bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tomorrow (2022), Misi Mencegah Bunuh Diri

Tomorrow (2022) drama ber-genre fantasi dengan tema yang sensitif siap menghiburmu setelah rentetan drama romance comedy yang deras sejak awal tahun. Dibintangi Kim Hee Sun, Rowoon, Lee Soo Hyuk dan Yoon Ji On, ia bercerita tentang sekelompok petugas alam baka yang punya tugas berat.

Mereka harus menyelamatkan manusia-manusia yang putus asa dan berniat bunuh diri. Bisakah hal itu dilakukan? Berjumlah 16 episode Tomorrow (2022) sedikit banyak akan menampilkan scene atau plot yang kurang nyaman untuk pemilik trauma.

Jika masih penasaran, alangkah baiknya untuk lebih hati-hati dan bijak. Seperti apa persisnya? Berikut ini sinopsis dan ulasan Tomorrow (2022).

Sinopsis

Tomorrow

Saat menyelamatkan seorang tunawisma yang hendak bunuh diri dengan meloncat ke sungai, Joon Woong malah berakhir ikut tercebur dan koma. Dalam keadaan ruh yang keluar dari tubuh dia bertemu Koo Ryeon.

Ryeon adalah malaikat maut yang bertugas mencegah manusia untuk bunuh diri. Joon Woong pun dibawa ke alam baka untuk ditawari sebuah kesepakatan.

Episode 1-2

Episode 1-2 Tomorrow (2022)_

Choi Joon Wong percaya diri kali ini akan mendapat pekerjaan karena jawabannya saat interview lebih baik dari pesaingnya. Sayang, Joon Woong tidak bisa mengalahkan kekuatan orang dalam. Dia pun dinyatakan gagal untuk ke sekian kali.

Sepulang dari interview, Joon Woong berdiam cukup lama di jembatan di atas Sungai Han. Beberapa saat kemudian, dia mendapati seorang tunawisma mencoba bunuh diri dengan melompat ke Sungai Han. Sempat tidak peduli, Joon Woong akhirnya berusaha menahan lelaki itu.

Tak lama, dua orang misterius datang menendang keduanya hingga terjatuh. Dua orang misterius itu ternyata datang dari alam baka, Jumadeung. Mereka adalah Koo Ryeon dan Lim Ryung Gu. Sayang, meski sudah dijauhkan dari jembatan, lelaki tunawisma itu tetap meloncat dan Joon Woong yang berusaha menyelamatkannya ikut tercebur.

Joon Woong selamat tapi berada dalam keadaan koma. Saat arwahnya keluar dari tubuh, dia melihat Koo Ryeon. Ryeon menawarinya ikut ke Jumadeung. Jika bersedia, Joon Woong akan bangun dari koma tiga bulan kemudian, tapi jika tidak maka Joon Woong akan koma selama tiga tahun.

Sampai di Jumadeung Joon Woong bertemu Kaisar Giok. Koo Ryeon sendiri rupanya bekerja sebagai Kepala Tim Manajemen Risiko. Sebelum bertugas di Jumadeung, dia tinggal di Neraka.

Tugasnya adalah mencegah dan menggagalkan orang-orang yang ingin bunuh diri. Tim tersebut terancam dibubarkan karena angka kematian akibat bunuh diri tetap tinggi.

Kaisar Giok lalu memerintahkan Joon Woong untuk membantu Ryeon dan Lim Ryung Gu. Pada tugas pertamanya, mereka harus menyelamatkan seorang penulis naskah acara televisi bernama Noh Eun Bi. Eun Bi punya energi negatif yang sangat tinggi, artinya keinginan dia untuk bunuh diri juga tinggi.

Keinginan itu muncul dan menguat karena dia kembali bertemu seseorang yang merisaknya saat sekolah dulu. Kim Hye Won adalah pelaku perisakan yang membuat Eun Bi menderita dan trauma hingga kini. Namun, tanpa rasa bersalah dia malah meluncurkan webtoon tentang perlawanan terhadap bullying dan kembali mengintimidasinya.

Ingatan-ingatan traumatis Eun Bi dilihat langsung oleh Ryeon dan Joon Woong. Saking tidak tahan melihat Eun Bi di-bully, Joon Woong sampai merusak kunci masuk ke ruang ingatan.

Eun Bi yang tak tahan lagi bersiap meloncat dari atas gedung. Ryeon mulai melakukan tugasnya. Namun, alih-alih membuat Eun Bi nyaman, Kepala Tim Manajemen Risiko itu malah memojokkannya.

Joon Woong yang keberatan dengan cara kasarnya mencari jalan lain yang lebih manusiawi. Cara itulah yang akhirnya berhasil meredakan energi negatif pada Eun Bi. Di Jumadeung, Kaisar Giok membicarakan Joon Woong dengan para kepala tim tapi tak ada satu pun yang mau merekrutnya, kecuali Ryeon.

Ryeon adalah wanita yang dibawa Kaisar Giok dari neraka. Tawaran dari Kaisar Giok untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin bunuh diri dia ambil karena Ryeon membutuhkan bantuannya.

Episode 3-4

episode 3-4 tomorrow_

Joon Woong akhirnya bergabung bersama Tim Manajemen Risiko. Dia diberi identitas dan wajah baru untuk keadaan darurat, terutama ketika harus berhadapan atau bertemu dengan kenalanannya semasa sadar. Belum lama menjadi anggota TMR, Joon Woong dikejutkan dengan tugas barunya.

Pasalnya, kali ini orang dengan energi negatif tinggi dan sangat ingin bunuh diri adalah sahabatnya, Namgoong Jae Soo. Saking emosionalnya, Joon Woong hampir tewas karena menyusul Jae Soo yang mendatanginya ke rumah sakit. 

Menurut Lim Ryung Gu jika ruh Joon Woong sampai mendekati tubuhnya sendiri, Joon Woong bisa meninggal dunia. Setelah tenang, Joon Woong merasa cara paling ampuh menyelamatkan Jae Soo adalah memberinya ayam goreng yang mengingatkan pemuda itu pada sosok mendiang ayahnya.

Tanpa buang waktu dia dan Koo Ryeon kembali ke masa lalu. Di sana, Koo Ryeon sempat ikut campur menyelamatkan ayah Jae Soo yang hendak bunuh diri demi uang asuransi. Akibatnya dia dihukum tidak bisa menggunakan kekuatannya selama beberapa waktu.

Energi negatif Jae Soo berhasil turun drastis setelah mendapat ayam goreng yang dibawa Joon Woong dari masa lalu. Tugasnya menyelamatkan Jae Soo dari upaya bunuh diri pun selesai. Tak menunggu lama tugas baru untuknya datang. Sesosok ruh wanita bernama Heo Na Young meminta bantuan Joon Woong.

Ruh Heo Na Young yang kabur dari kejaran Tim Pengawal pimpinan Park Joong Gil tersebut meminta TMR menyelamatkan sang suami bernama Kang Woo Jin. Setelah kecelakaan yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia, Kang Woo Jin hancur.

Koo Ryeon lalu mencoba bicara dengan Woo Jin dan mendapat pengakuan mengejutkan bahwa dirinyalah yang telah membunuh Heo Na Young.

Episode 5-8

Review Tomorrow Episode 5-8__

Woo Jin merasa bersalah atas kematian Na Young. Terlebih keluarga Na Young terus menuduhnya pembunuh. Keputusan Woo Jin untuk bunuh diri semakin bulat.

Di sisi lain arwah Na Young terus diburu Tim Pengawal. Akibatnya, Koo Ryeon mengajukan Jaminan Pertanggungjawaban Malaikat Maut pada Kepala Tim Pengawal, Park Joong Gil.

Koo Ryeon tidak memedulikan tangannya yang sakit dan menghitam. Dalam perjanjian tersebut, Koo Ryeon bersedia melakukan apa pun permintaan Park Joong Gil.

Arwah Na Young akhirnya diberi waktu dua jam untuk menyelesaikan urusannya. Na Young berhasil bicara dari hati ke hati dengan Woo Jin dan meyakinkannya untuk terus hidup.

Tugas Jun Woong dan Tim Management Risiko masih berlanjut. Mereka harus menyelamatkan seorang kakek tua yang berkeinginan bunuh diri satu hari menjelang ajalnya. Lee Young Chun adalah mantan pejuang yang hidup sendirian dan bekerja sebagai pemulung.

Young Chun menyesali keputusannya ikut perang di masa muda karena akibat itu dia kehilangan sang ibu dan masa mudanya. Kemalangan dan kebaikan Young Chun pun membuat Tim MR tersentuh.

Koo Ryeon sampai meminta pada Kaisar Giok untuk memudahkan kematiannya. Dia juga meminta agar arwah Lee Young Chun dikawal langsung oleh Park Joong Gil.

Tiba waktu kematiannya, Kaisar Giok turun langsung ke Bumi. Park Joong Gil juga menurunkan anggota Tim Pengawal dalam jumlah banyak. Arwah Lee Young Chun pun dikawal secara terhormat.

Selesai dengan tugasnya yang emosional, Tim MR dibuat bingung karena sistem internet Jumadeung terserang virus. Akibatnya, mereka hanya mendapat sedikit arahan mengenai target selanjutnya.

Koo Ryeon lantas mendapatkan petunjuk kalau target mereka adalah Shin Ye Na yang terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya memiliki gangguan makan yang ekstrem. Ye Na yang pernah gemuk saat remaja mengalami trauma karena terus di-bully.

Gadis itu lantas terobsesi menjadi kurus dengan terus-menerus memuntahkan makanan yang dia telan. Obsesi itu membuatnya tertekan dan memutuskan bunuh diri dengan menghirup nitrogen.

Dia mendapat nitrogen dari sebuah grup obrolan yang berisikan orang yang sama-sama berniat bunuh diri. Beruntung, Jun Woong segera menyelamatkannya.

Namun, Jun Woong merasa urusannya belum selesai. Dia terusik oleh grup obrolan yang menjual nitrogen pada Ye Na. Dia coba meyakinkan polisi serta Koo Ryeon untuk menangkap orang itu tapi tidak mendapat tanggapan.

Jun Woong akhirnya nekat menghadapi orang tersebut sendirian dengan menyamar sebagai anggota grup. Nyawa Jun Woong hampir terancam oleh pelakunya. Beruntung Koo Ryeon dan Lim Ryung Gu segera datang.

Setelah babak-belur oleh Koo Ryeon, tiba-tiba lampu merah Tim MR menyala dan menunjukkan kalau orang itu adalah target mereka selanjutnya. Akan tetapi, Jun Woong enggan menyelamatkan orang tersebut dari upaya bunuh diri.

Tak lama Park Joong Gil datang dan menakut-nakuti orang itu dengan neraka. Tanpa rasa bersalah, penjahat itu meminta Jun Woong menyelamatkannya.

Koo Ryeon pun menyerahkan semua keputusan pada Jun Woong. Setelah sempat menyatakan akan keluar dari Tim MR, Jun Woong akhirnya memilih memanggil ambulans. 

Di Jumadeung, Park Joong Gil selalu tidak bisa tidur karena terus dihantui mimpi buruk. Dalam mimpi itu dia melihat Koo Ryeon. Sambil curiga dan kebingungan, dia bertanya langsung pada Koo Ryeon mengapa hal itu terjadi.

Episode 9-10

Review Tomorrow Episode 9-10__

Koo Ryeon sempat kebingungan menjawab pertanyaan Park Joong Gil terkait mimpi buruknya. Dia lantas protes dan bertanya pada Kaisar Giok terkait pertanyaan Park Joong Gil yang membuatnya gelisah.

Pasalnya dalam ingatan masa lalu Koo Ryeon, dia dan Park Joong Gil tampak punya hubungan buruk. Namun, di tengah kegelisahannya Koo Ryeon tetap harus memimpin tim menyelamatkan mereka yang berniat bunuh diri.

Kali ini target Tim MR adalah seekor anjing berusia 15 tahun bernama Kong yang terlantar di jalanan sebelum ditemukan oleh adik Jun Woong. Kong diketahui menderita tumor dan menurut dokter hidupnya tak akan lama lagi.

Jun Woong lantas diperintahkan untuk melihat rekaman video kehidupan Kong. Di sana diketahui bahwa pemiliknya adalah seorang pemuda bernama Kim Hun.

Kong tidak dibuang melainkan kabur dari rumah karena tak ingin membebani Kim Hun. Kong tahu hidupnya tak lama lagi sehingga memilih pergi agar tidak meninggal di depan Kim Hun.

Tim MR akhirnya berhasil menemukan Kim Hun dan mempertemukan pemuda itu dengan anjing kesayangannya. Baru saja bertemu lagi, anggota tim pengawal arwah tiba-tiba datang untuk menjemput Kong.

Setelah dibujuk Jun Woong dan Lim Ryung Gu, Kim Hun dan Kong diberi waktu untuk yang terakhir kali. Kong akhirnya meninggal dengan tenang di gendongan Kim Hun.

Selesai dengan kasus Kong, Tim MR kembali berhadapan dengan target lain. Kali ini adalah Cha Yun Hui dan Cha Yun Jae.

Cha Yun Hui adalah korban perkosaan dan kekerasan oleh Tak Nam Il. Namun, pengadilan tidak menghukumnya secara setimpal karena berbagai alasan yang tak masuk akal.

Sebagai kakak, Cha Yun Jae merasa bersalah karena gagal melindungi adiknya. Cha Yun Hui kini mengalami trauma dan menolak segala bentuk bantuan, termasuk sidang banding yang diupayakan Koo Ryeon.

Yun Hui lelah dengan pendapat orang-orang yang memojokkannya. Dia hanya ingin tenang atau bunuh diri.

Beban mental Yun Jae dan Yun Hui bertambah berat karena Tak Nam Il tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Perilaku bejatnya memancing emosi Lim Ryung Gu yang ternyata punya trauma tersendiri dengan kasus seperti ini.

Pada kehidupannya yang lalu, Lim kehilangan sang ibu yang bunuh diri karena diperkosa. Lim menghajar Tak Nam Il sampai babak belur. Tak Nam Il akhirnya dibawa kembali ke meja persidangan dan divonis 15 tahun penjara. Dalam perjalanan ke penjara, Park Joong Gil tiba-tiba muncul.

Rupanya hidup Tak Nam Il memang tak lama lagi. Dia akan meninggal karena serangan jantung dalam beberapa menit. Namun, Park Joong Gil tidak rela membiarkan orang sepertinya meninggal begitu saja. Dia pun membakar bis yang membawa Tak Nam Il.

Episode 11-12

Review Tomorrow Episode 11-12__

Lim Rung Gu dihukum gara-gara tidak bisa menahan emosinya menghadapi pemerkosa di kasus yang lalu. Dia mengajukan mutasi ke departemen lain. Gosip jelek tentangnya pun menyebar di Jumadeung. Menurut rumor, di kehidupan yang lalu Ryung Gu adalah pembunuh. 

Koo Ryeon membenarkannya karena Ryung Gu memang membunuh dan bukan hanya satu orang, melainkan empat orang. Mereka adalah pemerkosa ibunya, Lim Yu Hwa.

Di masa lalu Yu Hwa adalah seorang kisaeng dan semenjak menjadi ibu, dia berhenti menjalani hidup sebagai wanita penghibur. Hidup Yu Hwa berubah demi Ryung Gu. Namun, lelaki brengsek yang pernah jadi pelanggannya di masa lalu kembali datang dan menggoda.

Mendapat penolakan dari Yu Hwa, lelaki itu memerintahkan anah buahnya untuk memerkosa. Rumor bahwa sang ibu adalah wanita murahan pun sampai ke telinga Ryung Gu dan membuatnya terpukul. 

Secara kebetulan malam itu dia melihat tiga orang pria keluar dari rumahnya. Dia tidak tahu bahwa mereka habis memerkosa sang ibu. Ryung Gu kecil berteriak dari luar rumah, mengutuk ibunya dan merasa terhina lahir sebagai putranya. Sejurus kemudian dia sudah melihat ibunya gantung diri.

Bertahun-tahun berlalu, Ryung Gu akhirnya tahu bahwa sang ibu tewas setelah malam itu diperkosa beberapa pria. Ryung Gu merasa sangat bersalah dan marah. Dia menuntut dendam dengan membunuh mereka semua. Ryung Gu lantas bunuh diri menggunakan obat-obatan terlarang. 

Dia memilih tidak bereinkarnasi karena takdirnya dan sang ibu sudah terputus. Ryung Gu pun menjadi pegawai Jumadeung. Ryung Gu yang kini tidak lagi bekerja di Tim MR pindah ke Tim Penjualan dan bertugas masuk ke mimpi orang-orang yang mendekati ajal. 

Secara kebetulan, di masa kini wanita bernama Lim Yu Hwa yang sedang hamil besar masuk radar Tim MR. Dia menjadi target Koo Ryeon dan Joon Woong selanjutnya karena punya energi negatif yang tinggi pasca kematian bayinya.

Anehnya, Lim Yu Hwa menunjukkan skala energi yang berubah-ubah. Energi baiknya meningkat kala dia sedang tidur.

Ternyata saat itulah dia sedang bermimpi menggendong bayinya. Hanya di mimpi Yu Hwa dapat bersama anaknya.

Koo Ryeon coba masuk ke dalam mimpi dan menyadarkannya tapi tidak berhasil. Hingga kemudian Lim Ryung Gu ikut turun tangan. Dia dapat menenangkan Lim Yu Hwa dan menggunakan kekuatanya, Ryung Gu pun meminta maaf karena sudah salah paham dan benci ibunya.

Episode 13-16

Review Tomorrow_Episode 13-16_

Koo Ryeon dan tim harus bekerjasama dengan pegawai baru Tim Pengawal bernama Jeon Bo Yun. Target Tim MR kali ini adalah seorang nenek bernama Yoo Bok Hui. Dia merasa bersalah pada mendiang sahabat kecilnya, Yun-I.

Dulu Yoo Bok Hui yang berniat membantu menyarankan Yun-I melamar kerja di pabrik Jepang. Rupanya, Yun-I dipekerjakan sebagai jugun ianfu atau budak pemuas napsu oleh tentara Jepang.

Bok Hui baru mengetahui fakta tersebut puluhan tahun setelahnya. Akibat perasaan bersalah, Bok Hui berniat mengakhiri hidup. Koo Ryeon dan tim lantas mempertemukannya dengan Lee Jeong Mun

Nenek Lee Jeong Mun yang kini sedang dirawat karena sakit merupakan mantan jugun ianfu. Diamengenal dan merasa berhutang budi serta nyawa pada Yun-I.

Keduanya menangisi sosok Yun-I setulus hati. Hingga secara mengejutkan pekerja Tim Pengawal bernama Jeon Bo Yun mengungkap identitasnya. 

Jeon Bo Yun adalah Yun-I yang mereka rindukan selama ini. Dia menjadi pegawai Jumadeung dan diberi kesempatan untuk menemui dua orang sahabatnya. Setelah bertemu Yun-I, Lee Jeong Mun meninggal dengan tenang dan Bok Hui mengurungkan niat bunuh dirinya. 

Selesai dengan tugasnya, Joon Woong melihat Koo Ryeon murung dan energi negatifnya mencapai 100%. Joon Woong mencari tahu dengan menemui Direktur. Dari sana dia mendapat kesempatan melihat masa lalu Koo Ryeon.

Di masa lalu, Koo Ryeon dan Park Joong Gil ternyata sepasang suami istri. Kehidupan mereka bahagia walau belum dikaruniai keturunan. Hingga suatu hari Joong Gil harus pergi bertugas.

Saat itulah pasukan bar-bar menyerang wilayah tempat tinggal mereka. Koo Ryeon diculik setelah banyak membantu dan menyelamatkan orang lain.

Menggunakan akalnya, Koo Ryeon berhasil membawa wanita-wanita korban penculikan pasukan bar-bar kabur. Namun, begitu kembali, Koo Ryeon dan wanita lain mendapat penolakan.

Mereka diizinkan masuk wilayah setelah Park Joong Gil menolongnya. Penderitaan Koo Ryeon ternyata baru dimulai.

Menjadi korban selamat atas penculikan pasukan bar-bar rupanya memberi stigma buruk pada Koo Ryeon. Rumor tidak sedap dan perlakuan menyakitkan harus diterimanya setiap hari.

Ibu mertua yang sempat dia selamatkan juga menyudutkan sekaligus menyarankannya untuk bunuh diri. Satu-satunya teman yang memihak dan membela Koo Ryeon adalah pelayannya, Gop Dan. 

Park Joong Gil tidak terima dan membunuh siapa pun yang menghina istrinya. Tindakan Park Joong Gil membuat Koo Ryeon semakin merasa bersalah dan tersiksa. Dengan berat dia memutuskan mengakhiri hidup. Kematian Koo Ryeon membuat Park Joong Gil terpukul.

Kesedihan Koo Ryeon berlanjut ketika mengetahui bahwa target Tim MR selanjutnya adalah Ryu Choi Hui. Dia merupakan reinkarnasi dari pelayan setianya, Gop Dan. Choi Hui yang berprofesi sebagai artis tertekan karena banyaknya rumor dan komentar negatif tentangnya. 

Koo Ryeon tidak bisa menahan emosinya dan melibatkan perasaan pribadi untuk kasus ini. Park Joong Gil kali ini tidak bisa membiarkan Koo Ryeon.

Sebelum bertindak lebih jauh, Joon Woong sengaja memancing Joong Gil untuk datang ke mimpi buruknya sendiri. Setelah sekian lama bertanya-tanya, Joong Gil akhirnya tahu siapa Koo Ryeon. Sejak itu sikapnya melunak.

Dia bahkan berbalik melindungi Koo Ryeon dari Petugas Neraka, Ha Dae Su, yang tak bisa lagi menoleransi kesalahannya. Ha Dae Su bersiap membawa Koo Ryeon kembali ke Neraka tapi berhasil dicegah. Akibatnya Park Joong Gil menerima hukuman yang seharusnya diterima Koo Ryeon.

Tim MR batal dibubarkan dan Koo Ryeon dapat meyakinkan Choi Hui untuk bertahan hidup. Tugas Joon Woong pun selesai dan dia dikirim kembali ke dunia. Setelah cukup lama koma, Joon Woong akhirnya terbangun. Enam bulan setelah sadar, Joon Woong sudah aktif bekerja. 

Di tempat kerja Joon Woong menyadari salah satu rekannya berada dalam kondisi tertekan. Firasatnya benar dan rekan kerjanya itu berniat bunuh diri.

Beruntung Joon Woong sigap menolong. Dia mendahului Tim MR yang datang kemudian. Koo Ryeon dan Lim Ryung Gu takjub melihat Joon Woong belum berubah. 

Misi Selamatkan Manusia dari Bunuh Diri

Misi Selamatkan Manusia dari Bunuh Diri_

Setelah sukses dengan drama sageuk ber-genre romansa, Rowoon kembali dengan drama baru berjudul Tomorrow (2022). Di sini dia beradu akting bersama Kim Hee Sun, Lee Soo Hyuk, Yoon Ji On sampai aktris senior pemeran Mama Rosa dalam drama Hospital Playlist (2021), Kim Hae Sook.

Ber-genre fantasi, dari dua episode pertama Tomorrow (2022) kita diajak melihat perjalanan seorang pemuda bernama Joon Woong di alam baka. Di dunia, Joon Woong tidak kunjung beruntung soal pekerjaan, tapi di alam baka pekerjaannya sangat mulia.

Bersama dua seniornya, malaikat maut yang trendy, Koo Ryeon dan Lim Ryung Gu, Rowoon harus menyelamatkan manusia-manusia putus asa yang mencoba bunuh diri.

Berbeda dengan Ryeon yang cenderung kasar dalam menyelesaikan misinya, Joon Woong yang disebut ‘Separuh’ karena belum sepenuhnya meninggal ini memakai cara yang lebih manusiawi.

Hati-Hati untuk Pemilik Trauma

Hati-hati untuk Pemilik Trauma_

Begitu dimulai, drama Tomorrow (2022) sudah menyuguhkan scene yang triggering. Di sana terlihat Ryeon menyelamatkan beberapa orang yang akan bunuh diri massal dengan cara menghirup asap knalpot. Sebagai pengenalan, scene tersebut berhasil menarik perhatian.

Memasuki konflik pembuka yang disuguhkan dua episode pertamanya, kamu harus lebih hati-hati dan bijak, terutama jika punya trauma terhadap perilaku bullying.

Pasalnya ada scene-scene yang menyesakkan dan bikin frustasi karena memperlihatkan penderitaan korban perisakan, seperti dipukuli, diinjak, disiram menggunakan susu basi serta diintimidasi.

Salah satu scene saat si pelaku memainkan ballpoint yang menimbulkan suara ‘cetak-cetek’ berulang, terasa sangat membuat frustasi. Eksekusi scoring yang detail semacam itu semakin menaikkan tensi jadi lebih emosional. Jika kamu tertarik dengan genre fantasi dan premis ceritanya, harap berhati-hati saat menontonnya.

Suguhan sinematografi dan visual efek drama Tomorrow (2022) juga asyik, tapi lagi-lagi bisa membuat kurang nyaman penonton yang punya trauma karena sangat intens. Seperti ketika Rowoon dan Ryeon harus bergegas pergi dari ruang ingatan Eun Bi yang tiba-tiba berubah chaos.

Tugas Resmi Pertama Joon Woong yang Emosional

tugas resmi pertama joon_

Episode 3 drama fantasi Tomorrow (2022) dimulai dengan pengangkatan Joon Woong secara resmi menjadi anggota Tim Manajemen Risiko pimpinan Koo Ryeon.

Pada tugas pertamanya ini Joon Woong sudah dihadapkan pada tugas yang emosional. Alasannya karena seseorang yang harus dia selamatkan dari upaya bunuh diri adalah sahabatnya sendiri.

Ada beberapa scene flashback yang mempertontonkan kedekatan antara Joon Woong dan Jae Soo. Mereka adalah dua sahabat yang mulai dekat dari bangku SMA dan kerap makan ayam goreng bersama saat keduanya merasa gagal. Selain itu terdapat pula scene masa lalu kehidupan Jae Soo yang sudah sangat berat sejak kecil. 

Kedekatan mereka ditambah gambaran hidup Jae Soo yang pedih sejak anak-anak, menambah plot di dua episode ini semakin gak karuan. Kita diajak merasakan kepedihan Jae Soo dan Joon Woong sekaligus.

Pada episode 3 dan 4 kita juga disodori cerita sedih saat Joon Woong kembali bertemu dengan sosok mendiang ayahnya di masa lalu. Joon Woong yang selalu rindu pada sang ayah, akhirnya punya foto bersama.

Tekanan Mental Bisa Menyerang Siapa Saja

Review Tomorrow Episode 5-8_Tekanan Mental Bisa Menyerang Siapa Saja_

Tomorrow (2022) terus menyuguhkan cerita-cerita emosional yang berangkat dari masalah mental sejak episode pertama.

Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di episode lima sampai delapan, lagi-lagi kamu akan diajak melihat orang-orang yang tertekan oleh keadaan, orang-orang yang putus asa dan hanya terpikir mati sebagai solusi. 

Ada empat cerita yang disajikan dalam empat episode Tomorrow (2022). Masing-masing mengangkat masalah kehidupan dan beban mental yang berbeda.

Kamu akan ikut terbawa perasaan mengikuti kisah romantis yang pilu antara Woo Jin dan Na Young, lalu merasa sangat tersentuh dengan perjuangan kakek Young Chun yang nelangsa sampai tua.

Belum lagi struggling-nya seorang gadis bernama Ye Na yang ingin terbebas dari gangguan makan ekstrim serta sekelompok orang yang bersiap bunuh diri karena masalah hidup masing-masing. Semua cerita yang disajikan dari episode lima sampai delapan memberi banyak pengingat.

Tekanan dalam hidup bisa menimpa siapa saja; berusia muda, lanjut usia, lelaki atau wanita, semua berisiko mengalami masa-masa terendah. Bunuh diri adalah pilihan terakhir yang sejujurnya tidak pernah diinginkan. Oleh karena itu, mereka sebenarnya hanya butuh satu orang yang mengulurkan tangan. 

Kebimbangan Jun Woong

Review Tomorrow Episode 5-8_Kebimbangan Jun Woong_

Khusus pada episode delapan, Tomorrow (2022) menyuguhkan kasus istimewa, terutama bagi Jun Woong. Pria setengah manusia setengah Malaikat Maut itu menghadapi target yang menguras emosi, yaitu penjahat yang berkeinginan bunuh diri.

Dia berada pada pilihan sulit antara tetap melakukan tugasnya atau mengikuti kata hati. Jika tetap melakukan tugasnya, dia merasa sama dengan membiarkan seorang penjahat tetap hidup tanpa rasa bersalah.

Namun, jika mengikuti kata hati berarti dia sudah lalai dengan tugasnya. Kebimbangan ini sempat membuatnya berkeinginan untuk keluar dari Tim MR.

Menariknya, keputusan yang dibuat Jun Woong menunjukkan kalau dia memang berhati baik. Walau berat, Jun Woong mengesampingkan kebenciannya dan menyelamatkan penjahat itu.

Kong yang Menggemaskan dan Bikin Banjir Air Mata

Review Tomorrow Episode 9-10_Kong yang Menggemaskan dan Bikin Banjir Air Mata_

Sudah menginjak episode sembilan dan sepuluh, kasus yang disajikan drama Tomorrow (2022) semakin beragam. Khusus pada episode sembilan, kamu akan terhanyut oleh cerita si anjing lucu bernama Kong yang memutuskan menjauh dari sahabatnya lalu bunuh diri karena mengidap penyakit.

Kisah di episode ini akan sangat relate dengan para pemilik hewan peliharaan karena menyuguhkan keterikatan emosi yang kuat. Melalui kisah Kong dan Kim Hun kita diberi gambaran mengenai kedekatan emosi antara hewan peliharaan dan pemiliknya.

Kong memang tidak bisa bicara seperti manusia tetapi dia bisa merasakan kesedihan dan kegelisahan orang terdekatnya.

Kasus Perkosaan Memancing Trauma

Review Tomorrow Episode 9-10_Kasus Perkosaan Memancing Trauma_

Menginjak episode sepuluh, Tomorrow (2022) membawa kasus yang bisa memancing trauma korban-korban perkosaan atau kekerasan seksual. Melalui kisah si kembar Cha Yun Jae dan Cha Yun Hui, lagi-lagi kita disuguhi permasalahan berat yang banyak terjadi di sekitar kita.

Gambaran penderitaan yang diperlihatkan Cha Yun Hui sebagai korban perkosaan sangat akurat. Di episode sepuluh, perihnya korban perkosaan menghadapi komentar dan tekanan sekitar yang malah menyalahkannya ditunjukkan secara detail.

Keadaan ini memicu depresi mereka sehingga tak heran korban perkosaan memilih untuk bunuh diri atau bungkam dan melupakannya.

Perlakuan dengan dampak paling buruk yang diterima korban perkosaan juga diperlihatkan di episode ini, yaitu ketika Chu Yun Hui malah mendapat perlakuan kasar dari keluarga sendiri.

Alih-alih dilindungi dan dikuatkan, gadis itu disalahkan dan dipojokkan oleh orang terdekatnya. Kalau menonton bagian ini kamu akan ikut merasakan marah, sedih sekaligus menyayangkan.

Fenomena menyedihkan yang melukai korban perkosaan di episode sepuluh ini nyata terjadi di sekitar kita. Dalam durasi yang hanya satu jam, Tomorrow (2022) sangat detail menggambarkan luka-luka itu.

Jika kamu punya trauma tersendiri dengan pelecehan atau kekerasan, harap berhati-hati saat menontonnya.

Latar Belakang Kehidupan Lim Ryung Gu yang Pilu

Review Tomorrow Episode 11-12_Latar Belakang Kehidupan Lim Ryung Gu yang Pilu_

Sejak episode lalu, ada scene yang menunjukkan Lim Ryung Gu sedang menatap nanar seorang wanita hamil. Jika kamu penasaran mengenai identitas wanita itu, jawabannya ada di episode sebelas dan dua belas.

Dia adalah wanita yang mirip dengan ibu kandungnya di masa lalu. Nama dan wajahnya memang sama, tapi menurut Kaisar Giok, dia bukan ibu Lim Ryung Gu karena takdir mereka sudah terputus.

Lim Ryung Gu yang kadung terbawa kenangan, kembali mengingat masa lalunya yang pilu. Bagian saat cerita mengalami flashback memperlihatkan bahwa Ryung Gu dan ibunya menjalani hari yang berat sebagai orang miskin.

Ryung Gu yang pintar tidak punya kesempatan untuk belajar. Belum lagi aib ibunya yang menempel seperti noda.

Jika kamu perhatikan karakter Lim Ryung Gu gemar sekali mengupil, rupanya di masa lalu diceritakan bahwa kebiasaan itu berawal dari riwayatnya sebagai seorang pecandu obat terlarang.

Dua episode Tomorrow (2022) kali ini mengupas tuntas masa lalu dan beban Lim Ryung Gu yang akhirnya lepas setelah ratusan tahun. 

Singgung Kekejaman Jugun Ianfu

Review Tomorrow_Singgung Kekejaman Jugun Ianfu_

Pernah mendengar tentang Jugun Ianfu sebelumnya? Selain menjadi bagian dari sejarah penjajahan Jepang di Indonesia, kata lain untuk budak napsu tentara Jepang ini juga menjadi isu sensitif di Korea Selatan, dan Tomorrow (2022) menyuguhkannya di episode tiga belas.

Setelah episode-episode lalu juga menyajikan masalah sensitif, kali ini yang diangkat tak kalah pilu, yaitu penderitaan para wanita Korea Selatan atas perbudakan Jepang.

Ada dua karakter wanita berusia senja yang tampil jadi karakter utama episode tiga belas ini. Keduanya menjalani hidup berbeda karena perbedaan latar belakang ekonomi dan sosial. 

Perbedaan kontras antara dua karakter di episode ini seperti ingin memperlihatkan bahwa hal mengerikan yang tidak kamu alami atau lihat, bukan berarti tak ada.

Penyiksaan yang dialami nenek Lee Jeong Mun dan Yun-I adalah sesuatu yang valid sekalipun menjadi Jugun Ianfu bukan pengalaman banyak orang dan terlalu biadab untuk jadi kenyataan.

Masa Lalu Koo Ryeon dan Park Joong Gil

Review Tomorrow_Masa Lalu Koo Ryeon dan Park Joong Gil_

Pada tiga episode terakhir Tomorrow (2022), khususnya episode empat belas, kamu akan dibawa menyaksikan masa lalu Koo Ryeon dan Lee Joong Gil yang tragis secara lebih lengkap.

Sebelumnya, hubungan masa lalu Koo Ryeon dan Joong Gil hanya ditampilkan sepotong-sepotong, kali ini kamu akan melihat gambaran utuh.

Gambaran utuh mengenai kehidupan masa lalu keduanya memperjelas alasan mengapa Joong Gil sangat membenci Tim MR. Pasalnya, di masa lalu dia membenci dirinya yang egois sehingga membuat beban Koo Ryeon bertambah berat.

Hal itu berakibat pada keputusan Koo Ryeon yang semakin bulat untuk mengakhiri hidup. Pada episode ini pula untuk pertama kalinya kamu akan melihat Joong Gil bersikap lebih lembut pada Koo Ryeon.

Selama ini kepala Tim Pengawal itu terkenal dingin dan melihat Tim MR atau Koo Ryeon dengan tatapan benci dan merendahkan. Akhirnya sebelum Joon Woong kembali ke dunia, keadaan di Jumadeung, beban-beban di hati Koo Ryeon dan Joong Gil serta Lim Ryung Gu terselesaikan.

Tomorrow (2022) yang setiap episode selalu menyajikan cerita berbeda dan sarat makna, menuntaskan ceritanya dengan pelajaran paling besar. Sekuat apa pun orang lain berusaha membantu, pada akhirnya yang bisa menolong adalah dirimu sendiri

Tomorrow
Rating: 
3.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram