Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film The Trial of The Chicago 7 (2020)

Sinopsis dan Review Film The Trial of The Chicago 7 (2020)

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kisah tujuh orang yang disidang berdasarkan tuduhan memicu kerusuhan di Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago pada tahun 1968. Sutradara Aaron Sorkin mengumpulkan para aktor ternama untuk berperan di dalam film bertema persidangan ini, antara lain peraih Oscar Eddie Redmayne dan peraih Golden Globe Sacha Baron Cohen sebagai pemeran utamanya.

The Trial of the Chicago 7 bukanlah film pertama yang mengungkit kisah persidangan tokoh demonstrasi yang memicu kerusuhan di Chicago pada tahun 1968. Setidaknya ada empat film sebelumnya yang juga menggelar kisah serupa, yaitu Conspiracy: The Trial of the Chicago 8 (1987) sebuah original film HBO, Steal This Movie! (2000) yang lebih fokus kepada sosok Abbie Hoffman.

Dua yang lainnya adalah Chicago 10 (2007) yang ditampilkan dalam bentuk animasi, dan The Chicago 8 (2010). Lalu, apa yang membedakan film versi baru ini dibandingkan beberapa versi sebelumnya? Dan kenapa jumlah terdakwanya berbeda dalam setiap judul filmnya? Kami akan ulas salah satu original film terbaik dari Netflix ini, beserta sedikit fakta sejarah yang patut untuk disimak.

Sinopsis

The Trial of The Chicago 7

*https://www.netflix.com/id-en/title/81043755

  • Tahun: 2020
  • Genre: Drama / History / Thriller
  • Produksi: DreamWorks Pictures, Amblin Partners, CAA Media Finance
  • Sutradara: Aaron Sorkin
  • Pemeran: Sacha Baron Cohen, Eddie Redmayne, Yahya Abdul-Mateen II

Pada Agustus 1968, tujuh tokoh yang berbeda kelompok mempersiapkan demonstrasi damai di Chicago pada saat Konvensi Nasional Partai Demokrat. Lima bulan kemudian mereka ditangkap dan disidang atas dakwaan memicu kerusuhan. Mereka diwakili oleh dua pengacara, William Kunstler dan Leonard Weinglass, kecuali untuk Bobby Seale yang memiliki pengacara sendiri.

Sedari awal, hakim Julius Hoffman memang terlihat sudah berat sebelah. Dalam proses persidangan yang panjang, banyak kejadian yang dianggap tidak adil terjadi di ruang sidang, terutama kepada Bobby Seale.

Selain dia tidak diwakili oleh pengacara, yang seharusnya persidangan ditunda hingga dia mendapat pengacara pengganti, dia tidak boleh berbicara untuk mewakili dirinya sendiri sesuai hukum pengadilan.

Seale pada akhirnya menjadi berang dan kemudian disidang dalam keadaan tangan dan kaki dirantai kekursinya dan mulutnya dibungkam dengan selotip. Kemudian, dua orang juri yang terlihat lebih condong kepada terdakwa dikeluarkan atas alasan adanya ancaman dari kelompok Black Panther, dimana Seale adalah ketuanya. Padahal, kelompok tersebut tidak menebar ancaman.

Para saksi yang dihadirkan ternyata adalah polisi yang menyamar, bahkan salah satu diantaranya menjadi sosok terdepan dalam kerusuhan itu. Meski begitu, kesaksian mereka tidak bisa membuktikan jika salah satu dari terdakwa yang memicu kerusuhan. Bobby Seale kemudian dilepaskan dari persidangan ini, atas saran dari jaksa penuntut yang tidak setuju atas tindakan hakim.

Ramsey Clark, Jaksa Agung yang menjabat saat peristiwa terjadi, menjadi saksi bagi pihak terdakwa. Tetapi kesaksiannya tidak boleh didengar oleh dewan juri dan akhirnya dicabut, dan tidak dijadikan bahan pertimbangan dalam persidangan.

Bukti baru didatangkan, yaitu rekaman suara Hayden yang mengajak para demonstran untuk menumpahkan darah di jalanan karena melihat rekannya dipukul hingga berdarah oleh polisi. Tetapi Abbie menangkap pesan berbeda dari kalimat yang diucapkan Hayden, bahwa bukan darah para polisi yang ditumpahkan tetapi darah para demonstran supaya dilihat oleh dunia.

Pada hari vonis hukuman ditentukan, Hayden memutuskan untuk membaca 4.500 nama tentara yang tewas di medan perang Vietnam yang membuat hadirin berdiri untuk memberikan hormat, termasuk jaksa penuntut Schultz.

Kedekatan dengan Fakta Sejarah

Kedekatan dengan Fakta Sejarah

*https://www.imdb.com/title/tt1070874/mediaviewer/rm4290359041

Jika dibandingkan film-film pendahulunya yang menceritakan peristiwa yang sama, The Trial of the Chicago 7 lebih mendekati fakta sejarah yang ada, bahkan hingga ke detil kejadian. Tetapi, cerita tidak ditampilkan secara linear. Kita dibawa berkali-kali dalam flashback yang cerdas dan membuka fakta demi fakta baru untuk ditampilkan di dalam sidang.

Di saat kita semakin cemas dan yakin bahwa para terdakwa tidak akan menang karena jalan untuk kesana telah ditutup semua secara licik oleh oknum pihak pemerintah, ada angin segar dari sosok Ramsey Clark yang kesaksiannya bisa dengan mudah mematahkan dakwaan atas mereka. Dia bersaksi jika laporan yang dia dapat dari lapangan, bahwa pihak kepolisian adalah pemicu kerusuhan yang terjadi.

Tapi sayang, kesaksiannya dicabut dan tidak diakui di persidangan karena alasan dia tidak berhak berada di seberang institusi yang pernah dijabatnya. Angin segar di tikungan tajam itu juga tidak memberikan celah bagi kemenangan mereka. Bahkan setelah itu mereka diberatkan dengan ditemukannya rekaman suara Hayden yang mengajak para demonstran menyerang polisi.

Naskah yang kuat menjadi faktor kecemerlangan film ini. Sorkin sudah menulis naskahnya sejak tahun 2007 dan seharusnya Steven Spielberg yang menjadi sutradara film tentang protes anti perang Vietnam ini.

Sejak pemogokan yang dilakukan oleh Writers Guild of America (asosiasi penulis naskah di Amerika), kelanjutan film ini mengalami keburaman, hingga Sorkin mengambil alih kursi sutradara di tahun 2018.

Sorkin mampu mengolah cerita film ini menjadi menarik dan tidak membosankan, serta tetap menjaga ritme dan ketegangan khas film bertema pengadilan. Alur non-linear dengan beberapa flashback tanpa seting yang jelas, sekali lagi, seolah menyusun puzzle dalam otak kita untuk merunutkan dan memahami kisah yang disuguhkan.

Titik kulminasinya adalah penjelasan Hayden tentang rekaman suaranya yang bisa saja semakin memberatkan dakwaan atas mereka. Dan kalimat yang diucapkan Hayden pada saat orasi berlangsung, ditafsirkan maknanya secara tepat oleh Abbie, di saat Kunstler sekali pun tidak berpikir sampai ke situ untuk memahami tafsir ucapan Hayden tersebut.

Fakta Ketujuh Terdakwa

Fakta Ketujuh Terdakwa

*https://www.imdb.com/title/tt1070874/mediaviewer/rm3297224449

The Trail of the Chicago 7 menunjukkan ada tujuh orang terdakwa yang disidang, tetapi sebenarnya ada delapan. Tom Hayden dan Rennie Davis dari Students for a Democratic Society (SDS), Abbie Hoffman dan Jerry Rubin dari Youth International Party (Yippies), dan David Dellinger mewakili National Mobilization Committee to End the War in Vietnam (MOBE).

Kemudian Lee Weiner dan John Froines perwakilan dari demonstran, dan yang terakhir Bobby Seale dari Partai Black Panther. Semuanya dianggap kelompok sayap kiri oleh pemerintah saat itu.

Seperti yang ditampilkan di dalam film, Weiner dan Froines hanya tambahan saja dan akan bebas tanpa hukuman. Sedangkan Seale disidang dalam persidangan lainnya sehingga pada saat vonis akhir, mereka bertujuh.

Dua tahun setelah vonis dijatuhkan kepada mereka, United States Court of Appeals for the Seventh Circuit (pengadilan negeri dari beberapa distrik di Illinois) mengajukan persidangan ulang karena banyaknya kejadian yang dianggap cacat hukum yang tidak mencerminkan keadilan. Sidang ulang pertama dibatalkan dan kemudian naik banding.

Akhirnya, sidang ulang dilaksanakan dengan mengganti hakim yang menyatakan para terdakwa bersalah atas berbagai tuduhan, tetapi mereka tidak ditahan dan juga tidak didenda.

Taburan Aktor dalam Performa Gemilang

Taburan Aktor dalam Performa Gemilang

*https://www.imdb.com/title/tt1070874/mediaviewer/rm1134604033

Melihat deretan cast The Trial of the Chicago 7, kita akan dibuat menganga. Eddie Redmayne, Joseph Gordon-Levitt, Frank Langella, Mark Rylance, dan Jeremy Strong bukanlah nama sembarangan di perfilman Hollywood. Ditambah lagi penampilan kejutan dari Michael Keaton, dan masih ada Sacha Baron Cohen, si Borat. Tapi, bisa apa komedian sepertinya di film serius seperti ini?

Jangan salah! Justru dia yang paling bersinar aktingnya di antara aktor lainnya. Sebagai komedian, celetukan dari karakternya sangat mengena. Dan ketika dia dituntut untuk adegan yang serius, dia berhasil menampilkannya dengan baik dan dialog yang keluar dari mulutnya sangat terasa sampai ke hati. Simak saja adegan dimana dia menjadi saksi dalam persidangan.

The Trial of the Chicago 7 memang bukanlah film sejarah yang biasa. Sedikit tampil beda, lebih menghibur, tanpa melupakan fakta sejarahnya. Meski cerita yang ditampilkan sudah pernah dibawakan berkali-kali, tetapi berkat naskah yang cerdas dan tangan dingin Sorkin sebagai sutradara mampu menempatkan film ini di level yang berbeda.

Bisa jadi, film ini akan termasuk dalam deretan film terbaik di tahun 2020. Film yang semula akan dirilis secara luas di bioskop Amerika oleh Paramount Pictures ini, karena efek pandemi COVID-19, jadinya hanya ditayangkan secara terbatas pada 25 September 2020 dan sudah bisa disimak di layar Netflix sejak 16 Oktober 2020 sebagai salah satu original film Netflix. Tidak perlu tunggu lama lagi ya! Langsung tonton saja.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *