bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Timeless Love, Cinta dari Dua Orang yang Toxic

Memiliki premis yang kuat dan sangat menyentuh hati para penontonnya, Timeless Love (2021) memang wajib untuk ditonton. Berbeda dengan kebanyakan drama romantis pada umumnya, drama ini terasa sangat melow dengan kisah yang dalam.

Apalagi premisnya mengangkat cinta antara dua orang yang memiliki penyakit psikologis, alhasil hubungan ini memicu banyak triggers yang menyakitkan.

Drama original IQiyi ini diangkat dari novel populer di Cina berjudul Zhui Guang, karya penulis He Zhong. Alur cerita yang ditulis oleh Zhang Meng Yang, benar-benar sangat mendalam dengan development karakter yang kuat.

Penggarapan Tan You Ye sebagai sutradara, berhasil mengarahkan Chen You Wei, Xu Yi Yang dan Pan Lu Yu membangun kisah cinta segitiga yang menegangkan dan toxic.

Bagi beberapa orang, Timeless Love (2021) mungkin terasa sangat membosankan di awal. Namun kisah cinta Jiang Dian dan Cheng Feng akan menyentuh hati siapapun yang menontonnya. Penasaran dengan jalan ceritanya? Kamu bisa membaca sinopsis dan reviewnya di bawah ini.

Baca juga: 10 Drama Mandarin Terbaik di Tahun 2022

Sinopsis

Sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Psychological, Romance, Youth, Melodrama
  • Produksi: iQiyi, A-Rings Film, Ben Jia Ying Shi, Superpower Pictures
  • Sutradara: Tan You Ye
  • Pemeran: Chen You Wei, Xu Yi Yang
  • Jumlah Episode: 24 Episode

Cinta, sepertinya hal ini menjadi sebuah alergi dan penyakit yang mengerikan bagi Cheng Feng (Xu Yi Yang). Mantan koreografer dan penari internasional ini telah kehilangan cintanya, kini hatinya terasa sangat dingin dan kosong.

Masa-masa kejayaan yang dimilikinya sudah tidak berarti lagi, kini Cheng Feng hanya ingin hidup mengikuti arus saja.

Setelah pensiun, Cheng Feng memilih untuk mengolah café sederhana untuk mendapatkan penghasilan. Namun kehidupan nyaman yang diinginkannya terganggu dengan kehadiran Jiang Dian (Chen You Wei).

Seorang mahasiswa tampan yang kerap berusaha untuk mendapatkan perhatian dan cintanya. Namun keras dan dinginnya hati Cheng Feng, membuat anak laki-laki itu kehilangan kepercayaan diri.

Ucapan Cheng Feng bahwa Jiang Dian hanya menginginkan kecantikan dan tubuhnya saja, membuat anak itu merasa sakit hati.

Namun Cheng Feng tidak memungkiri, bahwa hatinya tergerak melihat usaha Jiang Dian untuk membantunya sembuh dari klaustrofobia yang diidapnya. Sampai suatu hari Jiang Dian menyelamatkannya saat hampir tenggelam di danau, yang menyebabkan anak itu terluka.

Sejak saat itu Cheng Feng mulai membuka hatinya lagi, perempuan ini mau menerima Jiang Dian sebagai kekasihnya. Hubungan ini bisa dikatakan menjadi healing yang tepat bagi Cheng Feng, karena perlahan ia mau mengobati trauma dalam hatinya.

Hingga kisah cinta keduanya mulai diganggu dengan berbagai sabotase dari banyak orang, salah satunya mantan kekasih Cheng feng yaitu Zhao Yao (Pan Lu Yu).

Si idol ternama yang telah mencuri tarian buatan Cheng Feng di masa lalu, terus saja mencoba mendekatinya. Semua tabiat buruknya diketahui Cheng Feng, soal fans Zhao Yao yang mengganggunya, pemilik rumah yang mendesaknya, hingga sabotase koreografi.

Kehadiran Zhao Yao ini ternyata sangat berpengaruh pada Jiang Dian, yang secara perlahan membuat kesehatan mentalnya terganggu.

Jiang Dian yang biasanya sangat tenang, tiba-tiba berubah menjadi pria yang mudah cemburuan dan terkadang kasar. Emosinya Jiang Dian juga terkadang tidak terkendali, pria ini bisa begitu marah dan curigaan dan kerap merasa Cheng Feng akan meninggalkannya.

Semua ini adalah gejala disorientasi paranoid, yang berasal dari keluarganya, Jiang Dian kecil kekurangan kasih sayang dan rasa aman. Menjalani hubungan dengan Jiang Dian, semakin hari terasa sangat berat bangi Chen Feng.

Mau bagaimanapun ia mentolerir setiap kali Jiang Dian emosi dan kehilangan kendali, tetap saja hal ini sangat sulit. Apalagi semakin hari Jiang Dian semakin nekat, ia melukai dirinya sendiri demi membuat Cheng Feng tetap berada di sisinya.

Masalah lain yang di hadapi Cheng Feng kini makin bertumpuk, ketika ibu Jiang Dian tidak merestui mereka. Jiang Diang yang selalu dianggap sebagai barang oleh ibunya, membuat kondisi mental pria itu makin hari makin tidak stabil.

Belum lagi masalah rumor buruk tentangnya di media sosial dan sabotase Zhao Yao yang makin gila. Bisakan Cheng Feng bertahan untuk menemani Jiang Dian?   

Alurnya Bikin Perasaan Penonton Bak Menaiki Roller Coaster

Alurnya Bikin Perasaan Penonton Bak Menaiki Roller Coaster

Timeless Love (2021) bisa dikatakan sebagai hidden gems untuk kategori melodrama Cina. Alasannya sangat sederhana, karena drama ini membuat hati penontonnya seperti sedang menaiki roller coaster meski kurang populer.

Pertama saya akan mengatakan bahwa premis mengenai dua orang yang sama-sama rusak secara psikologis menjadi ide yang sangat baik.

Meski penyakit psikologinya terkesan sederhana, namun penyakit ini memberikan efek samping yang luar biasa pada penderitanya. Cheng Feng yang diperankan oleh Xu Yi Yang adalah mantan penari dan koreografer kelas dunia yang mengidap klaustrofobia.

Sementara Jiang Dian, seorang mahasiswa yang pintar dan tampan namun hidup tanpa kasih sayang keluarga. Cheng Feng dan Jiang Diang akhirnya memulai kisah cinta keduanya, setelah berbagai hal yang terjadi.

Apalagi hubungan keduanya benar-benar bergejolak, mulai dari episode 10 hingga akhir akan ada banyak sekali adegan ciuman dan lainnya.

Tapi yang bikin penonton tegang, perubahan karakter Jiang Dian yang awalnya begitu sempurna berubah karena mengidap disorientasi paranoid.

Kejadian ini langsung mengubah keadaan dan menjadi pembeda Timeless Love (2021) dari drama bergenre sama. Mereka menambahkan kisah cinta segitiga yang bergejolak dengan bumbu sebuah keluarga yang tidak pernah sempurna.

Mantan pacar Cheng Feng bersikap agresif dan ibu Jiang Dian yang begitu powerfull dengan kekayaan dan pengaruhnya pada sang putra.

Dua antagonis utamanya tadi, menjadi karakter yang bikin jalan ceritanya semakin bergejolak. Hebatnya, penulis cerita bisa memberikan background story yang jelas dan mudah dipahami oleh penonton.

Meski begitu drama ini masih memiliki plot hole, namun jalan ceritanya tidak mudah untuk ditebak. Belum lagi kisah second lead dan pemeran pembantu lainnya juga tidak kalah asik untuk di tonton.

Namun yang paling disayangkan, saya akan mengatakan memiliki starter awal yang sangat buruk. Meski drama ini bergenre melodrama, namun alur yang flat di awal cerita membuat banyak orang salah paham.

Saya cukup banyak membaca orang yang mereview drama ini mengatakan, bahwa episode awalnya terasa sangat membosankan dan membuat orang malas untuk menonton drama ini.

Development Karakter Sangat Baik dan Mendalam

Development Karakternya Sangat Baik dan Mendalam

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Cheng Feng adalah karakter yang awalnya memiliki masalah psikologis. Perempuan ini mengidap klaustrofobia dan rasa sakit hati yang mendalam setelah kehilangan ibu dan penghianatan dari sang mantan kekasih.

Sementara Jiang Dian terlihat sangat menikmati kasih sayang dan rasa aman yang ia dapatkan dari Cheng Feng. Tapi perubahan karakternya dimulai ketika Jiang Dian akhirnya mendapatkan rasa aman dan kasih sayang dari Cheng Feng.

Dari sinilah karakter dua pemeran utamanya menjadi lebih kuat dengan intensitas yang seimbang. Saya tidak menyangka bahwa karakter Cheng Feng bisa jadi sangat pemberani dan berpikiran sangat panjang.

Hal ini terlihat dari bagaimana ia mengatasi berbagi masalah yang datang, alih-alih marah atau merasa takut. Cheng Feng terlihat sangat tenang, ia berusaha berpikir dengan kepala dingin dan melihat setiap konsekuensi dari tindakannya.

Soal keberanian, saya cukup kaget melihat Cheng Feng sangat vokal melawan ibu Jiang Diana yang meminta mereka berpisah.

Cheng Feng juga orang yang mengetahui segala batasannya, inilah kenapa ia tidak pernah mau ikut campur soal hubungan Jiang Dian dan ibunya. Ia juga tidak pernah mau memberikan beban hidupnya pada Jiang Dian, merujuk pada kondisinya yang sedang sakit.

Ia memiliki kesabaran dan pengertian yang sangat-sangat luar biasa, meski ia merasa sedih, kesal, marah dan kecewa pada Jiang Dian. Perubahan karakter Jiang Dian juga terjadi tanpa saya sadari bahwa hal ini adalah gejala penyakit mental atau psikologis.

Saya berpikir rasa khawatir Jiang Dian hanya karena ia terlalu mencintai Cheng Feng, kebanyakan drama romantis Cina seperti itu. Ternyata posesif menjadi salah satu tanda bahwa pria itu tengah mengidap disorientasi paranoid.

Jiang Dian yang awalnya begitu tenang dan rasional, bisa terlihat rapuh dan gila sepanjang 14 episode. Secara perlahan karakter Jiang Dian menunjukkan perubahan emosi yang signifikan dan makin menggila.

Ini yang dikatakan toxic relationship, karena Jiang Dian benar-benar menjadi energi negatif. Bahkan ia rela melukai dirinya sendiri, tujuannya hanya untuk menarik perhatian Cheng Feng.  

Hal ini juga berlaku untuk karakter lainnya, seperti Lian Ruo Shen yang sangat childish tapi berpendirian. Dai Bao Ling, di wanita modern yang pemikirannya sangat luas dan terbuka dengan berbagai perubahan. Sementara Pei Xiao Yun, si dosen muda yang pikirannya agak kolot dan kepribadiannya yang lembut.

Premis Penyakit Psikologis yang Mudah Dipahami

Premis Penyakit Psikologis yang Mudah Dipahami

Timeless Love (2021) memiliki premis mengenai dua orang yang memiliki penyakit mental atau psikologi. Penyakit-penyakit ini bisa dikatakan cukup umum, fobia ruangan sempit dan paranoid yang sangat dekat dengan lingkungan kita.

Jujur saja saya menyukai gaya penulis dan sutradara untuk menceritakan premis ini tanpa berusaha untuk menjadikannya terlalu ilmiah. Penyajiannya yang sederhana dengan tanda-tanda yang simpel, hal ini sangat membantu penonton awam memahami premisnya.

Saya menyukai cara karakter psikolog di drama ini menjelaskan klaustrofobia dan disorientasi paranoid dengan bahasa yang mudah dimengerti. Seperti klaustrofobia Cheng Feng berasal dari hati, sementara disorientasi paranoid Jiang Dian berasal dari keluarganya.

Dengan penjelasan ini, penonton bisa tahu bahwa masalah Cheng Feng lebih pada trauma. Sementara Jiang Dian hidup dalam keluarga yang tidak bisa memberikannya kasih sayang dan rasa aman.

Alurnya juga dijelaskan dengan baik, mulai dari penyebab luka hati Cheng Feng. Ternyata hal ini berasal dari mantan kekasihnya yang sudah mencuri koreografi tariannya dan kehilangan ibunya di hari yang sama.

Sementara Jiang Dian, hidupnya tidak lebih seperti barang yang diatur oleh orang dewasa yaitu ibunya sendiri.

Jiang Dian harus mengikuti keinginan ibunya untuk berkuliah di jurusan ekonomi, padahal ia sangat menyukai kimia. Sejak kecil ia mengurus hidup sendiri, sementara kedua orang tuanya sibuk bekerja dan pergi keluar negeri.

Hal ini dijelaskan sepanjang 24 episode yang bagi saya sangat pas untuk mengatakan bahwa drama ini memiliki jalan cerita yang baik.

Akting dari Chen You Wei dan Xu Yi Yang secara perlahan terlihat sangat baik dan sesuai dengan karakternya. Selain itu soundtrack dan tarian Xu Yi Yang, bagi saya kedua hal ini menjadi art yang sangat mahal.

Bagi saya Timeless Love (2021) menjadi salah satu drama Cina yang wajib banget untuk di tonton. Drama ini memiliki jalan cerita yang ringan, tapi premisnya soal penyakit psikologis bikin hati penonton bergejolak. Jadi apakah kamu tertarik untuk menontonnya? Bagikan jawabannya di kolom komentar di bawah ini.

Timeless Love
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram