bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Top Gun: Maverick, Aksi Pilot Tempur Senior

Setelah pengabdian selama 36 tahun, Pete “Maverick” Mitchell kembali ke program Top Gun yang pernah membesarkannya. Dia ditugaskan untuk melatih para pilot terbaik untuk menjalankan misi berbahaya.

Maverick pun berusaha menularkan ilmunya dengan segala permasalahan yang datang. Namun, karena masih dihantui rasa bersalah dari masa lalu dan kematian rekan terbaik yang selalu mendukung, Maverick berada di posisi sulit.

Top Gun: Maverick adalah film action drama karya Joseph Kosinski yang dirilis oleh Paramount Pictures pada 27 Mei 2022. Film ini merupakan sekuel dari Top Gun (1986) yang melambungkan karir Tom Cruise ke jajaran aktor papan atas Hollywood.

Tom Cruise dan Val Kilmer kembali memerankan karakter mereka masing-masing dari film pertamanya, ditambah banyak karakter baru berdarah muda.

Apakah penantian terlalu lama dari fans Top Gun akan terpuaskan? Simak review berikut untuk mengetahui ulasan lengkap dari film yang mendapat standing ovation selama 5 menit setelah penayangan perdana di Cannes Film Festival ini.

Sinopsis

Top Gun Maverick_sinopsis_

Pete “Maverick” Mitchell berangkat ke hanggar dengan bersemangat. Tapi dia diberitahu bahwa program uji coba pesawat mereka akan ditutup karena belum mencapai ekspektasi. Syarat agar program ini bisa terus berjalan adalah membawa pesawat uji coba sampai tingkat Mach 10.

Sebelum Laksamana Muda Chester Cain tiba, Maverick nekat menerbangkan pesawat tersebut hingga melebihi Mach 10 dan membuat pesawat meledak.

Karena dianggap melanggar peraturan, Maverick hendak diberhentikan, tapi dia justru dipindahkan ke program Top Gun yang pernah membesarkannya.

Setelah mendapat briefing singkat tentang tugasnya, yaitu sebagai pelatih untuk sebuah misi berbahaya, Maverick mengunjungi sebuah bar yang ternyata adalah milik Penny, mantan kekasihnya.

Bar itu ramai dikunjungi oleh para pilot peserta Top Gun. Salah satu di antaranya adalah Bradley “Rooster” Bradshaw, putra dari mendiang sahabat Maverick.

Hari pertama latihan, Maverick mengajarkan mereka pertempuran udara, dimana di antara mereka belum ada yang bisa menandingi pelatihnya.

Beberapa latihan kemudian, terjadi pergesekan emosi antara Maverick dan Rooster yang nyaris menyebabkan mereka mengalami kecelakaan. Hal ini membuat Laksamana Madya Beau “Cyclone” Simpson marah dan nyaris menghukum Maverick.

Dianggap melanggar aturan ketinggian minimal di udara, Maverick justru mengajukan hal yang baru untuk latihan berikutnya, yaitu penurunan ketinggian minimal dari 1500 meter ke 90 meter.

Latihan berikutnya menggunakan simulasi yang membuat pesawat harus meliuk-liuk di celah lembah yang sempit dan melakukan banyak manuver berbahaya dalam kecepatan tinggi.

Sekali lagi, tidak ada di antara mereka yang bisa menyelesaikan latihan ini dengan baik. Kurangnya komunikasi antar pilot adalah hal penting yang harus diperbaiki.

Setelah bertemu dengan Iceman yang sedang mengalami masalah kesehatan, Maverick kemudian mengajak seluruh pilot bermain football di pantai untuk merekatkan rasa kebersamaan.

Hangman memancing emosi Rooster di kelas setelah mengetahui masa lalu Maverick dan mendiang ayahnya. Kabar duka merebak dengan wafatnya Iceman. Tidak butuh lama bagi Maverick untuk diberhentikan dari program karena dianggap tidak mampu memenuhi ekspektasi.

Setelah mendapat nasihat dan motivasi dari Penny, Maverick nekat melakukan penerbangan simulasi latihan dengan waktu yang lebih singkat.

Keberhasilannya melakukan semua manuver membuatnya kembali dimasukkan ke dalam tim, terlebih mengingat waktu pelaksanaan misi dipercepat. Maverick harus memilih siapa saja pilot yang akan terbang bersamanya dalam misi ini.

Dia memilih Rooster sebagai wingman dan dua pilot lain untuk melengkapi formasi empat pesawat. Waktu pelaksaan misi pun sudah ditentukan dan mereka segera lepas landas.

Mereka menerapkan semua hasil latihan selama ini dengan baik dan sukses meledakkan pabrik uranium tersebut. Tapi kemudian mereka harus menghindari tembakan rudal dari SAM (Surface-to-Air Missile) yang banyak.

Saat Rooster kehabisan suar untuk pengalih rudal, Maverick menghadang satu rudal yang mengarah ke pesawat Rooster dan membuat pesawatnya sendiri meledak. Apakah Maverick selamat? Bagaimana akhir dari misi berbahaya ini? Tonton terus keseruan kejar-kejaran di udara hingga filmnya usai!

Nostalgia yang Tertunda Sangat Lama

Top Gun Maverick_Nostalgia yang Tertunda Sangat Lama_

Bisa kalian bayangkan betapa dahaganya kita untuk menunggu aksi manuver pesawat tempur di udara seperti ini? Top Gun (1986) memang adalah sebuah film yang menjadi ikon pop di era 1980an. Kedahsyatan visual dari kokpit pilot saat jungkir balik benar-benar mendebarkan.

Kesuksesan film ini merambah ke berbagai bidang. Jaket dan kacamata yang digunakan Tom Cruise langsung menjadi fashion terpopuler. Lagu “Take My Breath Away” yang dinyanyikan Berlin langsung menjadi pemuncak di seluruh tangga lagu dunia dan meraih banyak penghargaan musik.

Tentunya, mengulangi kesuksesan seperti ini tidaklah mudah. Inilah yang terjadi pada film Top Gun: Maverick.

Butuh 36 tahun untuk merilis film sekuel yang sudah sangat dinanti oleh para fans sejatinya dan moviegoers di seluruh dunia. Hebatnya, film dengan durasi 2 jam 11 menit ini sangat memuaskan dan tidak mengecewakan sama sekali.

Bagi yang ingin mengulang kesan nostalgia, komposisi musik gubahan Lorne Balfe, Harold Faltermeyer, dan Hans Zimmer langsung membuat kita sekilas kembali ke era 1980an.

Nukilan nada “Take My Breath Away” yang digubah ulang langsung melambungkan perasaan kita, ditambah adegan pembuka yang sangat spektakuler.

Adegan Tom Cruise mengendarai motornya juga menjadi bagian dari nostalgia. Potongan adegan dari film Top Gun, kejadian fatal yang membuat Goose tewas, dimunculkan untuk memperkuat latar belakang cerita sebagai pengaduk emosinya.

Drama yang dihadirkan pada alur cerita sangat mengena dan selera humor yang disuguhkan pun terasa cukup menggelitik.

Menerbangkan Sebuah Misi yang Mustahil

Top Gun Maverick_Menerbangkan Sebuah Misi yang Mustahil_

Faktor utama yang menjadi andalan film Top Gun: Maverick ini tentu saja adalah adegan penerbangan di udara yang bisa memacu adrenalin.

Diceritakan, para pilot Top Gun ini akan diterjunkan dalam sebuah misi berbahaya yang membutuhkan keahlian menerbangkan pesawat yang tinggi. Mereka harus memusnahkan sebuah fasilitas pengolahan uranium untuk dijadikan senjata.

Misi ini bisa dibilang cukup mustahil. Dengan letak target yang berada di lembah, membuat para pilot harus mampu melakukan berbagai manuver dalam waktu singkat dengan kecepatan yang tinggi.

Mereka harus menerbangkan pesawat di bawah radar, meliuk-liuk di lembah, melakukan manuver saat masuk ke target lokasi dan kemudian terbang vertikal untuk menghindari tebing terjal.

Itu masih belum selesai. Mereka harus bisa meloloskan diri dari kendali rudal SAM yang banyak dan pesawat tempur yang lebih modern. Berkali-kali jantung kita dibuat berdebar kencang setiap kali adegan di udara berlangsung.

Dan puncak dari semua itu adalah pelaksanaan misi yang sangat berbahaya. Kita sampai dibuat menahan napas saat menyaksikannya. Bohong kalau adrenalin kalian tidak terpacu.

Seluruh adegan di udara dilakukan secara nyata dan dilakukan oleh para pilot profesional. Untuk menjaga kesan autentik tersebut, adegan dilakukan secara berulang-ulang hingga terkumpul sampai 800 jam adegan.

Di sinilah pembuktian kinerja Eddie Hamilton sebagai editor dalam memilih dan menggabungkan semua adegan. Hasilnya, gambarnya bergerak cepat namun tidak kehilangan detailnya satu pun.

Selain itu, sisi sinematografinya sangat mengagumkan. Penggunaan siluet dan sinar matahari senja, seolah menampilkan atmosfer beraroma patriotisme yang kental.

Bahkan adegan pertandingan football di pantai bisa bercerita sendiri tentang proses membangun komunikasi dan kekompakan tanpa menghadirkan dialog satupun, hanya dengan kekuatan gambar dan akting pemerannya yang apik.

Tom Cruise Memang yang Terdepan

Top Gun Maverick_Tom Cruise Memang yang Terdepan_

Tom Cruise adalah salah satu aktor papan atas yang pamornya tidak pernah turun. Dia selalu menerapkan totalitas dalam berakting. Bahkan dia melakukan banyak adegan berbahaya sendiri, tanpa menggunakan stuntman. Kalau ingin kenal lebih jauh dengan aktor satu ini, baca fakta Tom Cruise ini dahulu, ya.

Sama halnya yang dilakukan Cruise di film Top Gun: Maverick ini. Sebagai seorang pilot bersertifikat, Cruise melakukan semua adegan penerbangan di film ini.

Tidak hanya adegan aksi saja, Tom Cruise juga sangat baik membawakan karakternya yang flamboyan dan karismatik. Dia juga bisa menyiratkan masih adanya perasaan bersalah yang mendalam dari masa lalu pada ekspresi di wajahnya.

Chemistry-nya dengan Jennifer Connelly sangat padu dan dia bisa bersinergi dengan para pemeran lainnya dengan sangat baik.

Kualitas ini memang tidak dimiliki oleh semua aktor, dan Tom Cruise adalah salah satunya. Maka sangat wajar jika film-filmnya selalu ditunggu oleh penikmat film, sebagian besar menjadi film blockbuster dan kualitasnya pun selalu berada di atas rata-rata.

Top Gun: Maverick berhasil menjawab ekspektasi kita akan sebuah film action pemacu adrenalin. Unsur drama dan komedinya pun digarap secara proporsional serta berhasil melengkapi jalan cerita film yang membuat kita mudah dalam menikmatinya.

Performa akting para pemerannya juga apik dan berhasil menampilkan emosi cerita dengan baik. Walhasil, film ini melebihi kualitas film pertamanya. Film ini sudah pasti akan berada di daftar film terbaik di tahun 2022 dan juga bisa menjadi salah satu film penguasa box-office.

Bagi kalian yang fans Tom Cruise atau bukan, yang pernah menonton film Top Gun atau belum, film ini waib ditonton. Pakai helm dan maskernya, kencangkan sabuk pengaman, maka kalian siap menikmati manuver udara yang disajikan. Selamat menonton!

Kalau mencari film lainnya yang dibintangi oleh Tom Cruise, Bacaterus juga punya rekomendasinya di artikel Inilah 20 Film Tom Cruise Terbaik Sepanjang Masa.

Top Gun: Maverick
Rating: 
4.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram