bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tower Heist, Korban Penipuan Merampok Penipu

Orang yang bijak akan menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung. Tabungan itu kelak digunakan untuk berbagai macam keperluan. Ada yang digunakan untuk berlibur, membeli barang, atau sebagai biaya hidup di hari tua nanti.

Tabungan itu merupakan hak dari penabung yang nggak boleh diganggu gugat oleh orang lain. Bagaimana jadinya apabila hak diambil oleh orang yang berkhianat? Cerita itulah yang diangkat dalam film Tower Heist.

Sekelompok pegawai apartemen mewah berniat mengambil hak mereka dengan cara melakukan perampokan. Seperti apa ceritanya? Mari kita bahas dalam sinopsis dan review film berikut ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Breaking Bad, Bukan Sekadar Drama Kriminal

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2011
  • Genre: Comedy, Crime
  • Produksi: Universal Pictures, Imagine Entertainment, Relativity Media, Rat Entertainment, Dentsu
  • Sutradara: Brett Ratner
  • Pemain: Ben Stiller, Eddie Murphy, Casey Affleck, Alan Alda, Matthew Broderick, Michael Pena

The Tower merupakan sebuah apartemen mewah yang berlokasi di kawasan strategis di kota New York. Josh Kovaks bekerja sebagai manajer dari The Tower.

Dia dipercaya oleh seluruh karyawan apartemen untuk menyimpan uang pensiun. Josh memercayakan uang tersebut pada Arthur Shaw, seorang biliuner yang tinggal di The Tower.

Suatu hari, Arthur yang berkecimpung dalam dunia saham di Wall Street, ditangkap oleh FBI. Arthur dituduh mempraktekkan skema Ponzi dengan embel-embel investasi. Dia menggelapkan uang sebesar 2 milyar USD.

Agen FBI yang menangani Arthur, Claire Denham, mengatakan bahwa Arthur menyimpan uang sebesar 20 juta USD yang nggak diketahui keberadaannya. Namun kemungkinan uang itu disimpan di apartemen miliknya.

Josh dipecat karena dianggap menghilangkan uang para karyawan. Claire yang merasa simpati pada Josh serta karyawan apartemen lainnya memberi saran agar merampok uang Arthur sebagai ganti uang pensiun yang dikorupsi.

Josh mengajak saudara iparnya yang bekerja sebagai porter untuk penghuni apartemen, Charlie, dan operator lift bernama Enrique. Josh juga mengajak Fitzhugh, seorang penghuni apartemen yang dianggapnya paling cerdas.

Merasa nggak cukup berpengalaman dalam perampokan, Josh beserta rekan-rekannya merasa membutuhkan lebih banyak orang untuk melancarkan aksinya. Slide, teman Josh dari kecil yang berkecimpung di dunia kriminal pun direkrut.

Untuk melengkapi kru, mereka mengajak pelayan apartemen, Odessa Montero, yang punya kemampuan spesial membuka kunci brankas.

Claire memberi informasi pada Josh bahwa Arthur akan dihadirkan pada persidangan tepat pada hari parade Thanksgiving diadakan.

Agar mudah melarikan diri karena fokus orang-orang akan terpecah, Josh dan rekan-rekannya merencanakan untuk merampok pada hari itu. Mereka berhasil masuk ke dalam apartemen Arthur tanpa menarik perhatian sama sekali.

Slide berusaha untuk mengkhianati Josh beserta rekan-rekannya dengan mencoba mencuri brankas milik Arthur. Slide melakukannya karena memiliki bekal membobol brankas yang didapat dari Odessa.

Tindakan Slide itu berhasil dicegah tapi pertengkaran terjadi. Tanpa sengaja, mereka merusak sebuah tembok yang di dalamya terdapat brankas. Setelah dibobol, brankas itu ternyata kosong.

Josh dan rekan-rekannya terus mencari tempat Arthur menyimpan uang. Mereka menemukan emas dari goresan di mobil Ferrari yang disimpan di apartemen Arthur.

Arthur ternyata menyembunyikan hartanya dengan cara mengubah mobil yang dipajangnya menjadi terbuat dari emas. Dengan begitu, hartanya sulit untuk ditemukan oleh FBI.

Fitzhugh memperkirakan bahwa harga mobil berlapis emas itu adalah 45 juta USD. Josh dan rekan-rekannya harus mengubah rencana dari merampok uang menjadi merampok mobil. Masalahnya adalah mobil itu harus diturunkan dari lantai teratas apartemen.

Terlebih di jalanan sedang diselenggarakan parade yang diikuti oleh banyak orang. Josh dan rekan-rekannya berencana untuk memasukkan Ferrari milik Arthur ke apartemen Fitzhugh.

Cara pertama adalah dengan menggunakan alat untuk membersihkan jendela apartemen tapi cara itu sulit untuk dieksekusi. Cara kedua yang dilakukan adalah dengan menggunakan lift. Bisakah Josh dan rekan-rekannya mengambil hak mereka?

Cerita yang Predictable

Cerita yang Predictable

Tower Heist nggak menyajikan sesuatu yang baru sebagai film bergenre crime yang bercerita tentang perampokan. Sebagaimana film dengan genre sejenis, formulanya pun sama persis. Josh perlu merekrut orang lain untuk melancarkan misinya.

Tapi kesamaan-kesamaan itu terasa nggak jadi masalah karena kemampuan film ini menyajikan tontonan yang menghibur. Sebagaimana film perampokan, misi yang dieksekusi nggak berjalan mulus.

Film ini pun memberikan screen time yang cukup panjang untuk menggambarkan hal tersebut. Ada juga upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh Slide demi keuntungan dirinya sendiri.

Subplot-subplot ini untungnya dikemas dengan baik dan terhubung langsung ke plot utama. Begitu pula dengan hubungan spesial Josh dan Claire.

Secara sinematografi, film karya sutradara Brett Ratner ini menggunakan kamera yang bergerak secara dinamis. Banyak adegan yang memperlihatkan betapa tingginya The Tower untuk menguatkan persepsi bahwa perampokan di gedung ini bukanlah pekerjaan yang mudah.

Hal itu dilengkapi dengan menampilkan sudut-sudut apartemen yang kelak digunakan Josh dan kawan-kawannya melakukan perampokan.

Pengemasan Komedi yang Ringan

Pengemasan Komedi yang Ringan

Satu hal yang menarik dari Tower Heist adalah caranya menggunakan pendekatan komedi. Memang sudah banyak film yang menggunakan pendekatan serupa, tapi film ini berhasil melakukannya dengan baik.

Komedi ditempatkan dengan cukup merata. Setiap joke keluar di momen yang tepat sehingga tone komedi nyaris nggak hilang sepanjang film.

Bagian keduanya, komedi maupun crime dibagi rata pada karakter-karakternya sehingga nggak ada yang terasa sebagai tempelan saja. Josh dibantu oleh Charlie untuk memetakan rute perampokan yang akan dilakukan.

Fitzhugh dimanfaatkan kecerdasannya karena dianggap bisa memahami pola pikir Arthur. Odessa direkrut karena kemampuan membongkar brankas serta Slide diajak bergabung karena berkecimpung di dunia kriminal.

Secara pendalaman karakter, masing-masing diberikan porsi yang cukup kuat walau terpusat pada sosok Josh. Josh digambarkan sebagai favorit para karyawan The Tower tapi ketika dia harus bertindak di luar karakternya, dia rela melakukannya demi kebaikan orang banyak.

Sementara itu, karakter-karakter lain diberi kesempatan untuk menyampaikan betapa pentingnya uang pensiun yang diambil Arthur.

Eddie Murphy Mencuri Perhatian

Eddie Murphy Mencuri Perhatian

Di antara karakter-karakter yang tampil di Tower Heist, karakter Slide-lah yang paling menonjol. Diperankan oleh Eddie Murphy, Slide benar-benar berhasil mencuri perhatian.

Dibanding karakter lain, kemunculannya bisa dibilang yang paling singkat. Setiap kemunculan Slide, suasana dalam cerita lebih hidup sehingga komedinya terasa jauh lebih terangkat.

Salah satu adegan yang paling ikonik dari film ini adalah bagaimana Slide yang menganggap dirinya sebagai otak tindakan kriminal ingin menguji rekan-rekannya. Dia mengirim rekan-rekannya untuk pergi ke mall kemudian melakukan pencopetan.

Setelah didalami, ternyata Slide hanyalah kriminal kacangan. Murphy terlihat nggak kesulitan sama sekali melakoni peran Slide bahkan mengingatkan kita pada film-film komedi yang dibintanginya di tahun 90-an.

Tower Heist adalah hiburan ringan yang sangat menghibur. Durasi selama 104 menit, yang cukup panjang untuk sebuah film komedi, terasa nggak lama karena cerita yang mudah dicerna dan komedi yang terjaga.

Film ini bukanlah film yang mendobrak lewat eksperimen tapi menyenangkan untuk ditonton. Film yang menyenangkan untuk ditonton versi kamu apa nih? Kasih tahu di kolom komentar, yuk!

Tower Heist
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram