bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tra Barb See Chompoo, Cinta & Balas Dendam

Dibintangi oleh Pon Nawasch dan Bua Nalinthip, Tra Barb See Chompoo (2018) menjadi salah satu drama paling hits di Thailand. Drama yang ditayangkan oleh Channel 3 ini semakin melambungkan Pon dan Bua sebagai salah satu pasangan favorit para penonton. Belum lagi drama ini memiliki alur cerita yang sangat menguras emosi, apalagi ketika adegan perselingkuhan diperlihatkan.

Tra Barb See Chompoo (2018) mengisahkan kisah cinta antara Peat (Pon Nawasch) dan Kiew (Bua Nilinthip) yang penuh kesalahpahaman.

Tidak hanya rumah tangga mereka saja yang berantakan, tetapi hubungan antara ayah dan putranya juga berantakan. Pemikiran Peat yang sempit, membuat segalanya menjadi sangat sulit terutama untuk Kiew dan Chaya (Sirinart Sugandharat).

Sebenarnya apa sih yang dilakukan Peat sampai-sampai ia bisa menyakiti dua perempuan sekaligus? Untuk mengetahui jawabannya, kamu bisa membaca sinopsis dan review dramanya hanya di bawah ini.

Sinopsis

tra-barb-see-chompoo-1_

Peat (Pon Nawasch) adalah satu-satunya putra dari seorang miliarder, sehingga kehidupannya dipenuhi dengan berbagai kemewahan.

Sayangnya, pasca ibunya meninggal Peat berubah menjadi anak yang sulit untuk diatur dan selalu saja membangkang. Bahkan tidak ada hari baginya selain bertengkar dengan sang ayah, yang membuat hubungan anak dan ayah ini merenggang.

Suatu hari Peat hampir saja menabrak seorang gadis, yang ternyata adalah salah satu murid di kampus yang sama dengannya. Gadis itu bernama Kiew (Bua Nalinthip).

Meski sangat cerewet dan menyebalkan tapi gadis itu terlihat sangat manis. Diam-diam Peat mulai jatuh cinta pada gadis itu. Hingga suatu hari Kiew dan ibunya tiba-tiba saja dibawa ayahnya ke rumah mereka.

Peat sangat terkejut, apalagi setelah ayahnya berkata bahwa ia akan menikahi ibunya Kiew. Sejak hari itu, perilaku Peat semakin menggila dan tidak pernah sekalipun menghargai Kiew serta ibunya.

Setiap hari selalu saja terjadi keributan, puncaknya ketika Peat dan Kiew merayakan ulang tahun bersama. Ucapan Peat yang menyakiti hati ibu Kiew, yang membuat penyakitnya kambuh dan meninggal dunia.

Peat menyesali hal ini dalam diam, namun Kiew sangat terluka setelah kehilangan satu-satunya keluarga dalam hidupnya. Beberapa waktu berlalu, Kiew merasa harus menyelesaikan masalahnya dengan Peat yang terus berlarut-larut. Saat mereka bertemu di Korea Selatan, Kiew berusaha meluruskan semua masalah dan cinta diantara mereka juga mulai tumbuh.

Setelah beberapa tahun berlalu, Peat dan Kiew akhirnya bertemu lagi setelah menyelesaikan studi masing-masing. Namun pertemuan ini malah menimbulkan masalah baru, ketika tuduhan Peat pada Kiew semakin hari semakin liar.

Mulai menuduhnya sebagai anak haram hingga menjadi istri simpanan ayahnya, jelas saja hal ini membuat Kiew sangat lelah.

Hingga suatu hari Peat merasa bingung apakah harus terus menjalankan misi balas dendamnya atau mencintai Kiew. Di saat-saat seperti ini Kiew datang, memberikan rasa nyaman dan cinta yang memang ia rindukan.

Peat lalu memantapkan hatinya untuk menikah dengan Kiew, yang disambut bahagia oleh ayahnya namun menyedihkan bagi Chaya (Sirinart Sugandharat).

Tapi, belum lewat satu hari mereka menikah, Peat malah mengkhianati Kiew dengan berselingkuh. Peat sengaja bermalam dengan Chaya dan meninggalkan Kiew di malam pengantinnya.

Ternyata semua ini terjadi setelah ia membaca diary milik ibunya, yang berisikan kekecewaannya pada sang suami. Merasa sangat dendam pada ayahnya dan ibu Kiew, Peat berjanji akan memberikan rasa sakit yang sama.

Benar saja, Peat berhasil menghancurkan Kiew dengan terang-terangan berselingkuh. Bahkan Peat membawa Chaya untuk tinggal di kamarnya, sementara Kiew tinggal di kamar lain.

Tak hanya itu, mereka selalu saja mesra saat berada di kantor, yang membuat Kiew sangat muak. Namun ketika Kiew meminta cerai, kenapa Peat malah tidak mau untuk menceraikan perempuan itu?

Melodrama Yang Menguras Emosi Dan Air Mata

tra-barb-see-chompoo-2_

Tra Barb See Chompoo (2018) memang layak untuk disebut sebagai drama paling menguras emosi. Bagaimana tidak, adegan perselingkuhan antara Pon Nawash dengan Sirinart Sugandharat memang tidak bisa di totelir. Saya pikir tidak ada perempuan manapun yang akan bisa menerima suaminya berselingkuh secara terang-terangan.

Namun kehidupan menyedihkan yang dirasakan oleh Kiew (Bua Nilinthip) berasal dari pemikiran sempit Peat (Pon Nawasch).

Kalau dilihat dari awal cerita, sebenarnya Kiew tidak memiliki kesalahan apapun sehingga ia harus menanggung kesedihan seperti ini. Namun Peat dengan pemikiran sempit dan piciknya, melampiaskan semua rasa kesal dan marahnya pada Kiew.

Ditambah lagi diary yang dibuat oleh ibunya membuat Peat semakin menggila untuk menghancurkan hidup Kiew.

Tanpa mencari tahu kebenaran dari kisah yang dituliskan ibunya, Peat langsung berasumsi bahwa Kiew adalah putri kandung ayahnya. Belum lagi skenario perselingkuhannya yang membuat Chaya berpikir bahwa Peat benar-benar mencintainya.

Semua ini tidak hanya berhasil untuk menghancurkan Kiew, tapi lebih banyak menghancurkan kehidupannya sendiri. Peat tidak hanya kehilangan istri dan ayah, tetapi ia kehilangan persahabatan yang sudah terjalin sejak lama. Hebatnya, saya mengagumi bagaimana konsistennya Peat untuk terus menutupi perasaan cintanya pada Kiew.

Sepanjang drama ini dimulai hingga akhir, tensi emosinya selalu saja naik turun dengan berbagai konflik keluarga, cinta, dan persahabatan yang bergantian.

Sebagai penonton, saya merasa sesak karena penulis benar-benar membuat drama ini seperti roller coaster. Untungnya semua plotnya sangat jelas, sehingga berbagai plot hole yang awalnya terasa mengganggu bisa terjawab sepanjang 24 episode.

Kemistri Pon Dan Bua Yang Tidak Terkalahkan

tra-barb-see-chompoo-3_

Tidak bisa dipungkiri bahwa Tra Barb See Chompoo (2018) tidak akan bisa sukses jika tanpa Bua Nalinthip dan Pon Nawasch. Keduanya tidak hanya memberikan kemistri yang sangat kuat, tetapi akting mereka sangat-sangat mumpuni. Baik Bua dan Pon sama-sama bisa mengalirkan emosi yang mereka rasakan kepada para penonton drama ini.

Selain itu development karakter keduanya benar-benar sangat total, di mulai dari kisah anak muda hingga kisah yang lebih dewasa.

Saya bisa melihat perubahan dari pribadi Kiew, yang awalnya begitu rapuh berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa dan kuat. Ia mulai memikul tanggung jawab atas rumah tangganya yang hancur dan memilih memusatkan pikirannya pada hal lain yang lebih penting.

Sementara untuk karakter Peat, perkembangan karakternya justru berbanding terbalik dengan Kiew. Semakin hari Peat semakin kekanak-kanakan.

Pemikirannya semakin sempit ditambah emosinya yang meledak-ledak. Semua hal yang direncanakannya malah berbalik padanya, sehingga ia terjebak dengan Chaya, padahal hatinya masih untuk Kiew.

Adegan romantis dalam drama ini memang sangat singkat, namun bagi saya tidak mengurangi intensitas kemistri di antara Pon dan Bua. Bahkan berbagai adegan pertengkaran keduanya, malah meningkatkan kemistri dengan cara yang berbeda.

Permainan emosi dalam drama ini menjadi daya tarik utama yang membuat penonton semakin penasaran dengan jalan ceritanya.

Berbagai adegan emosional ini dilengkapi dengan soundtrack dan background music yang pas. Saya juga menyukai bagaimana mereka menyisipkan berbagai adegan flashback untuk menjawab plot hole.

Kalau soal premisnya, sebenarnya cerita yang diangkat sangat mudah untuk dipahami. Meski didalamnya terdapat berbagai macam masalah pelik, namun semuanya tersaji secara bertahap.

Dua Karakter Antagonisnya Berhasil Membuat Suasana Semakin Bergejolak

tra-barb-see-chompoo-4_

Selain kedua pemeran utamanya, saya ingin menyinggung mengenai para pemeran antagonisnya. Karakter pertama tentu saja ada Chaya, yang secara epik diperankan oleh Sirinart Sugandharat. Karakternya benar-benar bikin para penonton geram, pasalnya perempuan ini bisa dikatakan sangat obsesif untuk mendapatkan Peat.

Berawal dari persahabatan, ternyata Chaya sudah mencintai Peat sejak mereka masih bersekolah. Awalnya Chaya sempat patah hati saat mengetahui bahwa Peat akan menikahi Kiew yang sangat dibencinya.

Namun semua itu tidak berjalan lama ketika Peat mendatanginya dan meminta bantuan untuk menjadi bagian dari aksi balas dendamnya.

Dari sinilah sikap obsesif Chaya semakin meningkat. Gadis ini terus menerus mencoba untuk menyabotase Peat. Berbagai cara dilakukannya untuk mendapatkan Peat.

Bahkan Chaya tidak segan untuk menyakiti dirinya sendiri. Gadis ini juga tidak memperdulikan konsekuensi dari perbuatannya, meski persahabatannya akan hancur.

Di sisi lain, ada Kris yang karakternya diperankan oleh Gard Pirapob yang karakternya berubah menjadi antagonis. Awalnya saya tidak menyangka bahwa Kris akan berubah menjadi salah satu karakter antagonis dalam drama ini. Namun pengembangan karakternya dari protagonis ke antagonis menjadi kejutan yang tidak pernah saya sangka.

Alasan dibalik perubahan sikapnya juga sangat kuat karena Kris ternyata menaruh perasaan cinta pada Chaya. Aneh bukan? Memang sejak awal Kris terlihat seperti menyukai dan menyayangi Kiew dibandingkan Chaya. Namun tujuannya mendekati Kiew hanya untuk membuat Peat cemburu, pasalnya pria ini tahu persis bahwa Peat mencintai Kiew.

Saat melihat bagaimana Chaya merasakan sakit dan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Kris semakin berani untuk bertindak lebih ekstrim, sampai-sampai ia hampir membunuh Kiew. Ternyata cintanya pada Chaya yang tidak terbalaskan, telah membuat Kris buta dengan hal lainnya.

Setelah menonton Tra Barb See Chompoo (2018), jujur saja drama ini memang menguras emosi banget. Rasanya tidak ada satu episode pun yang bisa membuat penonton merasa santai, malah semakin lama alurnya semakin bikin emosi.

Gimana? Kamu tertarik menontonnya? Jika kamu ingin menonton drama ini, sebaiknya siapkan tisu yang banyak karena saya yakin pasti kamu akan menangis saat menonton.

Tra Barb See Chompoo
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram