa benci pada Amerika tersebut melahirkan organisasi-organisasi pemberontak atau yang kini dilabeli sebagai teroris.

Hal tersebut juga disebutkan sebagai cikal bakal dendam yang telah disimpan sejak lama hingga terjadilah serangan 9 September 2001.

Lalu dengan singkat akan dibahas juga tentang investigasi para pelaku teror oleh FBI. Dari investigasi tersebut, ditemukan fakta bahwa para pelaku teror yang membajak pesawat adalah orang-orang Al-Qaeda yang difasilitasi oleh pemerintah Arab Saudi.

Setelah itu, tanpa menunggu hasil penyelidikan keluar, Presiden Bush menyatakan perang terhadap teroris. Ia memerintahkan pasukannya untuk mulai menyerang Afghanistan kurang dari sepekan sejak tragedi 9 September terjadi.

Presiden Bush mengatakan ia harus menumpas Al-Qaeda, sebuah jaringan teroris yang dilindungi oleh pemerintah Taliban.

Namun, penyerangan yang dilakukan oleh Presiden Bush dalam slogan “Perang melawan teror” ternyata kebablasan hingga menimbulkan sebuah peperangan yang tanpa akhir. Banyak warga sipil Afghanistan maupun pasukan militer Amerika Serikat yang akhirnya menjadi korban atas semua penyerangan yang diperintahkan Presiden Bush ini.

Tidak berhenti sampai disitu, Presiden Bush juga melakukan penyerangan yang bertubi-tubi ke Irak. Ia menuduh Presiden Irak, Saddam Hussein, berkomplot dengan Al-Qaeda. Presiden Saddam Hussein juga diklaim memiliki sebuah senjata pemusnah massal yang bisa membahayakan warga negara Amerika Serikat di masa depan.

Presiden Bush mengatakan bahwa semua yang ia lakukan adalah untuk menangkap dalang dari aksi teror pada 9/11. Padahal, para pelaku diceritakan sudah kabur dan keberadaannya sudah terdesak di sebuah Gua Tora Bora pada Desember 2001. Jadi, banyak yang menyimpulkan bahwa aksi teror ini adalah untuk kepentingan perang itu sendiri.

Ketika perang terjadi, penjualan senjata akan menambah pundi-pundi untuk para kaum elite yang menjalankan bisnis di bidang senjata. Benarkah demikian? Jadi apakah penyerangan yang dilakukan Presiden Bush berhasil membuat para teroris berhenti melakukan aksi teror?

Sebuah Kilas Balik Tragedi 11 September 2001 di New York yang Mengerikan

turning-point-911-2_

Serial Turning Point: 9/11 and The War On Terror ini memang dipersembahkan oleh Brian Knappenberger untuk mengenang tragedi 11 September 2001. Sebelumnya memang sudah banyak film yang membahas tentang kejadian tersebut. Namun, di sini Brian Knappenberger mengupas tuntas lebih detail dan komprehensif kejadian tersebut.

Para penonton akan disuguhkan dengan berbagai cuplikan video serta rekaman amatir pada saat kejadian tersebut terjadi. Dimulai saat 4 pesawat AS dibajak oleh sekelompok teroris sampai setelah kejadian para teroris menabrakkan pesawat-pesawat tersebut ke gedung WTC (World Trade Center) di New York.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram