bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Sound Of Magic, Drama Musikal yang Magis

Yoon Ah Yi siswi yang pintar di sekolah tetapi dia tidak percaya diri karena terbatas secara ekonomi. Ayahnya bangkrut dan meninggalkan utang, sementara sang ibu pergi meninggalkannya begitu saja.

Ah Yi harus kerja paruh waktu untuk hidup bersama adik perempuannya yang masih kecil. Suatu hari Ah Yi bertemu dengan seorang pesulap tampan yang tinggal di taman bermain yang sudah terbengkalai.

Pesulap itu membuatnya ketakutan tapi lama-lama membuat Ah Yi nyaman berteman. Sampai akhirnya masa lalu si pesulap mulai terungkap. Akankah Ah Yi tetap memercayainya? Drama Korea original Netflix berjudul The Sound of Magic (2022) akan menjawabnya!

Baca juga: 13 Drama Terbaik yang Dibintangi oleh Ji Chang Wook

Sinopsis

Sinopsis

Baek Ha Na (Ji Hye Won) bercerita dengan antusias pada temannya, Kim So Hee (Kim Bo Yoon), bahwa di taman bermain yang terbengkalai di atas bukit tinggal seorang pesulap tampan.

Pesulap itu berbeda dengan pesulap yang lain karena dia menunjukkan trik sulap yang sangat nyata, seperti trik saat membuat seseorang menghilang, orang itu akan hilang sungguhan.

Baek Ha Na murid yang cantik, tapi senang sekali merendahkan orang lain. Salah satu sasarannya adalah Yoon Ah Yi. Yoon Ah Yi murid berprestasi yang unggul di Matematika.

Dia mengalami kesulitan keuangan setelah ayahnya bangkrut, terlilit utang dan pergi begitu saja. Sang ibu juga meninggalkannya saat masih kecil. Ah Yi hanya tinggal berdua bersama adik perempuannya, Yoon Yoo Yi.

Saking miskinnya, Ah Yi tidak punya uang untuk mengganti stocking yang sudah bolong-bolong. Hidup berdua saja dengan sang adik, Ah Yi harus putar otak untuk mencari makan.

Dia kemudian bekerja paruh waktu di sebuah minimarket. Gaji yang hari itu dia terima rencananya akan diberikan beras, telur dan stocking.

Sayang, belum sempat dibelanjakan, uang itu lepas dari genggamannya. Seperti terus tertiup angin, uang itu terbang ke arah taman bermain yang terbengkalai di atas bukit.

Ah Yi yang sangat membutuhkannya terus mengejar tapi sejurus kemudian dia kaget karena seorang pria berpakaian pesulap muncul di depannya sembari memegang uang miliknya.

Ah Yi lari ketakutan dan tidak peduli pada uang itu. Namun, itu artinya dia tidak bisa belanja dan membeli stocking baru. Alhasil Ah Yi masih pakai stocking berlubang ke sekolah.

Hal itu membuat Baek Ha Na dan Kim So Hee penasaran; apakah Ah Yi benar-benar tidak punya uang sampai membeli stocking yang harganya pun tidak mampu?

Baek Ha Na kemudian sengaja memancing Ah Yi dengan menjatuhkan selembar uang di bawah mejanya. Ah Yi yang tidak tahu kalau itu pancingan, mengambil uang tersebut begitu saja.

Baek Ha Na terpuaskan dengan rencana jahatnya. Dia tidak tahu kalau Ah Yi benar-benar kesulitan keuangan sampai ditagih uang sewa oleh pemilik rumah.


Jika Ah Yi tidak segera membayarnya dia harus segera keluar dari tempat tinggalnya. Tak punya pilihan lain Ah Yi meminta tolong pada Kim Doo Sik, pemilik mini market tempatnya bekerja.

Kim Doo Sik memberinya sejumlah uang tapi dia melecehkan Ah Yi. Gadis itu tidak berdaya karena kesulitan melawan tapi sedetik kemudian si pesulap datang menyelamatkannya.

Tanpa perlu berlama-lama, si pesulap tadi menghilangkan Kim Doo Sik dengan kekuatannya. Ah Yi masih tidak percaya dengan yang dilihatnya. Dia malah ketakutan dan terganggu.

Meski begitu Ah Yi tetap beraktivitas seperti biasa. Di sekolah Ah Yi bahkan mulai berinteraksi dengan Na Il Deung (Hwang In Yeop), teman sebangkunya yang tampak menyukainya.

Na Il Deung pemuda yang berprestasi di berbagai pelajaran. Dia putra dari seorang jaksa terkenal. Na Il Deung tahu kalau Ah Yi mengalami kesulitan uang tapi dia terlihat tidak memedulikannya.

Sayang, ajakan kencan darinya ditolak Ah Yi. Gadis itu sedang tidak ingin punya hubungan dengan siapa pun karena hidupnya terlalu berat.

Tidak seperti Baek Ha Na yang masih sempat memuaskan rasa penasarannya terhadap sosok pesulap tampan itu. Bersama Kim So Hee, Ha Na sengaja pergi ke taman bermain yang sudah terbengkalai dan mengambil video. Tanpa sengaja dia melihat dan merekam Ah Yi keluar dari salah satu wahana.

Ha Na lalu kembali lagi untuk memastikan sesuatu. Pada kunjungan yang kedua, dia bertemu si pesulap tampan. Dari pertemuan itu Ha Na mencurigai kalau Ah Yi memiliki hubungan dengan pesulap tersebut.

Kabar hangat ini dia bagikan pada Na Il Deung. Diam-diam, Na Il Deung mengikuti Ah Yi ke taman bermain itu dan mendengar langsung kalau si pesulap menyukai Ah Yi.

Na Il Deung melihat Ah Yi tersenyum dan menyimpulkan sendiri hubungan antara mereka. Padahal selepas dia pergi, Ah Yi sangat bingung, ketakutan dan sedih. Apalagi si pesulap kembali memperlihatkan kekuatannya yang kali ini berhubungan dengan sang ibu.

Di sekolah Na Il Deung yang kadung cemburu meminta Ah Yi gagal dalam ujian kali ini. Dia bersedia membayar asal Ah Yi mau mengalah untuknya. Lantas apakah Ah Yi akan setuju? Apakah si pesulap akan turun tangan memberi Na Il Deung pelajaran?

Drama Korea dengan Unsur Musical yang Magis

Drama Korea dengan Unsur Musical yang Magis

Sesuai judulnya, The Sound of Magic (2022), drama ini memasukkan unsur musikal ke dalam ceritanya. Pada tiap episode, paling tidak ada satu atau dua lagu yang dilantunkan pemerannya.

Formula semacam ini terhitung cukup jarang dipakai untuk produksi drama Korea, tapi bukan berarti hasilnya kaku dan buruk; The Sound of Magic (2022) membuktikannya.

Drama berjumlah enam episode ini membungkus cerita pilu seorang gadis remaja bernama Yoon Ah Yi dengan elemen-elemen yang terasa magis. Kamu akan ikut terhanyut menikmati musik dan lagu yang dipakai drama ini untuk menyampaikan satu perasaan tertentu.

Tak lupa visual efek yang diandalkan untuk menggambarkan imajinasi para pemainnya juga tersaji secara mulus dan cantik, persis seperti sinematografi yang disuguhkannya.

Komposisi tone warna dari lampu-lampu hias yang ada di area taman bermain dan beberapa di bagian lain juga indah dan terasa magis.

Plot dan Karakter yang Kurang Memuaskan

Plot dan Karakter yang Kurang Memuaskan

Sayangnya, The Sound of Magic (2022) kurang didukung oleh plot yang rapi serta karakter yang menarik. Berdurasi satu jam untuk setiap episodenya, alur hanya terasa menarik di awal dan mulai kehilangan kekuatannya di pertengahan.

Hubungan Ri Eul atau si pesulap dengan Yoon Ah Yi yang meyakinkan di episode pertama, terasa mengendur di tengah cerita.

Hubungan Ri Eul dan Yoon Ah Yi yang ditunggu-tunggu, terasa berlalu begitu saja. Keseruan dan rasa penasaran terhadap kelanjutan hubungan mereka dengan cepat diganti oleh konflik lain yang relatif mainstream.

Karakter Ah Yi yang pintar dan tidak percaya diri karena miskin, mulai bersinggungan dengan Na Il Deung, seorang siswa berprestasi dan kaya tetapi tertekan.

Kemunculan karakter Na Il Deung rasanya juga kurang lengkap. Ada beberapa bagian darinya yang diperlihatkan tetapi tidak dijelaskan. Seperti luka gatal di bagian belakang leher Na Il Deung yang terus-menerus disorot tetapi tidak diceritakan penyebab atau kelanjutannya.

Selain itu, konflik pembunuhan yang diselipkan untuk menambah ketegangan pun terasa kurang masuk akal. Plot ketika pemilik toko tiba-tiba hilang padahal jatuh dari ketinggian, terasa dipaksakan. Pemilihan cast untuk pemeran tokoh antagonis pun terasa kurang tepat.

Dilihat dari perbedaan postur tubuh yang mencolok antara Ri Eul dan si pelaku, rasanya ganjil kalau polisi tidak bisa mengidentifikasinya. Hasilnya, sesuatu yang harusnya jadi kejutan malah terasa aneh dan maksa.

Temukan Kebebasan dalam Imajinasi dan Percaya Diri

Temukan Kebebasan dalam Imajinasi dan Percaya Diri

Pada akhirnya karakter Na Il Deung dihadirkan untuk menguatkan moral value yang ingin disampaikan drama ini. Selain Yoon Ah Yi yang sejak awal terkurung keterbatasan, kehadiran Na Il Deung menegaskan bahwa siswa kaya dan berprestasi pun bisa merasa terpenjara.

Melalui dua karakter yang memiliki latar belakang berbeda tetapi sama-sama terkurung dan merasa beruntung mengenal sulap melalui Ri Eul, The Sound of Magic (2022) punya agenda sendiri.

Drama ini ingin mengabarkan bahwa perasaan-perasaan negatif seperti tertekan atau terkurung itu bisa diatasi dengan imajinasi dan percaya diri.

The Sound of Magic (2022) punya kekurangan dari segi plot di banyak tempat. Alur, konflik dan penokohannya kurang menarik.

Kekurangan itu untungnya dibantu dengan unsur musical dan visual efek yang sangat baik, sehingga magisnya masih terasa. Penasaran? Kamu bisa buktikan sendiri dengan menonton The Sound of Magic (2022) melalui Netflix!

The Sound of Magic
Rating: 
3.1/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram