bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review To All the Boys: Always and Forever

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 Juni 2021

Tahun terakhir di SMA menjadi pusat perhatian sekembalinya Lara Jean dari perjalanan bersama keluarganya ke Korea dan mempertimbangkan rencana kuliahnya, dengan atau tanpa Peter. To All the Boys: Always and Forever adalah original film Netflix yang juga merupakan film penutup dari trilogi To All the Boys yang menjadi andalan Netflix sejak tahun 2018.

Tidak ada yang berubah dengan deretan pemerannya yang semuanya kembali menghidupkan karakter masing-masing dari novel karya Jenny Han yang terbit di tahun 2017 ini. Proses syuting film ini dilakukan secara back-to-back dengan film keduanya, To All the Boys: P.S. I Love You (2020), tepatnya dua minggu setelah proses syuting film kedua berakhir. Tidak ada libur demi mengejar target penggemarnya.

Apakah film ini mampu memenuhi harapan para penggemarnya? Sebagus apa kualitas film penutup ini? Akankah meninggalkan kesan bagi kita? Simak review kami tentang film yang dirilis di Netflix pada 12 Februari 2021 ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2021
  • Genre: Comedy, Drama, Romance
  • Produksi: Ace Entertainment, All the Boys Productions
  • Sutradara: Michael Fimognari
  • Pemeran: Lana Condor, Noah Centineo

Lara Jean dan keluarganya berlibur ke Korea. Ketiga saudari ini mencari gembok yang pernah ditulis oleh ibu mereka di sebuah jembatan dan berhasil menemukan pesan tersebut. Sekembalinya dari Korea, Lara Jean harus menerima kenyataan jika dia tidak diterima oleh Universitas Stanford dan tidak bisa kuliah bareng dengan Peter. Tapi Lara Jean belum bisa menceritakan hal ini ke Peter.

Justru kampus pilihan lainnya, Universitas of California di Berkeley, menerimanya. Letaknya hanya satu jam dari Stanford dan menjadi pilihan terbaik bagi mereka. Setelah diberitahu, Peter sedikit kecewa, tapi dia menerima rencana baru ini karena mereka tetap bisa bertemu setiap akhir pekan. Sementara itu, hubungan ayah mereka dengan Trina naik ke jenjang berikutnya, rencana pernikahan.

Lara Jean dan Peter bersama teman-temannya menikmati school trip ke New York. Tidak disangka, ternyata Lara Jean jatuh cinta kepada kota ini dan membandingkannya dengan California berdasarkan film-film rom-com yang dia suka. Baginya, New York memiliki lebih banyak cerita, bahkan di setiap sudut kotanya. Ditambah, Gen sudah diterima oleh New York University.

Saat belajar membuat kue untuk acara pernikahan, Lara Jean menemukan surat penerimaan dari New York University untuknya dan membuatnya bimbang untuk memilih antara mengejar cita-citanya atau cintanya. Jika dia memilih New York, berarti mereka harus siap untuk menjalani long distance relationship atau berpisah, karena New York dan California berada di daerah yang berbeda dengan jarak 4.800 km.

Lara Jean memberitahu keinginannya untuk kuliah di New York di malam prom dan membuat Peter teramat kecewa karena artinya mereka harus berpisah. Hari-hari mereka berdua kemudian sepi, bahkan Peter tidak datang ke acara pernikahan ayah Lara Jean. Tapi pertemuan Peter dengan ayahnya membuka mata hatinya dan membuat rencana baru bagi hubungan mereka.

Di akhir malam pernikahan itu, Peter berbicara hati ke hati dengan Lara Jean tentang “kontrak cinta” baru terkait masa depan dan cita-cita mereka berdua. Bahkan Peter memberi tahu Lara Jean tentang pertemuan pertama mereka (meet cute) pada saat di sekolah dasar dahulu. Akhirnya mereka berdua setuju dengan hubungan LDR ini, terlebih karena artinya mereka akan saling berkirim surat cinta.

Menjawab Pilihan Sulit: Cita-Cita atau Cinta?

Menjawab Pilihan Sulit: Cita-Cita atau Cinta?

Di tahun terakhir SMA dan tahun ketiga hubungan Lara Jean dan Peter, tidak ada rekayasa cinta dan tidak ada CLBK sebagai fokus utama cerita, tetapi masa depan hidup dan cinta mereka. Tema To All the Boys: Always and Forever sedikit lebih berat dibandingkan kedua film sebelumnya, tetapi sutradara Michael Fimognari berhasil menampilkannya dengan ringan, sehingga tidak terlalu serius, juga tidak konyol.

Setiap orang memiliki impian, cita-cita dan harapan yang berbeda bagi kehidupan masa depan mereka, tidak terkecuali Lara Jean. Meski cinta mereka sudah sangat kuat, bahkan dia hampir rela untuk kuliah di Berkeley hanya agar bisa dekat dengan Peter, tapi kecintaannya kepada kota New York sedikit membuat tali cinta mereka nyaris terputus.

Lara Jean merasa bahwa New York adalah kota impiannya dimana dia bisa mewujudkan impian, cita-cita dan harapannya setinggi mungkin, terlebih karena jurusan yang dipilihnya, yaitu literatur Inggris, lebih berkompeten di New York University jika dibandingkan dengan kampus lainnya. Impiannya sebagai penulis bisa dia wujudkan dengan banyaknya kesempatan yang tersedia di kota besar itu.

Tapi sayangnya, New York dan California berjarak lebih dari 4.800 km. California berada di Pantai Barat Amerika, sedangkan New York berada di Pantai Timur Amerika. Hubungan LDR bukanlah pilihan yang mudah bagi setiap pasangan, termasuk juga Lara Jean dan Peter. Apalagi rencana pertama mereka yang gagal sudah diubah ke rencana cadangan, dan Peter sulit untuk menerima rencana baru lagi.

Proses Pendewasaan Cinta

Proses Pendewasaan Cinta

Disinilah letak ujian terberat dalam sebuah ikatan cinta. Mayoritas pasangan tidak bisa bertahan dengan jarak yang jauh antara mereka dan banyak yang kandas di tengah jalan. Hal ini pun ditakuti oleh Lara Jean dan Peter. Tetapi, ujian ini justru menjadi proses awal pendewasaan bagi cinta mereka, terutama bagi pribadi masing-masing bagi pasangannya.

Peter akhirnya bisa menerima pilihan Lara Jean untuk melanjutkan pendidikan ke New York dan tidak akan menghalangi impiannya untuk menjadi penulis. Begitupun Lara Jean tetap akan menjaga cinta mereka, seiring usahanya mengejar impian demi masa depan mereka berdua. Harapan mereka untuk hidup bersama selamanya, tidak akan terhenti hanya karena terpisah jarak selama empat tahun saja.

Proses pendewasaan karakter Lara Jean dan Peter di To All the Boys: Always and Forever terlihat sangat baik dan transisinya berjalan cukup mulus. Terutama Peter, dimana sosok “bad boy” yang tersemat di dua film sebelumnya menjadi hilang dan dia berubah menjadi sosok yang sangat mencintai Lara Jean dan mengerti serta menerima segala kegagalan rencana yang sudah mereka persiapkan.

Memang, tidak ada yang lebih baik untuk membuat orang berubah selain rencana yang tidak berjalan dengan semestinya. Disinilah kedewasaan berpikir dan tingkat kesabaran menjadi senjata utama yang tidak boleh dilepaskan agar bisa terus maju dengan rencana lainnya lagi. Layaknya air, meski dibendung, dia akan mencari celah lain untuk terus mengalir.

Penutup Sebuah Trilogi

Penutup Sebuah Trilogi

Tentunya tidak afdol rasanya jika kita tidak me-review ulang seluruh film dalam trilogi ini. Secara singkat, To All the Boys I’ve Loved Before masih menjadi film terbaik dalam trilogi ini dengan kisah rekayasa cintanya yang diberi rating 7,1 oleh IMDb dengan Metascore sebesar 64. Dan To All the Boys: P.S. I Still Love You dengan kisah CLBK-nya diberi rating 6,0 dari IMDb dan Metascore sebesar 54.

Lalu bagaimana dengan To All the Boys: Always and Forever ini? Film ketiga ini tampil sedikit lebih baik dari film keduanya meski tidak bisa menyamai kualitas film pertamanya. IMDb menyematkan rating 6,3 dengan Metascore sebesar 65. Catatan, ketiga film ini dicap certified fresh oleh Rotten Tomatoes yang mengindikasikan jika seluruh film dari trilogi ini layak ditonton.

To All the Boys: Always and Forever berhasil menjadi penutup yang sempurna dari sebuah trilogi kisah proses cinta remaja menuju taraf kedewasaan mereka. Mengutip narasi Lara Jean di akhir film, bahwa sebenarnya akhir kisah dalam film rom-com adalah awal dari sebuah kisah cinta yang panjang dalam kehidupan sebenarnya, dan mereka harus bisa menjalani itu.

Film penutup ini menjadi semakin sempurna dengan banyaknya problema kehidupan yang pasangan ini lewati, sehingga lapisan cerita menjadi banyak. Tetapi dengan penyampaian yang ringan, kita tidak akan merasa berat untuk memahaminya. Luber dengan lagu-lagu hits yang mengisi soundtrack-nya dan transisi adegan yang eye-catching, film ini harus masuk daftar wajib tonton kalian.

To All the Boys: Always and Forever
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram