bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review The Veil, Kembalinya Agen BIN yang Hilang

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 29 Oktober 2021

Nama Namgoong Min seperti jaminan mutu di industri hiburan Korea Selatan. Kualitas aktingnya sejauh ini sudah diganjar oleh banyak nominasi dan penghargaan. Dinobatkan sebagai Best Actor dalam berbagai ajang sudah bukan hal mengherankan. Tahun 2021 ini, Namgoong Min kembali terlibat dalam pembuatan drama. Drama terbarunya ini merupakan karya orisinal dari Park Seok Ho; pemenang MBC Drama Screenplay Contest 2018 lalu.

The Veil (2021) yang disutradarai oleh Kim Sung Yong mendapuknya sebagai tokoh utama bernama Han Ji Hyuk. Dia adalah mantan agen BIN yang sempat dinyatakan meninggal tapi kemudian kembali ditemukan. Kemunculannya membawa rahasia dan teka-teki, bahkan bagi dirinya sendiri. Seperti apa lengkapnya drama terbaru dari Namgoong Min ini? Simak ulasannya berikut ini!

  • Tahun Rilis: September 2021
  • Genre: Spy, Action
  • Produksi: MBC, 3Mana Creativa, Ateod Co. Ltd
  • Sutradara: Kim Sung Yong
  • Pemeran: Namgoong Min, Park Ha Sun, Kim Ji Eun, Jang Young Nam
  • Jumlah Episode: 12

Sinopsis

Han Ji Hyuk ditugaskan bersama dua rekannya. Dalam penugasan tersebut dua rekannya tewas sedangkan JI Hyuk dinyatakan hilang, tak lama ikut dinyatakan meninggal dunia. Satu tahun kemudian, polisi air menemukan Han Ji Hyuk berada di kapal yang beroperasi untuk penjualan organ manusia. Kemunculannya menimbulkan kehebohan di kalangan petinggi dan rekan-rekannya. Berikut sinopsis dan review The Veil (2021) episode 1 untuk lebih jelasnya.

Episode 1

Episode 1 The Veil

Di sebuah kapal yang beroperasi untuk bisnis jual beli organ manusia, Han Ji Hyuk menyelamatkan gadis cilik yang hendak dibawa pergi oleh para pelaku. Tak lama polisi air datang dan mengidentifikasinya. Badan Intelijen Nasional kaget karena Han Ji Hyuk, agen mereka yang dinyatakan meninggal, masih hidup. BIN lalu bergerak memulangkannya.

Heukyang, tim agen elit di bawah Biro Intelijen Asing, adalah gugus tugas rahasia bentukan BIN. Han Ji Hyuk merupakan agen lapangan terbaik Heukyang yang berhasil mengeksekusi beberapa target atau proyek BIN di luar negeri. Han Ji Hyuk menghilang tanpa jejak tahun lalu ketika bekerja menyelidiki tiga agen BIN yang tewas dibunuh saat mereka ditugaskan di China dan Korea Utara.

Setelah diselidiki, ternyata mereka berurusan dengan kartel narkoba yang mengedarkan barang tersebut ke Korea Utara. Saat hampir selesai melakukan tugasnya, dua anggota Heukyang dan Han Ji Hyuk hilang kemudian dinyatakan meninggal. Kemunculan Han Ji Hyuk memunculkan kehebohan di kalangan petinggi.

Setelah diperiksa, ditemukan bahwa luka-luka di tubuh Ji Hyuk disebabkan oleh penyekapan dan penyiksaan dalam waktu lama. Dalam darahnya terdapat banyak zat neurokimia. Di antara zat neurokimia itu terdapat ZIP yang dapat menghapus ingatan. Peneliti menyebutkan bahwa kemungkinan ada seseorang yang sengaja menyuntikkan zat tersebut untuk membuat Ji Hyuk hilang ingatan. Dia tidak ingat apa pun selama setahun terakhir.

Disaksikan Do Jin Sook dan Kang Pil Ho atasannya di BIN, Ji Hyuk menjalani tes kebohongan. Han Ji Hyuk tersinggung dengan pertanyaan yang seolah mencurigainya terlibat dalam kematian dua agen BIN lain yang bertugas bersama setahun lalu. Han Ji Hyuk berontak dan mengamuk. Hasil wawancara menyatakan bahwa Ji Hyuk tidak berbohong.

Kemunculan Ji Hyuk kembali diiringi rumor bahwa dia adalah orang yang merilis daftar agen BIN setahun lalu. Di sisi lain dia adalah orang yang bisa menyelamatkan BIN. Do Jin Sook meminta Kang Pil Ho, bawahannya, untuk segera memulihkan ingatan Han Ji Hyuk. Pil Ho sebagai perekrut Ji Hyuk, keberatan karena terlalu cepat. Do Jin Sook sendiri meragukan apakah Ji Hyuk benar-benar hilang ingatan atau tidak.

Pil Ho meminta Ji Hyuk dibebaskan dari segala pemeriksaan kesehatan, sesuai dengan perintah atasan. Namun dokter tidak menyetujui itu karena Ji Hyuk sesungguhnya mengalami PTSD; keadaannya belum memungkinkan. Hari itu Ji Hyuk kembali bertemu dengan rekannya di BIN, Soo Yeon.

Dia adalah pasangan Oh Kyung Seok, rekan Ji Hyu yang tewas dalam tugas. Han Ji Hyuk ingat Soo Yeon sempat berselingkuh dari Kyung Seok. Ji Hyuk mencurigai Soo Yeon terlibat dalam peristiwa setahun lalu karena ketika Ji Hyuk mengirim kontak dia ada di markas bersama Ha Dong Kyun. Han Ji Hyuk bertekad menemukan orang di balik kematian dua rekannya.

Untuk sementara Ji Hyuk ditugaskan di Pusat Informasi Kejahatan sebagian bagian dari tim dukungan di bawah pimpinan Ha Dong Kyun. Ji Hyuk baru dapat turun bertugas ketika mereka meminta bantuannya. Lelaki itu bersedia dengan syarat setelah melakukan tugas, dia dibiarkan menyelidiki kejadian yang menimpa dua rekannya seorang diri.

Han Ji Hyuk mendapat rekan kerja baru. Dia seorang gadis pintar bernama Yoo Je Yi yang merupakan kelulusan KAIST dengan gelar di bidang Kimia. Dia bergabung dengan organisasi di usianya yang ke 21. Selama 7 tahun bekerja di tim pemprosesan data, Ye Ji mendapat evaluasi baik dari atasan dan rekan-rekan. Terbiasa kerja di belakang meja, bisakah Ye Ji bekerja di lapangan bersama Ji Hyuk?

Menemui Ha Dong Kyun, rupanya dia pun meragukan apakah Ji Hyuk benar-benar kehilangan ingatannya atau tidak. Dong Kyun juga membicarakan soal Soo Yeon yang berubah setelah peristiwa itu. Untuk pertama kalinya Ji Hyuk dipertemukan dengan Ye Ji sebagai satu tim. Pulang ke apartemennya, Ji Hyuk mendapat kode misterius berisi sebuah petunjuk yang malah membuatnya semakin bingung.

Episode 2

The Veil Episode 2

Ji Hyuk mendapat peringatan dari dirinya untuk hati-hati dan curiga pada siapa pun, karena di dalam organisasi yang menaunginya ada pengkhianat. Ji Hyuk perlu mencari potongan terakhir agar sebuah teka-teki besar dapat terungkap. Orang-orang yang Ji Hyuk curigai adalah Soo Yeon, Ha Dong Kyun, Do Jin Sook dan Kang Pil Ho.

Huayang Geng, kertel narkoba dari China akan masuk ke Korea. Wakil Komisaris ingin menempatkan Ji Hyuk dalam kasus tersebut, mengingat agen itu sempat bersinggungan dengan Huayang Geng setahun lalu, tapi Ha Dong Kyun menawarkan diri pada Kang Pil Ho. Dia akan menangkap salah satu orang penting di Huayang Geng.

Ji Hyuk menerima berkas mengenai informasi Proyek Beruang Coklat yang ditangani dirinya satu tahun lalu dari Cheon Myung Ki (Hyun Bong Sik). Ji Hyuk menyerahkan kartu keamanan dari organisasi Myung Ki yang dia temukan. Ji Hyuk ingin tahu siapa pemiliknya. Ji Hyuk menemukan satu nama pekerja yang sudah expired yang mengingatkannya pada kejadian di Tiongkok dua tahun lalu.

Masa itu Ji Hyuk bicara dengan Kim Dong Hwan mengenai keberadaan Huayang Geng, yang sepertinya sedang dicari pria tersebut. Menurut Dong Hwan, Huayang Geng sebenarnya hanya cangkang. Dia merasa ada sesuatu yang lebih besar di bawahnya. Satu tahun kemudian, Ji Hyuk menerima informasi mengenai kematian Dong Hwan dari Kang Pil Ho. Menurut Pil Ho, pria itu dibunuh oleh penyerang tidak dikenal.

Peristiwa tersebut berbarengan dengan tewasnya dua agen BIN yang ditugaskan sebelumnya. Banyaknya agen BIN yang tewas di hari yang sama dan berbarengan memunculkan kecurigaan bahwa daftar identitas mereka telah bocor. Ji Hyuk, Kyung Seok dan Dong Wook kemudian mendapat tugas untuk menyelidiki siapa pelakunya dan pastikan mendapat ganjaran serupa. Setelah berhasil menghabisi pembunuh Kim Dong Hwan, Ji Hyuk tak mampu lagi mengingat apa pun.

Ji Hyuk sudah memutuskan untuk memulai penyelidikan atas kematian dua rekan agennya dari dalam tubuh Huayang Geng. Namun, Ha Dong Kyun sudah mendahului Ji Hyuk menangkap Jang Gwang Cheol, orang kedua Huayang Geng, dan beberapa orang terkait termasuk supir mereka. Namun, seseorang meminta kepolisian melepaskan Jang Gwang Cheol lalu mendeportasinya. Jika tidak dilakukan satu per satu anggota polisi akan tewas.

Ji Hyuk bertemu dokter yang mengawasinya. Kondisi yang dialami Ji Hyuk cukup khusus karena dia benar-benar hilang ingatan tapi masih bisa mengingat emosi dari satu peristiwa tertentu. Masih menurut dokter, emosi lebih kuat dari ingatan, karena itu jangan mengikuti emosi sebab dapat mengubah ingatan atau kenangan.

Ha Dong Kyun membawa Ji Hyuk menemui Wakil Komisaris Do Jin Sook. Sebelum itu dia mengingatkan Ji Hyuk untuk menolak apa pun tawaran tugas yang diberikan. Pertemuan mereka membahas penangkapan Jang Gwang Cheol. Menurut Ji Hyuk, Gwang Cheol adalah bagian penting dari sebuah informasi yang tidak dapat diekspos.

Ji Hyuk menyampaikan informasi sekaligus analisis yang dia tahu mengenai Huayang Geng, tapi Dong Kyun coba memengaruhi Jin Sook untuk jangan mudah percaya. Permintaannya menginterogasi Gwang Cheol juga langsung ditolak oleh Pil Ho tapi Jin Sook mengizinkannya. Ji Hyuk ‘melawan’ Pil Ho dan Dong Kyun yang tampak baik-baik saja dengan kemunculan tersangka yang sudah membunuh tiga agen mereka.

Ji Hyuk menggunakan cara yang ekstrem untuk menginterogasi Gwang Cheol. Di saat bersamaan satu anggota polisi kembali dibunuh oleh komplotannya. Ketika memeriksa potongan tangan anggota polisi yang tewas, Ji Hyuk mendapati tanda yang sama yang terdapat pada jasad Direktur Kim Dong Hwan satu tahun lalu. Setelah mengamuk dan menghajar Gwang Cheol, Ji Hyuk tahu dan kaget karena penjahat itu terlihat mengenalnya.

Dalam perjalanan pulang Ji Hyuk mendapati panggilan tak terjawab dari Ye Ji. Ye Ji melaporkan bahwa rekannya yang bertugas memulihkan data, menganalisis ponsel yang ditemukan di lokasi penangkapan Gwang Cheol. Dia lalu mengirimkan file berisi video Ji Hyuk yang diambil di Pelabuhan Incheon beberapa waktu lalu. Ye Ji menebak pemilik ponsel adalah orang yang tahu tentang Ji Hyuk.

Tepat jam 12 malam, komplotan Huayang Geng membuat kerusuhan di kantor polisi tempat Gwang Cheol ditahan. Di saat bersamaan, Ji Hyuk memutuskan kembali karena menyadari sesuatu. Komplotan tersebut membebaskan Gwang Cheol dan seseorang yang tidak terduga, yang ternyata adalah pimpinan mereka. Selain itu Ji Hyuk juga menemukan fakta lain yang sangat mengejutkannya.

Episode 3-4

Episode 3-4

Ji Hyuk yang masih babak belur ingin segera mencari Lee Choon Gil, orang yang sempat ditolongnya dan menjadi informannya selama di China. Ji Hyuk yakin lelaki itu punya petunjuk serta dapat bantu mengembalikan ingatannya. Dia lalu menemui Jin Sook dan meminta dikeluarkan dari kasus Huayang Geng sekaligus cuti satu minggu.

Ji Hyuk meminta Je Yi menemukan seorang pembelot Korea Utara berusia sekitar 70 tahun. Jika berhasil, tanyakan padanya soal Lee Choon Gil. Ji Hyuk menemui Lin Wei (Ok Ja Yeon) dan mendapatkan informasi bahwa di belakang Huayang Geng ada dalang yang mengendalikan mereka, yaitu Baek Mo Sa (Yu Oh Seong), penjahat di atas penjahat.

Setelah mendapat info lengkap dari Je Yi, mereka bergegas menemui Lee Choon Gil.  Choon Gil kabur setelah membocorkan rahasia mengenai rencana penyelundupan narkoba ke Korea Selatan dalam jumlah besar. Dia meninggalkan setumpuk alamat pengedarnya di mobil Ji Hyuk.

Di tempat lain Kang Pil Ho mengingatkan Ji Hyuk untuk berhenti menyelidiki Huayang Geng karena dia hanya dimanfaatkan Do Jin Sook. Seo Soo Yeon datang menemui Je Yi dan mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan Ji Hyuk karena pria itu hanya menganggap rekannya alat yang bisa dibuang.

Setelah berusaha akhirnya Je Yi berhasil memecahkan kode. Ji Hyuk yang mendapat informasi langsung bergegas ke dermaga. Alih-alih menemukan narkoba, Ji Hyuk berhasil ditangkap oleh Hwang Mo Sool yang sudah lama menyimpan dendam karena kematian anaknya. Namun, Ji Hyuk sudah menyiapkan semua untuk kemungkinan terburuk. Dong Kyun dan Jin Sook jadi orang paling diuntungkan atas keberhasilan Ji Hyuk.

Sebelum meninggal Choon Gil mengatakan bahwa saat dia menghubungi nomor NIS yang diberikan Ji Hyuk, sekelompok orang justru datang berencana membunuhnya. Pria itu lalu berpesan untuk jangan percaya pada siapa pun.

Memasuki episode 4, Ji Hyuk meminta bantuan Cheon Myung Ki memeriksa server ruang operasi tahun lalu pada pertengahan Maret lantas temukan panggilan darurat masuk dari Dandong kemudian cari tahu siapa orang terakhir yang menerima panggilan tersebut. Di tempat terpisah Je Yi mengunjungi makam salah satu rekannya, Choi Il Lak, yang tewas tenggelam satu tahun lalu.

Dia bertemu Sang Kyun, putra Choi Il Lak. Sang Kyun berhasil melewati firewall NIS hingga turut menghapus data yang dibutuhkan Ji Hyuk. Choi Il Lak adalah anggota NIS bagian Pengembangan Teknis dan bertanggungjawab atas program MPK.

Hal ini menimbulkan kehebohan di kalangan petinggi NIS. Do Jin Sook dan Lee In Hwan berlomba untuk cuci tangan. In Hwan tampak berencana menumbalkan Soo Yeon. Atas kejadian itu Je Yi diinterogasi. Je Yi juga menjelaskan pada Ji Hyuk mengenai tim Pengembangan Teknis yang menciptakan program peretasan atau MPK.

NIS menggunakan program tersebut untuk menyelidiki warga sipil sehingga menimbulkan kontroversial. Menurut Je Yi, kematian Il Lak juga punya keganjilan. Sang Kyun memakai cara apa pun untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Dia jadi incaran NIS, keberadaannya terancam tapi Ji Hyuk menyelamatkan.

Soo Yeon meminta bawahannya memasang program MPK pada ponsel Je Yi. Di tempat lain Kang Pil Ho mengajak Ji Hyuk bertemu. Dia merasa Do Jin Sook menyembunyikan sesuatu atas kejadian di Shenyang/peristiwa yang menewaskan dua rekan Ji Hyuk sesama agen. Sebelum tim Ji Hyuk dikirim, tiga agen yang tewas sedang dalam misi rahasia yang diperintahkan oleh Do Jin Sook.

Sang Kyun ingin bertemu Ji Hyuk. Soo Yeon sendiri sudah menyiapkan beberapa anggotanya untuk menangkap Sang Kyun. Ji Hyuk berhasil menemuinya seorang diri. Sang Kyun mengatakan dia menemukan percakapan antara Ji Hyuk dan sang ayah.

Seminggu sebelum kematian Il Lak, Ji Hyuk menghubunginya dan mengatakan sedang berada di Shenyang. Ji Hyuk meminta bantuan untuk mencari tahu siapa pihak NIS yang menerima telepon dari Dandong. Belum sempat terjawab, Il Lak meninggal dunia.

Sang Kyun lalu menyerahkan kertas bertuliskan perkataan terakhir yang diucapkan Ji Hyuk saat bicara dengan mendiang ayahnya. Sang Kyun berhasil diringkus dan diinterogasi, akan tetapi pemuda itu tampaknya berhasil meretas sistem NIS lebih dulu.

Sang Kyun hanya ingin bicara dengan Ji Hyuk. Para petinggi tak punya pilihan. Ji Hyuk mulai bercerita bahwa beberapa tahun lalu dia dan Il Lak yang ahli di bidang penyadapan berada dalam satu tim untuk menangkap penjual senjata ke Suriah. Dong Kyun, salah satu anggota tim, mencurangi dana yang harusnya dipakai untuk membeli informan.  

Ji Hyuk dan Sang Kyun percaya bahwa kematian Il Lak bukan karena bunuh diri, melainkan ada pengkhianat di dalam organisasi. Ji Hyuk lalu mengatakan bahwa yang harus menerima pembalasan, bukan NIS melainkan pengkhianat yang bersembunyi di dalamnya. Ji Hyuk dan Sang Kyun punya musuh bersama; seseorang yang sudah Ji Hyuk duga sebelumnya.

Episode 5

Episode 5

Han Ji Hyuk bermimpi menembak Soo Yeon setelah sebelumnya ditemukan pingsan di kantor wanita itu. Soo Yeon sendiri mengalami memar parah di leher dan lengannya. Ji Hyuk masih tidak stabil tapi dia tetap ingin bertugas. Akibat penyerangan itu Kang Pil Ho memerintahkannya untuk cuti, lagi-lagi Ji Hyuk menolak.

Pil Ho mengancam akan meneruskan masalah tersebut ke komite disiplin. Ji Hyuk curiga karena Pil Ho sensitif terhadap peristiwa ini. Di tempat lain Ji Hyuk mendapat catatan informasi mengenai Soo Yeon dari Cheon Myung Ki bahwa wanita itu ternyata sempat diskors selama tiga bulan. Catatan lain menyebutkan dari hasil evaluasi kejiwaannya beberapa tahun lalu, Soo Yeon termasuk kategori agen berisiko.

 Ji Hyuk masuk diam-diam ke rumah Soo Hyeon. Dia menemukan selembar foto Soo Hyeon yang terlihat berlibur berdua, tapi terjadi sebelum Kyung Seok bergabung dengan agensi. Menurut keyakinan Ha Dong Kyun, sekitar empat tahun lalu Soo Yeon mengencani seseorang di dalam organisasi. Ji Hyuk lalu meminta Je Yi menyelidiki Soo Yeon.

Dari penyelidikan itu Ji Hyuk berhasil menemui psikiater Soo Yeon, yang juga sepupunya. Soo Yeon rupanya depresi dan tertekan bekerja di NIS karena beberapa kejadian buruk yang menimpa rekan kerjanya. Je Yi tengah sibuk dengan kasus Jung Ki Sun, seorang pembelot Korea Utara yang sedang ditangani oleh timnya. Dia menemukan nama Chang Chun Woo, agen hitam BIN yang bertindak sebagai informan. Ji Hyuk punya rencana memancingnya keluar.

Di tempat lain Kang Pil Ho menyerahkan berkas informasi pribadi Ji Hyuk pada Do Jin Sook. Diketahui bahwa orangtua tiri Ji Hyuk dibunuh di rumah mereka di Manhattan. Pelakunya sampai saat ini belum ditemukan. Ji Hyuk yang baru berusia 10 tahun jadi satu-satunya korban selamat tapi menurut rekam medis dia menunjukkan tanda afasia karena syok.

Setelah diperiksa oleh psikiater, Ji Hyuk didiagnosis amnesia disosiatif. Ji Hyuk menghapus ingatan pembunuhan orangtuanya. Pil Ho bersikeras keadaan kejiwaan Ji Hyuk belum pulih, yang artinya dia tidak bisa dilibatkan dalam tugas-tugas NIS. Jin Sook juga sudah mengetahuinya tapi wanita ini tampak punya rencana sendiri.

Di sebuah cafe, Je Yi membantu Ji Hyuk mengidentifikasi seseorang berdasarkan selembar foto. Setelah diteliti, orang itu adalah Chang Chun Woo. Je Yi juga menemukan fakta bahwa catatan keluar masuk Jung Ki Sun ke Korea Utara dipalsukan oleh seseorang.

Je Yi merasa perlu menyelidiki kasus ini dari awal tapi Soo Yeon mengambil alih dengan cara yang mencurigakan. Je Yi melaporkan hal ini pada Ji Hyuk karena merasa ada sesuatu antara Soo Yeon dan Chang Chun Woo.

Saat akan menemui Ji Hyuk untuk membicarakan hal ini secara langsung Chang Chun Woo membuat Je Yi berada dalam bahaya. Ji Hyuk lantas terpikir untuk menemui Soo Yeon. Dari pertemuan itu Soo Yeon mengatakan bahwa sebelum berhubungan dengan Kyung Seok dia berhutang budi pada seseorang.

Orang itu membuat permintaan yang tidak bisa dia tolak. Belum sempat mengatakan siapa orang yang dia maksud Soo Yeon ditembak dari jauh. Je Yi kembali ke kantor dan menerima bukti lain berupa video yang dikirim dari Konsulat Shenyang terkait kasus Jung Ki Sun. Sementara itu akibat peristiwa penembakan Soo Yeon, Ji Hyuk diinterogasi.

Episode 6

Episode 6

Do Jin Sook dipojokkan atas peristiwa penembakan Soo Yeon karena sudah mengetahui kondisi kejiwaan Ji Hyuk sebelumnya. Walau begitu Wakil Komisaris tersebut tak ingin disalahkan sepenuhnya. Oleh karena itu dia ingin menyelidiki ulang kasus ini. Do Jin Sook percaya ada sesuatu di belakangnya.

Ji Hyuk yang dijemput Kang Pil Ho dari penjara mencurigai atasannya itu. Dia ingat sebelum tak sadarkan diri Soo Yeon menyebut nama Kang Pil Ho dan meminta untuk jangan percaya pada siapa pun. Ji Hyuk juga terlihat kecewa lalu pergi karena orang yang paling dekat dengannya di NIS itu tidak memercayainya. Tak lama terdengar kabar Ji Hyuk menembak Kang Pil Ho.

Direktur Lee In Hwan memerintahkan bawahannya untuk menutup kasus Jung Ki Sun dan menghancurkan semua dokumen terkait. Je Yi bingung dengan hal ini. Dia semakin bingung karena Ji Hyuk diam-diam pergi menemuinya. Ketegangan terjadi ketika Ji Hyuk melihat foto-foto dirinya di salah satu sudut rumah Je Yi. Gadis itu lalu menceritakan tentang ayahnya; seorang agen yang bertahun-tahun lalu juga hilang di Shenyang; tempat yang sama saat Ji Hyuk ditugaskan.

Di kantor, Dong Kyun menyerahkan bukti analisis forensik pada Do Jin Sook yang menjelaskan bahwa Ji Hyuk bukan pelaku penembakan Soo Yeon, tapi wanita itu menunda untuk merilisnya. Kepolisian juga belum mengetahui hasil tersebut. Je Yi menerima sebuah nomor proyek rahasia secara misterius sebagai petunjuk yang membantunya dan Ji Hyuk.

Setelah berhasil menemukan identitas pelaku penembakan Soo Yeon, pelaku tersebut malah tewas bunuh diri. Jung Ki Sun jadi target pembunuhan selanjutnya. Pelaku dari semua ini adalah Chang Chun Woo, tapi motif di baliknya masih terus diselidiki. Di tempat lain Je Yi mendapatkan informasi bahwa Jung Ki Sun sedang menulis artikel dan mewawancarai pembelot Korea Utara.

Dia juga mengabarkan pada Ji Hyuk jika terdapat rumor yang menyebutkan Soo Yeon berselingkuh dengan salah satu atasan. Dari informasi lain menyebutkan Soo Yeon bertemu dengan Kang Pil Ho; seseorang yang membantunya masuk ke NIS. Kang Pil Ho melacak panggilan telepon Ji Hyuk untuk mengetahui keberadaannya.

Dalam panggilan tersebut Ji Hyuk meminta untuk dibiarkan bertemu Jung Ki Sun di suatu tempat. Pil Ho menyiapkan tim khusus untuk menangkap Ji Hyuk. Dia juga meminta Je Yi bekerjasama menangkap Ji Hyuk. Dengan bantuan seseorang dari proyek rahasia Deep Fake Ji Hyuk memanipulasi gambar dirinya pada video CCTV yang muncul. Pil Ho kaget karena alih-alih melihat Ji Hyuk dia malah melihat wajah Soo Yeon di video itu. Ji Hyuk berhasil membawa lari Jung Ki Sun.

Jung Ki Sun menjelaskan bahwa NIS menangani para pembelot yang bekerja di mliter dan pemerintah lalu memaksa mereka melakukan pekerjaan kotor. Petunjuk itu membawa Jung Ki Sun menemukan sebuah organisasi swasta yang terdiri atas pensiunan agen-agen NIS bernama Sangmuhoe. Sangmuhoe adalah dalang di balik penyerangan Ji Hyuk dan dua agen saat bertugas di Tiongkok.

Han Ji Hyuk berhasil memancing Chang Chun Woo untuk bertemu. Dia memperlihatkan sebuah foto yang menunjukkan keberadaannya di Shenyang satu tahun lalu. Itu akan membuat posisi Chang Chun Woo terancam, terutama jika Sangmuhoe mengetahuinya. Ji Hyuk menawarinya kerjasama.

Tak lama Ji Hyuk mendapat kabar dari Je Yi bahwa Soo Yeon sudah siuman. Ji Hyuk juga mengirim video rekaman asli saat peristiwa penembakan Soo Yeon pada rekannya tersebut. Ternyata Ji Hyuk dijebak oleh Kang Pil Ho karena Soo Yeon sudah meninggal beberapa jam lalu. Je Yi pun melakukan sesuatu yang tidak terduga.

Episode 7

Episode 7

Han Ji Hyuk diisolasi dalam sebuah ruangan pengap. Dia seperti tahanan. Di tempat lain Chang Chun Woo dihabisi Baek Mo Sa karena menolak bergabung denganya. Sementara itu Kang Pil Ho menghadiri peringatan kematian Soo Yeon. Kematian Chang Chun Woo menjadi perdebatan antara Do Jin Sook dan Lee In Hwan. JIn Sook ingin menyelidiki kematian agennya itu sedangkan In Hwan merasa tak perlu.

Do Jin Sook meminta waktu dua minggu untuk mengusut kematian Chun Woo, jika tidak berhasil dia bersedia mengundurkan diri. Kang Pil Ho yang mulai tidak menyukai Do Jin Sook coba mencari sekutu dengan memengaruhi Ha Dong Kyun. Pulang dari rumah sakit yang mirip penjara, Ji Hyuk menemui Je Yi dan mengetahui kalau seseorang yang memerintahnya berkhianat adalah Kang Pil Ho.

Ji Hyuk juga mulai kembali masuk kerja dan langsung menemui Do Jin Sook. Dia diberi tugas terpisah untuk menyelidiki kematian Chun Woo. Simpulan Ji Hyuk sementara ini adalah Chang Chun Woo dibunuh oleh Sangmuhoe; organisasi yang sempat mempekerjakannya. Dia juga mencurigai Kang Pil Ho punya keterkaitan dengan Sangmuhoe.

Ji Hyuk mendapatkan sedikit info dari salah satu anggota Sangmuhoe, Pak Kim, pria yang beberapa waktu lalu mempekerjakan teknisi pembuat Deep Fake. Sementara itu hasil penyelidikan Je Yi di kediaman Chang Chun Woo menemukan beberapa fakta. Salah satunya Chun Woo adalah subjek tes dalam proyek penelitian bernama ZIP. Projek tersebut dijalankan secara internal dan bertujuan untuk mengembangkan obat untuk PTSD.

Ji Hyuk langsung teringat obat yang pernah diminumnya, yang dapat menghapus ingatannya. Dia bergegas menyelidiki segala informasi tentang projek tersebut. Di tengah penyelidikan terhadap projek ZIP, bersam Je Yi dia menyelidiki mayat Chun Woo. Je Yi menemukan titik-titik yang dibuat dari tinta UV pada tubuh Chun Woo.

Sepulang bekerja, Kang Pil Ho menemui Je Yi. Dari sana Pil Ho tahu kalau orang yang mengirimkan CCTV asli peristiwa penembakan Soo Yeon pada Ji Hyuk bukan Je Yi. Di kesempatan itu pula Je Yi memutuskan tidak lagi bergabung bersamanya. Percakapan antara dua orang itu ternyata turut didengar juga oleh Ji Hyuk melalui alat penyadap yang sudah dipasang atas izin Do Jin Sook.

Malam itu Je Yi berhasil memecahkan kode yang ada pada jasad Chun Woo. Kode tersebut menunjukkan kode penyakit langka bernama Sindrom Kaislond, yaitu penyakit yang membuat kulit dan tulang rawan mengeras. Je Yi juga mendapatkan data pasien yang menderita penyakit ini, salah satunya Chun Pyung Il.

Chun Pyung Il adalah salah satu orang penting di dunia agen intelijen. Dia merupakan bagian dari pendiri CIA. Dua orang itu lalu mendatangi Rumah Sakit Daejin, yang pernah menjadi tempat perawatan Pyung Il, tapi tidak mendapatkan apa pun kecuali kecurigaan baru. Kembali meminta bantuan Cheon Myung Ki, Ji Hyuk mencurigai adanya lantai tersembunyi di rumah sakit tersebut.

Tak lama Ji Hyuk mendapat telepon dari Myung Ki bahwa orang yang bertugas mengembangkan obat ZIP adalah Kim Yeo Jin; psikiater yang menanganinya. Saat Ji Hyuk menemui Kim Yeo Jin, Je Yi melihat dari CCTV di lift barang, ada seseorang yang memasuki lantai rahasia di Rumah Sakit Daejin.

Je Yi lalu melumpuhkan orang tersebut dan berhasil mendapatkan card untuk masuk ke ruangan rahasia itu. Di sisi lain Ji Hyuk mendatangi Ha Dong Kyun karena rupanya dia yang memerintahkan Kim Yeo Jin untuk mengeluarkan obat ZIP. Hal selanjutnya yang didengar Ji Hyuk benar-benar membuatnya kaget karena ternyata Ji Hyuk sendiri lah yang memaksa Dong Kyun mengeluarkan obat ZIP satu tahun lalu.

Rupanya lagi Dong Kyun adalah orang yang diam-diam melakukan hal tersembunyi untuk membantu Ji Hyuk. Dong Kyun melakukan itu karena ingin mengungkap dalang di balik kematian teman-teman agennya, sama seperti Ji Hyuk. Di sisi lain, Je Yi berhasil masuk ke lantai rahasia dan merasa bahwa itu bukan ruangan untuk pasien melainkan sel untuk mengurung seseorang.

Setelah menemukan obat yang dapat dipakai untuk membuat seseorang mati suri, Je Yi menemukan kamar Chun Pyung Il dan kaget melihat keadaan di dalam. Malam itu Je Yi berhasil membawa Chun Pyung Il keluar dari ruang isolasinya tapi sekelompok orang, yang tampaknya dipimpin Baek Mo Sa membawa kabur Chun Pyung Il dengan ambulans.

Episode 8

Episode 8

Tubuh Chun Pyung Il diikat di belakang ambulance dan ditembak hingga tewas. Je Yi dan Ji Hyuk selamat dari ledakan bom yang dilemparkan Baek Mo Sa ke arah mobil mereka. Ji Hyuk tak sadarkan diri, sementara Je Yi berhadapan langsung dengan Baek Mo Sa. Gadis itu kaget melihat luka bakar di tangan kiri Baek Mo Sa tapi sedetik kemudian dia ditembak.

Je Yi yang memakai rompi antipeluru tidak mengalami cedera serius. Dia lalu mengatakan tentang kemungkinan bahwa Baek Mo Sa adalah ayahnya. Dari kejadian itu Ji Hyuk yakin Baek Mo Sa adalah pembunuh Chang Chun Woo, bukan Sangmuhoe. Dua pembunuhan yang dilakukan Baek Mo Sa bertujuan untuk mengirim pesan pada Sangmuhoe.

Setelah Do Jin Sook resmi mengundurkan diri dari jabatannya dan Kang Pil Ho dinobatkan sebagai pengganti, Lee In Hwan bergerak cepat dengan menyerahkan proposal perombakan dan pergantian personel. Dia mendesak Bang Young Chan selaku Direktur Eksekutif NIS, menandatanganinya saat itu juga.

Di lain tempat Ji Hyuk menemui Do Jin Sook. Atasannya mengatakan bahwa NIS setia kepada pemerintah, bukan negara, dan Biro Intelijen Dalam Negeri yang dipimpin Lee In Hwan adalah pusat semuanya. Mereka menggunakan banyak intel terhadap beberapa orang yang memiliki pengaruh dan kekuasaan. Mereka harus dihentikan. Dia lalu meminta Ji Hyuk menggantikannya dan mengawasi Kang Pil Ho.

Lee In Hwan punya rencana untuk Ji Hyuk sehingga alih-alih memecatnya, dia akan mempekerjakan Ji Hyuk di bironya. Jung Yong Tae (Kim Min Sang) keberatan lalu mengungkit-ungkit pengabdiannya dan meminta jabatan yang layak. Lee In Hwan memintanya bersabar sampai pemilu tahun ini. Yong Tae tampak kecewa lalu menyerahkan sebuah amplop pada Kang Pil Ho.

Di apartemennya, Ji Hyuk perlahan mengingat kejadian yang menimpanya. Sebagai agen dia mengikuti Hwang Mo Sool ke Shenyang. Dia mengintai Chang Chun Woo memberi Baek Mo Sa sebuah USB berisi informasi tentang agen NIS, lalu Ri Dong Chul datang. Chun Woo coba memeras Dong Chul menggunakan foto, yang masih misterius, yang diberikan Baek Mo Sa.

Pertemuan tersebut tidak berselang terlalu lama dan berjarak terlalu jauh dari kematian yang menewaskan dua rekan agennya. Namun, Ji Hyuk bingung mengapa dia mengubah target menjadi Dong Chul, Wakil Manajer Umum Badan Keamanan Korea Utara?

Sementara itu, PDA milik salah satu anggota Sangmuhoe berhasil dipulihkan. Dari sana Ji Hyuk kembali dibawa pada nama baru; Planet yang dipimpin Shin Su Yong (Lee Joon Hyuk). Planet yaitu pihak pembuat program pesan untuk Sangmuhoe. Ji Hyuk serta Je Yi lalu menemui Shin Su Yong tapi tak dapat informasi yang signifikan.

Pulang dari sana, Je Yi kaget karena mendapat informasi kalau dirinya dipindahkan ke Divisi Intel Domestik, sedangkan Ji Hyuk menolak saat dipindahkan ke cabang di Provinsi Gyeonggi. Je Yi mendapat kabar dari suami temannya yang bekerja di Planet, Park Young Joo, bahwa Park Young Joo mengalami kecelakaan.

Menurut sang suami ada yang aneh dari kecelakaan tersebut karena sebelumnya dia diminta membocorkan banyak informasi pribadi. Terkait kejadian itu Je Yi menyelidiki Pusat Penelitian Psikologi Nasional Korea Selatan. Ji Hyuk mendapat informasi dari Dong Kyun bahwa Do Jin Sook bekerja terpisah dibantu dengan agen hitam yang dideportasi dari Tiongkok setahun lalu.

Hasil penyelidikan ke Pusat Penelitian Psikologi Nasional Korea Selatan, Ji Hyuk mengetahui kalau para profesor di bidang psikolog di sana, juga bekerja untuk Sangmuhoe. Singkatnya Sangmuhoe dan Planet bekerjasama. Melihat semua data yang ada, Je Yi menyimpulkan Sangmuhoe mencoba ikut campur dalam urusan politik dengan memakai cara baru.

Cara baru yang dimaksud yaitu menggunakan informasi pribadi yang didapat dari Planet untuk menciptakan model perubahan pola suara rakyat. Ji Hyuk kembali menemui Linwei dan kaget mengetahui Ri Dong Chul tewas dibunuh di hari yang sama dengan kematian rekan agennya.

Tak lama Je Yi mengabari jika orang terakhir yang dihubungi Park Young Joo sebelum kecelakaan adalah seseorang dari pihak NIS. Ji Hyuk menelepon nomor tersebut dan mengancamnya agar mau bertemu. Di tempat lain Lee In Hwan menemui Je Yi dan membocorkan fakta bahwa selama ini ayahnya dijual ke Korea Utara.

Je Yi kemudian mendapatkan nomor projek terkait penjualan sang ayah, berikut kata sandi untuk membuka filenya dari Lee In Hwan. Ji Hyuk sudah ada di tempat pertemuan yang dia tentukan sementara Je Yi tak bisa menahan diri untuk mencari tahu dan kaget saat mengetahui pelakunya adalah Do Jin Sook. Ji Hyuk tak kalah terkejut karena orang yang menemuinya adalah Kang Pil Ho.

Dalam keadaan seperti itu Ji Hyuk bingung mendapat laporan ada video baru yang dikirim ke Dong Kyun.  Video tersebut berisi pengakuan dirinya bahwa Kim Dong Wook, salah satu rekannya yang tewas, adalah pengkhianat tim. Kim Dong Wook juga yang membunuh Ri Dong Chul.

Je Yi sendiri langsung mendatangi Do Jin Sook sambil mengacungkan senjata. Di mobil lain, seorang ahli pembaca gerak bibir menyampaikan perkataan Je Yi pada Baek Mo Sa.

Episode 9

Episode 9

Ji Hyuk mendapatkan peringatan dari dirinya sendiri melalui video yang dikirim Dong Kyun bahwa dia harus lebih dulu mencari tahu pengkhianat di timnya sebelum menonton video yang akan dikirimkan. Di sisi lain hubungannya dengan Je Yi mulai terganggu karena gadis itu tahu Ji Hyuk sedang menyadap teleponnya. Je Yi memutuskan tidak lagi bekerja sama dengan Ji Hyuk.

Lee In Hwan membawa Je Yi ke sebuah ruangan kontrol yang terhubung dengan semua data yang sudah dikumpulkan Planet untuk melacak Baek Mo Sa. Di sisi lain Ji Hyuk meminta bantuan Dong Kyun menjaga Kang Pil Ho di rumah sakit, karena dia yakin Pil Ho sedang dikendalikan seseorang.

Hari itu Ji Hyuk mendatangi istri mendiang Dong Wook dan mendapat informasi kalau Dong Wook menerima perintah dari atasan yang membuatnya merasa tak enak pada rekan-rekannya. Ji Hyuk juga menerima informasi dari informannya yang terpercaya, Myung Ki, bahwa Jung Yong Tae adalah orang terakhir yang mendapat informasi dari Park Young Joo, mantan pekerja Planet.

Je Yi dan tim yang baru berhasil menguntit dan menyadap Do Jin Sook yang hari itu bertemu Baek Mo Sa. Do Jin Sook bertemu untuk meluruskan kesalahpahaman antara mereka. Je Yi mendengar semua percakapan mereka. Tiba-tiba terlihat Ji Hyuk berlari kencang menuju keduanya; di sisi lain Baek Mo Sa tampak menjadi target penembakan. Je Yi mengirim pesan diam-diam pada Ji Hyuk untuk menghentikan sniper yang sudah ada di posisinya.

Satu tembakan mengena pengawal Baek Mo Sa, sejurus kemudian dia meledakkan bom yang melukai Do Jin Sook. Ji Hyuk memanfaatkan keadaan dengan menggali informasi apa pun dari Baek Mo Sa yang ternyata hanya bertujuan untuk menemukan musuh dan menyingkirkannya. Dari sana Ji Hyuk semakin gelisah karena Baek Mo Sa mengaku tahu lebih banyak tentangnya. Tim sendiri merasa geram karena Ji Hyuk mengacaukan rencana.

Sebelumnya ternyata Je Yi sudah punya rencana mengecoh In Hwan dan mengorek informasi sebanyak mungkin dari timnya. Je Yi hanya minta Ji Hyuk tidak membunuh Baek Mo Sa. Do Jin Sook yang sudah kembali sadar mengatakan bahwa Baek Mo Sa dan Lee In Hwan punya rencana besar terkait pembelotan Ri Dong Chul ke Selatan. Oleh karena itu dia memerintahkan Kim Dong Wook mencegah pembelotan itu.

Ji Hyuk dan Dong Kyun sampai pada satu simpulan yang sama: Lee In Hwan adalah target mereka. Ji Hyuk lalu memanfaatkan Jung Yong Tae dalam rencananya. Yong Tae mengatakan untuk melumpuhkan Lee In Hwan adalah dengan melaporkan perbuatannya dalam memanfaatkan data pribadi yang diperoleh Planet ke media. Untuk mendapatkan bukti Ji Hyuk harus menemui salah satu profesor yang terlibat, Profesor Won Woo Hyun.

Selain itu Yong Tae juga membeberkan kejahatan Lee In Hwan sepuluh tahun lalu; dia lah orang yang membuat Baek Mo Sa dibawa ke Utara, bukan Do Jin Sook. Di tempat lain Lee In Hwan mengancam Shin Su Yong yang coba memperketat sistem keamanan informasi Planet. Lee In Hwan tak terima karena itu dapat menyulitkannya mendapat berbagai informasi yang dia butuhkan.

Je Yi mengirim informasi bahwa Won Woo Hyun kemungkinan berada di Planet sebelum gadis itu tak bisa dihubungi. Ji Hyuk bergegas ke Planet menemui Won Woo Hyun lalu Shin Su Yong. Dari pimpinan Planet tersebut diketahui bahwa Sangmuhoe ada di balik semuanya.

Tak lama In Hwan datang menjelaskan bahwa direktur eksekutif sebelum-sebelumnya menyuruh In Hwa dan tim mengganggu pemilu, memanipulasi opini publik dan memata-matai orang lalu menghilang, meninggalkan In Hwan yang sudah kena ‘getahnya’. In Hwan melimpahkan kesalahan pada para pensiunan NIS yang tidak bisa dia lawan.

Usaha In Hwan meyakinkan Ji Hyuk tidak berhasil hingga membuatnya pakai cara terakhir; mengancam keselamatan Je Yi. Tak lama Kang Pil Ho yang sudah siuman meneleponnya dan percakapan mereka didengar oleh banyak direktur eksekutif.

Dong Kyung datang menampilkan rekaman video Ji Hyuk pada para eksekutif, yang turut disaksikan In Hwan. Di luar perkiraan, Isinya mengejutkan banyak orang, terutama Ji Hyuk sendiri.  

Episode 10

Episode 10

Ji Hyuk membuka ingatannya saat peristiwa nahas yang menewaskan dua rekan agennya itu terjadi. Sejak Lee Choon Gil memintanya hati-hati sebab ada pengkhianat di dalam tubuh mereka sendiri, Ji Hyuk mencurigai dua rekannya, Kim Dong Wook dan Oh Kyung Seok.  

Ji Hyuk memerintahkan mereka mengintai dari dua tempat. Tak berapa lama Ji Hyuk kesulitan menghubungi keduanya. Ji Hyuk bergegas menyusul ke hotel lalu mendapati Dong Wook di sana bersama jasad Ri Dong Chul. Dong Wook mengaku tak melakukannya. Bersama rekannya itu Ji Hyuk pun berusaha kabur dari pihak keamanan Korea Utara.

Sampai ke tempat persembunyian, Ji Hyuk malah melihat Dong Wook dan Kyung Seok sudah saling menodongkan senjata. Sejurus kemudian, Dong Wook melepaskan tembakan ke arah Kyung Seok hingga menewaskannya. Dong Wook bersikeras kalau Kyung Seok adalah pengkhianat dan bagian dari orang-orang yang merencanakan kedatangan Ri Dong Chul ke Korea Selatan untuk menciptakan Angin Utara dan mengacaukan pemilu.

Ketegangan antara Dong Wook dan Ji Hyuk tak bisa dihindarkan hingga Dong Wook melepaskan tembakan ke arah Ji Hyuk, dengan maksud menembak Chang Chun Woo yang tiba-tiba muncul di belakang untuk membunuhnya. Merasa diserang, di saat bersamaan Ji Hyuk melepaskan tembakan dan menewaskan Dong Wook. Pada akhirnya keraguan di antara mereka menghancurkan semua.

Ji Hyuk kabur tapi mata-mata di organisasi masih ada di sana. Dia hanya punya satu tujuan; mengungkap dan membunuhnya. Ji Hyuk yang menahan berbagai ledakan emosi di dadanya hampir membunuh Lee In Hwan sebelum Je Yi mencegahnya. Ji Hyuk ditangkap dan ditahan di ruangan khusus, sedangkan Je Yi dibebaskan.

Je Yi menemui Ji Hyuk untuk mengatakan kalau dia masih percaya pada sunbae-nya itu. Ji Hyuk dan rekan agen yang tewas adalah korban permainan atasan yang berkhianat sesungguhnya. Meski begitu Lee In Hwan mengambil putusan untuk memanggil komite pendisiplinan untuk Ji Hyuk. Hal tersebut membuat Pil Ho dan Dong Kyun meradang. In Hwan membuka diskusi dengan keduanya.

In Hwan bersedia melepaskan Ji Hyuk jika Pil Ho mau memperbaiki Biro Luar Negeri dari bawah hingga atas, juga menempatkan Seo Jeong Mo sebagai pengganti Do Jin Sook. Pil Ho menemui Ji Hyuk dan mengaku menyesal telah bekerjasama dengan In Hwan untuk menjatuhkan Do Jin Sook sampai mengorbankan nyawa Soo Yeon.

Dia lalu mengajak Ji Yuk menghancurkan In Hwan bersama. Pil Ho juga menyerahkan berkas kematian kedua orangtua Ji Hyuk dan membeberkan penyelidikan bahwa bukan Ji Hyuk yang membunuh ayahnya. Sementara itu Je Yi mendapat aduan dari Chang Kyu bahwa Ji Hyuk memintanya menyelidiki peretasan pada sebuah mobil.

Di tempat lain Do Jin Sook menjelaskan semua pada Ji Hyuk bahwa Kyung Seok adalah bagian dari Sangmuhoe. Kyung Seok pula yang membunuh Ri Dong Chul atas perintah Lee In Hwan karena Wakil Komisaris Biro Domestik itu gagal membujuk Dong Chul membelot ke Selatan. Jin Sook mengizinkan Dong Wook membunuh Kyung Seok, karena jika tidak, Ji Hyuk dan Dong Wook lah yang akan tewas oleh Chang Chun Woo yang dikirim Lee In Hwan.

Hari itu Ji Hyuk, Je Yi, Dong Kyun dan Pil Ho bicarakan strategi menghancurkan Lee In Hwan menggunakan Shin Su Yong, pimpinan Planet. Mereka akan meminta bantuan polisi karena menemukan kasus peretasan mobil yang menewaskan beberapa orang penting, salah satunya anggota majelis.

Korban-korban itu terkait pelolosan RUU pembatasan penggunaan informasi pribadi oleh perusahaan. Hal tersebut akan jadi kelemahan Planet karena selama ini mereka berbisnis data pribadi tapi Lee In Hwan mencegah RUU tersebut untuk lolos.

Tak lama Jung Yong Tae bergabung dan membeberkan semua rencana Il Hwan mengenai Projek Label Nama, yaitu memisahkan rakyat berdasarkan kecenderungan ideologi mereka dan menandainya dengan kode identifikasi guna memanipulasi opini publik sebelum pemilu. Namun, rupanya Jung Yong Tae sedang menjebak mereka.

Ji Hyuk dan Pil Ho menemui Shin Su Yong dan memintanya membeberkan bukti korupsi Lee In Hwan. Jika menolak bukti peretasan mobil siap diserahkan pada kepolisian. Su Yong menolak tapi dia mendengar percakapan antara In Hwan dan Yong Tae yang disadap diam-diam, yang merencanakan pembunuhannya.

In Hwan pun ditangkap tapi masih menolak untuk bicara. Ji Hyuk meminta Je Yi menyelidiki Kim Jin Young, orang terdekat In Hwan setelah berselisih dengan Yong Tae. Ji Hyuk lalu menemui In Hwan dan mendapat penjelasan berbeda mengenai insiden kematian Ri Dong Chul. Menurut In Hwan, Baek Mo Sa adalah dalang di balik kematian Dong Chul karena alasan dendam pribadi.

Episode 11-12

Episode 11-12

Setelah berhasil menyelamatkan In Hwan dari kematian, Ji Hyuk mulai bisa menyadari bahwa potongan terakhir dari teka-tekinya ada pada Baek Mo Sa. Do Jin Sook yang merasa bertanggung jawab, membentuk satgas untuk menangkap Baek Mo Sa, di dalamnya termasuk Ji Hyuk dan Je Yi.

Ji Hyuk meminta Je Yi keluar dari tim karena khawatir akan kesiapannya, tapi Je Yi bersikeras siap membantu menghentikan Baek Mo Sa, sekalipun jika benar dia ayahnya. Keduanya mulai bergerak dan menemukan bahwa Sang Kyun, remaja yang meretas sistem informasi NIS, terlibat dengan Baek Mo Sa.

Ji Hyuk dan Je Yi menemukan tempat yang diduga sebagai persembunyian Baek Mo Sa setelah mengikuti Sang Kyun yang pergi diam-diam. Do Jin Sook mengerahkan tim termasuk SWAT untuk melakukan penyergapan ke lokasi tersebut. Adu tembak tak bisa dihindarikan dari dua kelompok itu. Sang Kyun yang ada di sana, turut tertembak.

Ji Hyuk yang sudah berhadap-hadapan dengan Baek Mo Sa tak menyadari bom besar siap diledakkan. Akibat ledakan itu, tim yang memonitor kehilangan kontak. Je Yi bergegas keluar dan mendapati Baek Mo Sa sudah dalam posisi siap menembak Ji Hyuk. Je Yi akhirnya melepaskan tembakan pada Baek Mo Sa setelah sebelumnya dia mengarahkan senjatanya ke arah Je Yi lebih dulu. Namun, Baek Mo Sa berhasil melarikan diri.

Dari hasil otopsi laptop milik Sang Kyun diketahui bahwa rencana Baek Mo Sa selanjutnya adalah mengincar Do Jin Sook saat peringatan Pertempuran Hancheng di Pemakaman Nasional Seoul. Pada acara itu Do Jin Sook diminta Bang Young Chan memberikan pidato sebagai perwakilan keluarga korban Pertempuran Hancheng. Do JIn Sook bersedia menjadi umpan untuk menangkap Baek Mo Sa.

Sementara itu Je Yi mengetahui kalau ayahnya mengalami gangguan mental akibat trauma yang membuatnya kehilangan jati diri. Namun, Ji Hyuk meyakinkan bahwa Je Yi bisa jadi satu-satunya orang yang dapat membawanya kembali. Saat hari upacara peringatan kematian tiba, Ji Hyuk berhasil melumpuhkan penyusup yang sudah dilengkapi bom.

Di tempat berbeda, Je Yi juga menemukan bom dalam sebuah mobil yang dia curigai. Di sisi lain, Sang Kyun terlihat berusaha membunuh In Hwan yang dirawat di rumah sakit yang sama dengannya. Ji Hyuk berhasil dikecoh Baek Mo Sa, sementara itu bom EMP yang ditemukan Je Yi melumpuhkan semua sistem komunikasi dan listrik di sekitar area gedung.

Je Yi mengetahui kalau Baek Mo Sa menuju Pusat Data Bank Hanmin untuk menghapus catatan keuangan berupa hipotek dan tagihan kartu kredit dari bank terbesar di Korea itu. Melalui video Baek Mo Sa meminta NIS memilih antara 33 pegawai yang dia sandera atau data bank. Baek Mo Sa memberi waktu tiga jam sebelum para sandera tewas dibunuhnya. Sang Kyun sendiri berhasil dihentikan dari upaya pembunuhan In Hwan dan dibawa ke NIS untuk membantu mereka.

DIrektur Eksekutif Bang Young Chan akan mengambil alih nasib para sandera sedangkan Do Jin Sook diminta menangani bom EMP. Baek Mo Sa sengaja memilih skenario ini untuk memproyeksikan kondisi dirinya di masa lalu, bahwa dia ingin memperlihatkan pada banyak orang bagaimana sikap negara terhadap warganya. Keputusan Jin Sook menomorduakan sandera ditentang Kang Pil Ho.

Menurutnya NIS seolah mementingkan data daripada nyawa. Jin Sook menjelaskan bahwa Bank Hanmin memegang 25% data bank di Korea, jika sampai hilang, orang yang bunuh diri karena kekacauan yang terjadi bisa melebihi jumlah sandera. NIS harus mementingkan mayoritas, walau terpaksa membuat keputusan di luar etika dan moral.

NIS didesak pemerintah untuk segera menemukan bom EMP sebelum militer diterjunkan ke sana. Sejalan dengan perkiraan Ji Hyuk setelah menemukan bom EMP kosong, bahwa Baek Mo Sa pada akhirnya akan membunuh sandera, Pil Ho meminta Do Jin Sook mengubah rencana dengan fokus terhadap sandera. Rencana tersebut disampaikan pada Ji Hyuk dan Je Yi yang sudah ada di lapangan.

Untuk mengetahui keberadaan para sandera sekaligus memancing Baek Mo Sa keluar, Je Yi memutar lagu kesukaan ayahnya yang diperdengarkan ke tiap lantai melalui ruang siaran di gedung tersebut. Usaha Je Yi memancing Baek Mo Sa berhasil. Sambil membawa detonator yang siap meledakkan para sandera, Baek Mo Sa meminta Ji Hyuk menemuinya di atas gedung.

Mereka akhirnya bertemu di atap gedung, Ji Hyuk tidak berdaya karena Baek Mo Sa menembak kakinya. Saat negosiasi gagal dan detonator siap ditekan, Baek Mo Sa melihat Je Yi bersama para sandera lainnya melalui monitor raksasa di atas gedung. Je Yi ingin percaya bahwa sosok ayahnya masih ada di dalam diri Baek Mo Sa.

Baek Mo Sa berhasil membuat Ji Yuk bimbang dengan mengatakan bahwa detonator yang dia bawa adalah alat yang bisa menghentikan waktu peledakan. Baek Mo Sa yang sudah tertembak meminta Ji Hyuk menekannya agar bom bisa berhenti. Bang Young Chan yang ikut memonitor dari ruang kendali meminta penembak melumpuhkan Ji Hyuk yang sudah memegang detonator.

Dengan pertaruhan segala bentuk keberanian, Ji Hyuk berhasil menghentikan bom tapi dia harus tertembak atas perintah Bang Young Chan. Ji Hyuk yang sudah terluka meminta Je Yi segera menemui ayahnya sebelum terlambat. Dia sendiri membeberkan semua kebusukan Sangmuhoe memengaruhi iklim politik Korea menggunakan NIS sebagai alat, termasuk dirinya. Ji Hyuk bersedia menerima hukuman apa pun.

Menurut Ji Hyuk, pengorbanan para anggota NIS yang tewas, yang diwakilkan bintang tanpa nama, tidak boleh dilupakan. Ji Hyuk juga sudah mengirimkan data keanggotaan Sangmuhoe beserta bukti kejahatan yang sudah mereka lakukan. Kunci enkripsi untuk membuka berkas itu yang sebelumnya ada di tangan Shin Su Yong dari Planet, sudah ada di tangan Ji Hyuk. Selesai membacakan kuncinya, Ji Hyuk tak sadarkan diri.

Je Yi dipromosikan menjadi manajer, sementara itu Kang Pil Ho berada di penjara untuk menebus kesalahannya. Ji Hyuk sendiri baru dibebaskan dari penjara. Je Yi yang sempat ragu, memberanikan diri menghubunginya lebih dulu. Setelah beristirahat, Ji Hyuk terlihat kembali bertugas.

Dibuka dengan Teka-teki

Dibuka dengan Teka-teki

Dilihat dari episode 1, The Veil (2021) sangat menjanjikan untuk kamu yang suka drama penuh intrik dan teka-teki dengan latar belakang badan intelijen. Melibatkan organisasi yang penuh rahasia di dalam ceritanya, drama ini menyuguhkan sebuah teka-teki dengan alur yang rapi.

Dari episode 1 tampaknya tidak terlalu banyak karakter yang terlibat. Plot berfokus pada karakter Han Ji Hyuk, agen BIN yang hilang dalam tugas lalu dinyatakan meninggal. Masalah bermula ketika peristiwa yang juga menewaskan dua agen BIN lain tersebut seperti merupakan sebuah konspirasi. Ada rahasia besar di belakangnya yang menarik untuk diikuti di episode-episode selanjutnya.

Penampilan Meyakinkan dari Namgoong Min

Penampilan Meyakinkan dari Namgoong Min

Namgoong Min mendedikasikan diri untuk terlibat dalam drama ini sampai berhasil membentuk badannya jadi lebih bulky. Di menit-menit awal dia tampil dengan rambut gondrong, kumis dan janggut tebal yang gak karuan. Sebagai seseorang yang diceritakan menjadi tawanan kapal penjual organ, tatapan matanya saat ditemukan tampak mengancam dan tak kenal takut tapi bingung dan putus asa.

Setelah dilakukan perawatan dan sebagainya, penampilan Namgoong Min di episode 1, berubah lebih segar dengan tatapan mata yang semakin percaya diri. Memiliki kemampuan akting yang baik, kita bisa merasakan perubahan emosi Namgoong Min dalam sosok Han Ji Hyuk hanya dari caranya menatap sesuatu.

Nonton The Veil (2021) episode 1, alurnya memang terasa cukup lambat, apalagi memasuki pertengahan. Mendekati akhir ada bagian yang bikin penasaran dan tentu saja kejutan kecil juga disimpan di sana. Sudah siap dengan episode selanjutnya?

Pertarungan Awal Dimulai

Pertarungan Awal Dimulai

Masuk ke episode 2, The Veil (2021) sudah panas! Setelah banyak petunjuk di episode awal, di bagian ini petunjuk tersebut mulai terbuka satu per satu, terutama mengenai jaringan narkoba yang menewaskan beberapa agen BIN satu tahun lalu. Informasi sudah diberikan sejak drama dimulai dan tidak ada plot hole sama sekali sampai menit terakhir; alurnya rapi. Khusus scene flashback dan kehidupan Ji Hyuk sekarang, ia bertransisi tanpa membingungkan.

Jika di bagian awal menuju tengah alur terasa lambat karena berisi petunjuk-petunjuk yang masih abu-abu dan membuat kita meraba-raba, pada bagian tengah menuju akhir, plot terasa lebih menegangkan karena ada banyak adegan laga yang bisa dinikmati.

Petunjuk yang masih abu-abu tadi mulai terbuka dan tidak terduga. Plot twist yang ada di episode ini mencengangkan dan berhasil mengecoh karena orang yang tidak diperhitungkan ternyata adalah yang paling berbahaya. Bikin merinding!

Adegan Perkelahian Namgoong Min Bikin Ngilu

Adegan Perkelahian Namgoong Min Bikin Ngilu

Sebagai agen NIS yang punya banyak pengalaman, akting yang ditampilkan Namgoong Min, khususnya pada episode 3, semakin teruji. Dalam alur penceritaan yang dibuat detail, Ji Hyuk memperlihatkan strateginya untuk menjebak bandar narkoba kelas kakap. Di episode ini pula kita akan melihat Namgoong Min menunjukkan kemampuannya dalam berkelahi yang mengagumkan.

Adegan laga di episode 3 tidak terlalu panjang tetapi brutal dan bikin ngilu. Ji Hyuk seolah tak memberi harapan bagi siapa pun lawannya untuk keluar dengan selamat, padahal sebelumnya dia ada dalam posisi yang tidak menguntungkan; dalam keadaan terikat dan sendirian. Adegan tersebut semakin terlihat dramatis dengan make up darah, luka dan wajah babak-belur yang meyakinkan.

Satu Rahasia Terbuka

Satu Rahasia Terbuka

Sementara di episode 4, kejutan datang ketika Ji Hyuk bertemu seorang remaja lelaki, bernama Sang Kyun, putra salah satu rekannya yang tewas satu tahun lalu. Dia membawa dendam sekaligus petunjuk mengenai pengkhianat di tubuh NIS. Plot-nya tidak terlalu mengejutkan karena di awal dia salah satu orang yang dicurigai Ji Hyuk.

Kamu gak boleh melewatkan bagian saat Sang Kyun berhasil meretas server milik NIS dan ketika dia dengan mudah mengelabui Soo Yeon lalu kabur! Seorang remaja mampu membuat petinggi di NIS kebingungan rasanya epic!  Episode 4 ditutup dengan sesuatu bikin penasaran, terutama untuk siapa dan untuk apa si pengkhianat melakukan itu? Kelanjutannya layak ditunggu di episode mendatang!

Bergelut dengan Kondisi Kejiwaan Ji Hyuk

Bergelut dengan Kondisi Kejiwaan Ji Hyuk

Sejak episode 5 The Veil (2021) dimulai kita sudah disuguhi adegan yang bikin kesal karena ternyata scene menegangkan di episode sebelumnya, hanya ada di mimpi Ji Hyuk. Akibat dari hal itu Ji Hyuk diminta cuti oleh Pil Ho karena kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Kondisi kejiwaan Ji Hyuk pun menjadi highlight yang ditampilkan di episode ini.

Masa lalu Ji Hyuk yang tragis sampai membuatnya mengalami amnesia disosiatif serta fakta bahwa dia mengonsumsi berbagai obat untuk mengatasinya, dipertontonkan. Beberapa scene yang memperlihatkan ketidakstabilan kondisi kejiwaan Ji Hyuk, lebih banyak ditampilkan kali ini. Mulai dari scene ketika dia hampir menembak warga sipil yang mengingatkannya dari dalam mobil sampai peristiwa tertembaknya Soo Yeon yang mengejutkan.

Namun, benarkah kondisi kejiwaan Ji Hyuk semakin parah, seperti yang dikatakan oleh psikiaternya? Adakah konspirasi lain mengenai hal ini? Kini rasa penasaran bukan hanya tertuju pada siapa pihak yang harus bertanggungjawab terhadap kematian dua rekannya setahun lalu, tapi sekaligus pada kondisi kejiwaan Ji Hyuk.

Upaya Ji Hyuk Menemukan Penembak Soo Yeon

Upaya Ji Hyuk Menemukan Penembak Soo Yeon

Karakter Han Ji Hyuk sepertinya gak bisa jauh dari masalah. Hidupnya gak bisa tenang satu hari pun. Pasalnya setelah dituduh menembak Soo Yeon di episode lalu, agenda dia selanjutnya di episode 6 adalah mencari penembak Soo Yeon yang sesungguhnya. Ji Hyuk kembali menghadapi konspirasi dan intrik-intrik yang membahayakan nyawanya di episode ini.

Beberapa karakter baru dimunculkan sebagai pendukung, salah satunya Chang Chun Woo yang menarik perhatian karena diperankan oleh Jung Moon Sung. Pemeran Do Jae Hak dalam serial Hospital Playlist Season 2 yang terkenal ceria dan konyol ini berubah drastis karena berperan sebagai seorang pengkhianat yang berbahaya. Dia salah satu saksi kunci atas peristiwa penembakan dua rekan agen Ji Hyuk setahun lalu.

Seperti biasa, The Veil (2021) selalu memunculkan kejutan di akhir episode. Khusus di episode 6, Ji Hyuk memang tidak boleh percaya pada siapa pun, karena orang terdekatnya, orang yang membantu dia melakukan penyelidikan bisa jadi yang paling pertama berkhianat. Akhir serial ini memang selalu bikin penasaran! Kita tunggu episode selanjutnya ya!

Konflik Baru, Alur Melebar

Konflik Baru, Alur Melebar

Berakar pada upaya pencarian sosok di balik tewasnya dua rekan agen Ji Hyuk di Shenyang setahun lalu, alur The Veil (2021), khususnya di episode tujuh semakin melebar. Bermula dari menyelidiki kematian Chang Chun Woo yang diduga dilakukan oleh Sangmuhoe; organisasi pensiunan NIS yang dicurigai terlibat insiden kematian rekan Ji Hyuk setahun lalu, kita dibawa pada plot baru.

Pada episode ini muncul konflik baru, masalah baru, keterkaitan baru yang pada satu titik membuat cerita terasa hilang fokus. Rasanya terlalu banyak kelokan dengan menghadirkan karakter baru dan sub-plot. Apabila tidak fokus, bisa sangat membingungkan dan tidak menikmatinya.

Seperti ketika scene menampilkan sosok Chun Pyung Il, yang entah ada hubungan apa dengan insiden di Shenyang, tapi tiba-tiba dibunuh setelah diisolasi bertahun-tahun, lalu fakta tentang proyek ZIP yang lumayan mengaburkan. Motif-motifnya tidak dijelaskan secara rinci, kita hanya dibawa pada konklusi; bahwa semua adalah ulah Sangmuhoe.

Perjalanan Ji Hyuk masih panjang karena Sangmuhoe bukan akhirnya, melainkan orang di balik Sangmuhoe itu sendiri; seseorang yang diyakini ada di dalam organisasi NIS. Perjalanan Je Yi juga tak kalah panjang dan emosional, karena di episode tujuh ini, dia bertemu dengan seseorang yang menurut informasi dari Pil Ho adalah ayahnya yang sudah mengubah wajah.

Benarkah sosok tersebut adalah ayah Je Yi? Bagaimana perjalanan mereka selanjutnya untuk menyelidiki pelaku sesungguhnya?

Satu Lagi Kejutan untuk Ji Hyuk dan Je Yi

Satu Lagi Kejutan untuk Ji Hyuk dan Je Yi

Ji Hyuk dan Je Yi seperti tak lelah berurusan dengan sesuatu yang bisa saja membahayakan nyawa mereka. Dari episode demi episode, keduanya terus melakukan penyelidikan yang membawa mereka pada fakta-fakta baru mencengangkan. Pada episode delapan pun demikian. Hasil penyelidikan yang membuat mereka terkejut tidak mematikan langkah, malah membuat keduanya semakin berani.

Di episode ini, Ji Hyuk dan Je Yi mendapat kejutan besar yang emosional, karena melibatkan perasaan dan hal yang sifatnya personal. Ji Hyuk perlahan mengingat siapa orang yang berkhianat pada timnya, sementara Je Yi akhirnya tahu fakta baru mengenai keberadaan ayahnya.

Masing-masing dikejutkan oleh dua hal berbeda tapi bisa jadi terhubung dengan satu orang yang sama. Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi mengingat sejak episode pertama, The Veil (2021) selalu berisi kejutan dan plot twist. Kita tunggu saja episode mendatang ya!

Kejutan Besar untuk Ji Hyuk

Kejutan Besar untuk Ji Hyuk

Tidak ada satu episode pun dari drama The Veil (2021) berlalu tanpa meninggalkan kejutan dan rasa penasaran, tidak terkecuali episode 9. Berangkat dari keingintahuan Ji Hyuk mengenai siapa pelaku yang dimaksud dalam video dirinya, alur sudah menarik karena di menit-menit selanjutnya ceritanya tidak terlalu melebar. Fokus Ji Hyuk untuk mencari siapa pembunuh rekan-rekannya lebih terarah.

Dalam hal ini kamu gak akan banyak bertemu karakter baru, instansi baru, koneksi baru yang berbelit-belit seperti episode lalu. Plot terhitung lebih enak diikuti dan dicerna, hingga di menit terakhir, kejutan yang lebih besar dari kejutan di episode lain, disuguhkan. Di episode 9 Ji Hyuk mendapati pukulan mental paling kuat sejauh ini. Lalu dapatkah Ji Hyuk bertahan? Bagaimana dia keluar dari masa lalunya yang samar-samar dan kelam?

Lagi-lagi Baek Mo Sa

Lagi-lagi Baek Mo Sa

Nonton The Veil (2021), memang gak boleh yakin di awal, karena kejutan pasti ada di bagian akhir. Aturan itu berlaku juga untuk episode 10 ini. Dibuka dengan ingatan Ji Hyuk tentang kejadian di Shenyang, kita disuguhkan plot bahwa pengkhianat di antara mereka bertiga adalah Kyung Seok; yang bekerja atas perintah Lee In Hwan.

Plot yang sudah rapi dan masuk akal karena In Hwan punya motif paling besar, yaitu gagal membujuk Ri Dong Chul membelot ke Selatan guna kepentingannya sendiri, harus buyar di menit-menit akhir. Pengakuan dari Lee In Hwan serta kematiannya oleh Baek Mo Sa membuat plot seperti kembali ke awal.

Penonton dipaksa berpikir ulang, kembali menerka motif sesungguhnya yang dimiliki Baek Mo Sa atas semua kekacauan dan pembunuhan yang dilakukannya. Masih sabar nunggu episode minggu depan?

Adegan Emosional Sebagai Penutup Drama

Adegan Emosional Sebagai Penutup Drama

Drama The Veil (2021) episode 11 dan 12 sebagai penutup, memenuhi dua jam durasinya dengan adegan-adegan yang cukup emosional. Salah satunya alasan di balik semua kejahatan yang dilakukan Baek Mo Sa. Rasa sakit hatinya terhadap negara, menghilangkan akal sehatnya dan mengubah dia menjadi monster

Selain itu pertemuan kembali Baek Mo Sa dengan Je Yi tak kalah menguras emosi. Scene ketika Baek Mo Sa teralihkan karena melihat Je Yi ada dalam bahaya memperlihatkan bahwa pada dirinya masih ada sosok ayah. Saat Baek Mo Sa mengembuskan napas terakhirnya dan Je Yi ada di sana, sukses membuat mata berkaca-kaca.

Rasanya ikut membayangkan betapa Baek Mo Sa memiliki hidup yang berat dan pedih, sampai harus jauh dari putrinya dan jadi monster pembunuh.

Kerjasama Je Yi dan Ji Hyuk Sampai Akhir

Kerjasama Je Yi dan Ji Hyuk Sampai Akhir

Hubungan Je Yi dan Ji Hyuk sendiri sampai akhir tetap sebagai kolega yang sempurna untuk satu sama lain. Salah satu dialog yang memperlihatkan nilai Je Yi di mata Ji Hyuk terdengar saat dirinya bicara dengan Baek Mo Sa. Satu hal yang membuat mereka berdua berbeda sehingga Ji Hyuk tidak jadi monster adalah karena dia memiliki Je Yi sebagai partner.

The Veil (2021) , drama yang bekerja sama dengan BIN Korea ini memang hanya 12 episode, tapi plot-nya sangat padat dengan konflik tak kalah rapat. Walau ada beberapa karakter dan keterkaitan di tengah-tengah jalan yang lumayan bikin hilang fokus, The Veil (2021) salah satu drama tentang BIN yang memuaskan.

Apalagi ia juga didukung akting Namgoong Min yang sangat meyakinkan. Buat kamu yang suka genre action penuh teka-teki, The Veil (2021) akan sangat cocok!

Pertarungan antara Ji Hyuk dan anggota jaringan narkoba, terutama scene saat mereka bertarung di jalan raya dari dalam mobil, juga disuguhkan dengan sinematografi serta ketepatan pengambilan sudut gambar. Dari sana, ketegangan terjadi selama beberapa menit dengan tensi yang terus naik.

Penampilan Namgoong Min di episode ini pun semakin meyakinkan karena dia sudah mulai bertugas, apalagi dengan tambahan setelan jas yang dikenakannya. Keren!

The Veil
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram