bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Drama Korea Through the Darkness (2022)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Through the Darkness
3.4
/5

Kim Nam Gil bersiap jadi Profiler andalan pertama dari Korea Selatan! Mengalami trauma karena melihat sesosok jasad di dalam air sewaktu kecil, membuatnya jadi pribadi yang mampu melihat emosi manusia lebih dalam. Dia juga lebih peka, jeli dan mengutamakan korban serta keluarganya. Pendekatan yang tenang tetapi menghanyutkan adalah senjatanya.

Pada dua episode perdana Through the Darkness (2022) penampilannya sudah memuaskan. Tidak banyak bicara tapi bekerja, tidak banyak berteori tapi segera mencari bukti. Dua kasus pembunuhan wanita dengan motif aneh pun berhasil dia pecahkan. Ingin tahu keberhasilannya yang lain dalam mengusut kasus? Ikuti update drama Through the Darkness (2022) melalui artikel ini!

Sinopsis

Berbeda dengan detektif lain, Song Ha Young lebih peka, lebih jeli dan bisa melihat ke dalam emosi manusia ketika menangani satu kasus. Saat terjadi pembunuhan seorang wanita dan kekasihnya ditangkap sebagai terduga utama, Ha Young meyakini bukan dia pelakunya.

Karakternya yang tenang serta metode interogasi yang menekankan sisi emosi, membuat Kook Young Soo percaya Ha Young akan jadi Profiler andal; profesi baru di kepolisian Korea Selatan. Akankah Ha Young setuju?

Episode 1-2

Through the Darkness (2022) ep 1-2_

Song Ha Young memiliki trauma masa kecil yang membuatnya bisa melihat ke dalam emosi seseorang. Dia cenderung menarik diri dari lingkungan dan melakukan apa pun sendirian. Ha Young kini bekerja sebagai asisten detektif. Kasus yang sedang dia dan timnya tangani adalah perkosaan beruntun yang dilakukan oleh penjahat dengan sebutan Topi Merah.

Di tengah upaya menangkapnya, Ha Young dan tim dikejutkan oleh kasus kematian seorang wanita bernama Choi Hwa Yeon. Dia tewas dicekik dan jasadnya dibiarkan telanjang.

Pacar korban, Bang Ki Hoon, yang pada malam kejadian bertengkar dengannya menjadi tertuduh. Dengan paksaan dan siksaan dari kepala detektif Park Dae Woong, Ki Hoon akhirnya mengakui sesuatu yang tidak dia lakukan.

Di sisi lain Kepala Tim Forensik, Kook Young Soo, bersikeras bahwa kepolisian Korea sudah saatnya membutuhkan Profiler. Idenya ditertawakan oleh rekan polisi yang lain. Meski begitu dia tidak menyerah.

Ha Young pun sama; dia tidak menyerah mencari pelaku sebenarnya atas kematian Cha Hwa Yeon karena detektif itu merasa dan meyakini bahwa Bang Ki Hoon bukan pelakunya.

Ha Young menginvestigasi kasus Hwa Yeon sendirian. Dia jeli melihat sebuah kode angka yang tertulis di depan pintu rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Dengan cepat dia bisa menerjemahkan angka-angka tersebut. Dia juga mendapatkan kesaksian dan petunjuk lain yang mengarah pada satu profesi tertentu.

Selain itu Ha Young cukup berani karena dia berusaha menggali perilaku kriminal dari Yang Yong Chul, si Topi Merah, pemerkosa beruntun yang beberapa waktu lalu akhirnya tertangkap.

Yang Yong Chul banyak memberikan insight baru pada Ha Young mengenai perilaku kriminal, termasuk kebiasaan dan ciri khas yang tidak bisa disembunyikan pada setiap aksi masing-masing penjahat.

Di tengah perlawanan kepala dan rekan-rekan polisinya, Ha Young tetap tenang. Baginya yang terpenting adalah menangkap si pelaku. Tak berselang lama pembunuhan wanita dengan pola yang sama kembali terjadi. Ha Young meyakini kalau pelaku dari dua kasus itu adalah orang yang sama.

Suatu hari kantor kepolisian dibuat ramai karena seorang pria menangkap pembobol rumah pasangannya. Ha Young melihat ciri-ciri pelaku pada pembobol rumah yang diketahui bernama Cho Kang Moo itu.

Menggunakan kemampuannya, termasuk insting dan cara pendekatan yang halus, Ha Young akhirnya berhasil membuktikan kalau Cho Kang Moo adalah pembunuh Hwa Yeon yang sebenarnya.

Keberhasilan Ha Young karena metodenya menguatkan alasan untuk membentuk tim baru, yaitu tim analisis perilaku kriminal. Ha Young langsung diminta Young Soo menjadi profiler. Walau awalnya sempat menolak karena hal tersebut adalah sesuatu yang baru, Ha Young bersedia.

Episode 3-4

Through the Darkness (2022) Episode 3-4_

Tim Analisis Perilaku mendapatkan anggota baru bernama Jung Woo Ju. Sayangnya, tim yang dipimpin Kook Young Soo masih dianggap bayangan.

Hari itu Song Ha Young dan Young Soo menemui seorang terpidana kasus pembunuhan disertai mutilasi. Kriminal bernama Jang Deuk Ho tersebut diketahui memotong-motong tubuh kekasihnya ke dalam 24 bagian.

Di saat bersamaan, Unit 2 Tim Kejahatan Khusus yang dipimpin Yoon Tae Goo tengah sibuk mengusut kasus mutilasi seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Soo Hyun.

Young Soo dan Ha Young mencari cara agar dilibatkan tetapi malah dianggap mengganggu. Nyatanya sudah lewat berminggu-minggu, Yoon Tae Goo kesulitan mengungkap pelakunya.

Tim analisis perilaku sendiri tidak putus asa menyelidiki kasus itu secara terpisah. Ha Young untuk pertama kalinya menuliskan laporan hasil analisis perilaku terduga pelaku.

Sampai akhirnya Young Soo menemukan petunjuk penting yang membuat tim analisis akhirnya dilibatkan; secara tidak resmi. Dengan bantuan Ha Young dan Young Soo, Yoon Tae Goo berhasil menangkap pelaku mutilasi yang diketahui bernama Cho Hyun Gil.

Atas keberhasilan mereka, Young Soo meminta tambahan beberapa fasilitas seperti meja besar, AC dan pemanas ruangan. Sayang, walau permintaannya akan dituruti status tim analisis perilaku di Kepolisian Korea Selatan sendiri masih tidak jelas.

Di tengah ketidakjelasan itu Ha Young tetap bekerja. Kali ini dia ingin mengungkap kasus yang belum terpecahkan, yaitu kasus pembunuhan berantai Daesung.

Sebelum itu Young Soo kehilangan kartu identitas polisinya saat mabuk beberapa waktu lalu. Seorang pria terlihat memungutnya dan mengganti foto Young Soo menggunakan foto dirinya.

Lalu, dia terlihat membunuh seekor anjing menggunakan palu raksasa. Dia juga tampak mengikuti seorang wanita, menyamar sebagai polisi dengan kartu identitas milik Young Soo yang sudah dia palsukan.

Episode 5-6

Through the Darkness (2022) Episode 5-6_

Tim Analisis Perilaku mendapat perpanjangan kesempatan dari tahun ke tahun. Ha Young dan Young Soo menggunakan kepercayaan itu untuk melalukan penelitian dan wawancara terhadap para tahanan pelaku tindakan kriminal. Salah satunya Hwang Dae Sun, pelaku pemerkosa, pembunuh dan mutilasi.

Ha Young mempelajari pola pikir Hwang Dae Sun yang kejam sambil menahan emosinya. Di waktu bersamaan, Unit Kejahatan Khusus memiliki kepala baru. Dia adalah Kim Bong Sik. Kehadiran Kim membuat Yoon Tae Gu dan Ha Young sangat tidak nyaman.

Di masa lalu, Kim Bong Sik menuduh Ha Young berkhianat sehingga detektif itu dipindahkan ke kantor polisi lain. Kim Bong Sik juga berusaha memfitnah Tae Gu sebagai polisi korup, tapi Ha Young membuktikan sebaliknya. Sejak itu, Kim Bong Sik terus menaruh dendam pada keduanya, terutama Ha Young.

Ha Young dan Tae Gu kompak tak ingin memedulikannya. Mereka kembali mulai sibuk karena di beberapa wilayah terjadi kasus pembunuhan berantai yang mengincar para lansia kaya.

Para korban tewas dengan luka pukul cukup parah di kepala. Ha Young tak henti melakukan penyelidikan walau terus diganggu Kim Bong Sik yang justru berleha-leha menghadapi kasus seserius itu.

Dari hasil penyelidikan, polisi ditemukan jejak sepatu dan rekaman cctv yang menunjukkan punggung pelaku. Ha Young mengusulkan untuk mengumumkan hal tersebut melalui media guna mengulur waktu jatuhnya korban yang baru. Sayangnya sudah sekian lama berlalu, pelaku belum juga diketahui apalagi ditangkap.

Kondisi ini diperkeruh dengan sebuah opini di media yang ditulis Reporter Choi Yoon Ji. Yoon Ji mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Tekanan ini memengaruhi kredibilitas Tim Analisis Perilaku.

Situasi yang tak kunjung baik diperparah karena di tempat berbeda seorang pria terlihat menusuk seorang wanita hanya untuk kesenangan. Belum selesai mengusut kasus pembunuhan para lansia, Ha Young dan tim harus menghadapi masalah baru. 

Episode 7-8

Episode 7-8

Seorang pria bertubuh pendek dengan kepala botak karena rontok, terlihat menusuk beberapa wanita menggunakan pisau kemah. Beruntung wanita-wanita tersebut tidak sampai meninggal dunia.

Di tengah kasus pembunuh berantai para lansia yang belum terungkap, kasus ini menambah panjang pekerjaan tim kepolisian.

Kapten Yoon Tae Gu dan Song Ha Young memiliki perbedaan pendapat mengenai itu. Tae Gu percaya pelaku dari dua kejahatan tersebut adalah satu orang yang sama sedangkan Ha Young sebaliknya. Dia menilai teror penusukan terhadap para wanita dilakukan oleh orang berbeda.

Ha Young terus melakukan penyelidikan terkait pelaku teror penusukan. Dari penuturan saksi dan korban yang menjalani hipnosis, Ha Young bisa menggambar sketsa wajah pelaku.

Sementara itu berita teror penusukan mulai disiarkan di televisi, termasuk kabar kalau korbannya selamat dari maut.

Pelaku yang menontonnya merasa kesal lalu mengganti pisau kemah dengan pisau dapur yang lebih panjang dan tajam.

Dia lantas kembali melakukan penusukan dan kali ini korbannya meninggal dunia. Pelaku pembunuhan berantai akhirnya tertangkap. Dia adalah Gu Young Chun.

Dia ditangkap atas kasus hilangnya beberapa petugas PSK yang dia sewa. Young Chun mengaku sudah membunuh 11 wanita dan 8 lainnya. Dia juga mengaku sudah mengubur jasad korbannya di sebuah tempat. Kook Young Soo yang pernah bertugas lama di tim forensik, ditugaskan ke lapangan.

Ha Young sendiri mencoba mengakali Young Chun agar mendapat pengakuannya. Sayang saat hendak dibawa pergi dari kantor polisi, Young Chun berhasil melarikan diri.

Kim Bong Sik, Tae Gu, Ha Young dan Nam Il Young mengejarnya. Kapten Yoon Tae Gu mengejar sampai ke tempat yang sepi. Nahas di sana dia diserang dan ditusuk oleh Young Chun. Beruntung Ha Young datang membantu.

Sementara waktu, Tae Gu harus dirawat di rumah sakit. Setelah melakukan pencarian dengan melibatkan banyak tim, Kook Young Soo akhirnya menemukan jasad-jasad yang dimutilasi dan dikubur Young Chun.

Young Chun kini ada di penjara. Ha Young dan Young Soo mencoba mempelajari perilakunya sebagai pelaku pembunuhan sekaligus mutilasi.

Tidak ada satu pun tanda penyesalan dari Young Chun. Dia malah merasa seperti Tuhan yang bisa menentukan hidup dan mati manusia. Hal ini membuat amarah Kook Young Soo dan Ha Young memuncak. Keduanya sampai enggan makan siang.

Young Soo bahkan memilih menunggu di luar sementara Ha Young melanjutkan wawancaranya. Ha Young terlihat sangat tertekan menghadapi Young Chun. Sementara itu pelaku teror penusukan kembali berulah. Kali ini dia sampai membakar rumah korbannya.

Episode 9-10

Episode 9-10

Keberhasilan Song Ha Young dan tim analisis perilaku mendapatkan pengakuan setelah berhasil mengungkap kasus pembunuh berantai para lansia.

Media memberitakannya secara besar-besaran hingga pihak kepolisian berpikir untuk mulai mengubah metode penyelidikan yang mereka terapkan selama ini.

Artikel berita tulisan reporter Choi Yoo Jin membuat tim analisis perilaku semakin mendapat pujian. Sial bagi Ha Young karena reporter kenalan Kim Bong Sik, Im Moo Sik, malah menyertakan fotonya dalam berita yang dia buat.

Keberhasilan tim analisis perilaku, membuat Kook Young Soo ditunjuk menjadi kepala investigasi ilmiah, termasuk di dalamnya divisi forensik dan tim analisis perilaku.

Di tengah pujian dan pandangan merendahkan dari rekan polisi sendiri, Ha Young tidak pantang menyerah. Dia mulai memosisikan dirinya sebagai pelaku pembunuhan berantai yang belum tertangkap agar lebih bisa memahami gerak-gerik dan pola pikirnya. Tingkahnya membuat Young Soo khawatir.

Pembunuh berantai yang mengincar perempuan itu kembali berulah. Kali ini dia menggunakan besi berupa kunci pipa.

Ha Young sudah mengidentifikasi bahwa pelakunya adalah seorang pemalu yang ragu-ragu. Hingga akhirnya si pelaku pembunuhan tertangkap setelah berusaha mencuri uang calon korbannya.

Ha Young langsung menuju ruang interogasi dan sangat yakin kalau pelaku pembunuhan berantai yang selama ini mereka cari adalah lelaki yang duduk di depannya.

Dia adalah Nam Ki Tae. Nam Ki Tae langsung mengenali Ha Young karena wajahnya sempat muncul di koran. Berbekal hasil analisis perilaku Nam Ki Tae, Ha Young melakukan pendekatan yang persuasif hingga pelaku mengakui perbuatannya.

Nam Ki Tae sangat nyaman bicara pada Ha Young. Dia tidak segan bercerita kalau membunuh itu menyenangkan. Ha Young tidak tahan lagi mendengar Nam Ki Tae bercerita santai tentang pembunuhan. Apalagi dia juga tidak menunjukkan rasa bersalah, termasuk ketika rekonstruksi digelar.

Di tengah ramainya pemberitaan pembunuhan yang dilakukan Nam Ki Tae, reporter Choi Yoo Jin tidak tertarik mengangkat Nam Ki Tae sebagai beritanya.

Dia lebih tertarik menyampaikan kegelisahannya tentang orang-orang yang kehilangan anggota keluarga akibat ulah Ki Tae. Di rumah Nam Ki Tae, Ha Young berhasil menemukan senjata pembunuhan berupa pisau yang disimpan di bawah lemari.

Tim laboratorium juga menemukan bercak darah mengering terselip di kunci pipa. Di sisi lain mendengarkan Nam Ki Tae terlalu lama sangat mengganggu mental Ha Young.

Tekanan mental yang dirasakan Ha Young terakumulasi semenjak banyak bicara dengan para pembunuh yang dengan mudahnya bercerita tentang kejahatannya.

Ha Young marah, tertekan dan trauma masa lalunya kembali bangkit. Akibat kehilangan kontrol atas dirinya, Ha Young mengalami kecelakaan.

Episode 11-12

Episode 11-12_

Ha Young berhasil melalui masa kritis. Kini dia harus menjalani terapi karena beberapa saraf di kakinya rusak. Akibat kejadian itu Ha Young memutuskan berhenti bekerja.

Dia tidak akan kembali menjadi bagian tim analisis perilaku. Young Soo tampak bersedih dengan keputusan anak buahnya itu, tapi dia juga tidak berusaha memaksa Ha Young.

Selama Ha Young dirawat, Young Soo menangani kasus hilangnya beberapa wanita di Provinsi Gyeonggi. Young Soo juga bertemu dan bekerjasama dengan Park Dae Woong yang dulu sempat berselisih dengan Ha Young.

Keputusan Ha Young berubah ketika dia bertemu dengan ibu salah satu korban di rumah sakit. Wanita paruh baya itu berterima kasih pada Ha Young karena sudah menemukan pembunuh putrinya.

Dia meminta agar Ha Young terus melakukan hal baik itu. Ha Young kembali ke tim analisis perilaku setelah 6 bulan dirawat. Di hari pertamanya keluar dari rumah sakit, dia langsung bergabung dengan tim.

Ha Young menganalisis perilaku pelaku berdasarkan pola kejadian. Dia meminta agar CCTV segera dipasang di tempat-tempat potensial.

Pencarian sendiri terus dilakukan hingga pelaku terlacak menarik sejumlah uang dari atm salah satu korbannya.  Ha Young juga menemukan rekaman CCTV yang mencurigakan.

Setelah terus diselidiki, tim berhasil menemukan pria yang terekam CCTV, yang diketahui bernama Woo Ho Sung. Dia bekerja di sebuah pijat akupresur dan terkenal ramah serta lembut.

Kapten Yoon dan Detektif Nam menemuinya dan memeriksa alibi yang diberikan. Woo Ho Sung digiring ke kantor polisi.

Ha Young menyimpulkan Ho Sung memiliki kontrol diri yang tinggi. Dia tidak mudah terpancing karena sangat percaya diri atau narsistik.

Namun, dia lemah ketika sudah disinggung soal putranya. Ha Young menggunakan itu untuk menyerang mental Ho Sung. Kali ini Ha Young tidak melibatkan diri terlalu dalam pada proses investigasi. Dia hanya mengawasi, mengontrol dan memberi masukan.

Ho Sung akhirnya mau angkat bicara, tetapi hanya dengan Kapten Yoon. Berbekal analisis perilaku dari Ha Young dan analisisnya sendiri, Kapten Yoon tahu betul cara menghadapi Ho Sung.

Hingga akhirnya pria itu benar-benar mengakui semua perbuatan jahatnya yang telah membunuh lebih dari 7 wanita hanya untuk bersenang-senang.

Keberhasilan tim analisis perilaku berlanjut di tahun 2007. Kapten Young Soo dan Ha Young bersiap menerima anggota baru, yang kali ini cukup banyak. Mereka tidak lagi hanya bertiga dalam melakukan tugas-tugasnya.

Kisah Profiler Pertama Korea

Kisah Profiler Pertama Korea_

Through the Darkness (2022) yang dibintangi Kim Nam Gil sudah bisa kamu nikmati dua episode perdananya. Drama ini bercerita tentang seorang detektif yang menggunakan pendekatan berbeda untuk mengusut sebuah kasus. Kim Nam Gil yang berperan sebagai detektif Song Ha Young berkarakter lebih detail, lebih peka, lebih jeli dibanding detektif lain.

Drama ini berlatarkan tahun 1998-2000, ketika ide membentuk sebuah tim analisis perilaku tindak kejahatan adalah sesuatu yang tidak masuk akal bagi Kepolisian Korea Selatan.

Untuk sebagian besar mereka, tim forensik sudah cukup, tapi Kepala Forensiknya sendiri merasa keberadaan profiler sudah mulai dibutuhkan karena tindak kejahatan semakin bermacam-macam.

Dengan metode dan pendekatan yang dilakukan Ha Young atas keberhasilannya menangkap penjahat, dia dinilai memenuhi kriteria sebagai profiler. Through the Darkness (2022) siap mengajak kita memahami lebih dalam isi kepala, perilaku serta latar belakang sampai trauma pelaku kejahatan; sebuah tindakan menyusuri kegelapan untuk menemukan titik terang.

Baca Juga: Drama Korea Bertema Detektif yang Sangat Menegangkan

Drama Penyelidikan Kejahatan yang Detail

Drama Penyelidikan Kejahatan yang Detail_

Drama-drama bertemakan kejahatan dan penyelidikan sudah cukup banyak, Through the Darkness (2022) menambah panjang daftar tersebut. Kekuatan pada drama jenis ini terletak pada kerincian cerita dan Through the Darkness (2022) memilikinya! Petunjuk menuju pelaku sebenarnya ditampilkan dengan scene-scene yang detail.

Ada beberapa adegan yang memuaskan di dua episode pertama drama ini. Pertama adegan serta skrip antara Ha Young dan Yong Chul yang bicara tentang perilaku seorang kriminal. Bagian ini sangat menarik terutama karena keterangan tersebut didapat langsung dari seorang pelaku kejahatan.

Selain itu scene ketika Ha Young menginterogasi Kang Moo hingga akhirnya penjahat itu tidak berkutik juga mengesankan. Ha Young melakukan pendekatan yang sangat halus, berusaha memancing Kang Moo mengakui perbuatannya tanpa perlu banyak umpan. Jenius!

Sebagai drama thriller, pada dua episode pertama alurnya terhitung tenang dan hening; mendukung suasana lebih mencekam. Singkatnya melihat Ha Young menyelidiki kasus sendirian dan tetap tenang di bawah tekanan sang atasan, lantas melihat dia menunjukkan tekad, kejelian serta kepekaannya terhadap satu kasus, rasanya memuaskan.

Satu jam penayangannya pun terasa kurang. Penyelidikan Ha Young terhadap kasus lainnya layak dinantikan di episode mendatang! Apalagi drama ini juga menjanjikan scene-scene yang emosional, karena trauma Ha Young membuatnya jadi pribadi yang lebih mendahulukan korban dan keluarganya.

Tambahan Beberapa Karakter Baru

Tambahan Beberapa Karakter Baru_

Kasus yang diselidiki Song Ha Young dan Kook Young Soo di episode 3 dan 4 adalah pembunuhan disertai mutilasi gadis cilik berusia 5 tahun. Tensi ketegangan dua episode Through the Darkness (2022) minggu ini sama tingginya; Ha Young masih berurusan dengan pelaku kejahatan berdarah dingin.

Jika di episode lalu Ha Young mengggali informasi dari pemerkosa berantai, yang ditemuinya kali ini adalah seorang pelaku mutilasi. Selain interaksi Ha Young dengan pelaku mutilasi dan kedetailan cara Ha Young menganalisis perilaku terduga pelaku, episode 3 dan 4 memunculkan karakter baru yang membuat plot lebih menarik.

Mereka adalah Jung Woo Ju, anggota baru tim analisis perilaku dan Yoon Tae Goo, seorang detektif wanita yang andal, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Unit 2 Tim Kejahatan Khusus.

Kemunculan mereka tampaknya dapat berpotensi menguatkan atau melemahkan posisi Ha Young dan Tim Analisis Perilaku di episode-episode selanjutnya. Kerjasama mereka patut ditunggu!

Through the Darkness (2022) episode minggu depan terlihat semakin menegangkan karena Ha Young berniat mengungkap pembunuhan berantai yang kasusnya belum terpecahkan. Penasaran? Ikuti terus update-nya ya!

Ingatkan pada Kasus Raincoat Killer di Korea

Ingatkan Pada Kasus Raincoat Killer di Korea_

Jika kamu sudah menonton serial dokumenter tentang pembunuh berantai di Korea berjudul The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea, kasus yang disuguhkan di episode 5 dan 6 Through the Darkness (2022) rasanya tidak asing.

Kejahatan yang harus dipecahkan Ha Young dan Young Soo secara garis besar dan detail, sama dengan kasus pada serial dokumenter tersebut. Ha Young dihadapkan pada kasus pembunuhan berantai para lansia yang berasal dari keluarga kaya.

Senjata yang dipakai pelaku dalam drama ini juga sama dengan senjata yang digunakan pelaku pembunuh sebenarnya, berikut tanggal dan tahun terjadinya peristiwa serta temuan bukti penting seperti jejak sepatu dan rekaman cctv yang memperlihatkan pelaku dari belakang.

Pada dua episode ini, Through the Darkness (2022) masih konsisten menyuguhkan ceritanya secara detail. Kamu bisa melihatnya ketika Ha Young kesulitan mengungkap kasus pembunuhan berantai tersebut; hambatan yang juga dialami oleh polisi Korea Selatan ketika peristiwa mengerikan itu terjadi.

Ha Young Ubah Penampilan dan Bertemu Musuh Bebuyutan

Ha Young Ubah Penampilan dan Bertemu Musuh Bebuyutan_

Satu lagi hal detail yang kecil tapi membuat dua episode drama ini semakin menarik yaitu ketika Ha Young mengubah cara berpakaiannya karena diam-diam mendengar dan mengingat pendapat seorang tahanan yang merasa tersanjung jika ditemui dalam keadaan rapi.

Pada beberapa episode lalu penampilan Ha Young khas dengan kaos dan jaket seadanya, tapi di dua episode ini dia mulai mengenakan kemeja, jas dan dasi, terutama ketika menemui para tahanan atau narasumbernya.

Penampilan Kim Nam Gil yang berubah lebih rapi jadi semakin ‘berbahaya’, seiring dengan kasus yang akan dipecahkannya di episode-episode mendatang.

Selain itu, munculnya satu karakter baru di dua episode ini tampaknya juga potensial membuat alur semakin penuh emosi. Pasalnya, belum apa-apa, dia sudah menghambat dan merendahkan Ha Young sebagai penyidik.

Lantas, bisakah Ha Young membuktikan kalau dia memang memiliki kemampuan dan dapat membuktikan pada rival lamanya itu? Akankah bagian ending di episode selanjutnya dibuat sama persis dengan versi dokumenter?

Pembunuh Berantai Terungkap tapi Kurang Memuaskan

Pembunuh Berantai Terungkap tapi Kurang Memuaskan_

Cukup berbeda dengan episode-episode sebelumnya yang sangat detail, Through the Darkness (2022) episode 7 dan 8 terasa kurang memuaskan.

Proses penyelidikan terhadap pembunuh berantai yang muncul di dua episode sebelumnya, terasa tidak begitu rinci karena pelaku pembunuhan itu tahu-tahu sudah tertangkap. Proses pengungkapan sampai penangkapan tidak diperlihatkan.

Di sisi lain, Ha Young yang tidak banyak menunjukkan kemampuannya justru memperlihatkan kalau kasus semacam ini benar-benar baru untuknya.

Ha Young terlihat butuh mencerna semua yang masuk di kepalanya, termasuk mengandalikan emosi saat berhadapan dengan pembunuh berantai yang menewaskan 11 orang.

Setelah absen selama hampir satu bulan, dua episode baru Through the Darkness (2022) harus diakui tidak terlalu menyihir sepertiepisode-episode lalu.

Akan tetapi, karakter Ha Young tetap mengesankan terutama karena Kim Nam Gil berhasil memperlihatkan emosinya sebagai seorang penyidik yang tak habis pikir dengan perilaku pembunuh yang dia teliti.

Detail-detail ekspresinya menahan geram dan rasa marah tampak diperlihatkan dengan jelas. Kasus pembunuhan berantai ini sampai membuat Ha Young terlihat putus asa dengan manusia.

Mental Ha Young Mulai Dipertaruhkan Demi Pekerjaan

Mental Ha Young Mulai Dipertaruhkan Demi Pekerjaan

Menjelang berakhir minggu depan, Through the Darkness (2022) episode 9 dan 10 tidak hanya fokus pada perilaku para penjahat yang tak punya nurani, melainkan mulai menyinggung kesehatan mental Ha Young sebagai anggota tim analisis perilaku.

Sejak awal episode, karakter Ha Young digambarkan sangat peka, terutama mengenai penderitaan para korban. Di episode pertama ditunjukkan Ha Young kecil mengalami kejadian traumatis setelah melihat mayat seorang wanita terapung di sebuah danau.

Alih-alih takut, Ha Young mendekati jasad tersebut. Pengalaman itu seperti meninggalkan luka dan trauma. Terlihat pada beberapa episode Ha Young menaruh simpati mendalam pada korban dengan cara-cara seremonial seperti meninggalkan bunga di kuburan massal, dll.

Setelah beberapa episode lalu Ha Young cukup tenang dan bisa mengendalikan diri, di episode ini Ha Young meledak. Melihat Ha Young kehilangan kontrol atas dirinya, kita seolah diingatkan bahwa tekanan mental sangat berbahaya bagi siapa pun, terutama orang-orang yang memiliki trauma.

Scene Interogasi yang Panjang dan Emosional

Scene Interogasi yang Panjang dan Emosional_

Khusus di dua episode ini, emosi dan trauma Ha Young di-highlight lebih jelas dan bold. Kita bisa melihat betapa Ha Young sangat tersiksa mendengar pernyataan dan pengakuan Nam Ki Tae yang merasa tak berdosa atau menunjukkan penyesalan setelah menghabisi korban-korbannya.

Terdapat satu scene interogasi yang cukup panjang menunjukkan Ha Young tengah berusaha keras memancing pengakuan Nam Ki Tae.

Adegan yang hanya berisi obrolan panjang itu sama sekali tidak membosankan. Kamu hanya akan merasakan ketegangan, intensitas, dan emosional.

Kim Nam Gil membuktikan kualitasnya sebagai seorang aktor dengan mikro ekspresi yang mantap. Detail-detail gesture yang diperlihatkannya sangat memuaskan.

Kamu bisa melihat matanya yang pelan-pelan memerah dan tangan yang gemetar karena menahan amarah. Dari adegan yang panjang itu terasa banyak sekali emosi, mulai dari marah, rasa jijik pada pembunuh yang tak punya penyesalan sampai rasa iba karena mengetahui latar belakang si pembunuh.

Lantas, melihat akhir episode 10 yang tragis, bisakah Ha Young selamat dari kecelakaan yang menimpanya? Dua episode tersisa dari Through the Darkness (2022), tetap menyuguhkan ketegangan dan kali ini lebih emosional.

Emosional: Ha Young Kembali Bertugas Hadapi Psikopat

Emosional Ha Young Kembali Bertugas Hadapi Psikopat_

Kecelakaan yang menimpa Ha Young di episode minggu lalu akibat terlalu larut dalam emosi hingga memengaruhi mentalnya, jadi salah satu scene dari drama ini yang memperlihatkan betapa beratnya menjadi tim analisis perilaku.

Bertemu, berinteraksi, coba menyelami pikiran terdalam mereka dan semakin masuk ke sana, seseorang yang waras bisa terbawa gila. Sangat bisa dimaklumi kalau Ha Young memutuskan berhenti dari pekerjaannya.

Dua episode terakhir drama Through The Darkness sangat emosional, terutama di epsiode 11, karena Ha Young kembali merefleksikan tujuannya bergelut dengan bidang ini.

Kita disuguhi pergolakan batin Ha Young sebagai manusia biasa yang mendambakan ketenangan dan seorang petugas yang menjadi harapan bagi banyak orang, khususnya keluarga korban. 

Memasuki episode 12, terasa semakin penuh emosi ketika Ha Young akhirnya memutuskan kembali ke tim analisis. Menariknya karakter Ha Young terlihat berkembang.

Kamu bisa merasakan Ha Young jauh lebih ahli, lebih santai dan tidak mudah terintimidasi. Di episode terakhir, Ha Young menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang profiler andal yang tepat menebak behavior para psikopat.

Tidak berlebihan jika menyebut Through The Darkness (2022) sebagai salah satu drama thriller terbaik tahun ini.

Perjalanan seorang profiler pertama Korea Selatan, perjalanan sebuah tim yang semula disepelekan hingga akhirnya dibutuhkan, diceritakan secara detail sehingga sangat emosional. Penasaran dengan keseruannya? Through The Darkness (2022) bisa kamu saksikan melalui aplikasi Viu.   

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram