Sinopsis & Review Serial The Twelve: 12 Juri Kasus Pembunuhan

Ditulis oleh Yanyan Andryan
The Twelve
3.5
/5

The Twelve (De Twaalf) merupakan sebuah serial TV bergenre thriller yang berasal dari Belgia. Serial ini berkisah tentang 12 warga sipil dengan latar belakang yang berbeda terpilih menjadi anggota juri untuk mengadili kasus pembunuhan. Pelakunya sendiri bernama Frie Palmer yang telah membunuh anaknya serta sahabatnya sendiri.

Serial ini tidak hanya membicarakan kejahatan yang dilakukan oleh Frie Palmer, namun juga menyoroti bagaimana kasus itu mempengaruhi kehidupan sosial bagi para juri. Setiap episodenya pun mengupas kehidupan pribadi dari anggota juri sembari berusaha menyelidiki kasus pembunuhan kejam tersebut.

Sinopsis

The Twelve
*
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Drama thriller
  • Rumah produksi: Eyeworks Film & TV Drama
  • Sutradara: Sanne Nuyens dan Bert Van Dael
  • Pemeran Utama: Luc De Ruelle, Zouzou Ben Chikha, Maaike Cafmeyer dan Souad Boukhatem
  • Jumlah Episode: 10

Frie Palmers adalah seorang perempuan yang sedang diadili karena melakukan dua kali pembunuhan secara kejam. Pembunuhan pertamanya terjadi pada tahun 2000 terhadap sahabat baiknya sendiri bernama Brechtje Vindevogel.

Di tahun 2016 ia dituduh telah membunuh putrinya, Roos, yang masih kecil dengan pecahan kaca setelah kalah dari mantan suaminya dalam perebutan hak asuh anak. Kasus pembunuhan yang dilakukan olehnya menjadi berita utama dalam berbagai macam media yang ada di Kota Ghent, Belgia.

Proses peradilan kemudian dilakukan menggunakan pengadilan juri dengan memanggil 12 orang masyarakat setempat yang terpilih untuk menjadi anggota juri. Mereka nantinya mempunyai tugas untuk memutuskan dan mengadili semua tindakan yang dilakukan oleh Frie Palmers.

Di hari pertama persidangan, seorang perempuan bernama Delphine Spijkers datang terlambat untuk tugas sebagai juri. Ia kemudian merasa lega karena saat seleksi berakhir ia tidak duduk diantara 12 juri yang telah disetujui oleh para hakim.

Namun, Delphine ternyata dipilih menjadi juri alternatif yang harus berada di pengadilan selama kasus tersebut disidangkan. Delphine tadinya berjanji untuk tidak menerima tugas sebagai seorang juri karena membuatnya merasa tidak nyaman dan ketakutan.

Ia pun terpaksa berbohong kepada suaminya, Mike, bahwa ia tidak terpilih menjadi juri dalam kasus pembunuhan tersebut. Sementara itu, seorang juri lainnya yang bernama Holly Ceusters mempunyai kehidupan rahasia yang misterius.

Perempuan muda ini selalu menggunakan nama belakang yang berbeda-beda, dan berkeinginan untuk menjual rumah mewahnya yang sudah ditinggalinya selama bertahun-tahun.

Saat persidangan, Frie lalu bersaksi kepada hakim dan para juri bahwa mantan suaminya, Stefaan De Munck, telah meninggalkannya hanya untuk menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Margot. Menurutnya lagi, Stefaan ternyata mempunyai penyakit kelamin HPV karena sering berselingkuh yang menyebabkan rahimnya sedikit terinfeksi.

Frie kemudian menjadi emosional selama interogasi di muka persidangan. Ia lalu bertanya-tanya mengapa dirinya ditangkap dan bahkan menjadi tersangka atas kasus yang terjadi kepada putrinya, dan Brechtje.

Di lain sisi, ayah dari Brechtje yang bernama Marc Vindevogel, meragukan keterlibatan Frie dalam pembunuhan atas putrinya. Marc sendiri telah menonton video rekaman yang memperlihatkan anaknya tengah disandera dengan tubuh berlumuran darah. Di video itu juga, sang anak meminta pertolongan dan mengatakan bahwa ada “seseorang” yang akan menyakitinya.

Di tempat yang lain, Mike akhirnya mengetahui bahwa Delphine telah berbohong kepadanya. Delphine sendiri merasa tertekan dan ingin segera menyelesaikan tugasnya sebagai juri. Sementara itu, seorang pengacara berusaha menyelidiki Holly Ceusters dan mencari tahu kenapa dirinya selalu bergonta-ganti nama.

Bobot Cerita yang Disajikan Cukup Baik

Bobot Cerita Setiap Episode Disajikan Cukup Baik
*

The Twelve menyajikan narasi yang cukup menarik sepanjang 10 episode yang ditayangkan dalam serial televisi ini. Dengan penekanan pada kehidupan anggota para juri serta drama ruang persidangan, The Twelve menghadirkan tontonan yang penuh intrik dan kecurigaan.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam sinopsis di atas, inti dari drama thriller ini terletak pada pembunuhan ganda yang dilakukan oleh Frie Palmers kepada anaknya dan sahabatnya. Di samping itu juga ada beberapa sub-plot yang melibatkan kehidupan dari para anggota juri yang terkait secara langsung dengan tema setiap episodenya.

Selain Delphine dan Holly, beberapa anggota juri seperti Joeri Cornille, Arnold Briers, Carl Destoop, dan Noel Marinus mendapatkan sorotan cerita yang sangat menarik untuk diikuti.

Joeri mempunyai masalah setelah mengalami kecelakaan di tempatnya bekerja, sementara Arnold berusaha untuk mengendalikan hidupnya. Carl bermasalah dengan anak perempuannya, sedangkan Noel berjuang melawan kecanduan.

Semua karakter tersebut menjadi tulang punggung cerita yang secara dominan hadir di setiap episodenya. Meski begitu, sosok Frie Palmers sebagai seseorang yang membutuhkan penyelesaian tetap mendapatkan porsi cerita yang cukup layak.

Di sepanjang episode awal hingga menuju akhir, ada beberapa urutan kilas balik yang berfungsi sebagai pengalih perhatian cerita. Lewat cara seperti itu, penonton diajak untuk bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan berusaha menebak cerita yang sedang ditampilkan.

Hal tersebut tentu saja salah satu kekuatan cerita dari The Twelve. Penonton nampaknya akan hanyut ke dalam cerita yang setiap episodenya semakin dibuat penasaran berkat pendekatan kilas balik ke adegan masa lalu tiap karakter.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram