bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Tracers, Aksi Parkour di Dunia Kriminal

Memiliki hutang kepada mafia Cina, Cam tertarik dengan parkour dan bergabung dengan kelompok kriminal demi menebus mobil warisan ayahnya.

Jatuh hati kepada Nikki adalah salah satu alasan lainnya dia tetap berada di kelompok ini. Setelah tenggelam semakin dalam, Cam ingin keluar. Tapi jalan menuju ke sana tidaklah mudah.

Tracers adalah film action karya Daniel Benmayor yang dirilis oleh Lionsgate dan Saban Films pada 20 Maret 2015. Menampilkan aksi seru parkour di sepanjang film, Tracers justru tergolong sebagai film action kelas B. Apa kekurangan film ini? Mari kita cari tahu bersama dengan menyimak review berikut.

Baca Juga: Daftar Film Action Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

tracers_
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Action, Drama, Thriller, Crime
  • Produksi: Temple Hill, Freerunning, Melbarken
  • Sutradara: Daniel Benmayor
  • Pemeran: Taylor Lautner, Marie Avgeropoulos, Adam Rayner

Cam adalah seorang kurir sepeda yang berjuang menafkahi hidupnya. Dia tinggal di sebuah garasi yang dia sewa dari Angie. Suatu hari, Cam mengalami kecelakaan karena bertabrakan dengan seorang wanita yang membuat sepedanya rusak.

Dia juga bertemu dengan anggota mafia Cina yang menagih hutangnya sebesar $15 ribu. Di waktu luangnya, dia berusaha memperbaiki mobil Pontiac GTO warisan ayahnya.

Keesokan harinya Cam mendapat informasi bahwa kekasihnya membelikannya sepeda baru. Merasa tidak memiliki kekasih, Cam mencari wanita yang kemarin menabraknya.

Dia mengikuti wanita itu untuk mengucapkan terima kasih. Cam mencoba mengikuti keahlian parkour Nikki, nama wanita itu, tapi dia belum bisa.

Cam menonton cara melakukan parkour di YouTube dan berlatih secara otodidak. Kemampuannya ini dilirik oleh kelompok parkour dimana Nikki dan adiknya Dylan tergabung di dalamnya. Cam akhirnya rutin berlatih bersama mereka dan meningkatkan kemampuannya dengan pesat.

Suatu hari saat dia pulang ke rumah, Cam mendapati mobilnya di derek oleh Jerry dan Hu, kaki tangan mafia Cina dimana Cam berhutang. Dengan diangkutnya mobil itu, hutangnya tinggal $10 ribu lagi, tapi Cam tidak rela mobil itu dibawa.

Angie pun marah dan mengusir Cam dari garasi miliknya. Setelah sebelumnya sempat menolak pekerjaan yang ditawarkan oleh Miller, kini Cam menerimanya.

Miller, pimpinan kelompok, meminta Cam memenuhi dua aturan, yaitu jika mendapat masalah harus langsung menghubunginya dan harus menjauhi Chinatown. Tugas pertamanya berjalan dengan sukses dan Cam diakui sebagai salah satu anggota mereka.

Cam datang kepada Angie untuk meminta maaf dengan membawa sejumlah uang dan skateboard untuk putranya.

Cam menjelaskan alasan dirinya meminjam uang kepada mafia Cina adalah untuk biaya pengobatan ibunya dan sewa rumah. Tapi ternyata uang itu tidak mencukupi dan ibunya meninggal dunia.

Cam ditemui oleh Jerry dan Hu yang memukulinya dan memberikan tenggat waktu pembayaran utang dalam waktu dua minggu. Mereka mengancam akan membunuh Angie dan putranya jika Cam tidak bisa melunasinya tepat waktu.

Cam jatuh hati kepada Nikki, tapi dia baru tahu bahwa Nikki adalah kekasih Miller. Di lain hari, Nikki menemui Cam untuk menjelaskan semuanya. Cam mengajak Nikki pergi dari kota New York setelah dia melunasi semua hutangnya, tapi Nikki masih ragu.

Tugas besar mereka kali ini ialah merampok bank milik gangster Vietnam. Setelah mereka berhasil masuk, ternyata tidak ada uang lagi di dalam brankas karena sudah dibawa tadi pagi.

Mereka berhamburan melarikan diri ketika anggota gangster bersenjata api mengejar mereka. Sayang, Jax tewas tertembak dan Cam ditangkap polisi.

Miller, yang ternyata adalah agen DEA, membebaskan Cam dengan syarat harus melakukan tugas terakhir untuknya. Meski enggan, Cam menyetujuinya.

Lalu, Cam menemui Nikki dan memarahinya karena menyimpan identitas Miller darinya. Nikki menjelaskan bahwa dia berutang jasa kepada Miller karena telah membantu membebaskan Dylan yang memukuli pelaku asusila kepada Nikki.

Hari perampokan tiba, Miller, Cam dan Dylan masuk ke rumah penyimpanan milik mafia Rusia dari atap. Setelah mendapatkan berlian yang menjadi targetnya, Miller membunuh semua anggota mafia dan menodongkan pistolnya ke arah Cam.

Bagaimana cara Cam melepaskan diri dari Miller dan menyelesaikan masalahnya? Tonton terus keseruan aksi parkour mereka hingga akhir film, ya!

Penuh Keseruan Aksi Parkour

Penuh Keseruan Aksi Parkour_

Baca Juga: 10 Film dengan Adegan Parkour yang Seru untuk Ditonton

Tracers menampilkan banyak aksi parkour di sepanjang film. Tapi Tracers bukanlah film yang pertama memperlihatkan aksi nekat dan lincah dari para traceurs ini.

Bisa dibilang, David Belle adalah penemu parkour dan memperkenalkannya lewat film. Setelah tampil sekilas di film Taxi 2 (1998), Belle dan rekan-rekannya tampil maksimal di film Yamakasi (2001), yang diambil dari nama kelompok mereka sendiri.

David Belle tampil solo di film District 13 (2004) yang mengagumkan secara kualitas dan maksimal dalam menampilkan parkour. Film ini kemudian memiliki sekuel District 13: Ultimatum (2009) dan remake Hollywood Brick Mansion (2014) yang juga menampilkan Paul Walker.

Aksi parkour ini adalah faktor utama yang membuat film Tracers ini asyik untuk dinikmati. Aksi lincah mereka meloncat di atap-atap gedung dimaksimalkan lagi dengan pergerakan kamera yang dinamis dan sinematografi yang indah.

Kota New York yang menjadi lokasi aksi mereka terlihat cantik dengan pengarahan fotografi oleh Nelson Cragg. Demi film ini, Taylor Lautner tekun melakukan latihan parkour sehingga bisa melakukan sendiri seluruh adegan aksinya.

Hasilnya sungguh memukau dimana Lautner tampil meyakinkan saat melompat dari satu titik ke titik lainnya, bahkan di tempat-tempat yang cukup berbahaya.

Akting Kurang Maksimal Pemerannya

review film tracers_

Meski terampil dalam beraksi, akting Taylor Lautner masih kurang maksimal. Dia kurang mampu meyakinkan kita bahwa Cam sedang berada dalam kondisi yang sangat darurat dalam hidupnya.

Kurangnya rasa cemas yang diperlihatkan dan ekspresi lainnya, membuat performa aktingnya terlihat cukup datar. Ditambah lagi chemistry-nya dengan Marie Avgeropoulos tidak berjalan dengan baik.

Tidak ada perpaduan apik yang berhasil mereka tampilkan di layar, meski itu di adegan romantis sekalipun. Ditambah lagi dengan akting pemeran lainnya yang tampil biasa saja sehingga membuat film ini masuk kategori film action kelas B.

Naskah Formulaic yang Mudah Ditebak

Naskah Formulaic yang Mudah Ditebak_

Akting para pemerannya tidak maksimal bisa jadi karena naskah yang kurang baik dengan jalan cerita yang formulaic, mudah ditebak dan berjalan lurus.

Hal pertama yang terkesan tidak masuk akal adalah, Cam berlatih parkour secara otodidak. Padahal sama seperti belajar bela diri, parkour juga harus didahului oleh latihan fisik sebelum memulai latihan teknik. Semua ini harus dipelajari bersama seorang guru.

Motivasi Cam untuk terjun ke dunia kriminal juga sangat tipikal, yaitu kesulitan ekonomi dan cinta. Himpitan kemiskinan dengan penghasilan yang minim ditambah utang yang berbunga tentu saja membuat pemikiran seseorang menjadi sempit.

Sangat wajar apabila Cam menerima tawaran dari Miller. Meski begitu, dia juga masih memiliki hati nurani ketika Miller mulai melakukan pembunuhan.

Suntikan kisah cinta memang hanya sebagai bumbu pemanis saja di film action seperti ini. Tapi sebenarnya, tanpa ada unsur percintaan pun, cerita masih akan bisa mengalir lancar.

Ancaman mafia Cina kepada Angie dan putranya sudah cukup bisa membuat Cam tersudut. Hanya saja tidak ada kelanjutan dari ancaman ini di beberapa adegan sebelumnya.

Tracers memang masuk kategori film action kelas B, karena cerita yang biasa dan akting yang tidak maksimal.

Tapi film ini tetap bisa dinikmati berkat aksi parkour yang ditampilkan dengan sangat baik dengan balutan sinematografi apik dan pergerakan kamera yang dinamis. Pantas untuk ditonton bagi kalian penikmat film action untuk mengisi waktu luang.

Tracers
Rating: 
2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram